Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 58


__ADS_3

...POV Leon...


''leon....leon...'' '' leon...'' ''adikku yg manis!..'' '' leon!...'' '' leon!'' '' leon liat ini!''


''ahaha..leon..'' ''selamat pagi leon...'' ''hai leon~..'' ''LEON!!''


''le....'' Sring!....


''Sekali lagi kau panggil namaku, akan ku buat mulutmu tak bisa di gunakan lagi.'' ancamku sambil menodongkan pedang ke leher harry


''Ahaha... jahat sekali sih...aku kan hanya ingin menyapa mu''balas harry sambil tertawa kecil


''ada ya orang nyapa setiap sejam sekali'' kataku yg sudah sangat jengkel


''itu sebagai bukti cintaku padamu'' balasnya sambil menatap leon dengan tatapan layak gadis yg sedang di mabuk cinta


............ '' baiklah selamat tinggal'' kataku sambil mengeluarkan ribuan pedang yg terbuat dari sihir angin


''tu....tunggu sebentar ...aku hanya bercanda...kau tau aku hanya bercanda bukan?''


''pfft... seperti bisa kalian sangat akrab ya'' tawa nona


''um?...apa kami terlihat begitu di mata nona?''tanya harry sambil tersenyum


''tentu saja...yah.. kalian keluarga sih ya,jadi sudah pasti akrab''


''tentu saja nona kami ini keluarga bahagia'' balas harry sambil merangkulku


''bisa hentikan omong kosong itu'' kataku sambil menyingkirkan tangannya


''nona..aku dan harry bukan lah keluarga''sambungku sambil menatap nona


''eh?...bukan?...'' ''tapi.. bukannya nama belakang kalian sama?,dan lagi...''


''hubungan kami sudah lama berakhir nona... ah...tidak..dari awal kami memang tak memiliki hubungan apapun''potongku


''tapi...''


''nona....ada sesuatu yg sebaiknya tak anda ketahui''potongku lalu tersenyum lembut kepadanya


''ah!...saya akan mengambil kue baru untuk nona ya'' sambungku lalu berniat pergi


''le..leon tunggu!'' seru harry lalu berlari menyusulku


Grep!...'' ku bilang tunggu!'' serunya sambil menahan tanganku yg tentu saja langsung ku tepis dan menatapnya tajam


''leon...itu...apa kau masih marah karena kejadian itu?'' ''dengar ada sesuatu yg ingin ku katakan so...''

__ADS_1


''bisa kau hentikan itu?''potongku dingin


''jujur aku tak peduli lagi dengan apa yg terjadi saat itu, aku juga tak mau membahas itu lagi dan seharusnya kau paham akan hal itu''


''leon...kau tak mengerti aku...''


Brak!.... '' apa yg tak ku mengerti harry?!... aku sudah paham semuanya!. Tindakan mu sudah menjelaskan segalanya. Apa lagi yg ingin kau katakan?''tanyaku sambil menukul kuat tembok di sebelahku


''leon...''


''berhenti bersikap seperti kakak bagiku harry. Dan ya..alasan kita masih bicara hingga saat ini hanya karena pekerjaan kita, tak kurang dan tak lebih dari itu'' sambungku lalu pergi meninggalkannya


***


Ada sebuah kisah yg ku dengar dari mulut kemulut sejak aku kecil dan itu adalah sebuah awal dari kisah ku... Sejujurnya aku tak ingin membicarakan kisah ini...karena ini adalah luka yg sangat mengerikan bagiku ....


Awal kisah ini bermula dari sebuah pertemuan tak sengaja di sebuah bar tua.


Ibuku adalah seorang pelayan di bar tersebut. Beliau terkenal sebagai bintang bar tersebut,beliau cantik ,ramah dan begitu baik pada para pelangan. Sejujurnya beliau adalah wanita yg sempurna , banyak pria yg pasti menginginkannya, dan kalau saja beliau bertemu laki-laki pilihannya ke hidupan beliau pasti akan sangat membahagiakan, namun takdir beliau sangat lah kejam...


Pada suatu malam beliau bertemu dengan seorang pria yg sedang mabuk berat, sebagai seorang pelayan sudah seharusnya beliau membantu orang tersebut namun pria tersebut sangat tak tau malu,akibat mabuk berat beliau berani memperkosa ibuku hingga akhirnya beliau pun hamil. Dan pria tersebut adalah ayahku...seorang bangsawan kaya yg di pandang bijaksana oleh para masyarakat.


Sebagai seorang bangsawan menghamili seorang wanita di luar pernikahan adalah sebuah aib besar. Itu sebabnya beliau menyuruh ibuku untuk segera menggugurkan kandungannya tersebut. Yah.. kisah ini pasti akan jauh lebih baik kalau saja beliau melakukan hal tersebut namun sayangnya beliau tak melakukan hal tersebut dan akhirnya aku pun lahir kedunia ini...


Demi tak memperburuk nama baiknya ia memberiku nama marganya. Dan membiarkan kami hidup dalam sebuah rumah yg di kelilingi dinding tebal yg hanya memiliki satu jalan keluar jujur ini terasa seperti terkurung dalam sebuah sangkar


''ibu...ayah ada dimana?''


''leon belum pernah bertemu dengannya, apa ayah bekerja di suatu tempat yg jauh?'' tanyaku kala itu dan setiap kali aku menanyakan soal ayah ku ibu selalu menjawab '' maafkan ibu leon...'' lalu air mata pun selalu mengiringinya.


Saat itu aku sama sekali tak paham kenapa ibu minta maaf dan menangis. Apa yg membuat beliau sedih?. Memang apa yg salah dengan pertanyaanku?.


Suatu hari saat ibu sedang pergi dengan isengnya aku menyelinap keluar . dari kecil ibu sudah melarangku untuk jangan meninggalkan rumah namun rasa penasaran ku tak bisa menghentikanku. Ku telusuri dinding yg selama ini membatasi rumah kami dan tanpa di sengaja aku menemukan sebuah lubang yg ukurannya cukup untukku. Karena penasaran aku pun masuk dalam lubang tersebut dan begitu sampai di ujung lubang aku benar-benar di buat terpukau dengan apa yg ada di balik dinding, sebuah rumah yg jauh lebih besar dan taman yg jauh lebih luas dari rumahku.aku bahkan tak percaya kalau selama ini ada tempat seperti ini di balik dinding.


Dengan kaki kecil ku, ku langkahkan kakiku mengelilingi tempat tersebut, mataku terus berbinar-binar melihat sekelilingku. Dan tiba lah aku di sebuah lapangan luas yg menarik perhatianku dengan sembunyi-sembunyi ku lihat tempat itu dengan lebih jelas. Banyak sekali orang-orang yg berlatih pedang di sana... setiap gerakan yg mereka lakukan membuat jantungku berdebar-debar.


''ah!..tuan demetria!'' seru seorang ksatria yg tentu membuatku langsung melihat ke orang yg di panggil tersebut. Dan saat itu aku benar-benar tak percaya dengan apa yg kuliat, untuk pertama kalinya aku bisa melihat ayahku , senyum di wajahku pun tak bisa ku sembunyikan lagi. Dalam pikiranku aku merasa sangat senang karena ku pikir ayahku akhirnya pulang dan rupanya dia ada di balik dinding ini.


Setelah beliau selesai dengan apapun yg ia kerjakan disana , beliau pun langsung pergi dan melihat ada kesempatan aku pun berlari menghampirinya, dan dengan polosnya aku menanggilnya ''AYAH!''


Mendengar panggilan ku pun beliau langsung berhenti dan menatapku dengan tatapan terkejut. Tapi aku yg kala itu tak menyadarinya langsung memeluknya dan meluapkan rasa senangku sampai...


Bruk!... '' berani sekali kau menyebut kata itu dengan mulutmu'' kata beliau sambil mendorongku dengan kuat hingga aku terjatuh. Dan aku sama sekali tak mengerti kenapa beliau terlihat sangat marah.


Beliau pun memberiku tatapan yg begitu tajam hingga membuat seluruh badanku merinding ketakutan...tapi hal itu langsung terhenti begitu sebuah tangan lembut tiba-tiba menarikku dalam pelukannya


''ma..maafkan dia..dia masih sangat kecil'' kata ibuku sambil memelukku erat

__ADS_1


''bukankah aku sudah menyuruhmu untuk tak membiarkannya keluar?. Masih untung aku membiarkannya hidup. Jangan sampai hal ini terulang lagi'' kata ayah lalu pergi begitu saja


Saat itu aku benar-benar tak mengerti apa yg terjadi, ibupun tak berkata apapun dan langsung membawaku pulang. Di rumah ibu lagi-lagi menangis lalu meminta maaf padaku.


''ibu?...kenapa ibu terus menangis?..apa ibu dan ayah bertengkar?'' tanyaku


''ayah kelihatannya tak menyukai leon, apa leon melakukan sesuatu yg membuat ayah marah?. ''


''leon...leon anakku..tolong jangan kau dekati lagi rumah itu. Tetaplah disini...'' kata beliau yg membuatku makin tak mengerti.


Meski begitu bisa di bilang aku terlalu keras kepala saat itu, aku tak akan berhenti sebelum aku tau apa yg sebenarnya terjadi, jadi saat ibu pergi keesokan harinya aku kembali ke rumah tersebut dan mencari ayah lagi. Hingga langkahku terhenti saat aku kembali ke lapangan besar tersebut. Terlihat ada seorang anak laki-laki berambut coklat kekuningan yg umurnya terlihat lebih tua dariku sedang beradu pedang dengan orang yg jauh lebih besar darinya. Dan pada akhirnya aku malah tertarik menonton pertarungan mereka hingga selesai. Dan begitu anak itu menang semua orang di sekitarnya langsung bertepuk tangan dan memuji anak tersebut . dan begitu anak tersebut berlari kearah sosok yg tak asing bagiku anak itu langsung mendapat belaian lembut darinya dan bahkan raut wajah yg ia tunjukan padaku kemarin berbeda sekali dengan raut wajah yg ia berikan pada anak tersebut. Melihat hal tersebut dadaku terasa sakit.


Aku tak mengerti kenapa dia malah mendapat kasih sayang dari ayah sedangkan aku tidak?, apa yg membuat anak itu jauh lebih spesial dariku?.aku tak mengerti..


Pada akhirnya ku putuskan untuk kembali kerumah dan memikirkan apa yg membuat ku berbeda dengannya hingga aku menyimpulkan...


''ibu!..aku mau belajar pedang''seruku begitu ibu pulang dan ibu yg mendengar hal itu langsung terlihat terkejut. Dengan riang ku hampiri beliau lalu mengenggam tangannya


''kalau leon bisa berpedang, ayah mungkin akan menyukai leon, dengan begitu ibu dan ayah bisa bersama lagi'' jelasku yg malah membuat ibu terdiam


Tanpa memberi jawaban apapun padaku, ibu hanya tersenyum lalu dengan lembutnya mengusap kepalaku.


Pada akhirnya ku putuskan untuk belajar berpedang , aku tak memiliki pengetahuan apapun soal pedang,aku bahkan tak punya pedang kayu jadi ku gunakan ranting pohon dengan berangapan kalau itu adalah sebuah pedang. Setiap harinya diam-diam aku menyelinap dan melihat latihan para ksatria. Ku pelajari setiap gerakan mereka tanpa ada sedikitpun yg ku lewatkan.setiap harinya aku berlatih dan berlatih , meski hujan ataupun panas aku sama sekali tak peduli.


Ku pikir dengan begitu ayah akan memperhatikanku namun saat aku berniat menunjukan hasil usahaku padanya yg ku dapat malah...


''apa kau tak punya kuping?.sudah ku bilang jangan menyebut kata itu dengan mulut kotormu'' kata ayah sambil memberiku tatapan tajam


Meski begitu aku pun tak menyerah dan mencoba menunjukan padanya apa yg ku pelajari selama ini dan berharap ia mau mengakuiku meski hanya sedikit...tapi ku rasa aku terlalu naif saat itu, bukannya membuatnya mengakuiku aku malah membuatnya semakin membenciku. Dengan kasarnya ia mematahkan ranting yg selama ini ku gunakan dan begitu aku mencoba memungutnya ia malah menginjak tanganku dan berkata dengan dinginnya'' kau pikir kau bisa menjadi ksatria?.hmph..darah kotor sepertimu?...lupakan saja dan cepatlah mati''


Setelah itu beliau langssung pergi meninggalkan ku . air mataku pun tak bisa ku bendung lagi, tangan ku terasa sakit tapi di banding itu hati ku jauh lebih sakit.


Aku pun berlari pulang kerumah dan menangis mengeluarkan semuanya di kamar.


Tak peduli seberapa besar usaha yg ku lakukan ayah tetap tak akan mengakuiku,aku seperti orang bodoh yg mengharapkan pengakuannya.


''leon..'' panggil ibu sambil membuka pintu dan begitu beliau datang aku langsung memeluknya erat lalu menangis dengan kuat


''ibu~....kenapa ayah sangat membenci leon?..memang apa salah leon?...kenapa ayah sama sekali tak menghargai usaha leon?'' ''leon berusaha keras dalam belajar ,leon lakukan semua yg leon bisa, leon lakukan meski harus memaksakan diri..tapi kenapa ayah sama sekali tak menghargai itu?'' tanyaku sambil terus menangis..


Ibu pun langsung memelukku erat dan sekali lagi berkata '' maaf leon...'' lalu dengan tangan yg gemetar dan wajah yg sudah berlinangan air mata beliau berkata '' leon.. tolong lupakan saja mimpimu itu..'' '' kau tak akan pernah bisa menjadi ksatria leon... tolong menyerahlah..ibu tak mau melihatmu terluka seperti ini lagi''


Dan mendengar hal itu hatiku semakin hancur... meski semua orang mentangku kalau saja ibu percaya padaku dan mendukungku aku pasti merasa aku bisa melakukan itu meski mustahil... padahal aku ingin mendegar ia berkata kalau aku bisa meski mustahil ,tapi yg ku dapat hanyalah permintaan untuk menyerah...kenapa bu?...


...****************...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2