
Lahir di keluarga yg penuh kehangatan.tumbuh dengan penuh cinta dan kasih sayang.tak ada aturan yg mengekang,melakukan apapun dengan bebas.rasanya aku sudah cukup puas dengan hal itu.sejujurnya kalau di bandingkan dengan bangsawan lain keluarga ini pasti adalah keluarga terbaik.dan aku bangga dengan itu.
''tuan!..tuan!.... gawat!. Nona lina!''
!!!?
''HUWAAA!..LINA!''
''oh!..ayah!..lihat..lina bisa naik kuda sekarang''ucapku dengan bangganya ( audelina usia 3.5 tahun sudah bisa berkuda sendiri)
Yah.. meski terkadang kebebasan ku itu sering membuat orang tuaku senam jantung.
Biasanya putri seorang bangsawan akan tumbuh menjadi gadis yg anggun dan elegan tapi tidak dengan ku. Aku tak suka perhisan atau berdiam diri layaknya boneka. Aku lebih suka memacu adrenalinku sejak usia dini
Di usia 4 tahun aku mulai belajar berpedang, di usia 5 tahun aku sudah ikut dalam festifal berburu kekaisaran dan masih banyak hal-hal lain yg bisa di bilang sudah ku lakukan di usia dini.
Meski sikapku yg seperti ini orang tua ku tak pernah menegurku atau lebih tepatnya mereka mendukung apapun yg ku inginkan. Aku tumbuh menjadi gadis pemberani juga berkat dukungan mereka.
Aku menyanyanggi mereka lebih dari apapun hingga...
Hari itu tiba. Hari dimana aku kehilangan mereka.
Dalam perjalanan menuju kota kereta kami mengalami kecelakaan
Getaran hebat terasa sebelum detik-detik kejadian
''LINA!'' seru ibuku sambil mendekapku dalam pelukannya
Rasa takut luar biasa dari guncangan ini membuat panik satu keluarga.saat itu aku sudah tau kalau ini adalah pertanda buruk.
Ayah pun langsung memeluk kami dengan harapan bisa melindungi keluarga kecilnya.tapi guncangan itu terlalu kuat dan posisi kami yg sedang berada di sebelah jurang.
Kereta kuda tergelincir jatuh ke dalam jurang. Gravitasi terasa begitu ringan saat kami terjatuh. Dalam detik-detik singkat itu ku lihat wajah mereka berdua yg terlihat berusaha keras melindungiku dari benturan yg akan terjadi dan ya
*BRAAAK!...
Begitu kereta kami menjentuh dasar. Ia langsung hancur berkeping keping. Aku sempat kehilangan kesadaranku untuk sesaat tapi begitu aku kembali sadar yg ku lihat pertama kali adalah tubuh kedua orang tuaku yg sudah berlumuran darah serta tertusuk beberapa bagian dari kereta kuda.
Warna merah dari darah mereka saat itu membuat ku gila. Rasanya aku ingin berteriak sekencang mungkin namun tengorokan ku seperti tertahan
''ayah...ibu..''
Aku selamat tapi tidak dengan mereka berdua. Mereka mati demi melindungi putri kecil mereka.
''tidak...tidak...jangan...jangan pergi...lina...tak mau sendirian....''
***
''jangan ..pergi...''
''woi..woi!.. LINA!'' seru lean yg langsung membangun ku dari mimpi buruk barusan
''kau tak apa?.kau mengigau'' tanyanya dengan raut wajah cemas
''aku...''
''ah!...maaf.. aku sepertinya sedikit kelelahan''balasku yg langsung bangkit dan mengelap air mataku yg sempat mengalir
''mimpi buruk?''
''yah....tapi tak apa. Aku baik-baik saja'' balasku
Benar, lagi pula itu sudah lama berlalu...
__ADS_1
''nah! Sudah pagi kan! Ayo kita jalan sekarang harusnya kita bisa sampai di kawasan suci besok'' ucapku yg langsung berdiri namun lean langsung menarik tanganku dan membuatku duduk tepat di sebelahnya
''???...eh?. apa?''
''duduklah dulu. Kau perlu istirahat lagi'' ucapnya sambil memalingkan wajahnya
''aku?...ahaha..tak apa. Aku benar-benar baik-baik saja kok . orang cuman mimpi'' balasku namun lean hanya diam sambil menatapku
''...apa-apaan tatapan itu..aku benar-benar baik-baik saja...''
''aku...''
Dadaku terasa sakit...sebenarnya siapa yg ku coba bohongi disini?
*tuk '' bolehkah aku pinjam pundakmu sebentar?''tanyaku sambil menempelkan keningku di pundaknya
''kau sudah memakainya sebelum ku izinkan''balasnya
''ahaha.. benar juga..''
.........*tes....*tes... ''ternyata aku tak sekuat yg ku bayangkan''gumamku di iringi air mata yg mulai mengalir perlahan
ahahaha...apa-apaan aku ini...lemah sekali..masa nangis cuman gara-gara mimpi...tak keren.
....... *grep *syuut!...
''eh!?'' ''lean?'' tiba-tiba saja lean beralih dari yg tadinya hanya duduk di sebelahku dan menjadi sandaran ku kini ia malah menarikku dalam pelukannya jelas ini membuatku ke binggungan
''kau mau sekuat apa lagi?.'' ''gadis yg sudah berada di benua hitam selama beberapa tahun,menantang seekor naga dan menghabisi ratusan tarantula beracun dengan tangannya sendiri. Hmph aku tak bisa membayangkan kau lebih kuat dari ini...aku waniata terkuat yg pernah ku temui tapi apa kau tak lelah?'' ucapnya lalu membelai lembut kepalaku
''selalu mencoba kuat dalam segala hal,tidakkah itu melelahkan untukmu?.''
Aku tak tau kenapa tapi dadaku terasa sakit mendengarnya.apa mungkinkarena ia mengucapkannya dengan begitu lembut?.tau karena usapan tangannya yg hangat?.
*grep. aku tak tau tapi kalau di tanya apa aku tak lelah?.tentu aku Lelah...aku sangat lelah....
lean pun mengangguk pelan lalu mengusap usap rambutku dengan lembutnya
padahal ia orang yg dingin tapi...entah kenapa belaiannya terasa begitu hangat
***
''AAAAAKH!. INI MEMALUKAN!'' seruku
''kenapa baru sekarang?''tanya lean
Tadi aku terlalu terbawa emosi .dan setelah ku ingat lagi itu sangat memalukan!
'' ini pertama kalinya aku menunjukan sisi terlemah ku.'' ''jangan beritahu siapapun atau aku akan membunuhmu nanti''ancamku sambil menodongkan pedang kearahnnya
''.... mana mungkin. Tenang saja lagi pula tak akan ada yg tertarik mendengarnya'' balasnya lalu berjalan mendahuluiku
''hm..benar juga'' kataku sambil memasukan pedangku kembali lalu melanjutkan perjalanan kami
Dan apa ini hanya perasaan ku atau....
''kemarikan tangan mu'' ucapnya sambil mengulurkan tangannya saat kami hendak menyebrangi sungai
Lean?...
''iya'' balasku sambil membalas uluran tangannya
Lean mulai sedikit lebih terbuka padaku?. Bukan itu saja dia jadi lebih perhatian juga padaku
__ADS_1
Padahal sebelumnya ia begitu dingin padaku.apa bangkit dari kematian membuat otaknya sedikit konslet?.
*CTAK!
''aw apa-apaan kau ini?!'' kataku beitu ia tiba-tiba menyentil keningku
''entahlah. Tiba-tiba aku ingin melakukannya'' balasnya sambil menatapku tak bersalah
???...!!?. DASAR ORANG ANEH!!
Dia benar-benar pria aneh, terkadang ia bersikap cuek tapi terkadang bersikap perhatian. Aku tak tau dia ini orang yg plin plan atau memang ia memiliki 2 kepribadian. Tapi yg jelas..dia pria yg baik dan bisa di bilang cukup menarik.
Mungkin karena itu..aku jadi ingin mengenalnya sedikit lebih jauh
''oh! Lihat itu! ada rusa!'' seruku sambil menunju seekor rusa di depan sana
*sring!... ''mari kita makan daging malam ini'' ucapku sambil mengeluarkan pedangku
''apa kau berniat berlari dan langsung menyerangnya?''tanya lean
''eh?..yah.. ''
''sebaiknya kita pasang perangkap saja'' ucapnya
''perangkap?''
***
Seperti yg ia katakan lean memasang parenagkap sederhana guna menangkap rusa tersebut. meski memakan waktu lebih lama di banding aku yg langsung memburunya setidaknya cara ini berhasil dan tak mengundang singa nemea.
''padahal akan lebih cepat kalau aku langsung menyerangnya nanti'' ucapku
''kau akan membuat keributan kalau begitu. Ini'' balasnya lalau memberiku daging rusa yg baru saja matang
''memang benar..''kataku lalu mengambilnya dan mulai menyantapnya
''enak!~... sudah lama aku tak amakan daging..'' kataku
''hmph, pelan-pelan saja makannya. Masih ada banyak untuk kita berdua'' balasnya sambil tersenyum kecil
!?...dia tersenyum?... sudah ku duga ia makin terbuka padaku.tapi ini tak buruk juga
***
Selama ini aku melewati hari-hari berat sendirian.kesulitan apapun ku hadapi seorang diri,tapi kini....
''kemarikan tanganmu,hati-hati batu-batu ini licin'' katanya sambil megulurkan tangan nya saat kami menanjat sebuah tebing
Ada orang lain di sisiku.
''iya'' balasku sambil meraih tangannya
Seseorang yg selalu membantu ku menghadapi kekuranganku.meringankan bebanku. Bahkan untuk pertama kalinya aku merasa bahwa aku kembali lagi kemasa-masa indahku dulu.meski begitu...
dimana ada pertemuan disana ada pasti ada perpisahan
*hup! '' wah!.. ini...'' ucapnya begitu kami tiba di atas tebing
''iya...''
tap...*tap ''lean... selamat datang ...di kawasan suci'' ucapku sambil membentangkan tangan ku membelakangi sebuah padang rumput yg berwarna ke emasan dengan langit berwarna biru cerah
Dan Kini perjalan kami akan segera berakhir. Karena selanjutnya arah kami akan berlawanan.
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...