
Kematian...setiap orang tau bahwa itu adalah rahasia sang pencipta. Setiap harinya semua makhluk hidup menjalani kehidupan mereka tanpa tau kapan kematian akan datang pada mereka. dan saat seseorang mengetahui rahasia tersebut. Maka hukuman apa yg akan ia dapatkannya ya?.......
***
Ukh....gelap...dingin....dimana aku?..
Ku coba bangun dan berjalan namun sebuah rantai dingin menahan kakiku.
Udara sekitarku terasa menyesakkan. Jeruji besi yg ku pikir sudah hilang dari ingatan ku kini muncul kembali dan membawa trauma masa lalu
''hah...hah....ini dimana?''tanyaku sambil memeluk tubuhku yg gemetaran
Apa yg terjadi?..kenapa aku kembali lagi ketempat mengerikan ini?...
Badanku tak bisa berhenti gemetar, nafasku terasa begitu berat.
Tap...tap...tap.... Sebuah langkah kaki terdengar berjalan mendekat kemari. Secara reflek aku pun mundur perlahan hingga akhirnya terhenti karena tertahan jeruji besi di belakangku
''yaampun kupikir siapa ternyata hanya seekor kelinci kecil ''
.....siapa?....
''kau baik-baik saja nak?''
Seumur hidup ini pertama kalinya aku melihat mana yg begitu berwarna dan sangat besar seperti ini. mana-mana tersebut mengelilingi tubuh kakak di depan ku ini ,dia begitu cantik rambutnya berwarna unggu bercampur biru ,pink ,yah singkatnya mirip warna galaksi yg pernah ku lihat di dalam buku...matanya nya pun sama cantiknya seperti warna rambutnya
''um...ah!...kau pasti terganggu dengan semua ini ya?'' katanya lalu menjentikkan jarinya dan seketika saja jeruji besi dan rantai tadi menghilang begitu saja
''maaf atas sambutan buruk itu.'' ''saat ku dengar ada makhluk hidup yg melanggar hukum alam aku langsung berfikir kau orang jahat, rupanya hanya anak polos yg masih sangat kecil''
''nah...bagaimana kalau kita bicara sebentar di tempat yg lebih terang?''
Ctak!...kakak itu pun sekali lagi menjentikan jarinya dan seketika saja sekitarku berubah bukan lagi tempat gelap nan dingin melainkan pepohonann rindang dengan semilir angin yg menyejukkan..
''duduklah... apa kau suka kue?''tanyanya sambil duduk di sebuah bangku yg muncul entah dari mana di tambah meja untuk minum teh lengkap dengan hidangannya
Walaupun sedikit ragu aku pu mengikuti perintahnya dan duduk tepat di hadapannya. Dia pun dengan ramahnya menuangkan ku secangkir teh hangat
''berhati-hatilah itu masih panas''
Um....apa-apaan kakak ini?...dan lagi ini dimana?.dari tadi kakak ini bisa melakukan apapun hanya dengan menjentikan jarinya.
Penyihir?....ah..tidak...kurasa dia lebih dari itu...
''lalu bagaimana aku bisa ada disini?'' pikirku sambil meliriknya yg sedang menjumput tehnya
''sepertinya kau penasaran dengan ku ya?''tanyanya yg tiba-tiba melirikku sontak mata kami langsung bertemu dan secara reflek langsung ku tundukkan kepalaku
''a...anu...ini dimana?''tanyaku memberanikan diri
''um....sebut saja kau sedang ada di ether''
''ether?''
''yaps...alam para roh, atau sebut saja perbatasan antara kehidupan dan kematian''
Eh!?.....
__ADS_1
''um...sebuatan itu sepertinya terlalu ambigu untukmu ya..''
''anu....kalau begitu apa aku sudah mati?''tanyaku
''tidak...kau masih hidup kok''
''begitu ya..''kataku yg langsung merasa cukup lega
''pfft...ahaha..apa kau pikir kau akan langsung mati?...ahahaha...kalau begitu bukannya hukuman itu terlalu mudah?'' tawanya
''hukuman?''
''benar , apa kau tau kenapa kau bisa ada disini?'' tanyanya yg ku balas dengan gelengan
''itu karena kau sudah melanggar hukum alam''
''eh?...melanggar?...memang apa yg ku lakukan?''
''kau memberitahukan kekuatan mu yg bisa melihat kematian bukan?''
''aku tidak mengatakan....ah...aku..hanya hampir mengatakannya'' kataku
''sama saja...intinya kau hampir membocorkannya''
''begini, apa kau tau bahwa kematian itu adalah sebuah rahasia besar?''
''a..aku tau..''balasku sambil terduntuk menyesal
''kalau tau lalu kenapa?''
''Itu...''
''namamu elissa bukan?'' tanyanya yg membuatku tersentak
''bagaimana anda bisa ta..''
''tentu saja aku tau, anggap lah aku tau semuanya tentang mu. ''
''kenapa?...karena di hadapanku aku bisa melihat segalanya tentangmu''
''baiklah...sekarang mari kita tentukan huku...''eh!?...''
''kau bercanda kan!?'' katanya yg tiba-tiba terkejut
''um?...ada apa?''tanyaku binggung
''um....bagaimana ini...tadinya aku ingin memberikan mu hukuman tapi setelah melihat kehidupanmu aku malah jadi merasa kasihan''
Kehidupanku?...kakak ini...sebenarnya apa?...dewa?..
''anu...anda melihatnya?''tanyaku
''sudah ku bilang bukan?.aku bisa melihat segalanya tentangmu''
''apa anda...dewa?''
''!?....pfft...ahahaha..mana mungkin....aku bukan dewa...aku jauh di bawahnya...''
__ADS_1
''ah!..benar juga kita belum kenalan ya?. eto...enaknya aku di panggil apa ya?...ah! panggil saja kakak roh'' katanya
''aku ini pengendali para roh disini, anggap saja aku raja,,ah bukan...ratu para roh''
Ratu para roh?....luar biasa..aku bisa bertemu orang sehebat ini
''lalu...soal hukuman mu...enaknya gimana ya?''tanyanya
''eh?...kenapa malah tanya saya?.dan lagi apa saya benar-benar harus di hukum?''tanyaku sambil tertunduk muram
''yah..pada dasarnya siapapun yg membocorkan rahasia ini harus di hukum mati,karena hal ini bisa menyebabkan kekacauan antara dua alam. Terlebih kau yg bisa melihat nya,siapa tau kau akan membocorkan hal ini lagi seperti yg sudah-sudah. Karena ulahmu, beberapa kali dewa kematian jadi gagal menjalankan tugasnya''
''dari sisi kemanusiaan sih kau sudah melakukan hal yg baik tapi tetap saja mengacaukan kematian yg telah di tetapkan bukanlah hal yg benar.''
''aku...hanya tak mau orang terdekatku mati lagi''
Aku takut kalau harus kehilangan orang-orang terdekatku lagi,aku tak mau sendirian lagi..cukup sekali..aku tak mau lagi.....ayah...ibu....leon..luz...harry dan yg lainnya aku tak mau kehilangan mereka...
Sebelumnya aku sempat bersyukur dengan kekuatanku ini karena dengan ini aku mungkin saja bisa menyelamatkan seseorang.tapi..kalau ternyata hal itu tak di perbolehkan ,lalu apa gunanya kekuatan ini?...
''hmm....yah..aku paham maksudmu sih...karena aku juga...melakukan hal yg sama'' katanya yg membuatku langsung menoleh kearahnya
''apa maksud anda?'' tanyaku yg di balas senyuman sendu olehnya
''kau tau,sebelumnya aku ini manusia loh.tapi hanya karena berusaha menyelamatkan seseorang yg berharga bagiku aku jadi berani mengambil resiko dan seperti yg kau lihat sekarang. Aku menjadi roh,aku kehilangan tubuhku dan menerima hukuman tak bisa pergi dari tempat ini dan bertemu dengannya..'' jelasnya dengan wajah muram
'' kalau menurutmu ini hukuman yg sepeleh maka kau salah besar, hukuman yg ku terima jauh lebih buruk dari itu''
....kenapa dia mengatakan hal itu sambil menatapku seperti itu ?.seakan-akan ia memberi gertakan pada ku dalam kalimatnya itu
''hmh....yasudahlah..kali ini anggap saja apa yg kau lakukan tak pernah terjadi,aku tak akan menghukummu tapi sebagai gantinya.jangan halangi takdir lagi..''katanya sambil bangkit dari kursinya lalu menatapku tajam
Jangan halangi takdir?...itu artinya meskipun aku melihat dewa kematian aku harus tetap diam?.aku tak mau begitu....kalau misalnya orang-orang terdekatku akan mati dan semisalnya aku masih bisa mencegah walaupun tak seberapa aku ingin melakukannya..aku tak mau diam saja . karena nyawa seseorang adalah hal yg paling berharga
''aku tak bisa'' kataku
''apa?''
''selama aku masih bisa melakukan sesuatu untuk mencegahnya ,aku akan tetap menghalangi takdir mematikan itu'' kataku sambil menatapnya penuh tekad
''karena aku tak mau diam dan melihat saja.''
''elissa... kau akan dapat hukuman berat loh kalau begitu'' katanya sambil menatapku tajam
Melihat tatapannya yg begitu tajam badanku menjadi merinding hebat.nafasku terasa tertahan di tengorokan. Kakak ini...kata-katanya barusan bukan hanya gertakan tapi peringatan terakhir untukku .
Tap..tap.. perlahan kakak itu berjalan kearah ku dengan wajah yg terlihat marah, secara reflek ku mundurkan tubuhku menjauhinya
''tadinya kau tak mau melakukan ini karena kau sudah sangat menyedihkan,tapi kalau kau memang memaksanya maka akan ku lakukan'' katanya lalu gumpalan cahaya terang mulai menyelimuti tubuhnya
Badanku mendadak gemetar hebat,rasanya aku ingin lari sejauh mungkin darinya namun kakiku terasa seperti tertahan sesuatu
''elissa shuya everon kalau kau masih berpegang teguh pada pendirianmu maka lakukanlah sesukamu sebagai gantinya dimasa depan kematian mengerikan akan datang padamu ''
''tapi tenang saja....dari awal kau memang ingin mati bukan?..kalau begitu ini bukanlah hukuman yg buruk untukmu , selamat ya..elissa..kematianmu sudah di tentukan.'' sambungnya sambil tersenyum mengejek
''manfaatkan lah waktumu yg tersisa, karena mungkin waktumu tak banyak lagi'' katanya lalu mendorongku dan seketika saja ada lubang hitam gelap di belakangku .dan aku pun langsung terjun bebas sebelum pengelihatanku memburam ku liat kakak itu tersenyum padaku.
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...