
POV Harry
Dia ini jangan-jangan pengikut setianya duke everon.. karena itu dia terlihat sangat marah saat aku mengejek keluarga itu.
Kelihatannya aku sudah salah bicara ya. meski keluarga kami bermusuhan seharusya aku tetap tak mengejek keluarga itu di depan orang lain.
''ahaha...lenlen..maaf..aku tak bermaksud buruk dan lagi aku tak tau kalau kau itu pengikut mereka. Maaf ya. semua orang kan punya pandangannya masing-masing. Aku kan berhak berpendapat'' kataku yg mencoba meminta maaf padanya namun jangan kan memaafkan ku dia malah diam saja dan berlalu pergi meninggalkan ku.
''tsk... dia benar-benar marah ya... apa dia pengikut setia ya?.kalau iya kasihan sekali nasipnya. Keluarga itu kan kejam'' gumamku yg malah merasa iba padanya
Tapi aku juga tak bisa melakukan apapun , dia juga sudah pergi dan tujuanku hari ini pun tak membuahkan hasil. Pada akhirnya ku putuskan untuk pulang saja dan mencoba memikirkan cara lain .
Dan setelah seminggu berlalu akhirnya aku sadar akan alasan kenapa lenlen begitu marah hari itu. aku sendiri tak menyangka akan hal ini. Karena itu aku mencoba pergi ke kediamannya dan benar saja......
''hoo~...setelah seminggu berlalu kau baru sadar siapa aku sebenarnya'' kata lenlen dari balik gerbang
''hosh..hosh... kau.. pantas saja ku sangat marah. Jangan kan pengikut setia. Ternyata kau adalah anggota keluarga duke everon sendiri. Leandro de everon. Calon duke di masa depan'' kataku sambil menatap matanya lekat-lekat dan dia hanya membalas perkataan ku itu dengan senyuman kecil
'' kenapa kau tak bilang dari awal!'' seruku
''kalau ku bilang memang apa yg akan terjadi?''balasnya
''kalau kau bilang aku kan tak akan mengatakan hal seperti itu!''seruku
''kalau begitu aku tak akan tau sifat aslimu''balasnnya yg membuatku kehilangan kata-kata
''baiklah aku bersalah. Maaf...tapi...kau sudah paham situasiku kan?.karena itu__''
''kau masih berani meminta tolong padaku setelah apa yg kau katakan?''potongnya yg membuatku tersentak
''apa kau tak punya malu?''sambungnya yg membuatku tak bisa mengangkat wajahku
Aku tau ini sangat memalukan.setelah apa yg ku katakan aku malah memohon padanya. Aku tau itu...jujur aku sangat malu saat ini tapi....
''tak masalah. Harga diriku yg jatuh bisa ku punggut lagi nanti tapi masa depan adikku tak bisa'' kataku sambil mengangkat wajahku dan menatap matanya lekat-lekat
''sebagai bangsawan harga dirimu rendah sekali''
''terserah kau mau bilang apa. Aku tak peduli.yg penting adalah masa depan leon''balasku
''hmph..baiklah...kalau harga dirimu segitu tak berharganya, maka akan kubuat harga dirimu semakin jatuh''katanya yg membuatku tersentak
''apa?''
''asal kau tau saja aku sama sekali tak tertarik dengan adikmu itu, atau lebih tepatnya aku tak peduli sama sekali padanya. Yg artinya aku tak berniat menerimanya menjadi ksatria disini''
__ADS_1
''tapi...aku mungkin akan memikirkannya kembali kalau kau mau bergabung'' sambungnya
''bergabung?..''
''benar. Kalau kau juga menjadi ksatria disini. Aku akan menerima adikmu'' balasnya sambil tersenyum dan jelas perkataannya itu membuatku sangat kesal
*BRAK!... '' JANGAN BERCANDA!. AKU BUKAN KSATRIA!. AKU INI PEWARIS KELUARGA DEMETRIA!'' teriakku sambil mendobrak pagar besi yg membatasi kami
Apa dia paham dengan yg ia katakan?. Kalau aku menjadi ksatria disini itu sama saja aku di suruh membuang keluarga ku. Keluarga kami adalah musuh. Jadi maksudnya aku disuruh menghianati keluargaku sendiri begitu?!. Jangan bercanda. Mana mungkin aku menerimanya!
''aku tau itu''balasnya dengan santainya
''bukannya sudah ku bilang sebelumnya?. Akan ku buat harga dirimu semakin jatuh''sambungnya sambil tersenyum merendah
''kepar*t... '' geram ku
''hmph... seterah kau saja. aku tak akan memaksamu ..''katanya
''lagi pula.kau tau kalau keluarga kita bermusuhan tapi kau tetap ingin aku menerima adikmu?.bukannya itu lucu?.apa kau tak takut aku akan semena-mena padanya?.kami kan keluarga yg kejam'' sambungnya sambi tersenyum merendahkan
dan tentu saja hal itu membuatku semakin kesal.
''kenapa?..'' ''kenapa kau seperti ini!?. Bukannya kita teman?'' kataku gemetar
''teman ?.. '' ''hmph.. sepertinya kau sudah salah paham'' balasnya yg membuatku tersentak
Setelah itu lenlen pun langsung berbaalik badan dan masuk ke dalam meninggalkan ku tanpa sepatah katapun.
***
''kalau kau memang peduli pada masa depan adikmu, itu artinya kau harus siap membuang masa depanmu sendiri
''Aku tak pernah sekalipun menganggapmu sebagai teman ku''
Perkataan lenlen padaku hari itu terus saja terngiang di kepalaku. Dan setiap kali memikirkan itu hatiku menjadi sakit.
''ternyata benar. Keluarga duke everon memang tak berprasaan'' gumamku
Aku adalah pewaris keluarga ini. Sejak kecil aku di latih untuk menjadi pemimpin dan bukan bawahan. Tapi orang itu malah mau aku membuang semuanya. Kalau begitu untuk apa aku belajar selama ini?.ini tak masuk akal...kenapa aku harus membuang masa depan ku hanya untuknya?.
Benar..aku tak perlu membuang masa depan ku. Tapi bukan bearti aku menyerah pada leon. lagi pula seperti katanya kemarin keluarga kami adalah musuh ,kalau aku mengirim leon kesana sama saja seperti menyuruh leon menjadi musuh kami.mari pikirkan cara lain
***
Meski begitu nyata hal ini tak semudah kelihatanya. Ayah ku benar-benar sudah menyebarkan rumor mengenai leon dan parahnya semakin lama rumor itu semakin parah hari demi hari.karena hal itu juga semakin sulit bagiku untuk mewujudkan mimpi leon...
__ADS_1
Aku benar- benar stress di buatnya. Rasanya aku ingin menyerah saja sampai...
''leon?'' gumamku saat tak sengaja melihatnya dan yg membuatku terkejut adalah saat melihat kondisinya yg semakin memburuk
Badannya begitu kurus dan tatapannya yg serti ikan mati . melihat hal itu saja aku tau dia sudah hampir mencapai batasnya. Dan yg ku takutkan adalah saat ia sudah mencapai batas. Aku takut ia akan melakukan hal yg tak terduga
''kalau kau memang peduli pada masa depan adikmu, itu artinya kau harus siap membuang masa depanmu sendiri''
Masa depan ku?...
Haruskah aku membuangnya begitu saja dan menghianati keluargaku hanya deminya?.....
***
''harry... kau adalah satu-satunya pewaris keluarga ini.kau terlahir sebagai pemimpin.ingat itu baik-baik''
''wah.. tuan harry anda luar biasa, dengan begini keluarga demetria tak perlu khawatir dengan calon pemimpin selanjutnya'' ''anda akan menjadi pemimpin yg hebat tuan harry''
Sejak kecil masa depan ku sudah di tentukan, karena itu aku tak pernah meragukannya.aku tau kemana aku akan melangkah selanjutnya. Aku tau tujuan akhirku.tapi...aku tak menyangka akan menemukan pilihan seperti ini.
Rasanya seperti memilih 2 jalan yg sangat berbeda. Kemana aku harus melangkah selanjutnya?.
***
'' anak itu...masih saja disini..'' '' ku pikir ia akan segera pergi dari sini'' ''yah..setelah ibunya pergi kelihatanya hidupnya juga tak akan lama lagi''
Kata sekelompok pelayan yg sedang membicarakan leon saat aku tak sengaja menguping pembicaraan mereka
''benar juga, kalau tak salah waktu itu dia sempat berniat bunuh diri tapi gagal'' kata salah seorang pelayan yg membuatku syok
Leon!?...
Apa ia sudah mencapai batas?...gawat..bagaimana ini...aku harus segera melakukan sesuatu..
''Kalau kau juga menjadi ksatria disini. Aku akan menerima adikmu''
Ukh....jangaan bercanda..masa hanya itu pilihan ku?...
Aku tak mau melakukannya tapi...
''kalau tak salah waktu itu dia sempat berniat bunuh diri tapi gagal''
.....leon.....
''Maaf''.
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...