
...POV Leon...
Hosh...hosh....hosh...
Apa aku berhasil lolos?.
Ku intip sekitarku demi memastikan bahwa tuan muda sudah tak mengejarku lagi
''huh~...syukurlah..''kataku sambil terduduk lemas...
Sebenarnya hari ini kenapa sih?.sejak nona bilang mau menikah dengan ku satu keluarga duke mulai ingin membunuhku.aku bahkan sampai harus terus berusaha menghindari mereka.
Huh~....apa mereka tak paham?.nonakan masih sangat kecil ,mana mungkin nona mengerti dengan apa yg ia katakan.meski begitu....
'' kalau leon tak menyukaiku tak apa, aku akan berusaha membuat leon suka padaku''
''kalau nona ngomongnya kayak begitu gimana aku gak kepikiran!'' seruku sambil menutup wajahku yg mulai memanas
Nona tak mungkin benar-benar mencintai ku seperti itu...aku sama sekali tak pantas bagi nona...biar bagaimana pun itu mustahil...
......benarkan?...
''leon?''
''huwaaa!...'' seru ku yg langsung tersontak kaget begitu mendengar ada orang yg memanggilku tepat di sebelahku
''no...nona...''
Yaampun bikin kaget saja..ku pikir tuan muda tadi...
''leon kau baik-baik saja?''tanya nona cemas
''ah~..iya nona tak perlu khawatir saya baik-baik saja''
Meski sebenarnya aku cukup cemas dengan apa yg akan dilakukan keluarga ini padaku nantinya....
''maaf ya..''
Eh?... ''kenapa nona minta maaf?''
''habisnya..karena aku bilang begitu leon jadi dapat masalah,ibu ,ayah dan kakak juga kelihatannya jadi tak menyukai leon''balas nona dengan wajah muram
__ADS_1
''tak perlu minta maaf nona..saya baik-baik saja sungguh''
''tapi...'' ''tapi aku serius soal itu.. aku benar-benar ingin membuat leon menjadi bagian dari keluargaku''kata nona yg jelas membuat wajahku kembali memanas
''no..nona..itu...''
''aku sangat menyukai leon...leon sangat berarti bagiku.leon itu seperti penganti mina untukku ''
Mina?...ah~...dayang nona yg sering nona ceritakan itu ya...
Hmph...sudah ku duga..arti suka nona berbeda dengan apa yg di tangkap mereka.
''begitu ya..'' ''tapi nona kalau begitu kenapa nona bilang mau menikah dengan saya?.''
''eh?...itu..luz bilang meski kita tinggal satu atap bukan bearti kita ini keluarga.dan aku ingin leon menjadi bagian dari keluargaku''
Ah~...ternyata dari situ akar permasalahannya...huh~...coba kalau nona mengatakannya tadi mereka pasti tak akan salah menangkap maksudnya...
''nona... definisi keluarga itu jauh lebih luas di banding itu..''
''seperti yg nona bilang tadi...meski kita tak sedarah tapi kita tinggal di bawah atap yg sama, itu saja sudah bisa di sebut keluarga.meski bukan masuk keluarga inti'' jelasku yg seperti nya masih belum bisa di mengerti oleh nona
''hmph...nona...apa nona tau apa itu menikah?''tanyaku lalu perlahan mengenggam kedua tangannya
''tidak... memang menikah itu apa?''tanyanya dengan wajah super polosnya
''um.. bagaimana menjelaskannya ya..saya rasa nona masih terlalu dini untuk menanyakan hal itu''
''lalu..arti cinta nona pada saya berbeda dengan apa yg tuan dan nyonya tangkap''
''saat ini nona tak menyukai saya sebagai lawan jenis, tapi lebih seperti seorang teman, apa saya salah?''tanyaku
''um..entahlah...aku tak paham...bagiku yg namanya suka itu sama semua''
''ahahaha...saat nona sudah lebih dewasa nona pasti akan mengertii perbedaannya''
''kalau begitu ,misalkan saat aku sudah mengerti dan aku masih mencintai leon apa leon mau menikah dengan ku?'' tanya nona yg jelas membuat detak jantungku makin tak karuan
''k..kalau itu benar-benar terjadi itu akan jadi sebuah kehormatan bagi saya''balas ku sambil mencoba menyembunyikan wajahku yg memerah
''janji?''tanya nona sambil memberikan kelingkingnya
__ADS_1
Untuk sesaat ku lirik jari kelingking kecilnya itu. Sesuatu dalam diriku seperti bergejolak,wajahku terasa memanas. Meski sedikit ragu aku pun mengaitkan jari kelingkingku padanya lalu..
''saya janji... '' ''hanya kalau saat itu tiba dan perasaan anda tak berubah, saya janji akan menikah dengan nona''sambungku sambil tersenyum lembut padanya
''hehehe....jangan bohong loh ya..kalau bohong leon harus menelan seribu jarum'' kata nona sambil tertawa kecil dan melihat itu aku hanya bisa tersenyum
Bagaimana bisa gadis sekecil ini sudah berani melamar ku yg bahkan untuk seorang lady yg sudah dewasa pun itu sangat sulit.
Meski begitu ...ini hanyalah janji masa kecil, begitu nona dewasa nanti nona pasti akan melupakan janji ini.dan bila nona bertemu dengan pria yg berhasil merebut hatinya saat itulah aku akan menjadi orang pertama yg mendukung hubungan mereka. karena bagiku melihat senyum nona yg seperti ini saja sudah lebih dari cukup.
******
...POV Elissa...
Setelah kejadian hari itu ,aku mencoba membuat keadaan rumah menjadi seperti semula ,aku bahkan sempat terkejut saat mendengar leon akan di pindah tugaskan ke tempat yg jauh dalam waktu yg lama. Tapi untunglah hal itu tidak terjadi, kenapa?. Karena setelah ku bilang aku lebih mencintai mereka di banding leon amarah mereka pada leon mulai mereda. Meski begitu leon di beri peringatan untuk menjaga jarak sejauh 10 meter dari ku.meski ku bilang aku keberatan mereka tetap tak menanggapinya. Dan saat aku hampir menanggis barulah mereka menyerah .
Dan setelah hari itu aku berjanji tak akan mengatakan suka ataupun cinta sembarangan lagi.
Dan ya soal putra mahkota..setelah malam itu aku tak pernah melihat batang hidungnya lagi, dia bahkan tak muncul saat sarapan ataupun makan malam. Awalnya aku cukup cemas kalau dia pingsan lagi di kamar tapi setelah mengingat perlakuan anehnya malam itu rasa cemasku hilang bergitu saja.
''sejujurnya bagus sih dia gak kelihatan lagi, aku kan jadi bisa berkeliling rumah tanpa rasa takut seperti ini'' kataku sambil berjalan menelusuri taman.
Aroma bunga mawar yg segar di sertai hembusan angin yg lembut benar-benar membuatku nyaman. Di tambah tak ada putra mahkota yg menakutiku saat ini...
''Ah~..rasanya seperti burung yg baru bebas dari dalam sangkar'' kataku sambil merentangkan tanganku dan menghirup udara segar
Aku pun berlarian kecil menuju pohon tempat biasa aku bersantai. Saat sampai di pohon tersebut pandanganku langsung teralihkan pada seekor burung kecil yg terjebak di atas sana
Melihat hal itu aku pun langsung melepaskan sepatuku lalu dengan hati-hati menaiki pohon tersebut
''tenanglah..aku mencoba menolongmu'' kataku lalu perlahan mencoba melepaskan tamanan merambat yg melilit sayap burung tersebut. Setelah berhasil melakukannya burung itu pun langsung hinggap di pundakku lalu mengeluskan bulunya seakan berterima kasih padaku
''Ahahaha..itu geli..'' tawaku
Aku pun perlahan duduk di atas dahan yg paling besar lalu mengelus burung tersebut
''Bagaimana kau bisa terjebak di sana tadi?''tanyaku yg di balas kicauan olehnya.
...****************...
...Next...
__ADS_1