Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 167


__ADS_3

POV Harry


''Kau menghalangi jalan'' kata seorang pria muda berambut hitam lebat dengan mata hitam yg bagaikan langit malam


''ah!..maaf.'' kataku sambil memberinya jalan


Ia pun langsung pergi memasuki istana tuan putri dengan mudahnya melihat itu tentu saja aku merasa kaget sekaligus tak terima


''WOI!. SEBENTAR KENAPA DIA BOLEH MASUK!'' seruku lalu mencoba masuk kembali namun langsung di dorong oleh penjaga gerbang


''CURANG! MASA DIA BOLEH MASUK AKU TIDAK!'' seruku sambil menunjuknya.


''karena kau sudah membuat masalah di dalam tadi. Jadi jangan harap kau bisa masuk'' kata penjaga gerbang tersebut.


Tentu saja hal itu membuatku kesal bukan main.dan orang berambut hitam tadi hanya melihatku kebinggungan lalu pergi begitu saja.


Tapi tentu saja aku tak menyerah begitu saja. ku tunggu hingga orang tadi keluar dan...


*SYUT!... tadinya aku berniat menyerangnya diam-diam dan membuatnya mau membantuku tapi sayangnya dia memiiliki reflek yg bagus dan akibatnya bukan aku yg mendaratkan serangan padanya ini malah sebaliknya.


''AAAAKH!..sakit..sakit!...aku menyerah!'' seruku begitu ia memelintir tangan ku


''ah!..suara ini'' katanya lalu langsung melepaskanku


''aw..aw..sakit...kau kejam sekali''kataku sambil memeganggi tangan ku


''salah sendiri menyerang ku duluan''balasnya yg membuatku diam mematung


''a.ahaha..tadi aku hanya bercanda..tolong jangan di bawa serius''kataku


''huh~...terserah kau saja. dari pada itu ada urusan apa kau dengan ku?''tanyanya


''tanpa basa-basi kah..''


''baiklah.... aku ingin minta tolong'' sambungku


''tadi kau bisa masuk dengan mudah ke dalam sana kan. Nah aku ingin kau membantuku masuk kesana'' jelasku


''atas dasar apa aku harus membantumu?''


''atas dasar kemanusiaan ''balasku dengan bangganya namun malah membuatnya menatapku seakan-akan aku orang aneh


''aku serius!..'' ''dengar aku benar-benar perlu bantuanmu untuk masuk ke istana tuan putri. Ku mohon!. Ini menyangkut masa depan adikku''jelasku


..... '' kalau begitu jawab pertanyaan ku. Untuk apa kau masuk kesana''


''untuk menghajar bocah bernama flash itu dan membuatnya menerima adikku kembali''balasku percaya diri.


''..... kau sudah tak waras'' balasnya cepat yg membuatku tersentak


''a..apa katamu!?''


''dengar. Sejujurnya aku tak peduli sama sekali padamu. Tapi biar ku tegaskan. Kau akan mati kalau berurusan dengannya lagi''


''aku tak tau apa yg sudah terjadi , tapi melihat sikap para ksatria tadi aku yakin kau akan mati kalau berurusan dengannya lagi''sambungnya


''memangnya kenapa?''tanyaku yg membuatnya tersentak


''toh tadi aku juga sudah hampir mati. Tapi tetap saja..aku tak bisa memaafkannya.ah..bukan aku tak bisa menyerah begitu saja padanya.masa depan adikku di pertaruhkan disini''


'' aku hanya minta kau membawaku masuk. Selebihnya biar aku yg urus kau tak perlu terlibat urusanku''sambungku


''huh~..maaf tapi aku menolak'' balasnya lalu mencoba pergi


*grep! '' tunggu dulu. Aku mohon ,aku benar-benar perlu bantuanmu'' kataku sambil menahannya


''kenapa aku?''


''karena kau satu-satunya orang yg ku temui''balasku


Orang ini.aku tak tau apa hubungannya dengan istana tuan putri tapi dia satu-satunya orang yg bisa membantuku. Dia adalah kunciku untuk masuk , jangan pikir aku akan melepaskannya begitu saja.


''kau benar-benar berterus terang ya'' ''tapi hal itu tak akan membuatku berubah pikiran. Terlebih aku tak mengerti kenapa aku harus membantu orang asing yg namanya saja tak ku ketahui'' katanya


''kalau begitu mau kenalan dulu?''tanyaku balik


''aku harry. harry ailbeart demetria''


.....'' apa kau bodoh?. Bisa-bisanya kau menyebukan namamu semudah itu di depan orang asing'' balasnya yg membuatku tersentak


''kan kita sedang kenalan biar gak jadi orang asing!''seruku

__ADS_1


''sudahlah cepat beritahukan namamu!'' seruku


''huh~..baiklah...aku leandro ''


''oh!...nama yg bagus'' ''kalau begitu karena sudah saling kenal .aku mohon bantuannya ya lenlen'' kataku sambil tersenyum


''le..lenlen?''tanyanya yg nampak syok


''apa kau sedang mengejekku?''katanya yg malah nampak kesal


''eh?..tidak..tidak sama sekali...tapi itu panggilan yg bagus bukan?..kedengarannya imut juga''bantahku


''apa kau di ajari untuk tak memanggil seseorang dengan nama panggilan seperti itu di pertemuan pertama?''balasnya geram


''kenapa malah memusingkan soal nama panggilan sih?. aku mau manggil mu dengan apapun itu hak ku. Kau juga boleh memanggilku sesuka hatimu. Dan ya dengan begini kita terlihat lebih dekat kan?. ''


''apa yg kau katakan aku tak berniat untuk dekat dengan mu''balasnya


*grep!.. '' sudah..sudah gak usah malu-malu..'' kataku sambil merangkulnya


''dari pada itu. kau akan membantuku ku kan?''tanyaku sambil meliriknya


''...baiklah..jelaskan padaku detailnya'' balasnya setelah menghela nafas panjang


***


Aku pun menjelaskan semuanya dari masalah awal leon di keluarkan sampai kejadian di markas militer tadi padanya dengan begitu detail .


''jadi begitu ceritanya. Bukannya ini tak adil!"seruku tak terima


''begitu rupanya.'' ''yah.. itu memang aneh. Perkelahian kecil harusnya tak membuatnya di keluarkan dari calon ksatria'' sambungnya yg ku balas dengan anggukan


''iya kan!''


Sudah ku duga ia akan mengerti. Hal ini memang tak masuk akal itu sebabnya aku tak bisa menerimanya begitu saja.


''tapi meski begitu tetap saja kau tak bisa berbuat apa-apa'' katanya yg langsung membuatku tersentak


'' aku tak begitu kenal dengan sir flash tapi yg ku tau dia sangat keras pada pendiriannya , saat dia bilang tidak ya tidak. Yah..meski mungkin ia akan berubah pikiran jika tuan putri yg bilang''sambungnya


''tuan putri?''


''sir flash sangat patuh padanya. Karena itu kalau tuan putri yang memintanya dia pasti akan langsung menerima adikmu kembali.''


''kamar tuan putri di sebelah mana?'' potongku cepat


''.... kau benar-benar nyari mati ya'' balasnya dengan ekspresi datar


''sudah cepat katakan saja. katamu kalau tuan putri pasti berhasil. Kalau begitu aku hanya perlu bicara dengannya kan?. Sekarang beritahu aku kamarnya sebelah mana'' kataku


''huh~..kalau ku beritahu apa yg akan kau lakukan?''tanyanya sambil menepuk keningnya


''ya apa lagi. Aku akan masuk lewat balkonnya dan membuatnya membantuku''balasku percaya diri. Dan mendengar jawaban ku ia malah menatapku dengan tatapan yg mengatakan ' huwaa..tak bisa, orang ini sudah benar-benar tak terselamatkan,lebih baik aku jauh-jauh darinya'


''kenapa kau malah menatapku begitu!?''seruku kesal


'' kita cari orang lain saja'' katanya


''lupakan soal menjadikan adikmu ksatria tuan putri. Kalau incarannya hanya menjadi ksatria kekaisaran lebih baik kita cari yg lain saja''


''misalnya?''


'' bagaimana dengan pangeran levi?'' tawarnya


''ku dengar ia tak memiliki satu ksatria pun.''sambungnya


''eh?..tidak punya?!..satupun!?''seruku yg di balas anggukan olehnya


Itu aneh..bagaimana bisa seorang anak kaisar tak memiliki satu ksatria pun. Ini sih jelas mencurigakan.


'' alasannya aku tak tau. Tapi kita coba saja dulu'' katanya yg ku balas dengan anggukan.


Setelah itu kami pun pergi menuju istana pangeran levi dan begitu sampai di sana rasanya aku paham kenapa beliau tak memiliki satu ksatria pun....


''INI ISTANA PANGERAN LEVI!?'' seruku tak percaya


Ya gimana mau percaya . tempat tinggal para bangsawan biasanya terkenal megah,bersih dan indah, terlebih dia ini anak dari kaisar jadi istananya harusnya melebihi ekspetasiku tapi ini.... ini jauh dari ekspetasiku, jangan ekspetasi ini bahkan sangat jauh di luar ekspetasiku.


Istana yg seharusnya megah dan terlihat memukau, ini malah sebaliknya. Istana ini begitu kotor dan tak terawat. Bahkan ini malah terlihat seperti bagunan yg di tinggalkan. Kaca-kaca yg pecah, tamanan merambat di sekelilingnya. Taman yg tak terawat....


'' tak mungkin pangeran tinggal disini!''seruku sambil menunjuk istana yg terlihat angker itu

__ADS_1


''tapi setahu ku ini memang istana pangeran kedua'' balasnya yg sepertinya juga tak percaya dengan apa yg ia lihat


Yang benar saja...istana yg di tinggalkan ini tempat tinggal pengeran kedua?!. Rumah leon saja jauh lebih bersih dan terawat di bandingkan tempat ini.


''bagaimana kalau kita coba masuk dulu''katanya lalu mencoba melangkahkan kaki memasuki istana ini


''eh!?.serius!.'' ''tapi tak mungkin pangeran kedua ada disini'' kataku yg sebenarnya enggan masuk kedalam


''kita coba saja dulu'' katanya yg tau -tau sudah di depan pintu istana


''a...'' yah... ini juga masih siang harusnya tak ada masalah ya.


Karena berfikir begitu kami pun akhirnya memutuskan untuk memasuki istana terbengkalai ini .


Dan benar saja kesan pertama kami saat masuki tempat ini benar-benar mencekam. Sedikit sekali sinar matahari yg masuk di dalam sini. Di tambah tempat yg berdebu dan banyaknya sarang laba-laba dimana-mana dan barang-barang rusak yg di biarkan begitu saja menambah kesan seram tempat ini


''lenlen... kurasa tak mungkin ada orang yg tinggal di tempat ini.. kita kembali saja yuk''kataku sambil mendekatkan diri padanya


''bisa berhenti memanggilku begitu dan apa kau takut?''tanyanya sambil melirikku


''ta..takut?...mana mungkin..aku hanya berfikir yg logis saja, tak mungkin ada orang yg tinggal disini terlebih seorang pangeran'' kataku yg mencoba membantahnya


''benar juga...di pikir bagaimana pun ini mustahil''


''iya kan.. karena itu ayo kembali saja'' kataku sambil menariknya dan mencoba kembali namun belum sempat aku melakukan itu aku merasa ada yg mengawasi dan begitu aku melihat kebelakangku ku dapati sebuah boneka perempuan yg teretak di atas meja sedang menatap kearahku. Jelas hal ini membuat bulu kudukku bergidik ngeri


''le...lenlen... apa tadi memang ada boneka disana?''tanyaku yg mulai gemetar


''boneka?''tanyanya lalu melihat kearah boneka tersebut


''entahlah.. tempat ini begitu gelap dan berantakan. Aku tak begitu menyadariya''balasnya


Apa ini hanya perasaan ku saja?. mungkin karena suasana nya begini aku jadi berfikir yg macam-macam.


*PRANG!...


Padahal aku sudah ketahukan dan sekarang malah terdengar suara piring pecah dari suatu ruangan. Jelas saja karena takut sekaligus kaget aku langsung memeluk lenlen dengan begitu erat


''apa itu astaga!''seruku sambil memeluknya


''..... kau ketakutan'' katanya yg membuatku langsung melepaskannya


''a..apa yg kau bicarakan. Aku hanya kaget tadi'' balasku sambil memalingkan wajahku


''hoo...ya sudah. Suaranya berasal dari sana. Coba kita periksa''katanya lalu berjalan menuju sumber suara


''kau masih mau di tempat ini?''tanyau yg di abaikan olehnya


''oi..woi...tunggu aku!''seruku lalu mengejarnya


Pada akhirnya kami pergi tempat tersebut yg rupanya sebuah dapur. Terlihat memang ada piring pecah di lantai tapi anehnya tak ada siapapun disana


''mungkin tikus yg melakukannya''katanya sambil berjalan kearah piring tersebut


''loh?'' ''ini..kapas?''katanya sambil mengambil sebuah kapas yg ada di dekat piring tersebut


''kenapa ada kapas disini?''tanyanya


Ukh...perasaanku makin gak enak ini, mana dari tadi aku ngerasa kayak ada yg merhatiin..


''lenlen..ayo kembali saja'' ajakku sambil menarik bajunya


''sudah ku duga kau takut''katanya sambil melirikku


''bukan!. Tapi aku merasa memang sebaiknya kita pergi dari sini'' bantahku


'' kalau takut bilang saja takut''balasnya


Ukh... ''sudah cukup!. Kalau kau masih mau disini silahkan aku mau keluar!''seruku lalu berniat pergi meninggalkannya namun baru saja aku melangkah tiba-tiba bulu kudukku langsung bergidik ngeri begitu melihat apa yg ada di depan ku saat ini. Reflek aku langsung mundur perlahan..


''um?..bukannya kau bilang mau kembali tadi?''tanya lenlen sambil melirikku


''le..lenlen.... i..itu...bukannya itu boneka yg tadi'' tanya ku sambil menunjuk boneka yg sama seperti sebelumnya kini berada tepat di depan sana sambil menatap kami.


''bo..boneka itu tadi ada di atas meja kan?...kenapa sekarang ada di sana?''tanyaku yg makin merinding


''...benar juga...tadi di sana tak ada boneka kan?''balasnya sambil bangkit dan menatap boneka tersebut


HUWAAAAA! APA-APAAN INI !?. KENAPA JADI HOROR BEGINI!?.


...****************...

__ADS_1


...NEXT...


__ADS_2