
POV Harry
''Berikan obat itu padanya, 100% ampuh''
Tiba-tiba memberiku obat gak tuh...yah..kalau bicara sir silver sih sudah jelas kalau ini memang obat bagus mengingat dia dokter terbaik di kekaisaran...tapi.... entah kenapa aku merasa ada yg tak beres. Dan lagi kenapa ia memberikan ini?. Masa hanya karena kami mengobrol tadi?..
''apa obat itu benar bisa menyembuhkan leon?''tanya nona sambil melirikku
''a..ah~..munkin saja. sir silver itu kan dokter terbaik''balasku sambil tersenyum
''kalau benar begitu syukurlah..'' kata nona sambil tersenyum
Benar , mungkin tak apa memberikan ini pada leon,aku juga tak suka melihat adikku sakit terlalu lama..
''oh!.. ada putra mahkota disini'' kata nona begitu melihat ada kereta kuda kerajaan .
''pantas saja ayah dan ibu tak datang-datang'' sambung nona. Dan setelah kereta kuda berhenti nona pun langsung turun dan pergi menghampiri mereka di ikuti oleh ku
Saat tiba di sana terlihat suasana yg begitu serius seakan-akan merea baru saja membahas hal penting sebelum aku datang. Terlihat pula leon di sana .
''ayah..'' panggil nona lalu berlari menghampiri duke
''ah!..kau sudah kembali'' balas duke sambil mengusap lembut kepala nona
''iya, ibu dan ayah sangat lama jadi aku kembali'' balas nona
''apa ada sesuatu?''tanyaku sambil menghampiri mereka
''leon baru saja menceritakan kejadian yg menimpanya dan erwin'' balas putra mahkota yg membuatku tersentak.
'' apa!?.. apa yg terjadi?''tanyaku sambil melirik leon
''yah.. singkatnya aku bertemu sir flash dan tempat di maka aku menemukan tuan muda tiba-tiba kebakaran'' kata leon
Huh?...
''tapi perkataan sir flash cukup membuatku penasaran''
''perkataan?''tanyaku
''ya perkataannya yg 'ternyata benaran muncul' dan ' apa dia berniat memanggangku disini' , sejujurnya 2 kata itu cukup mencurigakan'' balas putra mahkota
Dia mengatakan itu?...
''kalau di lihat dari bicaranya sejujurnya aku bisa menyimpulkan kalau dia memang sudah menunggu seseorang disana , lalu ia juga mengetahui siapa yg membakar tempat tersebut,dengan kata lain bisa jadi ini sudah ia rencanakan. Pertanyaannya apa benar yg mereka incar itu leon?'' jelas putra mahkota sambil melirik leon
'' saya juga sempat berfikir demikian, namun saat pertama kali kami melakukan kontak mata ia tampak terkejut dan saya rasa itu murni dan bukan di buat-buat dan lagi ia juga sempat ragu setelahnya'' balas leon
''kalau begitu ada 2 kemungkinan, pertama ini murni kebetulan yg kedua ini hanya sandiwara'' kata putra mahkota
'' um... ini memang masuk akal..'' balas duke
''eh!?..sebentar..'' ''leon dari mana kau tau kakak ada disana?''tanya nona
tiba-tiba
''itu sebenarnya aku menda...!...ehem!.. seorang wanita tiba-tiba memberiku secarik kertas tentang tempat itu dan saat ia bilang fredric , saya langsung berfikir untuk menyelidikinya'' balas leon sambil memalingkan wajahnya seperti mencoba menyembunyikan sesuatu
'' bukannya wanita itu mencurigakan, kenapa tiba-tiba ia memberikan leon alamat itu?''tanya nona
''saya rasa tak semencurigakan itu, mengingat memang saya yg bertanya padanya di awal'' balas leon
'' begitu ya. tapi kenapa malah tiba-tiba ke fredric dan bukan kakak?''
''itu.. sebenarnya ada seorang saksi yg melihat seseorang dengan ciri-ciri seperti fredric bersama tuan muda , karena itu saya mencoba mencari tau soal pria tersebut ''jelas leon
''ah! Benar juga saksi itu juga sempat bilang mereka sempat bertarung namun tuan muda menang kelak. Tapi di saat pertarungan hampir berakhir tiba-tiba muncul pria misterius berambut hitam'' jelas leon
''hitam..!!.. bukannya rambut sir flash juga hitam?'' kata putra mahkota yg langsung membuat seisi ruangnya tersentak
__ADS_1
''kalau begitu apa benar itu jebakan?''tanya ku
'' tapi kalau memang tujuan nya melenyapkan saya kenapa sir flash malah membantu saya keluar dari sana?''tanya leon tak paham
''bukannya karena dia terjebak di sana juga''balas putra mahkota
''ia tau tak mungkin bisa kabur dari sana seorang diri. Karena itu dia membantumu. Dari pada mati disana bersamamu lebih baik keluar dari sana dan memikirkan cara lain untuk membunuhmu'' sambungnya
''Cara lain..''gumamku lalu memasukan tanganku kekantong celana dan tanpa sengaja menyentuh botol obat yg di berikan sir silver tadi.
Menyadari hal itu aku mulai menyadari sesuatu...
Jangan bilang.. ini racun dan bukan obat?..karena itu ia tiba-tiba memberikan ku ini.. apa dia berniat membuatku meracuni adikku sendiri?..
''jika benar begitu tak bisa ku maaf kan..'' bantinku sambil menggenggam erat botol tersebut.
***
''apa benar ini racun ya?'' pikirku sambil memandangi botol yg sir silver berikan padaku tadi
Sir silver memang seorang dokter baginya membuat 1 atau 2 racun pasti bukan hal sulit terlebih ada sir flash juga yg ahli dalam racun.
Um...tapi dia akan dokter..apa mungkin dia akan melakukan ini?...sejujurnya aku sangat berharap ini obat sih. Soalnya dengan kemampuan sir silver aku yakin leon akan segera sembuh kalau ku berikan ini.
'' apa perlu ku coba pada tubuhku dulu?''gumamku sambil melirik pedang ku
Kalau benar ini racun aku pasti akan langsung mati begitu mengunakannya, tapi kalau ini obat aku pasti akan langsung sembuh. Astaga pilihannya hidup atau mati kah....
Tapi demi leon ini layak di coba.
Aku pun berniat mengangkat pedangku dan melukai diriku sendiri sampai..
*cit...
Eh?...
Saat aku hampir melukai diriku sendiri muncul makhluk kecil berbulu hitam lebat dengan telingga panjang menatapku dengan mata besarnya.
Kenapa ada kelinci disini?...apa dia datang dari hutan?...jarang sekali..
Um!?..sebentar..bukannya dia bisa ku gunakan?...ah!...benar juga dari pada mengunakan tubuhku sendiri mendingan dia saja..
''kemari lah kawan kecil..'' sambutku sambil membuka tanganku lebar-lebar
''tenang saja aku tak bermaksdu jahat'' sambungku sambil tersenyum
Maaf saja ya tapi kau akan ku jadikan kelinci percobaan..
Kelinci itu pun perlahan melompat mendekatiku . dan begitu dia sudah sangat dekat tadinya aku mau langsung melukainya namun ia langsung melompat ke wajahku dan membuatku terkejut . dan tak sampai disana ia juga mengambil obat yg sir silver berikan tadi .
''loh?... sejak kapan?'' kataku yg melihatnya sudah mengigit botol obat tersebut
Kelinci itu pun langsung berlari menjauhi ku jelas melihat hal itu aku langsung bangkit dan mengejarnya
''WOI!... TUNGGU !, KEMBALIKAN BOTOL ITU!'' seruku sambil berlari mengejarnya
Tapi apa kalian tau.. kelinci itu cepat banget!.. udah kecil larinya juga gak main-main..aku benar-benar kewalahan mengejarnya dan pada akhirnya aku malah kehilangannya
''hosh..hosh.. astaga setan kecil, lari kemana dia?'' kataku sambil melirik sekitar
Saat ku telusuri area sekitarku betapa kagetnya aku saat melihat kelinci itu sudah berada di tangan leon dan parahnya lagi leon juga sudah memegang botol tersebut.
''HUWAAAA!.. LEON BERIKAN BOTOL ITU!'' tariakku sambil berlari menghampirinya
''eh?..harry?'' kata leon sambil melirikku
Aku pun mencoba merebut botol itu dari leon namun leon malah mencoba menghindariku .
''leon berikan itu padaku'' kataku
__ADS_1
''kenapa?.. memang ini apa?''tanya leon
''kau tak perlu tau dan berikan saja'' kataku sambil terus mencoba merebutnya
''kenapa aku tak boleh tau?. ''
''leon berikan saja itu padaku!'' seruku yg terus mencoba merebutnya namun sayang sepertinya kelinci itu sendiri tak mau aku mengambilnya dari leon . ia malah melompat ke wajahku dan membuatku kesulitan melihat . alhasil karena tindakannya ini aku malah jadi tak seimbang dan tanpa sengaja menyenggol tangan leon yg memengang botol tersebut dan akhirnya botol itu pecah dan isinya berceceran kemana-mana...
''a...malah pecah''kata leon sambil melirik botol tersebut
Aku dan kelinci itu pun sama sama di buat kehabisan kata-kata saat botol itu pecah. Namun tak berselang lama kelinci itu nampak sangat kesal lalu mencakar wajahku
''sakit!, apa-apaan kelinci ini!'' seruku sambil memeganggi wajahku yg di cakar olehnya
"CIT!'' decit kelinci itu lalu membuang mukanya dan melompat pergi
''kelinci yg aneh..'' timpal leon
***
Pov Calope (kelinci)
Ck!.. apa-apaan orang tadi menganggu saja. botolnya jadi pecahkan...sial harusnya aku langsung membuatnya meminumnya tadi...aaaakh!...aku kesal...
''um!?...itu kan... yang mulia eric?'' kataku begitu tanpa sengaja berpapasan padanya.
Dia masih disini?...kenapa dia senang sekali disini sih?...ah!..apa jangan-jangan dia itu tunangannya elissa?...um.. tidak..tidak...mana mungkin kan... umur mereka saja terlihat cukup jauh....tapi para bangsawan tak memperdulikan umur kan ya?...
Aaaakh!.. masa bodo lah ngapain ku pikirkan .lebih baik aku segera pergi dari sini sa...
''siapa disana?'' katanya yg jelas membuatku tersentak
!!?...eh?...
Ini bohongkan?...dia menyadari keberadaan ku?...
Tidak..tidak.. itu tak mungkin.. aku sudah mengecilkan aura ku loh..tak mungkin ia menyadarinya
''kan?'' pikirku sambil meliriknya dan betapa kagetnya aku saat melihatnya malah mendekatiku
!!!WOI SERIUS NIH!?.
Ta..tak apa ..dia juga tak akan mengira aku ini spirit..tadi saja orang itu bisa ku kelabui...
''um?..kelinci?'' katanya saat melihatku yg meringkuk ketakutan layaknya kelinci pada umumnya..
Hmph... sudah ku duga dia juga bo....
''tidak.. spiritkah'' katanya sambil menatapku tajam
!!?!..HAH!?....KETAHUAN!?
*SRAK!... tanpa pikir panjang ia malah mengayunkan pedangnya kearahku dan berniat membunuhku tentu aku tak tinggal diam dan langsung menghindarinya dan kabur darinya namun ia terus saja mengukutiku
Ck.... sial...instingnya kuat sekali... kalau begini ...
*DHUAAAAR!...
***
''!!?.. apa itu!?'' tanya harry begitu mendengar suara dentuman yg begitu besar dari taman belakang.
Jelas dentuman itu begitu kencang hingga semua penghuni kediaman everon langsung di buat terkejut olehnya. Secara cepat orang-orang mulai berlari menuju sumber suara dan apa yg mereka dapati?...
Mereka mendapati sebuah pohon besar dengan cabang-cabang tajam tumbuh dan berhasil memukul mundur putra mahkota.
''!?...hmph.... ternyata spirit bumi level tinggi'' kata putra mahkota sambil tersenyum kecil sambil menatap kelinci kecil yg berada di puncak tamanan tersebut.
...****************...
__ADS_1
...NEXT...