
''Kasihan sekali.Tapi tenang saja achilles pasti ada Wanita yg lebih baik darinya''ucap mama
MAMA...ORANG YG SEDANG ACHILLES BICARAKAN ITU MAMA SENDIRI TAU!!
''Benar, tapi...sama seperti anda,saya tak mau yg lain dan hanya menginginkannya''ucap achilles lalu perlahan menyelipkan jari jemarinya di jari jemari mama
*BLAR!!...ANAK INI!!!... MODUS ADA BATASNYA JUGA WOI!!
''begitu ya..kalau begitu kita sama-sama akan melajang seumur hidup ya''ucap mama sambil tersenyum lembut
''ahaha...benar juga''balas achilles
.......... Ini...entah aku harus sedih atau tertawa melihat ini... tapi yg jelas ini benar-benar konyol
''luz juga kayaknya bakal berakhir sama sih''ledek achilles
''apa yg kau katakan!. Aku masih ada harapan ya!''seruku tak terima
''tapi nona elissa sama sekali tak melirikmu tuh''ledeknya
''BERISIK!. AKU MASIH BELUM SERIUS SAJA TAU!''seruku
''hee..sudah menci_'' *HUP!
''diamlah sialan''potongku yg langsung menutup mulutnya tapi ia malah menatapku dengan tatapan mata yg membuatku ingin sekali mencongkel bola matanya keluar
''ahaha..kita ini sepertinya keluarga patah hati ya''ucap mama
''aku tak patah hati mama!.aku masih punya harapan!''seruku yg malah membuat mereka tertawa
''hmph... tapi sudah ku duga meski begitu aku tetap harus bicara padanya sekali lagi dan menyelesaikan kesalah pahaman ini. Tadi Namanya alex bukan?. Ku rasa aku harus bicara padanya saat kami bertemu lagi nanti," ucapan mama.
POV Alex
''alex tunggu!'' ''ALEX!'' ''alex!'' '' KAKAK!'' teriak alexa sambil mengejarku
''APA?!'' seruku yg langsung berbalik
''apa?..kau juga mau menyalahkan ku?.iya!?''seruku
'' apa?...''
__ADS_1
''aku tau itu....aku tau...''ucapku gemetar
''dari awal ini semua salah ku kan?. Semua ini salahku..aku yg membuat kakak mati...aku yg telah menghancurkan hati putri kecilnya.semua ini salah ku kan. Aku tau itu'' ucapku
''alex itu tak benar...''ucap alexa yg mencoba menyentuh ku namun aku langsung menepisnya
''APA YG TAK BENAR!?. JELAS JELAS INI SEMUA SALAHKU!'' teriakku yg sudah berlinangan air mata
'' aku yg telah membunuh kakak. Apa yg tak benar!?..''seruku
''hari itu...seharusnya aku yg mati...hari itu harusnya kepalaku yg terpengal...tapi kakak...*hiks... ''
'' kita tau kalau kakak payah dalam bertarung.ia bahkan tak bisa memegang senjata dengan benar.karena itu selama ini aku yg selalu mengantikannya . tapi...hari itu..''
Tubuhku ku sama sekali tak bisa bergerak. Meski aku sering terjun dalam petarungan tapi pembantaian saat itu sangat lah berbeda. Banyak elf tewas dalam seketika.kobaran api menyala dimana-mana jeritan serta tanggisan para elf mengema di langit .
Aku ketakutan...badanku gemetar hebat.aku tak bisa bertarung saat itu...itu adalah pertama kalinya aku takut dengan suara pedang
''hari itu seperti biasa aku bertukar tempat dengan kakak dan menyuruh nya untuk lari .tapi begitu aku keluar,badanku gemetar hebat. Ku pikir ini semua sudah terlambat.kita semua pasti akan mati''ucapku sambil memandangi tangan ku yg gemetaran
*hiks...'' tapi...ku pikir asalkan kakak dan keluarganya selamat itu sudah cukup.begitu yg ku pikirkan.tapi ternyata tetap tak bisa.aku takut...aku takut aku akan mati .karena memikirkan itu tubuhku tak mau bergerak''ucapku
*hiks... ''itulah pertama dan terakhir kalinya aku melihat sosok kakak yg begitu berani sambil memegang senjata.''
'' berkat portal itu aku berhasil selamat tapi begitu aku Kembali.kota elf sudah hancur.tak ada yg tersisa dan saat itu aku tanpa sengaja melihat bajingan itu membawa kepala kakak.''
''saat itu...aku ingin bertiak sekencang mungkin.aku ingin berlari kesana dan membunuh orang itu tapi...kalau aku melakukan itu pengorbanan kakak akan sia-sia.''
''dan kau tau alexa...meski sesaat tapi aku sempat berfikir...'syukurlah..bukan aku yg mati' ''ucapku yg langsung membuatnya tersentak
''ahaha...lucu bukan?.aku bersyukur atas kematian orang yg paling ku kagumi.aku...''ucapku sambil menutup wajahku
''aku memang pengecut.aku tak mau mengakui hal itu .itu sebabnya aku menyalahkan semuana pada orang lain.aku menyalahkan liana karena tak mau mengakui kesalahan ku saat itu .aku menyalahkan marcella juga karena hal yg sama. Aku terus menyalahkan orang lain untuk lari dari kenyataan yg ada.aku melakukannya untuk menghibur diriku sendiri.''
''meski ku tau kalau semua ini bukan salah mereka tapi salahku'' ucapku lalu perlahan terduduk lemas
*hiks... *hiks... '' aku ingin minta maaf...tapi aku terlalu takut''ucapku
Aku bahkan tak bisa membayangkan bagaimana reaksi kakak saat kami bertemu di alam baka nantinya.
Dia pasti sangat membenci ku bukan?. Karena aku ia mati, karena aku....
__ADS_1
''bukan ...ini bukan salah alex..''ucap alexa
''apa lagi!?.sudah jelas ini salahku!''
''kakak tak mungkin mati kalau bukan karena ku''ucap alexa yg sudah berlinangan air mata
''karena kakak mencoba melindungi makanya kakak tertangkap . kalau saja saat itu kakak tak menolongku.kakak pasti masih hidup hingga saat ini''
*hiks.. ''maaf...aku minta maaf...*hiks...''
"Setiap malam kakak hadir dalam mimpiku dan membuatku takut. Bayang-bayang kematiannya terus menghantui ku"
"Aku ingin minta maaf. Tapi aku tak bisa. Aku menyesal tak mendengarkan nya saat itu. Aku menyesal karena tak bisa berbuat apa-apa"
''huwaaaaa...maaf kan aku...maafkan aku..'' tanggisnya
''alexa..''
''seharusnya saat itu aku lari saja seperti yg kakak perintahkan tapi .... Aku malah bertahan dan pada akhirnya...kakak...huwaaaa...''
Ternyata bukan aku saja yg menyimpan penyesalan atas kematian kakak tapi alexa juga.
*grep! ''alexa'' panggilku sambil menariknya ke dalam pelukanku
Ternyata benar kata orang-orang...
Kami anak kembar hanya mendatangkan kesialan.
***
Ini adalah kisah ratusan tahun yg lalu. Kisah ini bermula dari lahirnya sepasang anak kembar di dalam keluarga kerajaan.
Meski kami para elf memiliki solidaritas yg tinggi pada sesama tapi hal itu tak berlaku pada anak kembar. Sebenarnya bukan elf saja tapi semua makhluk di benua hitam ini juga membenci anak kembar karena katanya anak kembar hanya membawa kesialan.
Adik dari raja sebelumnya yakni ibu kami langsung meninggal begitu melahirkan kami. Kematiannya membuat raja sebelumnya sangat membenci kami dan akhirnya mengusir kami ke dalam hutan. Setelah itu kami di rawat oleh ayah kami tapi begitu kami berusia 3 tahun(dalam usia manusia). Beliau meninggal akibat serangan moster yg tiba-tiba datang. Mendengar kabar tersebut mitos tentang anak kembar yg membawa kesialan semakin di percaya banyak orang.
Dan pada akhirnya kami pun di kucilkan dan di benci oleh para elf. Tapi saat itu kami masih belum menyadari bahwa kami adalah bagian dari anggota kerajaan .kami tak tau fakta itu sampai kami bertemu dengannya, kakak kami sekaligus calon raja elf selanjutnya.
...****************...
...To Be Continue...
__ADS_1