
''Anda hanya lelaki menjijikan yg tak tau malu.''
Huwaaaa!.. aku mengatakannya!... aku benar-benar mengatakannya!...gawat... apa yg akan terjadi kedepannya nanti!?.. ah.. membayangkannya saja sudah mengerikan..
kami pun terus berjalan hingga saat sudah cukup jauh dari tempat ayah leon pun tiba-tiba menepis tangan ku lalu menatapku tajam
'' huwaa.. apa begitu caramu berterima kasih pada orang yg sudah mendukung mu?''
''aku tak pernah memintanya'' balasnya dingin
''dan lagi kalau kau tak ikut campur hal ini tak akan terjadi''
''woi.. aku mencoba menolong mu ya!''
''aku tak perlu pertolongan mu, aku bisa melakukannya sendiri''
Bocah ini... sudah di tolong kok malah ngelunjak?!...
''yah...tolong jangan sedingin itu padaku... meski kita jarang bicara kita ini tetap keluarga loh'' kataku sambil tersenyum
''keluarga?'' ''hmph... lucu sekali aku mendengar kata itu keluar dari mulutmu''
'' orang yg bahkan tak pernah bicara padaku tiba-tiba mengatakan kata keluarga padaku?,huwaaa..menjijikan sekali. Dan lagi keluargaku hanya ibuku seorang dan beliau kini sudah tiada itu artinya keluarga ku juga sudah tiada''
''jangan seenaknya menyebut kata keluarga dengan mulutmu itu, itu menjijikan'' sambungnya sambil menatapku tajam lalu berjalan melewatiku begitu saja
Meski ku tahu dia sudah menolakku ...tapi....entah kenapa aku malah menjadi semakin tertarik. Keesokan harinya aku datang kembali menemuinya dan ku lihat leon sedang sibuk memperbaiki pedang kayunya yg patah secara diam-diam. Dengan jail aku pun mencoba membuatnya terkejut dengan kehadiranku. Namun responnya terlalu datar hingga membuatku sakit hati.
''apa-apaan kau ini..harusnya kaget dong~'' kataku sambil duduk di sampingnya
''aku sudah tau kalau kau datang , jadi kenapa aku harus kaget?''tanyanya yg masih sibuk dengan kegiatannya
''hee~ begitu ya...'' sudah tau aku datang kah.... Hm.. itu artinya dia punya insting yg kuat bukan?..hmph..menarik sekali...
''um?.. hei.. pedang itu.. buang saja'' kataku sambil menunjuk pedang yg sedang ia perbaiki
''tidak mau''
''kenapa?.. itukan sudah patah. Akan ku berikan pedangku, jadi itu buang saja''
''kenapa kau ngotot sekali?. Ku bilang tidak ya tidak'' balasnya sambil bangkit dan berniat pergi
''kau ingin menjadi ksatria bukan?''tanyaku yg langsung menghentikan langkahnya
''kalau mau jadi ksatria pedang kayu saja tak akan cukup loh'' ledekku
'' aku tak akan bisa menjadi ksatria'' balasnya yg langsung membuatku tersentak
''kenapa?'' '' padahal kau sangat berbakat, dan lagi.. kau berlatih setiap hari untuk itu bukan?''
Aku pun langsung bangkit lalu mendekatinya dan dengan percaya diri menepuk pundaknya lalu berkata " aku pasti akan menjadikan mu ksatria yg hebat. Percayakan saja pada kakakmu ini''
...............'' kata kakak itu menjijikan bisa kau hentikan?'' katanya dengan dinginnya
''jahat!. Aku mencoba medukungmu tau!. Setidaknya hargai itu!'' kataku yg jadi malu parah.
Setelah hari itu hampir setiap hari aku selalu menghampirinya dan mencoba mengajaknya bicara
''leon..'' '' leon lihat ini!'' ''leon..'' '' leon'' ''huwaaa!..leon!..'' ''leon..'' ''leon~~...''
''leonleonleonleonleonleonleonleonleonleon''( isi kepala leon saat ini, kepala harry yg terus perputar sambil memanggil namanya tanpa henti)
''SUDAH CUKUP!'' seru leon yg akhirnya naik pitam
''apa mau mu sebenarnya?!.. berhenti mengangguku setiap saat!''
''ini!... lihat ini.. pelantikan calon ksatria, kau harus ikut ini kalau mau jadi ksatria'' kataku dengan semangatnya
''sudah ku bilang aku tak akan jadi ksatria, kenapa kau tak paham juga''
''hei.. kau pikir untuk apa aku terus mengikutimu belakangan ini?''
''untuk membuatku gila'' balasnya dengan wajah super jengkel
''KAU BERCANDA YA?!!..'' ''tidak aku serius''
Grep!'' aku melakukannya karena aku serius ingin menjadikan mu ksatria.'' Kataku sambil menggenggam tangannya
''leon...aku tau memang sulit bagimu untuk percaya pada orang-orang, tapi dunia ini sangatlah luas leon , pasti ada satu dua orang yg benar-benar menyayangimu dengan tulus..'' sambungku sambil tersenyum hangat padanya
__ADS_1
''..........siapa yg kau bicarakan?''
''ITU AKU!, AKU MEMBICARAKAN DIRIKU SENDIRI!. MENDENGARNYA PUN HARUSNYA KAU SUDAH TAU!'' teriakku yg jadi malu parah
''Padahal aku sudah mengatakan hal bagus tapi malah membuatku malu parah..ah~... aku mau mengali lubang dan tinggal di sana saja selamanya''
''po...pokoknya..pertama-tama kamu terima ini dulu'' sambungku sambil memberikan pedangku padanya
'' sudah ku bilang aku tak bu..''
''sudah terima saja'' potongku sambil menatapnya tajam
Leon pun hanya terdiam sesaat lalu perlahan mengambilnya. Dan begitu dia mengangkatnya tampak raut terkejut di wajahnya
''bagimana?''
''berat''
Ukh!... '' tentu saja berat!. Tapi bukan itu yg ku harapkan harusnya kau berkomentar soal....'' Kataku yg langsung terhenti begitu menyadari mata leon yg bersinar-sinar sambil memandangi pedang tersebut
Menyadari hal itu aku pun hanya bisa tersenyum kecil. Dan tentu saja setelah kejadian ini aku merasa meski hanya sedikit aku mulai bisa akrab dengannya
Aku pun mulai mengajari leon hal-hal yg ku pelajari selama ini, meski terliat cuek tapi dia menyimak pelajaran dariku dengan sangat baik, bahkan meski ini pertama kalinya ia mengayunkan pedang sungguhan ia nampak tak kesulitan sama sekali. Dia bahkan bisa mengerakannya dengan sangat mulus seperti sudah terbiasa. Dan tentu melihat hal itu aku hanya bisa bilang .. '' dia jenius'' aku baru saja melahirkan seorang jenius pedang ke dunia ini...benar-benar luar biasa..
Waktu pun terus berlalu dan penyisihan calon ksatria sudah mulai berlangsung . tentu saja berkat bimbingan ku leon bisa melewati semua itu dengan sangat mudah, dia bahkan berhasil lolos sebagi calon ksatria termuda disini.
Dan tentu saja sebuah rasa bangga langsung menyelimuti dadaku rasanya ingin aku berteriak pada semua orang di sini kalau aku lah yg membesarkan anak itu.
''leon!~'' seruku sambil berlari kearahnya dan mencoba memeluknya namun dia malah menghindar dan membuatku jatuh tersungkur
''kau jahat sekali!, apa begini caramu membalas orang yg sudah membesarkanmu?!"
''memang kau ibuku?'' ''dari pada itu apa kau tau sikapmu itu memalukan?.cepat bangun''
''salah siapa menghindar huh!?, aku gak akan jatuh begini kalau kau tak menghindar tadi''balasku kesal
''sudahlah cepat bangun'' katanya sambil memberikan tangannya untuk membantuku bangun dan melihat ia untuk pertama kalinya mengulurkan tangannya padaku air matakupun tak bisa terbendung lagi.
''hiks..leon...'' panggilku yg sudah berlinangan air mata dan tentu saja leon langsung terkejut sekaligus panik saat melihatku menanggis seperti ini
''kau kenapa lagi sih!?''
''huwaaa!.. leon!...leon!...'' seruku lalu melompat dam memeluknya erat
Leon pun terus mencoba mendorongku menjauh namun ia sama sekali tak berhasil melakukannya dan rupanya kelakuan kami ini membuat seorang penyihir tertarik dan akhirnya mengabadikan momen ini dengan sihirnya
***
Setelah hari itu kupikir akhirnya hubungan kami sudah membaik namun nyatanya hal itu tak berlangsung lama . kalau saja insiden itu tak terjadi, aku yakin hubungan ku dengan leon akan baik-baik saja saat ini.
Semua itu bermula dari sebuah keributan tak biasa di tempat latihan
Pagi itu ada sebuah keributan di tempat latihan ,hal itu terjadi beberapa hari setelah leon menjadi calon ksatria. Karena penasaran aku pun langsung pergi kesana untuk melihat apa yg terjadi . dan begitu sampai di sana aku langsung di buat terkejut bukan main. Kenapa?. Karena ku liat ada seorang ksatria yg terluka sangat parah dan leon yg terlihat panik
'' Bukan aku yg melakukannya!'' seru leon
'' jelas-jelas pedang mu yg menusuknya !''
''dia sendiri yg melakukannya!, kau juga melihatnya kan tadi!'' seru leon tak terima
Tapi semua orang di tempat itu tak ada satupun yg percaya padanya dan saat mata kami bertemu....
Grep!.. '' harry!..'' '' harry kau percaya padaku kan?'' tanyanya sambil menggenggam tanganku namun tanpa sadar aku malah menepisnya dan menatapnya takut
Dan itu adalah kesalahan paling fatal yg sudah ku buat.
Leon pun tampak terkejut dengan tindakan ku barusan lalu ia pun langsung terdiam saking syoknya
''hmph...benar juga... mana mungkin kau percaya ya..'' gumamnya sambil tersenyum tipis
''aku seperti orang bodoh... disini mana ada yg percaya padaku'' sambungnya lalu berlari pergi
''eh!?...tu...tunggu!... leon!'' panggilku yg tak di dengar olehnya
Dan hari itu hubungan kami benar-benar berakhir.....
Aku mengutuk diriku sendiri yg ketakutan hari itu. Karena terlalu syok dengan apa yg kulihat tanpa sadar aku malah menghancurkan kepercayaan leon yg sudah ku bangun dengan susah payah. Meski ku tahu aku harusnya memina maaf padanya dan menjelaskan apa yg sebenarnya ku rasanya tapi nyatanya sampai detik ini pun aku tak berani mengakuinya
***
__ADS_1
''aku ini pengecut ya'' gumam ku sambil meletakan kembali foto yg di ambil oleh penyihir kala itu
Aku terlalu takut mengungkit masalah itu kembali. Raut wajah leon hari itu benar-benar membuatku takut untuk melakukannya.
''huh~...'' ku rebahkan diriku di kasur sambil menghela nafas panjang
Tembok es yg ku pikir berhasil ku hancurkan nyatanya malahku buat semakin tebal.....
Leon pasti tak akan pernah memaafkanku. Tapi benar juga ya.. satu-satunya orang yg dia pikir bisa di percaya malah tiba-tiba menghianatinya . itu pasti menyakitkan sekali..
Tok..tok..tok..
Suara dari ketukan pintu pun tiba-tiba membangunkanku dari perasaan bersalah ini, aku pun langsung berjalan kearah pintu dan membukanya dan rupanya aku kedatangan tamu kecil malam ini
''nona?..ada apa malam-malam begini?'' tanyaku
''aku ingin berterima kasih pada harry''
''hoo~... apa saya melakukan sesuatu yg membuat anda harus berterima kasih?''
''tentu saja...berkat ide harry leon benar-benar suka hadiah dariku'' balasnya sambil tersenyum
Eh?...ide ku?....sebentar ide ku itu kan....
'' aku memberikan diriku sebagai hadiah untuknya''sambung nona sambil tersenyum lebar. Dan begitu mendengar hal itu aku langsung merasa seperti tersambar petir
''no..nona apa?'' tanyaku syok
''aku membuat boneka yg mirip dengan ku lalu memberikan itu padanya''balas nona sambil tersenyum
BONEKA KAH!...
''Astaga ku pikir jantungku copot tadi... kalau nona benar melakukannya berakhir sudah hidupku...'' batinku sambil mengelus-elus dadaku saking syoknya
''um?..harry itu apa?'' tanya nona sambil menunjuk bingkai foto tadi, nona pun langsung masuk ke dalam dan melihatnya lebih dekat
''ah~.. itu.. gambar itu di ambil oleh seorang penyihir sesaat setelah leon lulus menjadi calon ksatria'' balasku
''gambar leon saat masih kecil...'' kata nona dengan mata berbinar-binar
''um?....ahaha..harry terlihat tak berubah sama sekali ya'' tawa nona
''maksud anda saya masih tampan gitu?''kataku percaya diri
''bukan. Maksudku harry masih saja menyebalkan'' balas nona yg langsung jleb banget di hatiku
''anda jahat sekali nona'' kataku lemas
.....Hmph...ini aneh sekali... bagaimana bisa gadis sekecil ini meruntuhkan dinding es yg bahkan tak bisa ku lakukan selama bertahun-tahun?.
''nona.. saya punya permintaan'' kataku tiba-tiba
''um?..apa?''
Ku tekuk kedua lututku untuk menyamakan tinggi kami lalu dengan lembut berkata
'' mau kah nona selalu berada di sisi leon ?'' tanyaku yg di balas tatapan binggung olehnya
''um?... '' '' tanpa harry minta pun aku akan terus berada di sisi leon, karena kami sudah berjanji'' balas nona percaya diri
''ahaha benar juga.. nona kan mau menikah dengannya nanti''
''benar sekali. Maka dari itu aku tak akan pernah meninggalkan leon, dan leon juga tak akan pernah meninggalkan ku. Itu janji kami'' balas nona sambil tersenyum ceria
Hmph..baguslah kalau benar begitu...
''nona sekarang sudah malam, biar saya antar anda ke kamar'' tawar ku
''tidak usah'' balasnya sambil mengelengkan kepala
''aku bisa sendiri''sambungnya lalu keluar dari kamar ku
''kalau begitu selamat malam harry''
''selamat malam nona'' balasku sambil melambaikan tangan, dan punggung kecil itu pun perlahan menghilang
Hmph...lucunya...
Ah! benar juga!. Kalau leon sama nona benar-benar menikah aku harus minta pajak yg besar pada leon nanti.ah.. aku tak sabar melihatnya....
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...