Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 300


__ADS_3

''Apa perlu aku menghapus semua ingatanmu tentang mereka'' ucap tuan putri


''Menghapus...ingatanku?''


''Tuan putri..anda bisa melakukan itu?'' tanyaku


''Itu mudah. Pada dasarnya ingatan setiap makhluk hidup itu seperti puzzle. Aku hanya perlu mengambil salah satu kepingannya''


''Atau begini saja. Aku akan menghapus ingatan tentang keluarga ini ataupun para elf tergantung pilihanmu'' ucap tuan putri yg membuatku tersentak


''anda mau menghapus ingatan keluarga kandungku juga!?''seru ku syok


'' ku bilang kan tergantung pilihanmu. Kalau kau memilih para elf aku akan menghapus ingatan akan keluarga everon begitu pun sebaliknya jika kau memilih keluarga everon aku akan menghapus ingatanmu akan para elf'' jelas tuan putri


''tenang saja kau masih akan ingat akan keluarga lamamu aku hanya akan menghapus ingatan akan kepulanganmu hari ini. dengan begitu kau akan tetap berfikir kalau keluargamu sudah tiada dan kau elf terakhir yg tersisa.'' ucap tuan putri


''percayalah kau akan merasa lebih baik jika melupakan salah satunya'' sambung tuan putri


Aku tau itu.Kalau tuan putri melakukan itu beban di hatiku pasti tak akan tersisa lagi. Kalau aku melupakan mereka ,semua pasti....


'' mulai sekarang kau adalah putriku '' ''elissa,putriku yg imut'' ''adik kecil'' ''nona''


Tidak!, tak bisa.. itu sama saja seperti melarikan diri. aku tak bisa melupakan mereka.semua yg mereka berikan waktu yg kami habiskan bersama. Aku tak bisa melupakan itu semua.


''masih ada waktu pikirkan lah lagi'' ucap tuan putri lalu mengenggam tangan ku dan langsung mengunakan sihir teleport.


Dalam sekejap kami langsung kembali ke kamarku.dan disana kami langsung di sambut oleh bayangan yg mengantikan ku


''selamat datang kembali. Bagaimana pertemuannya?'' ucap bayanganku


'' banyak hal terjadi'' ucap tuan putri sambil melirikku


'' semuanya baik-baik saja?.'' Tanya bayangan ku


''bukan apa-apa, ngomong-ngomong bagaimana disini?. Tak ada masalah kan?''tanya tuan putri


''iya, saya mengusir semua orang yg berniat masuk'' ucap banyangan tersebut


''mengusir?..kau ini..'' ''ah.. tidak, kalau tak ada apa-apa itu bagus. Sekarang kembalilah'' ucap tuan putri


''baik''ucap bayangan ku lalu langsung menghilang


'' hari sudah malam. Perbedaan waktu disini dan disana memang mengerikan'' ucap tuan putri sambil melirik keluar jendela


''hmph.. hari ini benar-benar luar biasa ya'' ucap tuan putri sambil tersenyum


'' kau tertawa,menangis dan marah seharian ini. kau benar-benar sibuk ya'' ucapnya sambil mengusap pipiku


''apa kau tak lelah?''tanyanya


''sangat lelah'' balasku


''tentu saja ya, matamu sampai bengkak begini'' ucap tuan putri


''istirahatlah. Kau perlu itu'' ucap tuan putri


''iya''


''aku tak bisa membantumu dalam hal memilih,tapi apapun keputusanmu aku percaya itulah yg terbaik.''ucapnya lalu tersenyum lembut


''tapi tolong ingat ini baik-baik elissa'' ucap tuan putri serius


''kau adalah elf dan keluarga ini adalah manusia. Kalian berbeda.'' Ucap tuan putri yg membuatku tersentak


'' manusia tak mungkin hidup lebih dari 100 tahun tapi bagi elf itu bahkan waktu yg begitu singkat. Kalau kau memilih keluarga ini bearti kau sudah siap untuk hidup sendiri kedepannya.'' Ucap tuan putri


''karena waktu yg kau miliki dengan keluarga ini tak lebih dari 100 tahun .sedangkan segelnya baru akan terbuka 1 juta tahun lagi. Beberapa generasi akan kau lalui disini. Aku juga tak mungkin menemanimu selama itu. tapi jika bersama para elf ,setidaknya kau memiliki lebih banyak waktu bersama mereka, kau tak akan sendirian dalam waktu lama'' jelas tuan putri sambil mengusap lembut pipiku


'' kau pikirkan baik-baik mana yg terbaik untukmu kedepannya.terlepas dari apapun ini adalah hidupmu kaulah yg memutuskannya.'' Sambung tuan putri lalu tersenyum lembut


''dan ya tawaran ku tentang menghapus ingatan itu tetap berlaku hingga akhir, jadi pikirkanlah baik-baik'' ucap tuan putri

__ADS_1


''kalau begitu sampai jumpa lagi'' sambung tuan putri lalu langsung menghilang dengan sihir teleportnya


Begitu tuan putri pergi aku langsung berjalan kearah cermin dan ku lihat kedua mataku yg memang bengkak akibat menangis seharian


'' gawat, mereka pasti akan cemas kalau melihat mataku yg bengkak besok pagi'' ucapku di depan cermin


''kau adalah elf dan keluarga ini adalah manusia. Kalian berbeda.'' ''Tak apa. Pergilah. Dan habiskan waktumu yg tersisa bersama mereka''


Tak oleh begini, di sisa waktu yg ada aku harus terlihat gembira.


*tes...'' habisnya ... kalau tak begitu..*hiks...semuanya akan percuma'' ucapku yg kembali meneteskan air mata


Setidaknya aku harus bersenang-senang dengan semua orang sebelum mengucapkan selamat tinggal


Aku pun beralih menuju balkon dan berniat menutup pintu balkon sampai pandangan ku teralihkan pada seseorang yg baru saja memasuki gerbang. Pria dengan rambut kuning dan mata hijau . melihat hal itu tentu membuatku terkejut sekaligus senang. Dan dengan lantangnya aku berteriak memanggil namanya


''LEON!''


Mendengar teriakan ku leon pun langsung menoleh kearah ku dan begitu mata kami bertemu ia langsung tersenyum dan melambaikan tangannya.


Setelah itu ia pun berjalan kearah balkon dan begitu ia tiba di bawah balkon ,tanpa pikir panjang aku langsung melompat dari balkon. Jelas ini membuat leon syok namun seperti biasanya ia dengan sigap langsung menangkapku dan memelukku erat


''nona itu bahaya'' ucap leon yg ku abaikann dan memeluknya erat


''akhirnya kau pulang...''ucapku yg membuat leon tersentak


...'' iya, saya kembali nona, maaf membuat anda menunggu'' ucap leon sambil membalas pelukan ku


Syukurlah...leon sudah kembali . tapi bagaimana bisa? Dia menang?,dari sir silver?


''nona, ada apa?. Kenapa Mata anda bengkak begini. Apa anda menangis seharian ini?''tanya leon setelah melepaskan pelukannya dan melihat mataku yg bengkak


'' leon apa kau menang?''tanya ku yg mengabaikan pertanyaannya


''ya?, menang?''


''nona memang tau saya bertarung?''tanya leon yg malah jadi binggung


Astaga aku malah jadi keceplosan. Leon mana tau kalau aku datang malam itu.


'' aku sudah dengar katanya leon pergi demi membalas jasa sir silver,tapi leon tak kunjung pulang jadi ku pikir apa sir silver menahan leon dan memaksa leon bertaung..'' jelasku yg asal-asalan


''luar biasa. Nona insting anda sangat kuat ya'' ucap leon sambil terseyum


''ti..tidak...'' ''jadi?. Apa benar?. Leon menang?''tanya ku


''itu..''


***


POV Flash


'' kau kalah ya'' ucap ku sambil berjalan mendekati silver yg terduduk di lapangan


Silver pun melirikku sekilas lalu beralih ke pedangnya yg patah.


''hmph.. jadi kau dalangnya'' ucapnya sambil tersenyum tipis


''pantas saja,dia bisa berkembang secepat itu, ternyata emang ada campur tangan mu'' sambungnya


''aku tak mengerti apa yg kau maksud''balasku


''pura-pura bodoh kah. Ya sudahlah'' ''jadi bagaimana?.kau puas?''ucap silver sambil melirikku


''kalau ku bilang sangat puas bagaimana?''balasku sambil menatapnya rendah


''tsk, benar-benar menyebalkan'' ucapnya sambil membuang mukanya


''tapi aku benar-benar tak menyangka ia akan memojokanku hingga sebegitunya''ucap silver sambil mengamati pedangnya yg patah


''mengunakan sihir angin untuk menekan pergerakanku dan di sisi lain memusatkan serangannya pada pedangku. Karena tak bisa menatakn tekanan yg terus di berikan di tempat yg sama akhirnya pedangku patah.dengan begini aku kalah. Tanpa senjata mana mungkin aku bisa menang'' jelas silver

__ADS_1


'' omong kosong'' ucapku


''huh?''


'' tak bisa menang tanpa senjata?.omong kosong. Lagi pula dari awal senjatamu memang bukan pedang itu kan? Dan lagi senjata utama mu adalah tangan mu sendiri. Kau bisa saja mengalahkan leon dengan kekuatan tanganmu itu tadi, tapi kau tak melakukannya'' ucapku


'' hmm...memang benar. Dari awal aku memang tak pernah serius bertarung dengannya.'' Ucap silver sambil menatap telapak tangannya


'' dan ku yakin kau menyadarinya makanya kau mengajarkan leon kan?. Kau tau aku tak serius melawannya'' sambung silver sambil menatapku tajam


''benar. Sejak awal aku tau kau hanya ingin mengetesnya.karena itu aku yakin kau tak mungkin mengunakan pedang aslimu. Karena kalau kau serius aku sekalipun tak akan bisa menang ''


''tapi aku tak paham satu hal.. apa tujuan mu? Kenapa kau melakukan ini?'' tanyaku sambil meliriknya tajam


''karena marcella mulai berubah'' balasnya


''ya?''


''suatu saat nanti mungkin leon akan menjadi musuh kita, karena itu setidaknya aku ingin ia menjadi cukup kuat sebelum saat itu tiba'' balasnya sambil bangkit dan membersihkan bajunya


''kenapa leon menjadi musuh?''tanyaku tak paham dan silver hanya tersenyum tipis lalu menjawab


''entahlah, tapi tak ada salahnya berjaga-jaga''


???... bocah ini... apa yg ia sembunyikan?


'' lagi pula kedepannya ia akan melawan orang yg lebih kuat , karena itu aku ingin ia berkembang.'' Ucap silver


'' setidaknya ia harus cukup kuat untuk melindungi nonanya itu'' sambung silver sambil tersenyum sendu


???....


''ngomong-ngomong flash, bagaimana?.apa kau menyesal membuangnya dulu?''tanya silver sambil mendekatkan wajahnya kearahku


...... '' iya, aku menyesal'' balasku


''woah!, ini sebuah pengakuan yg jarang di dengar'' ledek silver


''berisik''


'' anak itu punya bakat yg hebat. Ia juga belajar dengan cepat. Sejujurnya dia ksatria yg hebat'' ucapku


Yah meski ia masih perlu banyak belajar agar kemampuannya dapat di akui seluruh dunia.


'' begitu ya, sudah ku duga sayang sekali membiarkannya kembali kesana ya'' ucap silver


''tidak, justru sebaliknya.'' '' kalau bukan disana ia tak akan bisa berkembang seperti ini. semua yg ia alami lah yg membuatnya bisa sekuat sekarang di tambah lagi...'' ''ia memiliki sesuatu yg berharga disana, itulah yg membuatnya kuat'' jelasku


''sama seperti kita'' timpal silver


''benar, karena itu kau sudah lebih dari cukup membantunya, selanjutnya biarkan ia sendiri yg melakukannya'' sambungku yg membuat silver terdiam sesaat lalu tersenyum lembut


''benar,selanjutnya tergantung padanya sendiri'' balas silver


Sir leon kau sudah berhasil membuatku mengakuimu. Ini ke kalahanku


''ngomong-ngomong flash, leon itu bukannya lebih tua 2 tahun dari kita ya?''ucap silver tiba-tiba


''eh?...yah... kalau di pikir-pikir benar juga. Umurnya berapa sih?. 22 ya?''


''iya.'' '' tapi dia menarik sekali ya, padahal lebih tua tapi ia sopan sekali pada kita yg merupakan juniornya , dia bahkan masih bicara formal pada kita''ucap silver sambil tertawa kecil


''benar juga. Malah kita yg gak punya sopan santun padanya''balasku


''ahahaha benar sekali'' ''di pertemuan selanjutnya sepertinya kita harus bersikap sopan padanya ya'' tawa silver


''Karena pangkat kita lebih tinggi makanya ia bersikap begitu tapi yah.. aku juga tak nyaman kalau ia terus bersikap begitu .kedepannya kita harus mengubah cara bicara kita juga,'' balasku.


...****************...


...To Be Continue...

__ADS_1


__ADS_2