
Putra mahkota
Lady violence?. Siapa orang itu. Dan lagi mereka mengunakan nama count maria. Karena keluarga itu jarang ikut dalam pergaulan tak heran banyak yg tak tau atau bahkan lupa dengan mereka.
Sial mereka pasti sudah menyiapkan ini sejak awal. Sudah seberapa jauh rencana mereka berjalan?.
'' tuan saya membawa nicol kemari'' ucap seorang ksatria
Nicol. Ah.. benar juga katanya leon meninggalkan posnya karena nicol memanggilnya
''anu.. tuan..''
''nicol katanya kau menanggil leon tadi.ada urusan apa?''tanya tuan duke
''apa?!... mana mungkin saya berani memanggil tuan leon'' ucapnya
''tapi, kata achilles tadi...'' ucap leon sambil menatap nicol tajam
''nicol coba jelaskan pada kami dimana kau tadi?''potong tuan duke
''itu, saya berada di post saya di gerbang belakang'' balasnya
'' eh!. Tapi bukannya tuan tadi berada di taman?'' ucap lady yg memberi kesaksian tadi. dan jelas ucapannya itu membuat semua orang tersentak
''apa maksudnya ?''
''tadi saya melihat ksatria ini pergi ketaman . aku tak mungkin salah lihat karena mereka sangat mirip'' ucap lady tersebut
''ta..tapi saya sama sekali tak meninggalkan pos saya'' bantah nicol
''itu pasti achilles''ucap luz yg langsung membuat seluruh pada tertuju padanya
''apa maksudnya itu luz?''tanya duke
''anu... sebenarnya saya yg minta pada achilles untuk memisahkan elissa dari leon dengan dalih panggilan itu'' ucapnya takut
''kenapa anda melakukan itu?''tanya leon
''habisnya. Aku ingin memberikan hadiahku tanpa di lihat siapapun. Aku tau leon tak mungkin akan pergi meninggalkan lisa begitu saja karena itu.... hiks.. tapi.. aku tak tau kalau akan jadi seperti ini'' ucapnya sambil gemetar ketakutan
''luz bukannya kau tau kondisi saat ini?''ucap nyonya liana sambil memeluk luz dalam pelukannya
''aku tau..maaf kan aku..'' tanggisnya
''huh~.. karena tindakan ini kita malah memberi musuh celah untuk menyerang'' ucap duke yg telihat sudah sangat frustasi dengan kejadian ini
Erwin,achilles dan elissa menghilang. Ketiganya menghilang di waktu yg hampir bersamaan. Kalau alasan mereka membawa elissa dan erwin kurang lebih aku tau .tapi achilles?..anak itu kan belum lama ada disini dan lagi ia tak terlibat. Lalu kenapa?.
*Brak! '' tuan!. Kami menemukan ada jejak darah di taman!'' seru seorang ksatria yg tiba tiba masuk .
!!? ''darah!?''
***
__ADS_1
'' ini bukan darah milik erwin'' ucapku setelah memeriksanya dengan sihir
Kelihatannya ini juga bukan milik elissa. Tapi bagaimana dengan achilles?
'' kemana jejak ini pergi?''tanya tuan duke
''kearah hutan tuan. Tapi jejaknya berhenti di sebuah pohon'' balas ksatria tersebut
''bagaimana dengan bekas sihir?''tanyaku
''kalau itu... meski samar tapi ada bekas sihir disana. kemungkinan sihir teleport'' balasnya
Kalau begitu itu masuk akal
''aku punya alibi disini'' ucapku
''kemungkinan besar hal ini sudah di rencana kan oleh mereka. incaran mereka adalah elissa, dan secara tak langsung erwin satu-satunya orang yg tau dalang sebenarnya dari kejadian ini. Ia pernah di culik dan hilang ingatan tak heran jika mereka ingin menghilangkan jejak secara sempurna dengan membawa erwin juga saat ini'' jelasku
'' lalu bagaiman dengan achilles?. Anak itu tak terlibat dalam hal ini'' ucap nyonya liana cemas
'' memang benar tapi achilles adalah elf itu tak menutup kemungkinan kalau mereka juga membawanya. Tapi bisa juga achilles tanpa sengaja terseret dalam masalah erwin''
''kata lady tadi ia melihat nicol ada di taman dan menurut pengakuan luz . nicol yg di lihat lady itu adalah achilles. Kemungkinan besar achilles melihat jejak darah ini dan mengikutinya'' jelasku
''kalau begitu bisa saja achilles sedang bersama erwin saat ini'' timpal duke
''itu bisa saja''
''shadow br*ngsek. Bukan hanya putriku mereka juga membawa putra ku dan tamu ku . tak bisa di maafkan. Akan ku hancurkan mereka berkeping-keping saat ketemu'' ucap duchess geram
''yg jadi masalah adalah elissa. Dia itu lemah dan tak bisa melawan di tambah lagi ia target utamanya. Kalau kita tak bisa menemukannya secepatnya. Kurasa kecil kemungkinan kita akan melihatnya lagi'' ucap ku yg membuat suasana hening seketika.
POV Elissa
Aku ingat aku sedang berada di taman saat itu. menyelamatkan seekor kucing yg hampir mati, dan melihat sosok dewa kematian .setekah itu aku yakin ada seseorang di belakang ku namun aku tak ingat lagi apa yg terjadi setelahnya.
Ini bukan pertanda yg baik kan?
***
Begitu ku buka mataku yg ku dapati adalah lantai yg dingin serta rantai yg sudah mengingat tangan serta kakiku.
Menyadari hal itu aku pun segera bangun dan memeriksa sekitarku
Jeruji besi serta tembok batu yg dingin . takut?. Pastinya.tempat ini megingatkan ku pada hari hari mengerikan itu . hari dimana kematian pasti jauh lebih baik.
''ini dimana?''
Aku yakin ini bukan semacam kejutan .karena ayah pasti tau aku tak menyukai hal ini. Badan ku gemetar tak henti.pemikiran serta firasat buruk terus saja menghantui .
''takut...''
Bagaimana ini??.Apa yg akan terjadi padaku?
__ADS_1
Aku tak bisa berfikir jernih. Aku tak tau harus apa dan bagaimana?. Rasanya aku hanya bisa berharap ayah segera datang kesini.tapi.berharap pun tak akan menjamin apapun. Aku tau ayah pasti akan datang tapi sempat atau tidaknya.
*tap..*tap..*tap
!!!?
Suara langkah kaki yg terdengar menuju kemaripun terasa seperti lonceng kematian bagiku
''ayah...''gumamku yg sudah berlinang air mata
***
POV Eric
Huft...tak bisa.. tak ada petunjuk . bagaimana caranya menemukan elissa dengan petunjuk sedikit ini?.
'' ukh!. Apa benar tak ada petunjuk sedikitpun!?'' seru duchess yg sudah ke habisan kesabaran
'' aku sudah menyuruh orang untuk memeriksa darah di taman dan meminta penyihir mencari kordinat jejak sihir yg di tinggalkan. Tapi masih belum ada kabar'' ucap ku yg membuat suasana semakin ruyam
''bagaimana dengan tuan putri?'' ucap duke yg membuat semua orang tersentak
*BRAK! '' aku akan langsung keistananya'' ucap duchess sambil mengebrak meja lalu berniat pergi sampai
''percuma saja'' ucap ku yg membuat duchess langsung terdiam
''apa?''
''aku sudah mengutus spiritku kesana. Tepat setelah elissa menghilang. Dan dia tak ada disana'' sambungku
''tidak ada?'' tanya duke
''iya. tuan putri marcella serta 3 ksatrianya tidak ada di istana saat ini'' ucapku
''BEARTI BENAR MEREKA!__''
'' tidak. Jangan menyimpulkan hal itu dulu. Kita tak tau ini hanya kebetulan atau bagaimana tapi yg jelas. mau tuan putri atau bukan itu bukan yg terpenting. Yg penting adalah lokasi nya. ''
''lokasi mereka tidak di ketahui begitupun elissa. Kita bisa saja menyelidiki keberadaan tuan putri. tapi kalau ternyata dugaan kita salah itu malah akan memperlambat kita menemukan elissa. Pertama kita butuh petunjuk yg jelas kalau tak mau menyia-nyiakan waktu yg ada'' jelasku
''tapi tak ada petunjuk apapun lagi selain tuan putri'' ucap duke
''benar!. Justru kalau kita tak mengambil tindakan sekarang itu malah akan semakin memakan waktu!'' seru duchess
Itu tak salah. Bagaimana ini. Apa kami harus menyelidikinya?.tapi kalau ternyata bukan tuan putri. Tidak lebih baik melakukan sesuatu dari pada diam saja.
''baiklah kita co_''
''AAAAKH!. Harusnya aku sudah tau akan begini saat erwin di serang waktu di cloude!'' potong duchess yg membuatku tersentak
''diserang?''tanyaku
...****************...
__ADS_1
...NEXT...