
Um....ramuannya sudah di tanganku sih...tapi...
''kenapa pak guru tak datang!''seruku kesal
Padahal aku sudah siapkan ramuan untuknya tapi kenapa beliau belum datang juga...
Ah!....jangan bilang!....
Pak guru mati karena kehabisan mana!?...
Ba..bagimana ini ...apa perlu ku tanyakan pada ayah ?. kali aja ayah tau sesuatu soalnya...
Setelah mempertimbangkan segala hal akhirnya ku putuskan untuk pergi menemui ayah dan bertanya padanya namun baru saja aku keluar kamar
''ah!... tuan putri kenapa anda terburu-buru?''tanya pak guru yg ternyata baru saja datang
''pak guru...'' astaga baru datang kah...bikin panik saja
''anda sedikit terlambat hari ini ya''
''maaf kan saya tuan putri ada hal penting yg harus saya urus dulu tadi''
''begitu ya...kalau begitu bagaimana kalau langsung saja ke perpustakaan?''
''baiklah..''
***
Pelajaran pun di mulai dengan lancar tanpa ada masalah, kondisi pak guru juga terlihat lebih segar dari biasanya, mananya juga terlihat stabil
Kalau begini aku tak perlu memberikan ramuan ini kan?...
''oh ya tuan putri, dimana pengawal anda?. Biasanya dia selalu berjaga di dekat anda''tanya pak guru tiba-tiba
''ah...leon...dia bilang hari ini ada sedikit urusan,tapi ku rasa dia akan segera datang''balasku sambil tersenyum
''begitu ya''
Meski begitu leon lama ya...padahal dia sudah pergi sebelum pak guru datang, katanya sebentar tapi kok belum datang juga...
''tuan putri, bisa saya izin kebelakang dulu sebentar?''kata pak guru tiba-tiba
''ah..iya...silahkan'' balasku pak guru pun langssung bangkit dari kursinya lalu pergi meninggalkan ku dan saat beliau hendak menutup pintu tanpa ia sadari sesuatu jatuh dari kantongnya. Menyadari hal itu aku pun langsung berlari dan mengambilnya
''pak guru ceroboh..bagaimana bisa ia tak menyadari ini''kataku sambil memungutnya dan begitu aku melihat apa yg jatuh aku di buat cukup terkejut.
Yg jatuh adalah sebuah pin kecil tapi yg membuat ku kaget adalah pin itu memiliki simbol yg mirip dengan yg slime itu tunjukan sebelum akhirnya lenyap
''anggrek?''gumamku
Kenapa pak guru memilki pin dengan simbol ini?...
Aku pun mencoba kembali ketempat duduk ku lalu mengamati pin itu dengan lebih seksama.dan alangkah terkejutnya aku saat menyadari ada aura jahat dari pin tersebut,ia bahkan sempat menyengatku hingga membuatku reflek melemparnya.
''be...benda apa itu?''tanyaku sambil mengusap-usap tanganku yg tersengat tadi
Kenapa pak guru memiliki benda semacam itu?. Meski samar tapi ada aura jahat yg tersimpan dari dalam pin itu.
'' apa yg sedang anda lakukan tuan putri?'' tanya pak guru yg tiba-tiba muncul di belakangku dan jelas membuatku tersontak kaget
''kyaaa!'' ''pa...pak guru..'' kataku yg masih syok
''um?...ada apa?..saya membuat anda terkejut tuan putri?''tanyanya yg tak bisa ku balas karena masih syok
''pa...pak guru itu..''kataku sambil melirik pin tadi
''ah!...yaampun apa saya menjatuhkan ini?''kata beliau lalu pergi mengambilnya
''a...apa itu milik bapak?''tanyaku gemetar
Pak guru pun hanya terdiam sesaat lalu tiba-tiba menatapku tajam. Menyadari tatapannya itu pun aku langsung mundur perlahan. Jantung ku tiba-tiba berdebar kencang,badanku tak bisa berhenti gemetar.
Aku tak begitu paham tapi aku merasakan sebuah tekanan yg luar biasa darinya.
__ADS_1
'' kenapa anda setakut itu tuan putri?''tanyanya sambil memperpendek jarak di antara kami
''pa..pak guru...i...itu....''kataku gemetaran. Aku pun terus mundur hingga akhirnya terpojok
''apa ada yg membuat anda tak nyaman tuan putri?''tanyanya lalu perlahan tangannya menyentuh pipiku dan jelas hal itu semakin membuat bulu kudukku berdiri
Tatapan mata pak guru pun kini terlihat sangat mengerikan...aku tak bisa menjelaskannya tapi aku tau ada yg tak beres dengan pak guru terlebih mana miliknya yg ini berubah hitam pekat.
Instingku mengatakan aku harus lari ,meski begitu badanku tak mau bergerak saking takutnya...sampai....
''nona..maaf meninggalkan anda terlalu lama''kata leon yg tiba-tiba masuk dan membuat suasana menjadi lebih baik
''leon..''panggilku sambil menoleh kearahnya
''um?...tuan alister apa yg sedang anda lakukan?...anda terlalu dekat dengan nona'' kata leon sambil menatap tajam pak guru
''ah!...maaf kan saya. Wajah putri tiba-tiba pucat saya jadi khawatir putri kenapa-napa''balasnya lalu menjaga jarak dariku
''baiklah putri kelihatannya anda kurang enak badan hari ini. mari kita sudahi kelas hari ini'' sambung beliau lalu mengemasi barangnya
''kalau begitu sampai jumpa minggu depan'' kata beliau sambil tersenyum seperti biasa lalu pergi meninggalkan perpus
Dan begitu belau pergi aku langsung kehabisan semua tenagaku
''nona!'' '' nona..anda baik-baik saja?''tanya leon yg panik begitu melihatku terduduk lemas
''ukh....leon...''panggilku gemetar, dan saking takutnya tanpa sadar air mataku mulai mengalir
''nona!?''
''apa yg terjadi?...apa dia melakukan sesuatu pada anda?''tanya leon panik
''tidak...bukan begitu''balasku sambil mencoba menghapus air mataku
Untung saja leon datang tepat pada waktunya, sejujurnya aku tak tau lagi apa yg akan terjadi kalau leon tak datang tadi.
Tanganku saja belum berhenti gemetar sampai sekarang. Aura pak guru,mananya.dan aura jahat itu.... Sebenarnya ada apa ini?..
''nona sebaiknya anda istirahat hari ini''kata leon lalu mengendong
''ya nona?''
....apa sebaiknya aku minta tolong leon untuk memeriksanya?.tapi bisa saja itu berbahaya
''tidak..bukan apa-apa''balasku sambil mengelengkan kepala
''anda yakin nona?''tanya leon yg ku balas dengan anggukan
.......semoga saja tak akan ada hal buruk yg terjadi kedepannya
Leon
.......nona bilang tak ada apa-apa, tapi reaksinya berlawanan dengan perkataannya, sebenarnya apa yg terjadi saat aku pergi tadi?.
Haruskah aku memeriksannya?
...POV Duke...
''Arzan mahavir alister,saya sudah melakukan penyelidikan tentangnya tapi sejauh ini saya belum menemukan ada nama keluarga alister di daftar bangsawan,'' kata harry
''bagaimana dengan rakyat biasa?''tanyaku
''huh~....kalau itu sangat sulit tuan...jumlah rakyat biasa kan jauh lebih banyak dari bangsawan. Pasti akan memakan waktu yg lama untuk menyelidikinya''balas harry yg langsung terlihat lesu
Ck....merepotkan saja, huh~..salahku juga menerimanya tanpa menyelidikinya dengan jelas.
Alister kah....sejauh ini identitas orang itu basih belum bisa di ketahui dengan jelas, dokumen tentang dirinya juga tak begitu lengkap.
Kalau membiarkannya mengajar elissa lebih dari ini kurasa akan berbahaya.apa sebaiknya aku menghentikannya saja?,sebelum semua ini terlambat.
Tok..tok..tok... ''tuan...ini saya leon,saya ingin memberi laporan''kata leon dari balik pintu
''masuklah'' kataku dan leon pun langsung masuk lalu memberi hormat
__ADS_1
''jadi leon?.ada apa?''tanyaku
''tuan saya rasa tuan alister baru saja melakukan tindakan yg mencurigakan''balasnya yg membuat ku tersentak
''apa maksudmu ?''
''tadi pagi saat saya meninggalkan nona sebentar sepertinya terjadi sesuatu di antara nona dan tuan alister. Saat saya datang tuan alister sedang memojokan nona dan terlihat sekali nona ketakutan''
''bagaimana keadaan elissa?''
''saat ini nona sudah tenang, meski begitu nona tak mau membicarakan hal itu dengan saya'' balas leon
Aister sialan...apa yg dia lakukan pada putriku?...sudah ku duga memberhentikannya adalah pilihan terbaik.
''tuan jika di izinkan saya ingin menyelidikinya lebih lanjut'kata leon tiba-tiba
''tidak perlu, leon tugasmu adalah menjaga elissa, untuk penyelidikan serahkan saja pada harry'' kataku
''benar sekali serahkan saja pada.... Eh!?.... saya !?''seru harry yg baru menyadarinya
''aku bisa menyerahkannya padamu kan?''tanyaku sambil menatapnya lekat-lekat
''huh~...baiklah...serahkan pada saya tuan,lagi pula saya juga sudah menyelidikinya selama beberapa hari ini''balasnya yg langsung terlihat lemas
''apa benar aku bisa mengandalkanmu?''tanya leon cemas
''tak apa, percayakan saja pada kakakmu ini.''balas harry percaya diri
''huh~...entah kenapa aku malah jadi khawatir''kata leon sambil menghela nafas berat
''apa-apaan kau ini!.kenapa kau sangat tak percaya padaku?!''
''justru aku yg harusnya tanya kenapa aku harus percaya padamu?''balas leon
Huh~...dua saudara ini...kapan bisa akurnya sih...padahal mereka sudah lama bekerja bersama disini...
Baiklah...kesampingkan dulu soal mereka, sekarang yg jadi masalah adalah guru itu dan kelompok shadow....
Bagaimana aku mengatasinya ya?..
***
Shadow...sampai sekarang belum ada info baru yg ku dapat dari mereka, perlelangan juga tak akan mau membantu karena segala informasi di rahasiakan disana... kalau begini satu-satunya sumber info cuman orang yg di tangkap leon hari itu, tapi berkat lina dia jadi tak bisa di gunakan lagi.parah banget dah..
Krek... ''lina..aku rasa kita perlu bica...''kataku yg terhenti begitu masuk kamar dan melihat raut wajah lina yg mendadak cemas
''lina ada apa?''tanyaku sambil menghampirinya
''ah~...lean...ini...''
''aku sudah lama mengutus merah untuk mencari si brengs*k itu ,tapi sampai sekarang dia belum kembali juga.dan baru saja kontrakku dengannya terputus''jelas lina
''terputus?..ah!?..maksudmu dia mati?''
''kemungkinan begitu''balasnya
''tsk...sialan...siapa orang brengs*k yg membunuh peliharaan kesayangan ku itu''sambungnya yg langsung terlihat geram
''tak bisa di maafkan....kalau ketemu akan ku patahkan lehernya!''
Kalau tak salah merah itu burung kakak tua itu kan?.yah..bulunya terlalu mencolok untuk di jadikan mata-mata,jelas akan terbunuh dengan mudah.tapi kontrak?...apa itu bukan burung kakak tua biasa?
''hah~...meski ku bilang begitu...nyatanya orang itu pasti sangat kuat''kata lina tiba-tiba
''apa maksudmu?''
''sebenarnya merah bukan lah burung biasa,dia bisa berubah mentuk menjadi apapun,aku menemukannya di benua hitam.sejujurnya dia sangat kuat .aku saja di buat kewalahan saat ingin membuat kontrak dengannya''
!!!?...apa?!...lina saja di buat kewalahan?...itu artinya orang yg membunuhnya bukan orang biasa...fredric?...apa dia bukan manusia?,atau ada campur tangan orang lain?
''pokoknya aku kesal!...jangan ajak bicara aku dulu!"'seru lina sambil melemparkan diri ke kasur dan merengek seperti anak kecil
......... kelihatannya lawan yg kita cari bukan orang biasa ya...
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...