
''Hari ini aku yg akan merawat ayah
''eh!?"
''ta..tak boleh..nanti nona bisa tertular''kata harry
''benar, nona hal ini serahkan saja pada para pelayan'' timpal leon
''tapi...''
Ayah selalu merawat eli selama ini...padahal ini kesempatan eli untuk membalasnya...
''hohoho..tuan hanya kelelahan. Saya pikir itu tak akan jadi masalah jika nona mau merawatnya'' kata dokter tersebut yg membuatku kembali bersemangat
'' bolehkah!?''tanyaku dengan mata berbinar-binar
''ya, tapi. Ingat jangan memaksakan diri anda. Atau anda bisa sakit nanti''ucap dokter tersebut yg di balas anggukan oleh ku
''benar tak apa?.''tanya harry ragu
''iya. Lagi pula saya rasa tuan akan menurut jika nona yg menjaganya''balas dokter tersebut
''benar juga''
''kalau begitu kami titip tuan duke pada anda ya nona''kata dokter tersebut
''iya!.serahkan padaku!''seruku semangat
***
Hmm...aku memang bilang ingin merawat ayah..tapi apa yg harus ku lakukan?...dulu saat aku sakit apa yg ayah dan ibu lakukan ya?...
''badan ayah panas''kataku sambil memegang keningnya
''ah!..benar air'' kataku lalu melihat sekitar mencari wadah untuk menampung air. Begitu aku menemukannya aku pun langsung bergegas ke kamar mandi dan mengisinya disana
''HUP!.'' ''berat'' gumamku saat mencoba mengangkatnya. Dengan langkah gemetar pun aku membawa air itu ke dekat tempat tidur ayah . yah..meski setibanya di sana sudah banyak air yg tumpah dan hanya menyisakan sedikit air di baskom.
''selanjutnya kain'' kataku sambil kembali mencari di sekelilingku
Aku pun membongkar seisi kamar mencari kain untuk mengkompres ayah tappi tak menemukannya. Hingga akhirnya aku memintanya pada pelayan barulah aku mendapatkannya
''terima kasih'' ucapku begitu seorang pelayan memberiku handuk kecil untuk mengompres ayah. Aku pun langsung menutup pintu kamar lalu kembali ke kasur dan memasukan handuk tersebut ke dalam air lalu memerasnya
''umm?...eli?'' panggil ayah yg langsung membuatkku berhenti lalu menoleh kearahnya
''ayah!'' seruku lalu memeluknya
''syukurlah..eli sangat cemas tadi..''kataku
???...'' maaf sudah membuatmu cemas'' balas ayah sambil mengusap lembut rambutku
'' tak akan eli maafkan. ''kataku sambil melepaskan pelukan ku
''ayah harus mendapat hukuman'' sambungku
''eh?''
''hukumannya ayah harus istirahat seharian dan tak boleh bekerja'' kataku
''tapi sayang. Pekerjaan ayah sudah menumpuk.ayah harus..''
''tak boleh!.''potongku
''dokter bilang ayah kurang istirahat dan telat makan. Karena itu ayah harus istirahat total hari ini''sambungku
''eli yg akan menjaga ayah seharian ini. Karena itu ayah harus menurut''kataku percaya diri
''ahaha..baik..baik..ayah akan menurut'' balas ayah
''bagus'' kataku lalu kembali memeras handuk setelah itu meletakannya di dahi ayah tapi... karena tenaga kurang alhasil handuk itu masih terlalu basah dan malah membasahi wajah ayah
''a.... masih terlalu basah ya'' kataku sambil mengambilnya
''ahahaha.. mau ayah yg peraskan?''tawar ayah yg ku balas dengan gelengan
Aku pun kembali memerasnya sekuat tenaga hingga akhirnya aku berhasil.
''fyuh...berhasil'' kataku sambil mengelap keringatku dan tersenyum bangga
__ADS_1
''pfft..ahaha..kerja bagus''tawa ayah
''selanjutnya aku akan buatkan ayah makan''kataku semangat
''eh!?''
'' tunggu ya'' kataku lalu pergi dengan riang
''tunggu!..eli!''panggil ayah yg tak ku dengarkan karena sudah terlanjur pergi
***
POV Harry
''leon...tunggu..apa kau masih marah?.aku kan sudah minta maaf. Nona saja sudah memaafkan ku'' kataku sambil mengejarnya
''itu kan nona bukan aku,dan lagi apa gunanya aku memaafkan mu?''tanyanya jutek
''ku mohon ...kan aku sudah jelas kan saat itu ...''
''KYAAAA!..NONA!'' seru pelayan yg langsung menghentikan omongan ku lalu berlari ke arah sumber suara yg berada di dapur. Dan begitu kami tiba di sana..
''ada apa!?''seruku
''itu ..nona'' kata pelayan dapur sambil menunjuk kearah nona kami pun langsung pergi mendekatinya dan..
''nona..ada ap__'' *sring....
"hik!''
Kata-kataku pun langsung terhenti begitu nona berbalik sambil mengarahkan pisau kearah
''no..nona..itu...pisau..''kataku
''iya ini pisau''balas nona dengan polos
''bukan itu maksud saya!. maksud saya jangan arahkan kesini!''seruku
''ah!..maaf..''katanya sambil menjauhkan pisau itu dariku
''nona..itu berbahaya''kata leon
''dan lagi apa yg sedang nona lakukan?''sambungnya
''aku ingin membuat sup untuk ayah''sambungnya
''begitu ya. kalau begitu serahkan saja pada para pelayan''balas leon
''tak boleh!. Aku ingin membuatnya sendiri''kata nona yg lagi-lagi mengarahkan pisaunya kearah kami
''oke, tapi pertama-tama letakan dulu pisaunya nona. Itu bahaya''kataku
''oh..baiklah'' balasnya lalu meletakan pisau itu di meja
''kalau begitu biarkan saya yg memotongnya untuk nona''tawar leon yg di balas gelengan oleh nona
''tak mau..aku mau melakukan semua sendiri''katanya lalu kembali mengambil pisau tersebut dengan kedua tangannya dan menatap tajam sayuran di depannya seakan ingin membunuh. Setelah itu memotongnya dengan kedua tangan tapi karena tak ada tangan yg memegangi kentang yg ingin ia potong alhasil.....
*PRANG!... kentang itu malah terlempar hingga memecahkan jendela tentu saja hal ini membuat suasan hening seketika
*tes... ''maaf~'' kata nona yg sudah menangis
!!!!? eh!!!?... menangis!?...
''no..nona tak apa. Jangan di pikirkan.''kataku yg langsung kelagapan
''hiks..hiks..maaf..karena ku...''
''tidak..tidak..tidak...tak apa sungguh. Kacanya bisa di ganti nanti''kataku yg mencoba menengangkannya
''benar nona'' kata leon lalu mengenggam tangan nona
''jangan di pikirkan. Tapi sudah saya duga ini berbahaya. Beruntung tadi hanya kaca. Kalau tadi tangan nona yg terluka bagaimana?. Selanjutnya serahkan saja pada saya'' kata leon dengan nada yg begitu lembut hingga membuatku merinding
''tapi..hiks..aku ingin membuatnya sendiri..hiks..''
''nona tetap membuatnya sendiri kok. Saya hanya membantu memotong. Itu tetap terhitung masakan nona sendiri karena nona yg membuatnya. Membuat masakan sendiri bukan bearti melakukan semua prosesnya sendiri.koki saja ada astisten koki yg membantunya karena itu biarkan saya membantu''jelas leon sambil tersenyum
''um..baiklah''kata nona lalu memberikan pisau itu pada leon
__ADS_1
''terima kasih''
Huwaaaa... leon seram...tapi boleh juga caranya membujuk nona. Lagi pula dapur bukan tempat yg aman bagi anak-anak.setidaknya kami harus mengawasi nnona kalau tak mau ada hal membahaya kan terjadi
''kalau begitu saya juga akan membantu. Lebih banyak orang lebih baik''kataku mengajukan diri
''tak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri''balas leon dengan nada yg berbeda 180 derajat
''ayolah ..biarkan aku membantu''bujukku
''tak perlu'' tolak leon. Namun aku tak menyerah dan terus saja menganggunya
***
POV Elissa
Lagi-lagi aku menerima bantuan mereka. Tapi kali ini aku tak boleh lengah. Pokoknya mereka bantuin motong doang,siasanya aku yg harus buat!
Setelah itu aku pun sibuk menyiapkan supku . tapi jangan meremehkan ku begini-gini aku juga bisa buat sup. Aku pernah melihat koki melakukannya.aku juga sudah belajar sedikit dari laura dan adeline.
''nona.sayurnya sudah di potong.selanjutnya apa yg bisa saya bantu?''tanya leon sambil memberikan sayur-sayuran yg sudah di potong rapih
''terima kasih leon''
''nona..ayamnya sudah saya potonng..selanjutnya apa?''tanya harry
''terima kasih''
''selajutnya kalian keluar'' kataku sambil tersenyum
''eh!?''
''no..nona..pasti ada yg perlu kita bantu lagi''kata harry
''tak ada''balasku sambil tersenyum
''pasti ada. Seperti nyalain kompor''
''kalau cuman itu aku bisa''
''masukin bahannya?''
''itu mudah''
''mengaduknya,mengambilnya nanti. Itu panas loh'' kata harry yg masih saja ngotot mau membantuku
''aku bisa''balasku
'';lihat sudah tak ada yg bisa kalian bantu lagi jadi keluar lah''kataku sambil mendorong mereka berdua keluar dari dapur
''tapi!..nona...dapur itu berbahaya.setidaknya biarkan kami melihat ''kata harry
''TAK BOLEH!'' seruku
''kemarin saat membuat kue dengan leon ,leon juga bilang mau liat aja ujung-ujungnya leon malah mengambil alih semuanya'' kataku yg membuat harry melirik leon dan leon langsung membuang mukanya
''pokoknya kalian berdua dilarang masuk. Awas kalau masuk kesini. Aku akan marah!''seruku lalu kembali melanjutkan masakanku
''baiklah...sekarang mari kita selesaikan masakan ini''kataku semangat
Setelah beberap menit berlalu ,akhirnya masakan ku pun siap. Dan dengan bangga aku pun menyajikan nya dan langsung membawanya ke ayah
''ayah!..eli bawa kan masa...'' ''eh?!'' kataku yg langsung terhenti begitu melihat ayah sudah memegang dokumen
''EH!!?''
''oh...elissa''
''ayah! Tak boleh!'' seruku sambil menaruh masakan ku di meja dulu lalu langsung mengambil dokumen dari tangan ayah
''kan eli sudah bilang ayah harus istirahat full hari ini'' kataku sambil cemberut
''ah~...maaf..tapi ayah tak bisa menahannya''balas ayah
''um...yasudah.'' ''ah!.eli sudah buatkan sup...ayah coba lah'' ktaku dengan percaya dirinya
''hmph...mana sih''balas ayah sambil tersenyum
Aku pun memberikan itu pada ayah dan ayah pun mulai mencicipinya.
__ADS_1
...****************...
...NEXT...