
"Tuan putri ... kalau dia tak perlu di ragukan lagi," kata ibu.
''Se..sebentar... ku rasa bukan tuan putri pelakunya, habisnya tuan silver dan harley terlihat tak tau apa-apa soal hal ini, waktu itu saja mereka berdua yg mengusir orang yg menjualku''kataku yg mencoba membela mereka berdua
'' kalau misalnya itu hanya tipuan bagimana?''kata putra mahkota yg membuatku kehilangan kata-kata
''ta..tapi..kelihatanya tuan silver juga tak mengenali orang itu,dan orang itu juga sepertinya tak mengenali tuan silver.''balasku
''elissa..kau terlalu percaya pada mereka''kata ayah
''tapi!'' ....habisnya mereka orang baik,pasti mereka tak terlibat, terlebih calope dan lina juga adalah teman ku....mereka berempat orang baik....tak mungkin mereka melakukan itu...
''huh~...baiklah, terserah kau saja, ini kan juga hanya dugaan, belum tentu benar, bisa saja mereka berdua tak terlibat dan tuan putri melakukannya tanpa sepengetahuan mereka, kan ada kemungkinan begitu juga,meski kecil sih kemungkinannya,soalnya mereka kan kaki tangan tuan putri'' jelas putra mahkota
''pokoknya...untuk jaga-jaga ada baiknya kau menghindari pertemuan dengan orang kekaisaran'' sambungnya
''ayah setuju,lagi pula orang kekaisaran adalah orang yg berbahaya tak akan ada hal baik kalau kita berurusan dengan mereka'' kata ayah
''meski begitu apa tujuan mereka menghancurkan klan elf?.terlebih sekarang mereka juga mengincar eli''kata ibu
''DASAR TAK TAU MALU!, setelah menjualnya mereka mau mengambilnya kembali!?.''seru kakak kesal
''tujuan kah...'' ''mm..sebenarnya aku mungkin tau tujuan mereka''kata putra mahkota yg tentu saja langsung membuat gempar seisi ruangan
''benarkah!"seruku
''aku sudah mencari tau dari banyak sumber,bahkan sampai rumor yg ada,dan kurasa hanya ada satu kemungkinan...''
''elissa...kau memegangnya bukan?,senjata pustaka''kata putra mahkota sambil menatapku tajam
Huh?.....apa?...senjata?....mana mungkin aku memilikinya,megang aja gak berani dan lagi apa itu senjata pustaka?
''huh?..apa itu senjata pustaka?''tanya kakak
''dari yg ku cari tahu katanya itu semacam senjata suci atau anggap saja harta karun yg hanya di miliki oleh klan –klan besar di benua hitam''
''klan besar?, sebenarnya ada berapa klan disana?''tanya kakak
''ada 7 klan besar di benua hitam''jawab ayah
''eh!?...7!?''
''benar, ada 7 masing-masing klan mewakili 1 elemen. Api,air,bumi,angin,petir, cahaya,dan kegelapan .erwin ini ada dalam pelajaran dasar, bagaimana kau bisa tak tau''kata putra mahkota yg membuat kakak tersentak
'' dan elf adalah salah satunya kan''kata ku
''ya...kalau tak salah kalian mewakili elemen air, maka dari itu harusnya kau punya benda itu.''
''tapi aku benar-benar tak memilikinya''balasku
''coba kau ingat kembali, pasti ada kan benda yg hanya di tunjukan padamu atau orang tua mu pasti pernah membicarakan hal tersebut padamu'' katanya
__ADS_1
Aku pun mencoba mengingatnya kembali, tapi tetap saja aku tak bisa mengingatnya
''apa senjata itu sangat kuat?''tanya kakak
''kurasa, kata raja assiria dengan senjata itu klan elf mungkin saja bisa menghancurkan kerajaan ini dengan mudah'' balasnya yg tentu membuat kami terkejut
Itu tak mungkin...kalau elf memang memiliki senjata sekuat itu lalu kenapa kami bisa kalah waktu itu?. Ayolah elissa...coba ingat...pasti ada sesuatu yg pernah ayah atau ibu katakan soal itu padaku...ayolah....
''cantik bukan?..suatu hari nanti...eli lah yg akan memilikinya''
!!?...itu dia!
Aku ingat sekarang...mama pernah menunjukan sesuatu padaku ,sebuah benda yg begitu cantik dan bercahaya layaknya sinar bulan....ukh..tapi apa itu?..aku sama sekali tak bisa mengingatnya dengan jelas
''um!.. apa kau mengingat sesuatu?''tanya putra mahkota begitu melihat ekspresiku
''um...mungkin...tapi aku tak bisa ingat dengan jelas'' ''dan lagi...sepertinya benda itu memang tak di pegang oleh ku saat ini''sambungku
''apa kau yakin?''
''iya...'' aku ingat mama pernah bilang kalau aku yg akan memegang benda itu nanti, tapi seingatku mama belum pernah memberikannya padaku''
Benda itu sangat mencolok jadi aku harusnya ingat kalau pernah di berikan itu
''begitu ya...''.......!!!?..... '' sebentar....''
''elissa apa kau punya saudara?''
''eh?..tidak..aku anak tunggal''balasku
''iya...''
''bukannya tadi kau bilang ibu mu menghilang''
!!!?....tunggu dulu jangan bilang.........
''hmph...elissa ini mungkin kabar baik untukmu...''
'' ibu mu mungkin saja masih hidup''
!!?....mama...masih hidup?....
******
POV Erwin
''woi...woi..eric tunggu!'' seruku sambil mencoba mengejarnya
Grep!...'' ku bilang tunggu'' kata ku sambil menahan tangannya
''ada apa?''
__ADS_1
''kenapa kau memberikan harapan seperti itu pada adik kecil?. Bagaimana kalau ibunya sebenarnya sudah tiada dan senjata itu hancur bersamanya?''
''itu tak munkin'' '' saat ini kelompok itu sedang mengejar elissa karena berfikir elissa memegangnya,tapi nyatanya tidak''
''itu karena mereka tak tau kan?''
''huh~...erwin..biar ku katakan padamu tentang kebenaran benda itu, raja assiria bilang benda itu bagaikan jantung bagi mereka ,dan kalau benda itu hancur otomatis mereka musnah,tapi nyatanya elissa masih disini, untuk sementara kita berpegang teguh dulu pada kesimpulan ini''
''meski begitu...''
''aku kan hanya bilang kemungkinan,aku tak bilang ibunya benar-benar masih hidup.bukannya ada kemungkinan lain?''
''kemungkinan lain?..''
''misalnya...senjata itu sudah di ambil alih oleh elf lain ataupun klan lain tanpa sepengetahuan mereka'' balas eric yg membuatku tersentak
''aku hanya mengatakan kemungkinan terbaik,aku juga punya hati erwin.''
''lagi pula...kalau semisalnya ibu elissa atau elf lain masih hidup ,apa kau akan senang?''tanyanya
''hah!?..tentu saja...biar bagaimana pun mereka kan keluarga adik kecilku.tentu saja aku sangat senang kalau adik kecil bisa bertemu dengan keluarganya lagi''
''hee...ku pikir kau akan sedih''
''kenapa?''
''habisnya...kalau elf masih ada bukannya elissa akan pergi?''katanya yg tentu membuatku terkejut
''apa maksudmu?...adik kecil..pergi?...''
''tentu saja. Apa kau pikir setelah bertemu keluarga aslinya dia kan tetap berada disini?....mana mungkin, dia pasti akan kembali ke para elf''
''meski begitu...adik kecil pasti akan main kesi...''
''apa kau pikir para elf akan mengizinkannya?''potong eric yg membuatku tak bisa berkata-kata
''lagi pula elf dan manusia bersama itu memang sudah tak mungkin, terlebih manusia yg menghancurkan klan mereka, mana mungkin mereka membiarkan elissa kembali kesini''
''erwin...mungkin kau terlalu senang selama ini karena menganggap kau punya adik perempuan, tapi biar ku tegaskan hal ini padamu''kata eric lalu menepuk pundakku dan berbisik
'' saat ini kalian hanya seperti bermain rumah-rumahan dengannya, dia tak benar-benar menganggap kalian keluarganya''
Mendengar hal itu jelas aku menjadi syok parah,aku ingin menentangnya tapi entah kenapa lidah ku jadi terasa kelu untuk bicara
''saat elissa bertemu keluarganya aslinya dan begitu ia pergi, seiring berjalannya waktu ia akan melupakan kalian, karena baginya kalian hanya lah ingatan masa kecilnya.''
''hmph...ada bukan peribahasa yg bilang darah lebih kental dari pada air'' sambungnya sambil tersenyum kecil
''Erwin,kau harus melihat kenyataannya...''sambungnya lalu pergi begitu saja
''Kenyataan katanya ... ,"umamku sambil mengepalkan tanganku demi menahan emosi.
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...