Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 39


__ADS_3

Selama 2 hari aku terus berupaya untuk menghindar darinya namun ia sepertinya benar-benar tak mau lepas dari ku selalu saja kami bertemu bahkan saat ku keluar untuk menghirup udara dari balkon sekalipun.


Aaakh... masih ada 5 hari lagi dan aku sama sekali tak bisa menjaga jarak darinya.


''um... dia itu sangat sensitif pada mana ya?.terlebih dia tau soal fakta mata ini, huft... benar-benar deh'' kataku sambil rebahan di atas kasur ku


Baiklah..sekarang aku harus bagaimana?... aku tak mau mengakui identitasku ini padanya karena aku tau dia pasti akan langsunng membunuhku saat mendengar hal itu.


Tapi aku tak bisa terus menghindarinya, um... pasti ada cara. Ayo elissa berfikirlah...


Tok..tok..tok...


''adik kecil~...adik kecil...ayo main~'' kata erwin sambil mengetuk pintuku


Ah~.. suara ini... pasti kak erwin. Aku pun langsung turun dari kasur dan membukakan pintu untuknya


''selamat pagi adik kecil!~...''sapanya riang


''pa..pagi..''


''apa kau sibuk?. ''


''tidak juga..''


''bagus lah, karena kau selalu mengurung diri selama aku datang ku pikir kau sibuk''


Aku kan menggurung diri karena takut bertemu dengan putra mahkota


''oh!... jangan bilang kau benci padaku makanya kau tak mau keluar?'' tanyanya lalu langsung menatapku seperti anak anjing kesepian


''ti..tidak.. bukan begitu... ''


'' benarkah!?'' tanyanya yg langsung ceria kembali


Ekspresinya gampang sekali di tebak ya....


''yosh.. kalau begitu hari ini main sama kakak yuk.'' Ajaknya lalu mengandeng tanganku.


''e..eh?...tapi...''


Kalau begitu aku pasti akan bertemu putra mahkota lagi!


''tak mau?'' tanyanya dengan tatapan memelas


Ukh...kalau dia menatapku begitu mana mungkin aku bisa menolak


***


Pada akhirnya aku pun setuju dan mengikutinya . dia membawaku ke taman belakang dan disana sudah tergelar sebuah tikar dengan camilan dan mainan-mainan seperti boneka dan alat rias serta mainan anak perempuan lainnya


''aku tak pernah punya adik perempuan jadi aku tak tau harus main apa. Jadi aku memilih yg kira-kira anak perempuan mainkan. Bagaimana kau suka?''tanyanya sambil mengambil salah satu boneka lalu tersenyum kearahku


i...ini.....apa di matanya aku terlihat sekecil itu?..yah..aku memang masih kecil sih.. tapi mainan ini kurasa sudah tak pantas untuk ku mainkan..


''apa kau tak suka?''


''tidak..aku suka kok'' balasku lalu mengambil boneka yg ia pegang dan memeluknya erat


''terima kasih kak erwin'' sambungku sambil tersenyum kearahnya


''...... ahaha.. akhirnya kau memanggilku kakak juga'' katanya senang


Eh?..ah~...benar juga.. aku belum pernah memanggilnya kakak sejak ia datang.


''nah eli..bagaimana kalau kita main ini?''tawarnya sambil menunjukan set alat make up padaku

__ADS_1


***


''sudah selesai'' kataku setelah meliasnya .


Dan aku langsung ingin tertawa begitu melihat wajah kak erwin saat ini


''um....tidak buruk juga...''kata kak erwin sambil melihat pantulannya di cermin. Dan mendengar itu tawa ku pun langsung tak bisa ku tahan lagi.


''ahahaha...kakak terlihat sangat cantik'' tawaku


''pfft...benar kah?..apa perlu aku pake gaun juga ?''


''ahahaha...kedengarannya menarik'' tawaku


Bermain dengan kak erwin ternyata sangat menyenangkan, dia sangat baik dan selalu bisa membuat ku tertawa . sayangnya momen menyenangkan ini langsung terhenti begitu orang yg ku hindari tiba-tiba muncul


''kelihatannya kalian bersenang-senang ya'' katanya dengan nada dingin yg langsung membuatku tersentak kaget


''oh... eric.. coba lihat ini..'' kata erwin dengan bangganya


''!!?....pfft...muka mu kenapa jadi kek badut gitu'' balas eric sambil menahan tawa


''jahat!. Ini hasil karya adik kecil ku tau!'' marah erwin


''ah~..pantas saja hasilnya payah..''


Ukh...hasil karya ku langsung di ejek habis-habisan...


''ukh..kau ini ya. kau belum tau saja kemampuan adikku'' katanya lalu menarik putra mahkota dan membuatnya duduk di sebelahku


''nah.. sekarang biarkan adik kecilku menghias wajah tampanmu itu, agar kau percaya pada kemampuannya'' kata kak erwin yg jelas langsung membuat kami semua tersentak


''hah!?... gak mau!.. apa-apaan itu!. Aku putra mahkota!, mana mau aku membiarkan makhluk ini mencoret-coret wajahku!''


''tenang saja... aku akan menjamin hasil yg bagus'' kata kak erwin sambil tersenyum penuh arti


''iya kan adik kecil?'' tanya kak erwin sambil melirikku


Gak!... jangan libatkan aku !. aku gak mau membuat masalah dengannya.dan lebih baik kakak juga jangan buat masalah dengannya, dia putra mahkota loh!.


''nah... mari kita mulai'' kata ka erwin sambil menatap putra mahkota dengan senyum lebar


***


a..aa......aku gak tau apa-apa... aku gak ikut campur loh ya...


kak erwin benar-benar merias wajah putra mahkota sebisa mungkin aku mencoba menghentikannya namun aku gagal dan akhirnya..


'' Buahahaha.. anda sangat cantik yg mulia'' tawa kak erwin yg langsung lepas begitu ia selesai mendandani wajah putra mahkota.


Bedak yg begitu tebal dengan liptik yg sangat merah dan perona pipi yg berlebihan membuat wajah garangnya kini terlihat begitu lucu. Kalau saja aku tak takut padanya saat ini aku pasti sudah mentertawainya habis-habisan seperti yg kakak lakukan


''br*ngsek.... Apa kau tau wajah siapa yg sedang kau permainkan hah?'' tanya putra mahkota yg terlihat sangat kesal


''ah!~...jangan banyak bergerak nanti hiasannya berantakan'' kata kak erwin sambil menahan tawa


''sialan...''


''nah sekarang giliran adik kecil~'' kata kak erwin sambil tersenyum lebar


a....gawat....


***


Pada akhirnya aku tak bisa melawan dan membiarkan kak erwin merias wajahku semau dia. Dan ku pikir dia akan tertawa lepas begitu selesai namun dugaannya jauh dari ekspetasiku, dia tak tertawa atau pun tersenyum. Matanya terus menatap ku dan itu membuatku gugup. Putra mahkota bahkan tak berkomentar apapun.

__ADS_1


''a...anu.. apa wajahku terlihat aneh?''tanyaku


''itu... '' cr*ot!... belum sempat putra mahkota menyelesaikan omongannya entah sadar atau tidak kak erwin langsung menusuk matanya dengan kedua jarinya tanpa sekalipun memalingkan wajahnya dariku.


''aaakh!...keparat.. apa yg kau lakukan !. ini namanya penyerangan keluarga kerajaan'' kata putra mahkota sambil memegang matanya yg mulai berair.


'' JANGAN BERANI KAU MELIRIK ADIK KECIL KU!'' serunya yg membuat kami berdua terdiam


''huh?....apa kata mu ?...,yg ngerias kan kau'' balas putra mahkota kesal.


Karena penasaran aku pun mengambil cermin dan melihat hasil kerja erwin dan aku benar-benar di buat terpukau dengan hasilnya, berbeda jauh dengan hiasannya pada putra mahkota , kak erwin menghiasku dengan sangat baik aku bahkan terlihat seperti gadis yg sudah remaja berkatnya. Benar-benar mengejutkan.


'' nona..oh.. ternyata nona sedang disi...'' kata harry yg langsung terhenti begitu melihatku


''yaampun...''


Set!... belum sempat harry berkata lebih lanjut sebuah sisir langsung melayang kearahnya dan membuat pipi kiri harry tergores. Tentu saja itu membuat harry langsung diam saking kagetnya


''sir harry.... Berani-benarinya kau melirik adik kecilku seperti itu'' kata ka erwin sambil memancarkan aura membunuh yg sangat kuat


''e..eh.....tu..tuan muda apa maksud an...''


Dan lagi-lagi kata-katannya terkunci begitu kak erwin mengeluarkan pedang aura dan menatapnya seakan mau membunuhnya


'' mati saja kau... ''kata kak erwin lalu berlari kearahnya


''tu..tunggu dulu. Tuan muda! , anda salah paham!'' seru harry sambil berlari menjauhinya dan akhinya mereka berdua pun menghilang dari hadapan kami dan meninggalkan ku berduaan dengan putra mahkota


''huh~.... Kalau saja ini di istana dia pasti akan langsung mendapat hukuman..'' kata putra mahkota lalu mengelap wajahnya dan menghapus riasannya tadi


Benar sekali.... Apa yg kakak lakukan tadi termasuk penyerangan pada anggota kerajaan , untung saja saksi matanya cuman aku coba ada yg lain pasti kak erwin bakal dalam masalah besar


''ini'' katanya tiba-tiba sambil memberikan sapu tangannya padaku


''ya?''


'' cepat hapus riasan itu. Kau masih terlalu dini untuk mengoda seorang pria'' katanya sambil memalingkan wajahnya


''maaf?''.Dia bilang apa sih?. Aku mengoda?...apa maksudnya coba?


''cepat'' katanya , aku pun langsung menerima sapu tangannya dan menghapus riasan di wajahku .


Dan belum sempat aku mengembalikannya dan berterima kasih dia sudah pergi menjauh.


...... apa-apaan orang itu.


Padahal dia sangat membenciku tapi ternyata dia masih peduli padaku.


'' aku benar-benar tak bisa memahami dirinya'' gumamku sambil memandangi sapu tangan yg ia berikan


***


Sementara itu


''tuan!... tolong saya!.... saya beneran gak tau apa-apa!''


''sir..harry...''


''a..apa itu?...'' '' sir harry di kejar siapa itu?'' '' siapa waria itu?'' ''seram.. cepat panggil tuan''


Sejak saat itu beredar rumor soal sir harry yg di kejar-kejar seorang waria seram di kediaman duke...


...****************...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2