Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 46


__ADS_3

BRAK!.... ''Itu semua karena kebodohan mu!''


''Bisa-bisanya kau menjual permata berharga begitu!, apa kau tau kalau dia adalah kunci utama kita''


''Ma...maaf tuan...''


''Huh~...dasar bodoh!, kalau begini untuk apa kita menyerang elf dulu!?. Apa kau lupa kalau tujuan utama kita adalah benda itu !.''


''Sekarang juga pergi dan cari putri elf itu!, temukan dia dan bawa dia padaku!.''


''ta..tapi... anak itu sepertinya di beli oleh orang yg berbahaya,pasti tak mudah mendapatkannya kembali''


''kau pikir aku peduli?, kalau kau mati pun aku sama sekali tak peduli''


''sekarang cepat pergi dari hadapanku fredric ''


***


POV Fredric


Sial...banyak mintanya tuh orang..kalau dia memang berharga kenapa gak di bawa dari awal!?. Mana ku tau kalau anak itu ternyata sangat berharga. Ah....sial ..dimana aku harus mencarinya?. Perlelangan pasti tak akan membagi info padaku.


Ck... mampus saja tuh orang....


!!?.... saat sedang berjalan di jalan kecil daerah kerajaan diamond tanpa sengaja aku melihat sosok yg tak asing bagiku.


Ahaha...dewa pasti sangat menyanyagiku..


Dengan cepat aku pun langsung berlari kearah nya dan...


''Akhirnyanya ketemu juga,kami mencarimu dari tadi''


Aku sungguh beruntung bisa bertemu dengannya secepat ini...tapi bagaimana aku membawanya?.kelihatannya dia sedang bersama seseorang , apa itu orang yg membelinya?.kalau iya bagaimana aku mengakalinya?


''oh~.apa dia anggota keluarga mu?''tanya orang berambut putih tersebut


!?...ahaha...dewa benar-benar menyayangi ku ternyata.


''ah~,maaf, anak ini tiba-tiba menghilang tadi, saya sudah mencarinya kemana-mana, terima kasih sudah menjaganya untuk saya ''


Lalu mengenggam tangannya


''tak masalah, lain kali tolong jaga anak mu baik-baik''


''tunggu dia bu..'' katanya yg langsung ku hentikan dengan menggenggamya lebih erat, dan tentu saja gadis ini langsung diam ketakutan


''kalau begitu kami permisi, ayo'' kata ku sambil menariknya paksa.


Awalnya ku pikir ini akan berjalan mulus kalau saja pria satunya tak tiba-tiba menghentikan ku. Karena hal itu pula temannya sampai meragukanku dan bahkan mengarahkan pedangnya kearahku. Kalau sudah begini mau gak mau aku harus mundur sebelum semuanya terlambat.


Beruntung mereka tak mengejarku. Tapi dengan ini aku tau kalau anak itu ada kemungkinan tinggal di kerajaan ini.. hmph...baiklaah.. aku akan menyuruh anak buahku untuk mencarinya nanti...


''tunggu saja putri..kau pasti akan kembali padaku nanti ''


***


POV Elissa


Huh~... putra mahkota sudah pergi dan kebebasanku kembali..hanya saja... kenapa aku malah jadi bosan. Aku ingin melakukan sesuatu tapi apa?...


Um?...apa tidak ada festival lagi ya?. ah!.. tidak! Jangan festival.. kalau aku bertemu pria itu lagi bagaimana?. Saat itu aku berhasil selamat berkat bantuan sir silver dan sir harley. Kalau misalnya aku bertemu lagi kan tak ada jaminan mereka akan menolongku lagi


''oh.. ya..bicara soal mereka.. apa kabarnya ya?.sejak hari itu aku tak pernah mendengar kabarnya lagi.'' Gumamku sambil berbaring di atas kasur


Mereka sempat mengirim ucapan terima kasih untuk kadoku sih, tapi hanya sampai situ dan setelahnya kami tak pernah bertukar surat lagi.


Aku juga tak mau menganggu mereka. katanya mereka ksatria tuan putri kan?. Kalau begitu mereka pasti sangat sibuk. Aku tak boleh mengganggu mereka


''um..tapi aku ingin bertemu''gumamku


Kenapa ya?.. padahal mereka orang yg asing yg bahkan ku temui tanpa sengaja, tapi aku sangat merindukan mereka seakan aku sudah sangat dekat dengan mereka.


Tok..tok... '' nona elissa anda di dalam?''tanya luz yg langsung membangunkan ku dari lamunanku


Aku pun langsung bergegas turun dari kasur dan membukannya pintu


''luz?, ada apa?''tanyaku


''nona...apa nona ingat kalau dulu saya pernah janji akan pergi ke festival bersama nona?''tanya luz


''eh?... kau ingin mengajakku ke festival?''tanya ku semangat


''benar... lokasinya juga tak terlalu jauh. Festival yg ingin saya ajak adalah festival para penyihir di candela. Ayo kita kesana'' ajak luz semangat

__ADS_1


Festival penyihir... kedengarannya menarik...aku ingin pergi...


Tapi..bagaimana kalau aku bertemu pria itu juga disana?


''nona?..apa anda tidak mau ikut?''


''tidak, bukan begitu aku ingin sekali pergi tapi..'' ''apa ayah dan ibu akan mengizinkannya?'' '' dan lagi bagaimana dengan orang yg mengejarmu?''


''kalau soal itu anda tak perlu takut karena saya sudah meminta izin untuk itu'' ''dan ya.. untuk orang yg mengejarku kata nyonya sih nona sudah membereskannya jadi tak perlu khawatir ''kata luz dengan wajah bangga


''ahaha..kalau begitu aku akan ajak leon dulu ya'' kataku yg berniat pergi mengajak leon sampai


Grep!...'' um... apa tak bisa kalau kita berdua saja?''tanya luz sambil menahan tangan ku dengan wajah yg memerah padam


''eh?..tapi.. kalau terjadi sesuatu bagaimana?''


''kalau itu terjadi saya pasti akan melindungi anda''


Um... bagaimana ini.. aku merasa kurang nyaman kalau tak pergi bersama leon.. tapi.. kalau aku bilang begitu pasti luz merasa aku tak percaya padanya.


''la..lagi pula kerajaan candela itu bukan tempat yg bisa di masuki secara bebas. Hanya penyihir yg bisa masuk kesana'' kata luz


''begitu ya..'' kalau begitu apa boleh buat, lagi pula pria itu juga bukan penyihir sepertinya.


''baiklah..ayo pergi luz'' kataku sambil tersenyum


Luz pun langsung terlihat gembira lalu langsung berkata " ayo!''


Setelah itu luz langsung merapalkan sebuah matra yg membuat sekeliling kami bersinar dan setelah itu dalam sekejap kami sudah berpindah ke tempat lain


''huwaaa'' aku langsung dibuat terpukau begitu melihat sekitarku , tempat ini benar-benar berbeda dari kota yg pernah ku liat, semua terlihat sangat ajaib di sini , mulai dari bangunan yg melayang di angkasa , orang-orang yg melayang dia atas awan dengan sapu terbang , sampai hal-hal unik lainnya


''tempat ini luar biasa luz!'' seruku


''ehehe.. tunggu sampai anda melihat hal lainnya'' kata luz lalu menggenggam tanganku lalu membawaku melihat-lihat festival. Tak pernah sedetikpun aku di buat bosan di festival ini pasti ada saja hal –hal yg menarik perhatianku. Kalau bisa di jabarkan tempat ini mirip dengan negri dalam buku dongeng, selalu ada keajaiban di setiap tempatnya.


''wah!...''


Saat aku dan luz sedang berkeliling festival tiba-tiba perhatian kami teralihkan pada seruan orang-orang yg berkumpul di salah satu tempat, karena penasaran kami pun berniat melihat apa yg terjadi


Dan rupanya ada seorang pria dewasa berambut unggu panjang sedang duduk santai menikmati teh nya


??? '' siapa itu?, kenapa mereka ribut hanya dengan melihat dia minum teh?''tanya ku sambil menunjuknya


''panutan apanya.. bukannya dia cuman orang merepotkan yg tergila-gila pada adiknya sendiri'' kata seorang gadis berambut pink panjang yg berdiri tepat di sebelah kami


''benar sekali..dia sama sekali tak sehebat kelihatannya'' balas suara yg tak asing bagiku


eh?.suara ini?'' calope?''panggilku begitu melihat kelinci hitam yg tak asing bagiku


''um?..oh!..nona waktu itu..'' seru calope


'' wah..aku tak menyangka akan bertemu dengan mu disini'' kataku senang


''aku juga begitu nona''


''nona elissa anda mengenalnya?''bisik luz


'' kau ingat aku pernah cerita soal pria rambut merah yg mirip dengan mu?. Calope adalah spritnya''balasku


''eh!?, benarkah?"


''hee~.. jadi anda orang yg di ceritakan calope'' kata gadis itu sambil tersenyum lembut padaku


'' perkenalkan. Namaku lina. Aku spirit bumi milik tuan putri sekaligus kakak calope'' katanya sambil mengulurkan tangannya


''oh..aku elissa'' balasku sambil menjabat tangannya


Lina kah...namanya mirip dengan ibu....Um?..sebentar..


''spirit!?.. anda!?'' seruku syok


''ahaha..apa ada yg salah?''


''ti..tidak bukan begitu..''


Aku hanya terkejut spirit punya wujud manusia. Apa itu artinya dia adalah spirit yg sangat kuat. Yah.. kalau di lihat dari mananya sih dia pantas di sebut monster... kalau begitu tuan putri kekaisaran ini orang yg sekuat apa sampai punya spirit seperti ini?!


''ngomong-ngomong apa tuan harley tak bersama kalian?''tanyaku


''eh?. Dia ada kok tadi di belakang'' balas lina sambil melihat ke belakang


''oh!?... sepertinya dia ketinggalan , hehehe..''sambungnya lalu tertawa kecil

__ADS_1


Grep!.. '' dari pada itu, kalian kesini untuk menikmati festival bukan?, karena sudah bertemu sekalian saja kita berkeliling bersama'' katanya sambil mengandeng tangan ku


''eh?..'' apa tak apa ya?. ku lirik luz dan dia sama kagetnya dengan ku


''ada apa? Tak mau?''tanya lina


''ah...tidak, tentu saja mau'' balasku yg jadi merasa tak enak


''yosh!, kalau begitu tunggu apa lagi?. ayo pergi!'' seru lina lalu langsung menarikku melihat-lihat festival


Selama perjalanan lina menunjukan kami banyak hal dan juga menceritakan begitu banyak hal menarik pada kami, dan tanpa sadar aku sudah menjadi sangat akrab dengannya. Meski aku cukup menikmati jalan-jalan bersama mereka berdua tapi sepertinya luz tak begitu suka .


''luz?. Kau tak apa?''tanya ku sambil berjalan perlahan untuk menyamakan langkah kami


''saya tak apa nona, nona lanjutkan saja ngobrolnya''balas luz tanpa melihatku


''apa luz marah?.''


''tidak kok''


???.... dia bilang tidak tapi ekspresinya berkata iya. Apa dia kesal karena aku lebih akrab dengan lina di bandingkan dengan nya?


Grep!.. '' luz juga cobalah akrab dengan lina, dia orang yg menarik'' kataku sambil mengandengnya


''tak mau'' balasnya singkat


Eh?... kenapa?


''padahal aku sudah susah payah memisahkan sir leon dari nona, kenapa sekarang malah ada penganggu lain?'' gumam luz


''um?... luz kau bilang sesuatu?''


''ah!.. tidak..saya tak bilang apa-apa''


''hei kalian berdua!, mau naik itu?'' tanya lina sambil menunjuk balon besar yg melayang di udara


''mau!" '' ayo luz!'' seruku lalu menarik luz untuk naik bersama


Akhirnya kami pun naik bersama dan begitu balon di terbangkan aku merasa sedikit takut namun setelah melihat pemandangan dari atas rasa takut itu langsung lenyap begitu saja dan berganti perasaan takjub


''wah!.. luar biasa.. aku bisa melihat semuanya dari sini!''seruku terpukau


''ahaha.. apa ini pertama kalinya elissa naik balon udara?''tanya lina


''iya!. Ini juga pertama kalinya aku terbang'' balasku gembira


''ahahaha.. begitu ya. ''


''memang apa bagusnya ini?. saya juga bisa membuat nona terbang kalau nona mau'' kata luz


'' dan lagi ini sama sekali tak bergerak dan hanya melayang saja.kalau dengan sihirku aku pasti bisa membuat nona melayang dengan bebas seperti burung'' sambungnya


''eh?, benarkah?''


''yah.. kalau gak di ikat nanti balonnya tertiup angin dan malah terbang tanpa arah itu kan bahaya'' balas lina


''tapi kalau begitu rasa serunya kan jadi berkurang'' balas luz


''huh?. Ini kan demi keselamatan, jadi apa boleh buat'' balas lina tak mau kalah


''memang apa bahayanya kalau terbang lebih bebas?''


'' kalau misalnya ada angin kencang gimana?, memang kau bisa mengendalikannya?''


'' tentu saja bisa emang apa sulitnya? Itu?''


''hoo~.. sombong sekali kau ya. kalau begitu coba buktikan!''


''eto... kalian berdua tolong berhenti bertengkar'' kata ku yg coba melerai mereka namun tak di dengarkan


''oke akan ku buktikan'' kata luz lalu berjalan kearah tali pengait dan melepaskannya jelas hal itu langsung membuatku syok parah


''luz!. Apa yg kau lakukan!'' seruku yg langsung berlari dan mencoba mengambil tali tersebut namun sayang sudah terlanjut jatuh kebawah


Gawat..talinya lepas.... Bagimana ini


'' sekarang akan ku buktikan'' kata luz lalu megeluarkan tongkatnya dan mulai merapalkan matra


Eh!?...


Balon pun terbang makin tinggi dan entah kenapa firasatku menjadi tak enak soal ini.


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2