
''Boleh..''
''Eh!?.'' ''ibu serius?''tanyaku memastikan
''Tentu saja, ini kan permintaan eli''balas ibu sambil tersenyum
''Wah~..syukurlah luz''kataku sambil menatap luz gembira
''Ngomong-ngomong,luz, apa sihirmu hanya pengendali darah saja?,apa kau bisa mengunakan sihir lain?''
''Eh?mm....saya pernah mempelajari beberapa sihir,tapi saya belum pernah mempraktekkannya secara langsung''balas luz
''Kau pelajari lah itu mulai sekarang.aku juga akan menyuruh pelayang untuk menyiapkan segala hal yg kau perlukan, lalu,karena mulai sekarang kau bukanlah tamu lagi melainkan pekerja di sini, kamarmu akan di pindahkan dan perlakukaanmu akan berbeda dari sebelumnya, apa kau tak keberatan?''
''Baik, saya tak keberatan,'' balas luz yg sudah bertekad.
''Baiklah kalau begitu, williyam tolong siapkan semuanya.''
''Baik nyonya, nak luz, bisa ikut saya sebentar''
''Tentu, aku pergi dulu ya eli..ah!..nona elissa''kata luz sambil tersenyum
''Padahal kau bisa tetap memanggilku elissa''kataku sambil cemberut
''Haha..tak mau,'' tawanya lalu pergi mengikuti williyam.
Hpmh...luz itu benar-benar imut ya
''Eli ...!" panggil ibu yg membuatku langsung menoleh kearahnya.
''Ya bu?''
''Anak itu sepertinya punya masalah dengan menara sihir, untuk sementara waktu lebih baik ia tak keluar dari kediaman ini.''
Ah!, benar juga, luzkan kabur dari menara itu,kalau begitu apa luz akan baik-baik saja?.bagaimana kalau orang dari menara itu sampai mencarinya kesini?,apa mereka akan membawa luz dengan paksa?
''Hmph...tenang saja eli, ibu yg akan mengurusnya untukmu''kata ibu sambil tersenyum lembut
''Eh!?,tapi itukan berbahaya''
''Aku kan memang suka sesuatu yg berbahaya''balasnya sambil mengangkat dagunya
''Hmm...meski begitu aku tak bisa pergi sekarang karena lean juga sedang tak ada disini,jadi aku berencana pergi saat lean kembali dan itu mungkin memakan waktu yg lama''
''Apa ayah masih lama di ibu kota?''tanyaku
''Kenapa?,apa eli sudah kangen dengan ayah?''ledek ibu yg ku balas anggukan
''!!?...o..oh~...mm...begitu'' kata ibu lalu bangkit
''Akan ku coba hubungi lean dan menanyakan kapan dia kembali''katanya sambil mengelus kepalaku
Aku pun tersenyum lembut lalu keluar dari ruang kerja ibu
***
Huh~..aku tegang sekali,ku pikir ibu tak akan mengijinkannya,syukurlah ibu langsung mengijinkannya. Dengan begini teman di rumah ini jadi bertambah ,syukurlah..
''Nona terlihat senang sekali,apa terjadi sesuatu di dalam tadi?''tanya leon
''Eto...ibu mengizinkan luz untuk menjadi penyihirku,aku senang karena dengan begitu luz akan terus berada di dekatku''balasku sambil tersenyum lebar
''Dengan begini teman ku bertambah,karena itu aku senang''
''Begitu ya saya ikut senang kalau nona senang''
''Ah!,benar juga,leon,aku punya permintaan''
''Katakan saja nona.''
''Tolong jadi guruku ...!"
***
Perpustaan keluarga duke
''Eto...kenapa nona tiba-tiba minta saya menjadi guru nona," tanya leon saat kami tiba di perpustakaan.
''Um?...karena guru pengantiku belum datang juga,dan lagi masih banyak hal yg ingin ku pelajari ,aku tak mau menunda-nundanya lagi''balasku
''Tapi nona,di usia nona waktu bermain lah yg terpenting.''
''Leon, apa leon lupa?.sekarang ini aku sudah seperti anak usia 10 tahun loh, ini sudah waktunya untuk belajar, pelajaran dasar pun tak masalah.''
''Saya mengerti nona, walaupun saya banyak kekurangan saya akan melakukan yg terbaik''balas leon lalu mulai mengajariku
Aku belajar banyak hal dari leon, penjelasan leon juga mudah di pahami sehingga aku bisa cepat mengerti, meski begitu karena sifat leon yg supel aku jadi tak jenuh saat belajar bersamanya. Tanpa terasa waktu yg ku habiskan dengan leon berjalan begitu cepat, tau-tau matahari sudah hampir terbenam, akhirnya kami putuskan untuk berhenti hari ini,dan melanjutkannya lagi esok hari.
''Hoam~..aku lelah..''kataku saat hendak keluar dari perpustakaan
Syuut...tangan leon perlahan menyentuh pinggangku, mengangkatku lalu mengendongku.
''Nona sudah berusaha keras,apa mau saya bawakan susu hangat ?''tawar leon yg ku balas dengan gelengan
''Aku mau istirahat sebentar, hoam~,saat waktu makan malam tolong..bangunkan ..aku...''kataku lalu perlahan tertidur
__ADS_1
***
...POV Leon...
''Hpmh....bahkan saat tertidur pun nona sangat lah imut.''gumamku sambil berjalan menuju kamar nona
Deg!..!!?...
''Ada yg mengawasi,'' batinku saat merasakan seseorang sedang mengawasi kami dari jarak jauh.
Siapa itu?,pembunuh bayaran?, atau mungkin kelompok shadow?.
Ku coba pejamkan mataku dan mendeteksi kehadiran orang tersebut dengan sihir anginku.
2..3..ah! 5 orang!?...bagaimana mereka bisa ada di dekat sini?,bukankah tempat ini memiliki penjagaan yg cukup ketat?.aku harus memberi tahu nyonya.
''ah!,tidak,yg terpenting sekarang adalah menyelamatkan nona, pertama-tama aku harus membawa nona ketempat yg aman terlebih dahu...''
''Leon,'' panggil duchess yg langsung membuyarkan pikiranku barusan.
''Nyonya!?''
''Mukamu pucat, ada apa?" tanya duchess.
Jangan bilang nyonya tak merasakannya?,ah itu tak mungkin, nyonya pasti sudah merasakannya sejak awal, kalau begitu...
''Tidak ada apa-apa nyonya, nyonya sendiri sedang apa disini?'' tanyaku
''Aku?...aku berniat membasmi serangga pengganggu''balas duchess sambil tersenyum gembira.
Sudah ku duga. nyonya pasti langsung menyadarinya dan berniat membereskan mereka secepatnya.
''Leon tolong jaga eli ya ...! kalau sampai ada serangga yg mengigitnya aku tak akan memaafkan mu,'' kata duchess lalu berjalan melewatiku.
''Saya mengerti nyonya.''
***
Setelah membaringkan nona di tempat tidurnya, aku pun langsung mengeluarkan sihir anginku untuk membuat barier yg berguna melindugi nona dari segala serangan.
!!?..um?..
''Sedang apa kau disana?''
''luz'' sambungku sambil menoleh kebelakang dan mendapati luz sedang mengintip dari celah pintu yg terbuka.
''Nona elissa,baik-baik saja kan?'' tanyanya sambil berjalan perlahan memasuki kamar
''Memangnya apa yg akan terjadi?'' tanyaku
Mereka?.ah!~,benar juga, ku dengar luz kabur dari sebuah menara sihir. Hmph, tenyata begitu ya.
''Apa kau meremehkan kekuatan keluarga ini luz?''
''Eh?.ah!, tidak!,, tidak sama sekali!, aku hanya cemas nona kenapa-napa karena kehadiran ku,'' balasnya yg langsung terlihat muram.
''Selama masih ada saya, nona akan baik-baik saja, dari pada itu, bukankah lebih baik kau memikirkan dirimu sendiri?''
''Walaupun nyonya sudah membrantasnya sekalipun bibit-bibit mereka pasti akan muncul lagi dan kembali mengincarmu ... disini saya hanyalah pelindung bagi nona, saya tak punya hak untuk melindungimu juga," sambungku.
''Aku mengerti..''katanya sambil menggenggam erat ujung bajunya.
Perlahan ku langkahkan kakiku menghampirinya , ku angkat tanganku dan perlahan mengusap kepalanya dan berkata" Maka dari itu, cepatlah besar dan jadi kuat.''
Mendengar itu matanya langsung berbinar-binar, diapun langsung semangat kembali.
Momen yg sedang bagus-bagusnya tiba-tiba hancur begitu suara jeritan dari para serangga bergema di langit malam
''Apa itu?'' tanya luz
''Um?.apa?, kau mendengar sesuatu?' 'tanyaku sambil tersenyum
''....Ah~,tidak,kurasa aku salah dengar'' balas luz.
Tenyata dia cepat paham ya, baguslah.
***
...POV Elissa...
Hoam~....kenapa tak ada yg membangunkanku?..
Ku usap kedua mataku lalu turun dari kasur, saat ku alihkan perhatianku ke luar jendela aku mendapati matahari sudah tinggi di atas.
''Hah!...kenapa tak ada yg membangunkanku!'' seruku lalu langsung berlari keluar kamar dan mendapati leon yg sedang berjaga di depan kamar
''Oh?,selamat siang nona,'' sapaan leon.
''Kenapa kau tak bangunkan aku!?'' kataku.
''Nona tidur lelap sekali saya tak kuasa membangunkan nona,'' balas leon sambil tersenyum manis.
Padahal aku menyuruhnya membangunkanku saat makan malam, sekarang jangankan makan malam, aku bahkan tak di bangunkan untuk sarapan.
''Ibu dimana?'' tanyaku.
__ADS_1
''Nyonya sedang pergi keluar saat ini nona.''
''Eh?...keluar?, tanpa memberitahuku?''
''Eto...nyonya juga sepertinya tak mau membangunkan nona.''
''Memang ibu kemana?'' tanyaku
''Membasmi serangga,'' balas leon sambil tersenyum
Hah?...apa maksudnya?
''Sepertinya nyonya ketagihan memburu serangga dan akhirnya Nyonyapun pergi untuk mencari yg paling besar,'' sambungnya.
Serangga?..besar?...apa ibu suka mengoleksi serangga?. Begitu ya...serangga...
''Aku juga mau berburu serangga seperti ibu,'' kataku.
''?!...Ah~...boleh saja, tapi kalau nona sudah lebih besar ya,'' balas leon.
''Sekarang saja tak boleh?'' tanyaku.
Leon pun sedikit membungkukkan badannya lalu tangannya perlahan menggam kedua tanganku.
''Tangan nona masih terlalu halus untuk berburu serangga.''
???...apa lah coba hubungannya tangan halus dengan berburu serangga?.
''Kalau nona mau saya bisa memburunya untuk nona,'' sambungnya sambil tersenyum hangat padaku.
''..???....Tak perlu, lagi pula aku tak begitu suka serangga,'' kataku sambil menarik tanganku kembali.
Padahal aku kan hanya ingin bersenang-senang hari ini, ku pikir berburu serangga akan menjadi kegiatan yg cukup menarik .
''Um?, oh ya, Luz dimana?'' tanyaku
''Luz sedang belajar sihir di ruangannya saat ini, apa nona ingin kesana?''
''Um..entahlah, aku tak mau menganggunya.''
Um..terus sekarang enaknya aku ngapain ya?,belajar lagi?.tapi males banget~.padahal cuaca sedang cerah saat ini sayang sekali kalau di habiskan untuk belajar..
''Leon~ aku bosan~ ada kah sesuatu yg menarik?'' tanyaku
''Um?...sesuatu yg menarik?.hmm...'' gumamnya
''Ah!, bagaimana kalau pergi ke kerajaan diamond, katanya disana sedang ada festival sepertinya akan menarik kalau kita kesana,'' saran Leon
''Wah~,festival~,aku mau," kataku semangat.
''Kalau begitu saya akan mengabari nyonya dulu."
''Aku akan coba ajak luz dulu ya," kataku lalu berlari menuju kamar luz.
Saat tiba di kamarnya aku berniat mengetuk pintunya, tapi leon bilang luz sedang belajar, apa aku akan mengganggunya ya?.tapi kalau pergi dengan leon saja itu akan membosankan. tapi aku tak boleh menggangu luz yg sedang sibuk. ibu juga bilang untuk sementara lebih baik luz tak pergi keluar kediaman...
Ah~ tapi tetap saja aku ingin mengajak luz ke festifal...
Pada akhirnya aku malah di landa dilema panjang. hingga... DUAAAR!!
Suara ledakan besar tiba-tiba terdengar dari dalam kamar luz, dengan cepat aku langsung membuka pintu dan melihat keadaan luz
''LUZ! KAU TAK APA!?' tanyaku begitu masuk kamarnya.
Asap tebal dan bau ledakan langsung menyambutku begitu aku masuk
''Uhuk..uhuk..luz?'' panggilku
''Aw...ya nona Elissa,'' kata luz
''Sebentar nona,'' katanya sambil merapihkan bajunya lalu berjalan kearahku.
''Ada yg bisa saya bantu nona?'' tanyanya.
''Apa yg terjadi?, kau tak apa?'' tanyaku cemas.
''A..ah~..aku hanya mencoba membuat ramuan, tapi karena kebanyakan jadi meledak, hehehe ....'' tawanya.
Ah?..memang apa yg ia buat sampai begini?
''Nona sendiri kenapa kemari?''
''Ah!..itu. aku ingin mengajak Luz ke festival di kerajaan diamond, te..tentu saja aku tak akan memaksa," kataku.
''Um??..festival kah...kedengarannya menarik.''
''Tapi maaf nona, nyonya bilang untuk sementara waktu aku tak meninggalkan kediamana ini dulu, mungkin lain kali,'' sambungnya lalu tersenyum.
''Be..begitu ya..apa boleh buat kalau begitu,'' balasku sambil tersenyum.
''....Nona..saya janji kapan-kapan kita pasti akan pergi ke festival bersama, saya janji," kata luz.
''Baiklah,'' balasku.
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...