Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 38


__ADS_3

...POV Elissa...


Hosh..hosh... aku berhasil kabur kan?...dia tak mengejar kan?


''apa-apaan tadi itu?'' gumamku sambil melihat situasi sekitar


Saat aku sedang asik –asik bermain sendiri sambil menunggu leon datang membawa kudapan ,tiba-tiba saja seorang pria berambut hitam lebat datang dan menodongkan pedangnya padaku


''ukh...rasanya aku hampir tak bisa bernafas tadi'' kataku sambil memeganggi leherku


Siapa pria itu ya?...aku tak dengar kalau akan ada tamu yg datang kemari hari in....


Ah!....


''kapan dia datang?''


''um... entah lah.. mungkin seminggu lagi''


Jangan bilang!....dia yg akan jadi kakak ku!?....


Yah.. kalau di lihat dari penampilannya dia memiliki rambut hitam dan mata mata hitamnnya memang mirip dengan ayah..


Ah~...yg benar saja... kalau boleh milih lebih baik temannya yg berambut hijau dengan mata hijau seperti daun sama seperti ibu yg menjadi kakakku, dia juga terlihat lebih bersahabat ke timbang yg rambut hitam...


Eh!?...tunggu sebenar... bisa saja keduanya akan menjadi kakakku kan?... mereka berdua mirip pasangan everon soalnya..


Ah~...aku tak mau......aku tak mau kalau bertemu kakak menyeramkan itu lagi...


''oh!.. nona..''


''kyaaa!..''teriakku kaget saat harry tiba-tiba muncul dari belakang ku


''ah~..maaf.nona, saya tak bermaksud membuat nona terkejut'' katanya


''o..oh.. ternyata harry'' kataku yg langsung bernafas lega


''iya nona. Ini saya, memang nona kira siapa?''tanya harry


''e..eto..bukan siapa-siapa''


''um?... apa nona sedang main petak umpet?''tanyanya


''eh!?...tidak...bukan begitu...''


''begitu ya.. ya sudahlah. Nona, nyonya dan tuan memanggil nona, ada tamu yg harus nona temui''


Blar!....pasti orang itu!...


''tak mau'' balasku sambil mengeleng cepat


''eh?..tidak mau?... kenapa?...''


''dia seram'' balasku


''eh?...''


Kalau aku bertemu dengannya lagi mungkin saja kali ini dia akan benar-benar memotong tangan atau kakiku. Apapun yg terjadi aku tak mau kalau harus bertemu kakak seram itu lagi.


''tapi...tamu itu akan berada di sini selama seminggu, jadi ada baiknya nona memberi salam dulu, setelah itu nona bisa kembali kekamar''


Se...SEMINGGU!!?.....yg benar saja!....


''ha..harry.. aku merasa kurang enak badan.. bisa aku kembali saja kekamar?''tanyaku


''eh?..nona..anda baik baik saja?...um... baiklah kalau begitu, saya akan bilang pada tuan kalau nona tak bisa bertemu dulu'' kata harry


''saya akan mengantar nona ke kamar'' kata harry lalu perlahan mengendongku kembali kekamar


Tapi di tenggah jalan , entah sial atau bagaimana kami malah berpasasan dengan orang menyeramkan tadi


Sontak saja aku langsung mengalihkan perhatian ku dan memeluk harry lebih kuat


''no..nona?''


''ah!... dia lagi!'' seru orang itu saat melihatku


''kerja bagus sir harry sekarang berikan gadis itu padaku ,dan akan ku buat dia buka mulut'' katanya sambil memancarkan aura membunuh yg sangat kental


''eh?.....apa yg terjadi?''tanya harry binggung


''ah!... anak itu lagi'' kata temannya sambil berjalan kearah kami


''yahoo....kita bertemu lagi ya..'' ''sir harry yg menangkapnya ya, luar biasa''

__ADS_1


''eto.. nona sebenarnya ada apa ini?''bisik harry


''SIR HARRY !. kau berani mengabaikan perintah ku!''


''ah!..maaf... saya...''


''ada apa ini?'' potong ayah yg tiba-tiba muncul dari belakang kami


''ah~.. tuan..ini..'' kata sir harry sambil melirik kedua orang itu


''duke everon..jelaskan padaku , apa kau mengenal gadis ini?''kata nya sambil menunjukku


''tentu saja, dia putri saya, elissa shuya everon'' balas ayah sambil mengendongku


''eh?..putri?..''


''um?.....ah!..jadi dia orangnya, aku sudah mendengar rumornya di academi'' kata temannya sambil berjalan mendekat


''yahoo...adik kecil..senang bertemu denganmu, mulai sekarang aku akan menjadi kakakmu loh''kata nya


''elissa , dia erwin sachdev everon, dia yg akan menjadi kakak laki-lakimu''


Eh!?......


''salam kenal ya...adik kecil..'' kata erwin sambil tersenyum hangat


''tunggu dulu'' kata orang seram tersebut


''aku memang sudah dengar soal rumor kalau anda menganggkat seorang putri tapi apa anda sadar kalau dia...''


''ah!... eric... tolong jangan berburuk sangka dulu... adik kecil ku jadi takutkan..'' potong erwin sambil merangkul eric


'' ayah.. kalau dia siapa?'' bisikku


''ah....elissa.. dia..''


'' aku eric... eric ross assiria .putra mahkota kerajaan assiria ini..'' potongnya


Eh!?...


EH!!!!!!!!!!!!!....... PUTRA MAHKOTA!!!?


***



Dia adalah satu-satunya pangeran di kerajaan ini itu sebabnya dia akan menjadi penerus tanpa saingan. Tapi sikapnya yg tak menentu membuatnya menjadi orang yg sangat di segani, di academi tak banyak orang yg mau berteman dengannya karena posisi dan sikapnya itu .


Hanya ada satu orang saja yg berani berteman dengannya dan tanpa melihat sisi ataupun posisinya itu. Orang itu adalah Erwin Sachdev Everon.



Anak dari pasangan duke everon, satu –satunya putra sekaligus orang yg akan menjadi kakakku.


Dari apa yg ku dengar, dia terkenal sebagai anak yg ceria dan mudah beradaptasi, juga seperti magnet yg menarik banyak orang karena sikapnya yg bersahabat.


Katanya awal pertemuan mereka cukup unik, awalnya kakakku ini terus nempel di dekat putra mahkota karena ketertarikannya pada nama mereka yg terdengar cukup mirip. Setelah itu waktu terus berlalu putra mahkota yg akhirnya menyerah pada tekad kakakku dan mereka pun menjadi teman baik.


''um.. kira-kira seperti itu sih yg di ceriakan leon padaku'' kataku sambil rebahan di kasur


Aku sih senang karena yg menjadi kakakku bukan orang menyeram kan itu. Ukh... kalau mengingat wajahnya saja entah kenapa aku menjadi merinding kembali


Tok..tok.tok... tiba-tiba suara dari ketukan pintu membangunkan ku dari lamunanku . perlahan aku turun dari tempat tidur dan berjalan kearah pintu


Siapa ya malam—malam begini?.. apa mungkin leon?


''siapa?'' tanyaku sambil membuka pintu tersebut


Dan aku langsung di buat diam mematung begitu melihat orang yg berada di depan pintuku


''ah... boleh aku masuk?'' tanya eric


.....................


BLAM!.. ''TIDAK BOLEH!'' seruku sambil membanting pintu kuat-kuat


''woi!.... berani sekali kau membanting pintu di hadapan ku!'' serunya


''ma..maaf.. tapi anda tak boleh masuk!'' balas ku


Gawat..gawat..gawat... kenapa dia ada di sini?..dan lagi di jam segini


'' ini yg kesekian kalinya kau kurang ajar padaku ya. aku bisa saja memberikan mu hukuman berat atas tindak kelancanganmu ini''

__ADS_1


''aku ini putra mahkota loh!''


Aku juga putri mahkota kalau di tempat elf!.... kan tak mungkin aku balas begitu (>.<) ...


''ha..habisnya yang mulia, datang di jam segini,biar bagaimana pun itu tak sopan'' balasku


''lebih tak sopan siapa antara aku dan kau seharian ini?''tanyanya yg membuatku tersentak


Kalau di tanya begitu ya jelas aku lah, pertama aku berani melukainya saat pertama bertemu, aku juga menghindarinya seharian tadi , lalu barusan aku membanting pintu tepat di depan mukanya


''sebenarnya ada urusan apa yang mulia menemui saya?'tanyaku


''pertama-tama buka pintu ini dulu dan kita bicara''


''tidak mau'' balasku cepat


''kau!...huh~.. yasudah lah terserah kau saja''


''aku akan bicara langsung ke intinya''


'' jenis apa kau ini?''


Deg!...eh?... apa maksudnya itu?...


''kau mungkin bisa mengelabui semua orang tapi tidak denganku, aku tau kau bukan manusia''


Eh!?...kenapa?....kenapa dia bisa tau?...


''kau makhluk dari benua hitam, aku bisa tau dari auramu yg terlihat berbeda.di tambah lagi matamu. Kau pasti bukan makhluk biasa, melainkan pemimpin suatu klan''


''mataku?'' gumamku sambil memegang salah satu mataku


***


''ducis oculus?'' '' apa itu?''


''itu artinya mata para pemimpin tuan putri''


''mata para pemimpin?'' '' apa gunanya mata itu?''


''itu sebagai bukti bahwa dia yg akan menjadi penerus selanjutnya.''


''seperti apa mata itu?.. apa seperti milik mina?''


''tidak tuan putri, mata itu seperti milik tuan putri, yg berwarna merah seperti ruby. Tak banyak yg memiliki mata ini dan hanya para pemimpin klan-klan besar yg memilikinya''


'' manusia juga?''


''ya... walaupun tak semua tapi sebagian besar pewaris kekaisaran memiliki mata merah seperti milik tuan putri''


***


Mata merah melambangkan kepemimpinan,kalau ingatan ku tak salah kata mina tak semua manusia tau akan hal ini, itu sebabnya aku tak memperdulikannya tapi aku tak menyangka aku akan bertemu orang yg tau hal ini


''a..aku tak mengerti apa yg mulia maksud'' kataku


''kau ingin berbohong sekarang?'' katanya dengan nada yg begitu dingin hingga membuatku tersentak


''aku benar-benar tak paham dengan apa yg mulia maksud, tolong pergi lah..ini sudah waktunya saya tidur'' kataku sambil mengepalkan tanganku saking takutnya


Wush... tiba-tiba sebuah bayangan hitam masuk melalui sela-sela pintu dan bayangan tersebut perlahan berubah menjadi putra mahkota yg langsung berdiri di hadapan ku . tentu saja hal itu membuat bulu kudukku langsung bergidik ngeri


''cukup basa-basinya, katakan padaku atau kau akan menerima akibatnya'' katanya sambil mendekatkan wajahnya kearah ku


Orang ini benar-benar berbahaya..aku tak boleh dekat-dekat dengannya...


''ku mohon hentikan yang mulia,saya benar-benar tak mengerti apa yg yang mulia katakan dan ini sudah malam.saya ingin tidur'' kataku sambil mendorongnya menjauh


''hmph... baiklah...kalau begitu'' katanya lalu perlahan tangannya bergerak kearah rambutku dia juga semakin memajukan wajahnya mendekati ku


''toh..aku akan berada di sini selama seminggu...kita lihat berapa lama kau bisa bertahan'' bisiknya tepat di telingaku .


Setelah itu ia tersenyum mengejek lalu keluar dari kamarku


Begitu pintu tertutup kembali aku langsung terduduk lemas. Tenaga ku terasa langsung terkuras habis.


''seminggu...''


Aku tak akan keluar kamar selama seminggu .titik!


...****************...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2