
Sepertinya kakek benar-benar marah...bagaimana ini...aku takut...tapi....
Ukh!...elissa kuat kan dirimu!.kau tak oleh mundur!,ini demi ayah!, aku harus membuat hubungan mereka kembali membaik.
''a..a.aku...''
''ngomong yg jelas, jangan terbata-bata'' potongnya yg membuatku semakin takut
Aku pun langsung menggenggam erat gaun ku lalu......
''AKU MOHON JANGAN MARAHI AYAH!'' teriakku sambil menutup kedua mataku
''huh?''
''ayah tak salah apapun!,kalau mau di salahkan salahkan saja aku. Ayah hanya menolongku saat itu,ayah yg membangun kembali hidupku, tolong jangan marahi ayah karena hal itu'' kataku sambil gemetaran
''ayah..tak salah apapun...ayah hanya mencoba menolongku, jangan marahi ayah....*tes...tes...'' sambungku dengan air mata yg mulai menetes perlahan
''e..eh?!...kau memangis?''
''KALAU MAU PUKUL, PUKUL SAJA AKU JANGAN AYAH!. AKU TAK MAU AYAH TERLUKA GARA-GARA AKU!'' seruku yg membuat beliau tersentak
Ukh...aku mengatakannya...aku benar-benar mengatakannya...apa beliau akan memukul ku?...rasanya pasti akan sakit...tapi ini demi ayah...
Beliau pun terdiam sesaat lalu mengangkat tangannya . melihat hal itu aku langsung menyiapkan diriku
Tahan elissa....tahan..hanya sebentar....
*puk... ''apa kau benar-benar berfikir aku akan memukul mu?''tanyanya sambil meletakan tanganya di kepalaku.
Mendengar hal itu aku pun langsung mengangkat wajahku dan melihatnya kebinggungan
''asal kau tau saja , aku ini laki-laki sejati, mana mungkin aku memukul wanita terlebih anak kecil sepertimu, citraku bisa jatuh'' sambungnya
''dan lagi kenapa kau bersikap sejauh itu demi lean?''tanya beliau sambil menyamakan tinggi kami
''karena ayah sudah melakukan banyak hal untukku, dan aku ingin membalasnya''
''lalu....aku tak suka melihat seseorang menyakiti ayahku''sambungku
Dan mendengar jawabanku beliau kembali terdiam lalu perlahan bangkit sambil memejamkan matanya
''apa yg sudah lean lakukan untukmu?''tanya beliau sambil melihat keatas
''banyak, ayah sudah melakukan sangat banyak hal untukku, ayah yg menolongku saat duniaku hancur, ayah yg memberiku hidup baru,lalu...belum lama ini ayah hampir kehilangan nyawanya hanya demi menyelamatkan ku'' jelasku yg entah kenapa membuat hatiku terasa perih
'' kau bicara seakan-akan lean adalah pahlawan''
''ayah memang pahlawan bagiku!''balasku sambil menatapnya penuh keyakinan
''hmph...begitu ya..''
__ADS_1
''padahal ia dulu ia hanya anak yg sangat nakal'' sambung beliau sambil tersenyum tipis
Ayah seperti itu dulu?
''bohong!, ayah tak mungkin begitu'' balasku yg mencoba membela ayah
''hmph.. kalau begitu mau coba liat lean waktu masih kecil?''tanya beliau sambil mendekatkan wajahnya kearah ku
Ayah saat kecil?.
''bagaimana?''
''ikuti aku''balas beliau sambil tersenyum
Karena penasaran pun aku langsung melangkahkan kaki ku mengikutinya
***
POV Leandro
''Kelihatannya Ayah benar-benar termakan gosip yg ada ya''
''ahahaha...kau kan tau ayah mu itu seperti apa''balas ibu sambil berjalan menuju kursi yg ada
''yah..kesampingkan dulu soalnya. Bagaimana kabar mu lean?. Ku dengar belum lama ini kau jatuh sakit?''tanya ibu sambil mempersilahkan ku untuk duduk di kursi depannya
''seperti yg ibu lihat , aku baik-baik saja''balasku sambil duduk
''ibu sendiri bagaimana kabarnya?. Aku dengar gula darah ibu naik lagi?''
''syukurlah kalau begitu''
''ah!. Benar juga apa lina tak ikut dengan mu?,apa dia belum kembali ?''tanya beliau sambil menyeduhkan ku secangkir teh hangat
''tidak, dia sudah pulang kok, hanya saja karena terlalu lama mengembara banyak pekerjaannya yg menumpuk , jadi mau tak mau dia sibuk mengerjakannya''balasku
''begitu ya, sayang sekali''
''kalau erwin bagaimana?, apa sekolahnya baik-baik saja?''tanya beliau sambil memberikan ku secangkir teh
''dia baik-baik saja. Setidaknya ia tak membuat masalah yg bearti di sekolah'' balasku sambil mengambil teh yg sudah beliau seduhkan
''ahaha..begitu ya, ternyata dia anak yg jauh lebih baik dari ayahnya''tawa beliau
''apa-apaan itu, ibu berkata seakan-akan aku anak yg bermasalah dulu''balasku
''bukannya memang begitu?''balas beliau sambil tersenyum kecil
''asal ibu tau saja, itu semua ulah kakak. Aku hanya terseret olehnya'' balasku lalu menjumput teh tersebut
!?..benar juga
__ADS_1
''bicara soal dia, apa dia sudah kembali?''tanya ku
''loh?. Kalian belum bertemu?''tanyanya balik
Eh?. Bearti dia memang sudah kembali?
''eh?...aneh sekali. Padahal dia yg paling antusias saat mendengar kau akan datang''sambung beliau
Hmph... begitu ya, mau main petak umpet nih ceritanya.baiklah.
''bu, maaf aku mau menemuinya dulu''kataku sambil bangkit dari kursi
''tak masalah, tapi apa kau tau dia ada dimana sekarang?''tanya ibu
''hmph...tentu saja, kami kan anak kembar'' balasku sambil tersenyum kecil lalu pergi mencarinya.
***
POV Luz
Huwaaaa!...besarnya!...
''serius nih aku boleh tidur disini selama berada disini?''kataku sambil menelusuri kamar yg akan ku pakai selama berada di sini
''ahaha..luar biasa...kalau begini sih rasanya aku tak mau balik '' kataku sambil melemparkan diri ke kasur yg empuk
Enaknya...kasurnya sangat empuk. Kamarnya juga luas...Ahahaha.. beruntung sekali aku jadi bagian keluarga ini...
Eh?!..tidak..tunggu dulu... aku kan bukan bagian dari keluarga ini
''benar juga'' gumamku lalu bangkit
Aku bukan anggota dari keluarga everon. Tuan duke saja hanya menganggapku teman elissa tadi. Elissa juga masih menganggapku teman.
Hmph...kenapa aku kegirangan sendiri tadi?.bodohnya aku.
Hanya karena aku tinggal di kediaman mereka bukan bearti aku menjadi bagian dari keluarga mereka.
''aah~...benar juga, aku kan tak punya keluarga''gumamku lalu kembali berbaring di kasur
Dari awal aku membuka mata aku sudah tau kalau aku tak punya siapapun yg bisa ku panggil orang tua. Terlahir tanpa keluarga,selalu sendirian selama 500 tahun..
Saat bertemu elissa ku pikir akhirnya aku punya keluarga tapi aku lupa kalau selama ini aku hanya bermain rumah-rumahan dengannya. Aku tak pernah punya keluarga dan mungkin tak akan pernah.
''tapi itu tak masalah...kalau aku menikah dengan elissa nanti, aku pasti akan punya keluarga. Meski kedengarannya masih sangat jauh...''
....... di saat aku sedang meratapi nasipku ini, tiba-tiba terdengar suara berisik dari kamar yg berada di sebelahku. Karena penasaran, aku pun langsung turun dari kasur dan melihat ada apa . perlahan ku langkahkan kakiku menuju kamar tersebut dan ku lihat pintu kamar itu sedikit terbuka. Dengan hatihati ku coba mengintip dari celah pintu dan....
EH!?!.......Aku benar-benar di buat syok bukan main, kenapa?, karena di dalam kamar ku lihat tuan duke sedang memakai gaun wanita dan sedang berhias diri di depan cermin
TUAN DUKE PUNYA HOBI SEPERTI ITU!?!
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...