Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 117


__ADS_3

...POV Leandro...


Kenapa aku malah bimbang sekarang?..ini aneh, ..


''um?...ayah?'' panggilku begitu melihat ayah yg baru saja keluar dari ruang kerjanya


''lean kah..ada apa?''tanyanya


''ayah...itu..ada yg ingin ku bicarakan''kataku


***


''begitu rupanya''kata ayah setelah mendengar cerita ku tentang elissa dari awal hingga akhir bahkan sampai yg lian ceritakan padaku semalam


''entah kenapa setelah mendengar cerita lian aku jadi sedikit ragu''


BRAK!. '' apa yg membuatmu ragu!?''seru beliau sambil menggebrak meja yg jelas membuatku terkejut


''sejak awal kau membelinya kau sudah tau apa yg akan kau tanggung, kenapa malah ragu sekarang!?''seru beliau


'' aku tau ini memang tak benar. Sejujur nya aku paham betul saat pertama kali memberinya nama keluaga kita.aku tau beban apa yg akan ku tanggung kedepannya tapi....sekarang aku malah jadi ragu yah''


''aku baru saja menyadari kalau aku sedang menggantikan sosok yg begitu hebat.aku merasa ragu dengan diriku sendiri. Terkadang aku berfikir sudah pantaskah aku mengantikan ayahnya?...dan setiap kali memikirkan itu aku malah menjadi takut..''jelasku


.....saat itu aku sama sekali tak menyadarinya, itu sebabnya aku memberinya nama tanpa tau pasti posisi siapa yg sedang ku gantikan.


''lean...sekarang ku tanya padamu'' kata beliau


''kalau semisalnya aku mati, dan ibumu menikah lagi dengan pria yg lebih baik dariku, apa kah pria itu benar-benar bisa mengantikan posisiku?''


''sekalipun dia benar-benar menyayangimu dan kau juga sangat menyayanginya. Tapi apakah dia benar-benar bisa mengantikan posisiku di hatimu?''


''eh?...itu..kurasa tidak..'' '' ayah adalah ayah. Tak ada yg bisa mengan....''


Eh!?...sebentar...


''hmph..seperti itulah yg sedang elissa alami. Meski pun dia meyayangimu dan kau juga sangat menyayanginya kau tetap tak bisa mengantikan posisi ayahnya'' kata beliau


'' meski begitu tanggung jawabmu tak akan berubah. Kau yg memberinya nama kau yg harus bertanggung jawab akan hal itu.didik dia, lindungi dia, dampingi ia itulah tanggung jawabmu sebagai ayahnya '' sambung beliau


.....


''hanya karena kau tak bisa mengantikan posisi ayahnya 100% kau langsung bimbang?.jangan bercanda!. Kau pikir saat ini kau sedang main rumah-rumahan apa!?. Yg kalau kau sudah lelah kau bisa pergi begitu saja!?.''


'' elissa...anak itu memanggilmu ayah kan?.itu artinya dia menerima mu, kenapa kau tak puas hanya karena itu?''


''lean, jangan bimbang . Anak itu tak punya siapa-siapa lagi kalau kau menyerah .''


''apa kau mau melihatnya kembali ke pasar budak?''kata beliau yg langsung membuatku tersentak

__ADS_1


!!!? ...BRAK!.. ''TENTU SAJA TIDAK!'' seruku sambil mengebrak meja


''kalau begitu kau tau apa yg harus kau lakukan''balas beliau sambil tersenyum


''lean kau sendiri yg memilih jalan ini, maka kau harus mengikutinya hingga akhir. Tenang saja, ini tak sesulit yg kau pikirkan''


''kemarin elissa datang menghampiriku dan kau tau apa yg ia katakan?''


''apa?''


''dia bilang kau adalah pahlawannya'' sambung ayah sambil tersenyum


Huh?..pahlawan?...


''dia bahkan meminta ku menghukumnya hanya agar aku tak marah lagi padamu''


Elissa...kenapa kau melakukan itu?


''hmph...apa kau sadar lean?.dia benar-benar menyayangimu. Dia rela melakukan apapun untukmu. Hmph..bukannya lucu kalau kau malah meragukan cintanya itu''sambung belia sambil tersenyum kecil lalu bangkit dan berjalan kearahku


*puk...'' kau terlalu memikirkan banyak hal lean, jalani saja seperti biasanya, aku yakin dia juga lebih suka kau apa adanya ketimbang meniru ayahnya'' kata beliau sambil menepuk pundakku


'' kalau kau masih ragu juga, tanyakan saja langsung padanya. Dengan begitu ku yakin kau akan lebih tenang''sambung beliau lalu pergi meninggalkanku


Bertanya langsung?...mm...ku rasa itu memang cara terbaik untuk menghilangkan rasa bimbang ini.


***


'' hmph.ayah senang kalau kau menikmatinya'' ''ah!. Disana ada taman bungga westeria,mau coba kesana?''ajakku


''um!.mau''balasnya semangat


Kami pun pergi kesana ,semapainya disana elissa terlihat sangat seru melihat bunga-bunga westeria yg mengantung di langit-langit


''entah kenapa ini jadi mengingatkan ku pada saat papa dan mama mengajakku ke hutan peri''kata elissa yg membuatku tersentak


''hutan peri?''


''iya, disana juga banyak bunga-bunga seperti ini. Waktu itu papa terlihat sangat anggun saat berjalan di antara bunga-bunga . mama saja sampai kesal karena merasa papa jauh lebih anggun di bandingnya''jelas elissa dengan wajah riang


...... ''begitu ya...''


''kalau ayah kelihatannya kurang cocok berjalan diantara bunga ya''katanya lalu tertawa kecil


''benar kah?''tanyaku sambil mendekatinya


''um!...habisnya ayah terlihat lebih keren di banding papa''balasnya


!?..lebih keren?...hmph..

__ADS_1


''ayah senang kalau elissa berfikir demikian''kataku lalu mengendongnya


...... haruskah ku pastikan sekarang?


....'' elissa..''


''iya yah?''


''sebenarnya ayah punya sedikit keraguaan.''kataku sambil membawanya ke kursi terdekat


''keraguan?''


''benar''balasku sambil menurunkannya lalu perlahan menggenggam kedua tangannya


''apa menurut elissa ayah sudah pantas mengantikan papamu?.''


''eh?''


''ayah pikir ayah tak akan bisa 100% sama seperti papa aslimu ,meski begitu apa kah tak apa kalau ayah tetap menjadi ayahmu?,meski kami cukup berbeda?''tanyaku


......... ''aku kan tidak pernah sekalipun meminta ayah untuk sama persis seperti papa'' balasnya yg membuatku tersentak


''ayah adalah ayah , dan papa adalah papa. Kenapa ayah ingin menjadi seperti papa?. Lalu pantas atau tidaknya aku tak begitu yakin tapi bagiku kalian berdua adalah orang tuaku .'' sambungnya


''jadi ku pikir ayah tak perlu terlalu memikirkannya''katanya sambil tersenyum


''lalu...eli sudah bilang kan kalau semalam papa muncul di mimpi eli?''


''eh?..ah..iya kau bilang begitu ''


''saat itu papa bilang sudah tak apa-apa, kalau di pikirkan lagi maksud dari kata itu pasti papa sudah tak mencemaskan eli lagi karena sekarang eli sudah punya ayah yg akan menjaga eli mengantikan papa.bukankah itu bearti papa sudah mempercayakan eli pada ayah?'' katanya lalu tersenyum gembira


Dan mendengar hal tu entah kenapa hati ku langsung terasa nyeri


''begitu ya'' gumamku pelan


Beliau sudah menyerahkan putrinya padaku ... bearti dia percaya padaku...


Huh~...kalau begitu apa yg kuragukan?...aku seperti orang bodoh.


*grep!.. '' ayah tetap lah seperti ini...jangan berubah,aku lebih suka ayah apa adanya''katanya lalu tiba-tiba memelukku erat


''elissa...''


Hmph... ''terima kasih sayang''kataku sambil membalas pelukannya


Benar aku sudah mengambil tanggung jawab ini sejak awal tak ada alasan bagiku untuk ragu.


Tenang saja aku pasti akan menjaga putri kecil mu ini dengan baik. Tak akan ku biarkan siapapun menyentuhnya. Serahkan saja padaku.

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


__ADS_2