
POV Eric
Awalnya aku berniat untuk kembali tapi di tengah jalan aku malah merasakan ada aura aneh di dekatku. Kerena penasaran aku pun mencoba mengeceknya dan rupaya ada seekor kelinci kecil berbulu hitam di sana. Yah.. kalau di lihat sepintas itu emang terlihat seperti kelinci biasa, namun... aura kelinci itu terlalu besar untuk ukuran kelinci pada umumnya. Dan pada akhirnya aku menyadari kalau itu adalah spirit . tanpa banyak basa-basi aku mencoba menghabisinya, namun ia malah menghindar dan pada akhirnya malah menyerang ku balik.
''hmph.. aku tak menyangka pertahanan keluarga ini benar-benar selemah ini?.. bagaimana bisa mereka tak menyadari ada tikus seperi ini yg masuk kemari?'' kataku sambil menatap kelinci tersebut
Kelinci ini..dari tingkat mana nya sudah jelas ia bukan spirit level rendah. Di tambah ia bisa memunculkan tanaman berbahaya begini hanya dalam waktu singkat. Kalau tak segera ku singkirkan ia bisa menjadi benalu..
'' sampai kapan kau mau melihat dari atas sana?... turun lah.. dan mari bertarung dengan jujur dan adil'' tantangku
Dan bukannya turun kelinci itu malah menggeram dan memunculkan tamanan-tamanan lain untuk menyerangku
''ck.. dasar hewan pengerat'' gumamku lalu menebas semua tamanan tersebut.
Aku pun berniat memperpendek jarak di antara kami namun ini tak semudah kelihatannya . lokasi kelinci itu berada di puncak tamanan besar ini dan dia terus saja membuatku kesulitan mendekat karena terus menumbuhkan tanaman-tanaman berduri.meski ku tebas berkali-kali pun tanaman itu terus muncul seakan tak ada habisnya hingga...
*BWOOSH!....
Sebuah bola api tiba-tiba muncul dan membakar habis semua tanaman itu..
'' ada keributan apa ini?'' tanya duke yg rupanya melemparkan bola api itu ke tanaman-tanaman penganggu ini
Ah!... benar juga duke kan penguna elemen api.. pas sekali untuk menghadapi musuh kecil ini .
''tuan duke!. Penjelasannya nanti saja. sekarang bantu aku membuka jalan ke atas sana!'' seruku sambil menunjuk kelinci di atas sana
''kelinci?...'' '' hmph.. begitu rupanya... baiklah...''
BWOOOSH!... ''akan saya bantu anda'' sambung duke sambil mengeluarkan puluhan bola api yg siap membakar habis tanaman tersebut
***
POV Calope
Hik!?...serius nih!? 2 lawan 1 !?...curang woi!... dan lagi dia pengguna elemen api kan!?.... bagaimana aku melawannya?....
Aku pun mencoba memikirkan segala cara untuk menghadapi mereka namun aku cukup kesulitan karena tuan duke terus saja membakar habis tanamanku dan putra mahkota yg semakin mendekat. Aku sama sekali tak di beri waktu berfikir dong!...
YANG BENAR SAJA!. AKU KAN HANYA DI SURUH MEMASTIKAN LEON MEMINUMNYA!. KENAPA MALAH JADI HARUS MENGHADAPI MEREKA!?
*SRAK!... *CIT!...
__ADS_1
''Woi..woi... kok udah sampai sini sih!?'' batinku seletah putra mahkota menghunuskan pedangnya yg hampir saja membelahku menjadi 2 bagian
Aaaakh!... tanaman ku juga sudah pada terlahap api!... kalau begini sih mau gak mau aku harus mundur!.
''menyerahlah.. kalau tak mau menjadi sate goreng'' katanya sambil menodongkan pedangnya kearahku
Menyerah juga akan tetap di jadikan sate kan!?.. kau pikir aku tak tau itu!?
......bagaimana ini..di bawah api sudah berkobar dimana-mana di depan ada dia yg siap mencincangku aaaakh!... aku benar-benar terpojok ... terlebih para ksatria juga sudah mulai berkumpul... kalau begini aku tak punya tempat untuk kabur...
Tidak.. tunggu dulu masih ada 1 jalan...kurasa aku tak punya pilihan lain selain itu
'' ahahaha... kau luar biasa ya,'' tawaku
''!?...kau bisa bicara rupanya, hmph.. ini jauh lebih baik dengan begini akan lebih mudah mengorek informasi darimu. Dan aku mungkin akan mengampunimu kalau kau mau di ajak kerja sama''katanya sambil menatapku tajam
Dia meremehkan ku ya?...
''jangan besar kepala dulu,manusia.. ku akui tindakan mu dalam mengambil keputusan memang sangat cepat dan tepat, instingmu juga luar biasa.. tapi.... jangan berfikir kau bisa menang dariku manusia '' balasku sambil menatapnya tajam
Perlahan angin mulai bertiup kencang dan tanah pun mulai bergoncang.. jelas hal ini membuat pijakan kami menjadi tak stabil. Hal ini jelas membuatnya kesulitan menyeimbangkan diri di atas tanamanku.
***
POV Eric
''eh!?...'' apa itu..* jackalope? { makhluk legendari yg merupaka kelinci bertanduk rusa, mahluk ini di gambarkan sebagai kelinci pembunuh karena memiliki sifat yg sangat kejam saat terlibat perkelahian}
Jadi itu wujud aslinya?... hmph.. menarik sekali...
Aku pun berniat menyerangnya tapi gerakannya begitu cepat dan pergerakan tumbuhan nya pun menjadi sangat cepat dan mematikan. Telat sedikit saja aku menghindarinya tanaman itu pasti sudah merobek perutku...
'' ck... sialan..''
''kau bukan tandingan ku. Menyerahlah..'' katanya lalu menyerangku lagi dengan tanaman tersebut yg alhasil membuatku jatuh karena kehilangan tempat berpijak. Beruntung duchess dengan sigap menangkapku dengan kekuatannnya yg juga sama seperti kelinci tersebut.
''yang mulia anda tak apa?''tanya duchess
''ya.. terima kasih sudah memangkapku''
Ck...hewan pengerat sialan...akan ku cincang-cincang tubuh kecilnya itu.
__ADS_1
''yang mulai..ada yang aneh dengan tanamannya'' kata duke tiba-tiba
''apa?''
''api ku tak bisa membakarnya'' balas duke yg jelas membuatku terkejut
Tak bisa membakarnya?...bagaimana mungkin?...tanaman tak mungkin bisa menang dari api....eh!?...tunggu dulu.. apa tanaman itu....BERUBAH MENJADI BATU!?
Hanya dalam sekejap ia mampu merubah tanaman menjadi batu?.... mengerikan sekali kemampuannya ini...sekarang bagaima...
Belum sempat aku selesai memikirkan jalan terbaik tiba-tiba tumbuhan itu mulai menyerang lagi dan hampir melukai kami kalau saja sebuah tembok es tebal tak tiba-tiba muncul dan menahan serangannya barusan.
''es!?..'' menyadari ada orang lain yg melakukan ini aku pun langsung menoleh kebelakang dan mendapati elissa ada disana dan ialah orang yg menyelamatkan kami dari serangan barusan
''ELISSA!?'' seru kami semua kompak
''BODOH!, NGAPAIN KAU KEMARI!?.. '' teriakku yg membuatnya tersentak
''ELISSA MUNDUR LAH DISINI BERBAHAYA!'' seru duke
''a..aku..''
''MUNDUR LAH!'' teriakku yg membuatnya ketakutan dan mundur beberapa langkah
Ck!.. sial.. kenapa dia malah muncul di saat begini....bagaimana kalu kelinci itu malah mengincar.....eh!...loh?...
'' kemana kelinci itu?'' tanyaku saat menyadari kelinci itu sudah hilang entah kemana
***
POV Calope
''huwaaaa!... harley aku mencintaimu!'' seruku sambil memeluk majikanku ini dengan erat
''apa-apaan kau ini...lepaskan, dan lagi kenapa penampilanmu malah kembali seperti semula?''tanyanya
*hiks..*hiks.. '' harley.. asal kau tau saja kalau kau tak memanggilku untuk kembali tadi aku pasti sudah jadi sate kelinci disana..'' tanggisku
''huh?.. sebenarnya apa yg terjadi selama kau disana? Aku kan hanya menyuruhmu memastikan leon meminumnya''
''aku sudah melakukannya!.. tapi ada putra mahkota disana..lalu dia tiba-tiba menyerangku dan mau membunuhku!. Mau tak mau aku harus melawannya dan pada akhirnya satu keluarga everon malah memojokanku!'' rengekku
__ADS_1
...****************...
...NEXT...