Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 103


__ADS_3

POV Elissa


Keesokan paginya setelah sarapan kami pun melanjutkan perjalanan kami , dan ya, entah kenapa leon dan harry nampak nya sangat lelah, aku tak tau apa yg terjadi tapi mereka terlihat kurang tidur tadi malam. Dan sebelum kami pergi diona sempat berbisik padaku soal pembicaraan kami waktu itu dan berjanji akan merahasiakannya selamanya.


Dan tentu saja aku cuman bisa iyain, karena jujur sampai sekarang aku masih ragu apa itu pengalaman pertama,dan ku rasa aku tak bisa menanyakan hal itu pada ayah.


***


Perjalanan pun di lanjutkan dan setelah beberapa jam berada di kereta kuda akhirnya....


''elissa...lihat ,lautnya sudah terlihat''kata ayah sambil menunjuk keluar jendela


Mendengar hal itu aku dan luz pun buru-buru melihat keluar jendela benar saja kami benar-benar di buat terpukau begitu melihatnya.


Lautan biru yg membentang luas, kapal-kapal yg berlabuh serta burung-burung camar yg berterbangan di sekitarnya


''jadi ini yg mananya laut!''seru ku dan luz bersamaan


''ahaha...benar sekali, ini lah laut,dan rumah besar di dekat tebing sana adalah rumah keluarga ayah'' kata ayah sambil menunjuk sebuah kediaman besar berwarna hitam yg megah. Melihat hal itu kami berdua pun langsung di buat kehabisan kata-kata


Dan entah kenapa aku mulai di buat sedikit takut,aku takut keluarga ayah tak menyukaiku ,entah kenapa jantungku berdebar sangat kencang sekarang


''um?...ada apa elissa?''tanya ayah yg melihat ekspresi cemasku


''ayah...aku sedikit gugup.'' ''aku tak pernah punya nenek ataupun kakek,bagiku mereka lah yg akan menjadi nenek dan kakek yg pertama,bagaimana kalau mereka tak menyukaiku nanti?..aku....''


*puk.. '' tenang lah sayang,ayah yg akan bicara pada mereka, elissa tetap berada di samping ayah saja,selebihnya biar ayah yg urus'' kata ayah sambil menepuk pundakku lembut


''tenang saja, mereka pasti menyukaimu,sejauh ini orang-orang yg bertemu dengan mu langsung jatuh hati pada mu, maka dari itu tenag saja'' kata luz yg memberiku kepercayaan


''um!, terima kasih,aku merasa sedikit lega''balasku sambil tersenyum


***


Akhirnya kami pun tiba di kediaman keluarga ayah ,jantungku di buat berdebar saat hendak turun dari kereta kuda,rasanya sangat mendebarkan apa lagi saat melihat para pelayan yg sudah bersiap menyambut kedatangan kami


''tenag saja''kata ayah sambil tersenyum lembut lalu mengulurkan tangannya padaku. Melihat hal itu aku pun langsung tersenyum dan membalasuluran tangannya lalu masuk kedalam

__ADS_1


''selamat datang tuan duke everon, ayah dan ibu tuan sudah menunggu di dalam,biar saya antar''kata kepala pelayan lalu menuntun kami menuju ruangan yg ia maksud


Dan selama berjalan menuju tempat tersebut aku di buat takut sekaligus merinding ,kenapa?, karena sepanjang lorong yg ku telusuri banyak sekali senjata-senjata yg di pajang,bahkan ada beberapa pajangan kepala hewan di sana.


Melihat hal itu saja aku mulai cemas bertemu mereka...


''tuan,nyonya, putra anda leandro de everon sudah tiba'' kata kepala pelayan saat tiba di depan sebuah pintu lalu perlahan membukanya dan saat pintu terbuka aku langsung mendapati seorang wanita tua yg terlihat begitu anggun meski rambutnya telah banyak yg memutih serta seorang pria tua yg terlihat masih cukup gagah meski sudah keriputan.


Dan begitu mata mereka menatap kami , pria tua tersebut langsung bangkit dan berjalan mendekati kami lalu........


*PLAK!!.... ''BERANI SEKALI KAU DATANG KEMARI'' kata pria tersebut setelah menampar pipi ayah dengan cukup kencang . dan jelas ini membuat kami semua yg melihat syok bukan main


''a...ayah?...''panggilku yg syok berat


''aw...ayah..apa begini cara mu menyambut putramu yg baru pulang setelah sekian lama''kata ayah sambil mengusap-usap pipinya


''ITU DIA PERMASALAHANNYA!'' '' sudah lama kau tak pulang dan belum lama ini ku dengar kau berselingkuh!?...jangan bercanda!,bisa-bisanya kau menghianati lina, tak bisa ku maaf kan,keluar kau dari rumah ini,kami tak menerima penghianat seperti mu disini'' marah pria tersebut sambil menunjuk-nunjuk ayah


''huh~...aku tak tau rumor konyol dari mana itu tapi aku sama sekali tak menghianati lina''balas ayah


''lalu ,bisa kau jelas kan 2 anak kecil yg bersama mu ini?''tanyanya sambil menunjuk aku dan luz


''dan..ya...'' grep!..syut... ''kalau yg ini benar putriku elissa'' kata ayah sambil mengandongku


''tapi aku bukannya menghianati lina, aku mengangkatnya sebagai putriku,untuk lebih jelasnya akan ku jelaskan nanti''sambung ayah


''hohoho...begitu ya..''kata wanita tua tersebut yang akhirnya angkat bicara


''sudah ku duga itu hanya omong kosong,mana mungkin putra ku menghiananti gadis manis seperti lina'' sambungnya sambil berjalan mendekat


*PLAK!.. '' makanya ku bilang, dengarkan dulu penjelasan lean, kau nya gak sabaran'' katanya sambil menjitak pria tua tersebut


''hohoho....maaf ya... kau pasti terkejut ya'' sambungnya lalu mengelus lembut pipiku


''aku violeta everon ,dan ini suami ku richard yan everon'' katanya sambil tersenyum lembut padaku


''elissa shuya everon...salam kenal''kata ku malu-malu

__ADS_1


''ohoho...lihat suamiku,kita punya cucu yg begitu imut''


''hmph!'' balasnya sambil memalingkan muka lalu pergi begitu saja


Um...kelihatannnya beliau tak suka dengan ku ...


''huh~...dia itu..'' ''ah! benar juga, kalian pasti lelah kan setelah perjalanan jauh?.istirahatlah dulu, deo, tolong tunjukan kamarnya ya''


''kalau begitu ,elissa pergi lah dulu,ayah masih ada yg ingin di bicarakan dengan nenekmu''balas ayah sambil menurunkan ku


''baik lah ayah, ayo luz'' kataku lalu mengandeg luz pergi


Kepala pelayan pun menuntun kami menuju kamar


''lisa..kelihatannya kakekmu tak begitu suka kau ya''bisik luz


''kau juga berfikir begitu ya''balasku


''habisnya tadi dia pergi begitu saja,di tambah lagi tadi ia menampar tuan duke,itu pasti sakit sekali ...''


Um...benar. Apa karena aku hubungan mereka jadi hancur?..ah~...bagaimana ini?...


Saat aku sedang berfikir begitu tiba-tiba saja tanpa sengaja aku melihat kakek sedang berjalan di taman, aku pun langsung berhenti lalu..


''luz...aku pergi dulu ya, nanti aku menyusul'' kataku lalu berniat menghampiri kakek


''eh?!...mau kemana?''


''aku mau menemui kakek'' balasku lalu berlari menghampiri kakek.


Ku langkahkan kaki kecilku menuju taman , setelah tiba disana aku langsung mencari-cari sosok pria tua yg ku lihat tadi. Ku telusiri seisi taman hingga langkahku terhenti begitu ku lihat beliau sedang duduk menikmati angin segar


Perlahan ku coba hampiri beliau dan...


''a...anu...maaf..''panggilku yg langsung membuatnya menoleh kearahku


Tatapan mata yg begitu tajam langsung membuatku bergidik ngeri,saking takutnya tanpa sadar aku malah mundur beberapa langkah

__ADS_1


''ada apa?''tanyanya dengan nada yg begitu ketus


__ADS_2