
''Dia sudah menjadi tungan ku."
Huh?....apa?...barusan dia ngomong apa?....
''a..apa?...tak mungkin...kau pasti berbohong!''seru alroy tak percaya
''aku tak bohong , lihat saja dia sudah memakai cincin yg ku berikan''katanya sambil menunjukan cincin perubah yg ia berikan waktu itu
Eh?...apa kalau aku memakai ini aku jadi tungannya putra mahota?...bukannya dia memberikan ini untuk menyembunyikan identitasku sebagai elf?...
''kami akan menikah saat dia sudah memasuki usia yg cukup nanti''sambung putra mahkota yg membuat kami makin syok
Me..menikah?....eh?...tunggu dulu...kenapa tiba-tiba menikah?..jangan-jangan tunangan itu ada kaitannya dengan menikah?....
Dan lagi aku sudah menerima cincin ini apa artinya aku akan menikah dengannya?...aah~...aku tak paham lagi seseorang tolong jelas kan sesuatu padaku!
''tak mungkin....kenapa..''
Alroy...nampaknya ia sangat syok..ah...bukan dia saja yg syok ayah,ibu dan yg lain pun nampaknya juga sangat syok
''kalau kau berniat merebut tunaganku itu artinya kau mengajak perang dengan kerajaan assiria ini, dan asal kau tau tau, kerajaan mu tak akan menang melawan kami''kata putra mahkota percaya diri
''ukh...sialan...''kata alroy geram
''pa..pangeran..lebih baik kita kembali saja sekarang, bisa gawat kalau hubungan diplomatik negara hancur cuman gara-gara ini'' kata penasehat tersebut
''tsk....lihat saja nanti,aku pasti akan membalas ini!'' seru alroy lalu berlari pergi setelah itu para prajuritnya pun ikut mundur dan pergi meninggalkan tempat ini.
''eric....rupanya kau juga ngajak perang sama kami ya (melamar elissa\= perang)'' kata kakak sambil menatap putra mahkota tajam
''mana mungkin bodoh'' balas putra mahkota sambil melepaskan ku
''bocah itu kalau gak di giniin pasti akan tetap keras kepala''sambungnya
'' um....anu...putra mahkota''panggilku yg membuatnya langsung menoleh kearahku
''apa?''
''maaf...tapi aku tak akan menikah dengan anda'' kata ku yg membuatnya langsung tersentak kaget
''aku sudah janji akan menikah dengan leon''
Dan lagi aku tak mau kau menjadi bagian dari keluargaku,membayangkannya saja sudah mengerikan
(Di saat elissa mengatakan itu semua mata langsung tertuju kearah leon dan pastinya hanya ada satu kata yg terpikir di benak mereka saat ini yakni
' SELINGKUHAN NONA!?' )
*Puk!..'' eric...yg sabar ya'' kata kakak sambil mencoba menahan tawanya
'' kelihatannya kau gembira sekali ya erwin''balas putra mahkota yg terlihat geram
''huh~...begini ya..meski aku tau kalau ini hanya bohongan tapi tetap saja kalau kau mengatakannya terus terang begitu hatiku sakit juga'' katanya sambil menatapku geram
__ADS_1
''maaf...aku tak bermaksud..'' ''dan ya...aku kembalikan cincin ini, terima kasih sudah meminjamkannya padaku,aku selalu lupa mengembalikannya''kataku sambil melepaskan cincin tersebut lalu memberikan itu padanya
Putra mahkota pun hanya terdiam sesaat sambil memandangin cincin tersebut
Um?...dia tak akan marah kan ?...
''lean!'' seru ibu yg langsung mengejutkan semua orang
Ayah tiba-tiba saja jatuh dan jelas melihat hal itu aku langsung berlari menghampirinya tanpa memperdulikan reaksi putra mahkota
''lean kau tak apa?''tanya ibu sambil membantu ayah bangun
''ah...maaf...sepertinya aku sedikit berlebihan tadi''balas ayah
''mm...mana mu belum pulih kan,harusnya kau jangan berlebihan tadi''
''maaf''
''ayah!?..ada apa?''tanyaku sambil menghampirinya
''tak ada apa-apa sayang''balas ayah sambil tersenyum lembut
''putra mahkota,saya ucapkan terima kasih sudah membantu kami tadi.meski begitu saya tetap tak akan memberikan putri saya pada siapapun'' kata ayah sambil menatap putra mahkota tajam
''itu juga berlaku untukmu leon''sambung ayah sambil beralih ke leon dan leon pun langsung tersontak kaget lalu menundukkan kepalanya
''ya...tak masalah sih untukku''balas putra mahkota sambil menggenggam cincin yg ku berikan tadi
''tapi tuan duke...kalau kalian seperti ini terus,elissa tak akan menikah sampai kapanpun''sambungnya sambil tersenyum kecil
''kalau soal itu akan kami bahas lagi saat waktunya tiba''kata ayah lalu mengusap kepalaku
***
Um....sebenarnya aku itu sangat lambat atau bagaimana ya?...masa aku sama sekali tak menangkap apa yg dari tadi mereka bicarakan.
Tunangan lah,menikah lah, lamaran lah...sebenarnya apa itu semua?..mereka juga seenaknya saja bilang memberikan ku,memangnya aku barang apa?... ayah juga sama saja...
''hup...aku benar-benar tak paham''kataku sambil memeluk bantalku
Tapi.....entah kenapa wajah putra maahkota terlihat cukup mengejutkan tadi,aku tak menyangka ia akan memasang wajah syok begitu...apa hanya perasaan ku saja ya?...
''lisa benar-benar bodoh..''kata luz sambil duduk di sebelahku
''huh?...kenapa?''tanya ku binggung
''kenapa kau malah bilang sudah janji akan menikah dengan leon?.padahal kau kan juga bilang mau menikah dengan ku''katanya sambil cemberut
Eh!?....
''ma..maaf luz...aku tak bermaksud begitu...''balasku sambil bangkit
''aku juga mau menikah dengan luz kok'' sambungku sambil menggenggam kedua tangannya
__ADS_1
''ukh!... TAK BOLEH BEGITU !'' seru luz sambil menepis tangan ku lalu mendorong ku ke kasur dan memperpendek jarak di antara kami
e..eh?..luz?...
''luz...ini terlalu dekat'' kataku yg tak di tanggapi olehnya
''kau harus memilih salah satu dari kami...''kata luz
''memilih?''
''benar...kau harus memilih...kalau tidak...''kata luz dengan mata yg terlihat mulai berkaca-kaca
Eh!?...luz!?...apa dia menangis!?
Memilih antara leon atau luz?....um...aku tak tau ..mereka berdua sama berharganya bagiku....biar bagaimana pun aku mau mereka jadi keluargaku,bagaimana ini?...ah!..
''tuan sendiri yg mengangkat nona sebagai anaknya.itu artinya nona sudah menjadi bagian dari keluarga''
''kalau begitu leon'' balas ku yg langsung membuatnya tersentak
''lalu aku akan mengangkat luz menjadi anakku ''sambungku sambil tersenyum
Kalau begini tak masalah kan?...biar bagaimana pun aku mau mereka berdua jadi keluargaku
*PFFFT!. BHUHAHAHAHA... anak gak tuh!* seru pururu yg langsung tertawa lepas
.....luz pun hanya terdiam sesaat lalu perlahan menjauh
''luz?''
''ukh... ELISSA BODOH!'' teriak luz lalu berlari meninggalkan kamar ku
e...eh?...ada apa?..apa aku salah jawab?...apa harusnya aku milih luz saja?,tapi bagaimana dengan janjiku dan leon?..
*nona....anda sudah kelewatan..fufufu* kata pururu yg masih berusaha menahan tawanya
''e..eh?...sudah ku duga aku salah ya?''
''kalau begitu aku akan pergi menemuinya dan minta maaf''kata ku sambil berniat menyusul luz namun pururu langsung menghentikanku
*untuk sementara lebih baik anda diam disini dulu nona, biar saya yg bicara padanya*
''tapi...''
*tenang saja,lagi pula saya rasa luz sedang tak ingin anda melihatnya dulu*
Um...aku pasti sudah membuatnya sangat marah ya?...harusnya aku tak bilang begitu tadi
''kalau begitu tolong ya pururu''
*serahkan pada saya* balas pururu lalu pergi menyusul luz.
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...