
Wush....angin sepoi-sepoi langsung menyambutku begitu aku duduk di bawah pohon tempat biasa aku ngobrol dengan leon
Huh~...untung saja aku bisa segera keluar dari sana...aku tak tau apa yg akan terjadi kalau aku lebih lama lagi disana
''oh ya!'' ''bagimana leon bisa tau aku ada disana?''tanyaku sambil menoleh kearahnya
''eh!?..mm... tadinya saya berniat menuju kamar nona, tapi saat saya sedang dalam perjalanan kesana saya tiba-tiba melihat sebuah cahaya aneh di depan pintu ruangan tersebut, jadi saya putuskan untuk melihat apa itu, dan saat saya mendekat saya mendengar suara nona dari dalam''jelas leon
''cahaya?, apa dia berwarna jingga dan berbentuk bulat mengemaskan?''tanyaku yg jadi antusias
''eh!?...saya..tak begitu tau nona, dia menghilang begitu saja begitu saya mendekat, tapi itu memang berwarna jingga''kata leon
''itu pasti pururu''kataku semangat
''pu?...siapa?''tanya leon kebingungan
''pururu...dia itu roh cahaya yg ku temui di dalam gudang''kataku
''roh!?, nona bilang roh!?''seru leon kaget
''eh?...iya...memangnya ada apa?''tanyaku
''apa nona tau, roh itu adalah makhluk yg langkah, sangat sulit untuk melihatnya apa lagi berbicara dengannya
''be,begitu ya..''
Aku baru tau hal itu....padahal di tempat elf sepertinya bertemu roh tidak sesulit itu, bahkan banyak dari kami yg membuat perjanjian dengan mereka
eh!, tunggu dulu!, perjanjian!?. Aku yg baru menyadari satu hal langsung bangkit dan memikirkan kambali apa yg sudah terjadi
''nona?, ada apa?''tanya leon
''leon!,aku baru saja membuat perjanjian dengan roh..''kataku yg sedikit syok
''apa!?''
Kenapa aku tak menyadarinya, cara membuat perjanjian dengan roh sangat lah mudah, kita hanya perlu memberikan roh itu nama dan aku tanpa sadar memberi nama pada roh cahaya itu..
''pu..pururu..''gumamku pelan
Sring.... Tiba-tiba di depanku muncul makhluk kecil yg ku temui di gudang tadi
''Ternyata benar!''seruku yg syok begitu pururu datang
''nona?..ada apa?''tanya leon yg kebinggungan
Eh!?. Apa leon tak melihat pururu?. Aku pun melirik pururu dan pururu hanya meresponku dengan tatapan binggung
''leon apa leon melihat sesuatu di sebelah ku?''tanyaku sambil menunjuk pururu
''mm?...tidak?, memangnya ada apa?''tanya leon
Begitu ya, jadi yg bisa melihat pururu hanya aku seorang, tapi kenapa leon bisa melihat pururu tadi?.
''puru?...puru...''
__ADS_1
''tidak, bukan apa-apa kok''kataku
''kita kembali yuk, aku sedikit lelah''kataku lalu hendak kembali kekamar
Saat aku sudah sendir di kamar aku mencoba memanggil pururu lagi dan kali ini aku mencoba untuk mengajaknya ngobrol
''pururu...apa tadi kau yg memanggil leon?''tanyaku yg dibalas anggukan olehnya
''kalau leon tadi bisa melihatmu , kenapa saat di taman dia tak bisa melihatmu?''tanyaku
''purururu?.''
''puru..puru...puru...''
''ah..maaf aku tak paham omonganmu''kataku
''puru....'' Pururupun memengagi kepalanya . dia terlihat kesal karena aku tak bisa mengerti bahasanya
''puru!'' dia pun menganggat tangannya seperti mempunyai sebuat ide
Lalu dia terbang dan melukiskan sebuah kata di langit
''ah!...begitu rupanya!''kataku yg menyadari maksud pururu. Kalau tak bisa bicara ya tulis saja.
Pururupun menulis kata-kata di langit mengunakan bahasa yg sama seperti dibuku kuno tadi
Walaupun tak sepenuhya ku pahami, tapi intinya pururu berkata kalau alasan leon bisa melihatnya adalah karena kehendak pururu sendiri, roh seperti pururu bisa dengan mudah muncul dan menghilang di depan manusia sesuai keinginannya
''jadi, leon bisa melihatmu tadi, karena kau mengizinkannya melihatmu?''tanyaku yg dibalas anggukan oleh pururu
Pururu menulis kalau dia di panggil tadi olehku, melalui buku tua yg tak sengaja ku baca tadi.
''eh!?, grimoire!( buku sihir)''
''ja...jadi yg ku baca itu grimoire?...kalau begitu...bukunya pasti sudah jadi tak berguna..''kataku yg syok parah
Grimoire hanya bisa di pakai sekali dan begitu seseorang membacanya tulisannya akan langsung menghilang...
''ba..bagimana ini...aku seenaknya saja membaca tanpa tau apa itu...''kataku yg jadi takut
''apa itu punya ibu?, apa ibu akan marah kalau aku bilang sudah membaca grimoire nya itu?''
Tok...tok...tok... ''eli...apa kau ada di dalam?''tanaya duchess dari balik pintu
''eh!?. Iya!, silakan masuk!''seruku yg cukup terkejut akan kedatangannya yg tiba-tiba
''eli..''panggil duchess dengan tatapan menyesal
''ada apa bu?''tanyaku sambil menghampirinya
Bruk..''maaf kan aku eli...aku benar-benar menyesal''kata duchess yg langsung memelukku
''ti..tidak apa-apa, aku sudah tak memikirkannya''kataku
''eli~''katanya dengan mata berkaca-kaca
__ADS_1
''eliku sangat baik...aku jadi merasa tambah tak enak''kata duchess sambil memelukku lebih erat
''oh ya!, eli , ibu mu itu orang seperti apa?''tanya duchess yg membuatku tersontak kaget
''mama...''
???...
Mendengar pertanyaan ibu badanku jadi gemetar, aku jadi teringat saat ibu menyuruhku pergi dan sampai detik ini pun aku masih tak mengetahui apa kah mama masih hidup atau sudah....
''eli?''tanya duchess yg melihatku hanya diam saja
''mama orang yg sangat baik''balasku sambil tersenyum
''begitu ya, kalau begitu,bagaimana agar aku bisa meenjadi seperti mama eli?''tanyanya sambil duduk di kasurku.
''eh!?. Memangnya kenapa ibu ingin menjadi seperti mama?''tanyaku lalu duduk di sampingnya
''begini eli, sebenarnya aku tak begitu pandai mengurus anak,yg ada malah lean yg mengurusku seperti bocah, jadi, aku tak tau apa yg harus ku lakukan untuk membuat eli nyaman denganku''kata duchess
''walaupun mungkin tak bisa semirip mungkin dengan mama eli setidakya aku ingin mencoba menjadi ibu yg baik bagi eli''kata duchess sambil tersenyum
''kalau begitu tetaplah seperti ini''gumamku
''ya?''
''ibu tetap seperti ini saja, itu sudah cukup untukku,karena aku menyukai ibu yg seperti ini''kataku lalu mengenggam kedua tangannya
''ibu tak perlu menjadi seperti mama''kataku lalu tersenyum
Benar, karena bagiku ibu adalah ibu dan mama adalah mama, aku tak bisa membuat ibu berubah menjadi mama dan aku tak mau itu terjadi,karena bagiku mama itu tak bisa di gantikan oleh siapapun
''begitu ya...kalau begitu ibu akan tetap seperti apa adanya ya''kata ibu lalu menggenggam balik tanganku
''iya..'' balasku lalu tersenyum
''oh!, eli kalung ini''kata duchess sambil memegang kalung yg di berikan ayah untuk menyembunyikan telinga elf ku
''i..ini...''kataku yg jadi takut
''bukannya ini kalung dengan sihir perubah wujub?. Kenapa eli mengunakan ini?''tanya duchess yg membuatku keringat dingin
Apa ayah tak memberi tahu ibu tentang ini,kalau ayah tak memberi tahu pasti ada alasannya, kalau begitu aku tak boleh membiarkan ibu ...
Belum sempat aku menghentikan ibu , ibu sudah melepas kalung tersebut. Dan alhasil telingaku langsung kembali seperti semula
Tuk!... ''e...eli?..''kata duchess yg terkejut saat menjadari kalau aku adalah elf. Duchess pun langsung bangkit dan menatapku dengan tatapan super dingin, dan melihat itu bulu kudukku langsung berdiri , keringat langsung membanjiri tubuhku.
''eli....adalah elf?''tanyanya dengan tatapan syok
''ib...'' ah tidak , kalu ibu sesyok itu dia pasti tak ingin ku panggil dengan sebutan ibu, bagimana ini..
''ugh..LEAN!'' teriak duchess lalu bergegas keluar dari kamarku dengan wajah sangat marah
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...