
"Kenapa kau tak paham juga bukannya aku sudah mengajarkannya kemarin!, dan kenapa prmu tidak selesai''marah baroness
''anu...sa...saya belum mengerti ..saya juga masih sulit dalam membaca...''
''hah!?, begini saja kau tak bisa!?, lalu kau bisanya apa!?, tatakramamu juga payah sekali''
''soal itu..kalau boleh saya tau dimana letak kesalahan saya?, saya yakin sudah mengikutinya dengan ba...''
''sekarang kau mau ngelawan hah!, dasar tak tau terima kasih!'' marahnya sambil hampir memukulku sampai tiba-tiba
'' lama tak bertemu nyonya baroness vilsa''
Mendengar suara itu baroness langsung diam mematung tangannya yg hampir menamparku tiba-tiba berhenti di udara
Dia pun langsung menoleh kearah sumber suara dan sekali lagi diam membisu begitu melihat siapa yang bicara
''leon''panggilku begitu melihat ternyata orang itu adalah leon
''selamat pagi nona''sapa leon dari balik jendela
Akupun langsung berlari menghampiri leon
''ada apa?, kenapa leon kesini jam segini?''tanyaku
'' saya hanya kebetulan lewat nona''balas leon sambil tersenyum
''dan saya tak sengaja mendengar keributan dari dalam sini''kata leon sambil menatap tajam baroness
Baroness yg mendapat tatapan tajam dari leon langsung menundukkan kepala saking takutnya
''nona silakan lanjut belajarnya ,saya akan melihat dari sini''katanya yg sontak membuat baroness syok bukan main
''apa leon tidak sibuk?''
''tidak kok''balasnya sambil tersenyum
''tapi kalau berdiri terus pasti lelah, bagaimana kalau masuk lalu duduk disana''tawarku
''hmm..kalau begitu '' hup...leon pun lompat dari dari jendela dan masuk keruangan ini melalui jendela
''saya akan menonton dari sini''katanya sambil duduk di pinggir jendela
''tu..tuan...kehadiran tuan pasti akan menganggu konsentrasi nona''kata baroness yg akhirya angkat bicara
''tenang saja, saya tak akan menggangu, jangan hiraukan saya''kata leon
''tapi....''
''tidak apa nyonya, saya tak terganggu sama sekali''kataku
''saya?''kata leon yg langsung sinis
''ah!...nona tolong bicara nonformal pada saya..''kata baroness yg langsung kalang kabut
''tapi...waktu itu anda bilang..''
''nona mari kita lanjutkan saja pelajarannya''potongnya
''ah...baiklah..''kataku lalu berjalan menghampirinya
Setelah itu cara mengajar baroness vilsa benar-benar berbeda dari biasanya , dia tak lagi main tangan dan mengajar dengan sangat baik,kini dia bahkan memberi tau ku dimana kesalahanku saat pelajaran tatakrama
''ka..kalau begitu pelajaran hari ini sampai disini''kata baroness lalu bangkit dari kursinya
''kalau begitu nona tugas untuk ...''
''Loh kok...setelah semua yg nona pelajari hari ini masih ada tugas?''potong leon
'' nyonya baroness , nona itu masih kecil loh, harusnya di usianya saat ini nona lebih sering bermain ketimbang belajar''
__ADS_1
''tolong jangan samakan nona dengan murid anda yg lain''kata leon yg membuat baroness tak bisa berkata-kata
''ka.kalau begitu saya permisi dulu''kata baroness lalu langsung pergi dari ruangan ini
''dia bahkan tak memberi hormat pada nona, benar-benar orang yg angkuh''kata leon saat baroness keluar
''pffft.......hahahahaha...''tawaku yg lepas begitu saja saat baroness keluar
''nona?''
''ah~...maaf , tapi reaksi baroness tadi lucu sekali...''kataku sambil menahan tawa
Ah~ gawat..aku tak boleh tertawa seperti ini...tapi...ini benar-benar menarik...untuk pertama kalinya aku bisa melihat reaksi baroness yg ketakuatan seperti anak anjing...
Tap..tap..tap... ''ternyata nona suka hal seperti ini ya?''tanya leon sambil berjalan kearahku
''ah!, tidak kok!, aku hanya...''kataku yg jadi malu.
''yah , setelah apa yg dia lakukan pada nona, dia memang pantas mendapatkannya sih''
''omong-omong , terima kasih leon''kataku
''ya?''
''aku tau leon sengaja kesini demi ku''kataku sambil tersenyum
''hmph...ketahuan ya, tapi saya terkejut nona mampu mengikuti rencana saya''
''itu karena aku tak mau di pukul lagi, di pukul itu sakit''balasku
''hahaha..tentu saja''tawanya
''siapapun pasti juga tak suka kalau harus di pukul''kata leon sambil tersenyum
''sekarang leon boleh pergi kok, maaf sudah menyita waktu leon''
''tak perlu minta maaf nona, saya melakukannya atas kehendak saya sendiri''kata leon lalu tersenyum hangat kearahku
Setelah itu leon selalu datang setiap aku ada kelas dan berkat kehadirannya aku bebas dari hukuman dan mendapatkan ilmu yg ku inginkan .
''leon apa tak apa kau selalu datang?, apa pekerjaanmu baik-baik saja?''tanyaku sambil bersandar di bawah pohon besar tempat biasa aku ngobrol berduaan dengan leon
'' tak masalah nona, demi nona apa yg gak sih''balasnya
''jangan begitu dong, aku jadi gak enak kalau begini''kataku
''nona tenang saja, saya bisa menyelesaikannya saat nona sudah selesai kelas''
Leon sangat baik...dia juga sangat pengertian, badan leon juga terlihat bagus seperti sudah terlatih, sayang sekali kalau dia hanya menjadi tukang kebun..
''apa leon tak mau menjadi ksatria?''tanyaku
''eh?kenapa nona tiba-tiba berkata begitu?''tanyanya
''soalnya leon terlihat sangat cocok kalau menjadi ksatria''
!!.. ''hmph...kalau saya menjadi ksatria apa nona tak akan takut pada saya?''tanya leon sambil tersenyum
.....
''mm...kalau leon ku pikir tak masalah..''kataku sambil memegangi tengkukku
!!..deg!... ''nona...sebenarnya saya...''kata leon dengan wajah tertunduk malu
Angin pun tiba-tiba bertiup kencang dan membuatku hilang fokus hingga tak mendengar kelanjutan dari perkataannya
''hah!...leon maaf tadi kau bilang apa?''tanyaku
''hmph..bukan apa-apa nona''kata leon lalu tersenyum
__ADS_1
''eh~...apa...jangan buat aku penasaran..''kataku
''hehehe...coba saja nona tebak''ledeknya
''he~leon jahat..''kataku sambil cemberut
''hahaha...''
Set...''saya bilang kalau nona mau saya bisa menjadi ksatria pribadi bagi nona''katanya sambil memegang beberapa helai rambutku
Sontak saja hal itu membuatku terkejut, bukan hanya memegang rambutku matanya juga menatapku lekat-lekat wajahnya juga cukup dekat dan entah kenapa jantungku menjadi berdekup kencang
''a.. ah...kalau leon mau menjadi ksatria ku leon harus bisa belajar pedang dulu''kataku sambil menjaga jarak
''hmph...saya bisa kok..''balasnya sambil tersenyum
''eh?...apa?..''
''apa saya perlu mengulangnya?''tanyanya balik
Leon bisa berpedang?, tapi bagaimana mungkin?. Kenapa tukang kebun bisa ...
Oh!...jangan-jangan teknik memangkas tanaman mirip dengan teknik perpedang?
''kalau begitu coba tunjukan''kataku penasaran
''eh...sekarang?..''tanya leon
''iya..''kataku semangat
''hmm...bagaimana ini..aku bisa saja mengeluarkan pedang sihir, tapi nona bisa curiga, hm...kalau sudah begini ...aku harus apa ya?...''batin leon binggung
''leon?''panggil ku
''i..iya nona!''katanya terjekut
''ada apa kok melamun?, tidak bisa ya?''tanyaku yg sedikit kecewa
''bi...bisa...siapa bilang tidak bisa''katanya lalu berdiri
''yeay...sekarang ayo tunjukan''kataku semangat
Mampus leon...sekarang kau harus bagaimana?, ayo pikir...aku tak bisa mengecewakan nona
''ah!,pakai itu saja''batin leon saat terpikir suatu ide
''nona lihat ini''kata leon lalu dari tanganya keluar pusaran angin lalu leon melempar pusaran angin tersebut . pusaran angin itu pun berubah menjadi pisau tajam yg memangkas beberapa bunga mawar lalu bunga mawar yg sudah terpotong itu perlahan terbang kearahku dan membentuk satu buket bungga mawar
''wah....sihir angin''kataku terpukau
''leon pengguna sihir angin?''tanyaku
'' begitulah''balasnya lalu memberiku buket mawar tersebut
''kalau seperti ini , leon tak perlu belajar pedang pun leon sudah hebat''kataku sambil menerima buket mawar tersebut
''benarkah?, saya senang mendengarnya nona''
''sudah ku duga leon sangat keren''kataku yg membuat wajah leon mendadak merah padam
''te..terima kasih nona''kata leon yg malu
Kalau begini sih aku benar-benar berharap leon bisa menjadi ksatriaku dengan begitu aku akan merasa selalu aman setiap saat
''aku bersyukur bisa bertemu dengan leon''kataku sambil tersenyum kearahnya
''hmph...saya juga bersyukur bisa bertemu dengan nona''balasnya sambil tersenyum hangat.
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...