Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 69


__ADS_3

...POV Elissa...


''Um.... Gawat...aku malah jadi bosan sekarang''gumamku sambil mencoret-coret kertas di depanku dengan pensil warna


Sejak kejadian itu pak guru tiba-tiba menghilang,dan karena itu lagi-lagi jadwalku kosong...


Aku sempat mengajak luz main tapi belakangan ini dia sibuk terus dengan percobaannya... karena itu aku jadi tak punya teman bermain.


Ibu dan ayah juga melarangku untuk keluar rumah beberapa hari ini, katanya di luar terlalu berbahaya.


Huh~....''ini membosankan...''kataku sambil meletakan pensil warna yg ku pegang


......padahal dulu aku juga selalu di istana tapi aku tak pernah bosan. Mina selalu saja punya ide baru untuk ku main kan. Tapi sekarang mina...


''tidak boleh..tidak boleh'' batinku sambil mengelengkan kepalaku


Aku tak boleh terus memikirkan hal itu, semua itu sudah berlalu, jangan terjebak di masa lalu elissa...


.....huh~..apa tak ada sesuatu yg bisa ku mainkan?...


''nona''panggil leon sambil memasuki kamar dengan membawakan kue hangat


''leon''


''um?..apa menggambarnya sudah selesai?''tanya leon sambil meletakan kue itu di dekatku


''sudah..dan sekarang aku bosan..''


''hmm...begitu ya...''


''leon, apa leon punya permainan?''tanyaku


''um...apa ya?..sejujurnya saya tidak begitu tau banyak permainan,karena waktu kecil saya memang jarang main'' balas leon


'' Leon masa kecilmu suram ya...''kataku keceplosan


*jleb!... '' maafkan saya nona''balas leon yg langsung lemas


''yasudahlah...''kataku lalu bangkit


''ayo main petak umpet saja''sambungku


''petak umpet?,berdua saja?''


''habisnya tak ada siapapun lagi ''balasku sambil cemberut


''ahaha..benar juga...''


''kalau begitu leon yg jaga aku sembunyi ya''kataku sambil mendorong pungungnya


''a...ah~..baiklah...''balas leon lalu menutup matanya dan mulai berhitung


''satu.......dua.........tiga.........''


Hihihi...sekarang mari cari tempat sembunyi


Aku punmulai mengitari kamar dan mencari tampat sembunyi namun karena tak menemukannya di kamar aku pun mulai mencarinya keluar. Dan langkahku pun terhenti begitu sampai di ruang kerja ayah..


Perlahan ku buka pintu nya namun aku tak menemukan siapapun di dalam. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk bersembunyi disini. Ku terlusuri ruang kerja ayah dan akhirnya berhenti di meja kerjanya


''kalau aku bersembunyi di disini tak apa kan ya?'pikirku lalu berniat bersembunyi di bawah meja kerja ayah


''hihihi....leon pasti tak mengira aku bersembunyi disini''gumamku sambil menutup mulutku


Waktupun terus berjalan dan seharusnya leon sudah mulai mencariku sekarang.. jantungku terasa berdebar-debar menunggunya menemukanku.


''leon akan menemukanku tidak ya?''pikirku sambl mencoba menahan tawa


Dan saat aku mendengar ada langkah kaki yg mulai mendekat ,aku langsung di buat tersentak kaget hingga tanpa sengaja membentur meja dan membuat dokumen ayah berjatuhan.


''wah...gawat..''kataku lalu keluar dari tempat persembunyian


''Ukh....gawat..gawat...kalau begini leon bisa menemukanku...''batinku sambil mengumpulkan dokumen tersebut


''Ah~..dokumen ayah jadi berantakan..aku harus mengembalikannya''pikirku sampai sesuatu di dokumen itu menarik perhatianku


Dan karena penasaran aku pun terus membacanya hingga akhirnya...aku di buat syok dengan apa yg ku baca.


.........ini tak mungkin.....apa ini...ini tak mungkin benar...


Krek.... ''ah!...nona ketemu''kata leon sambil membuka pintu namun tak ku tangapi karena terlalu syok dengan apa yg ku temukan


''nona..kalau main petak umpet nona harus bersembunyi di tempat yg tak terlihat'' sambungnya sambil berjalan kearahku


''nona?...ada apa?''


''leon...'' ''aku...tak begitu paham hal –hal yg rumit,tapi...entah kenapa apa yg di tulis disini...mirip dengan ciri-ciri mina...''kataku gemetar. Dan leon yg mendengar itu pun langsung tersontak kaget dan merebut dokumen tersebut


''nona..tak baik melihat dokumen milik orang lain''kata leon


''aku tau tapi...''


''nah ayo kembali...kita main permainan lain'' potong leon sambil meletakan kembali dokumen tersebut dan membawaku keluar


''leon...tunggu dulu...jelaskan padaku kenapa ada dokumen tentang mina di meja ayah''kataku yg mencoba menahan tangannya


''nona...kita harus keluar sekarang''

__ADS_1


''jelas kan dulu padaku!'' ''kenapa benda itu ada di meja ayah''


'' nona tak akan mengerti''


''makanya jelaskan padaku!''


''nona..''


''kalau tak leon jelaskan bagaimana aku bisa mengerti!?,sebenarnya apa itu!?'


''nona ...''


''kenapa leon menyembunyikannya dari ku!?"


''NONA!''bentak leon yg jelas membuatku tersentak kaget


Dan ini pertama kalinya leon membentakku seperti itu, dia bahkan terlihat marah. Dan melihat itu badan ku langsung gemetar hebat...air mataku bahkan terasa ingin keluar


''ah!...nona..maaf saya tak bermaksud...''


''LEON BODOH!'' teriakku lalu berlari meninggalkannya


''hah~...apa yg sudah ku lakukan'' kata leon yg baru saja menyesali perbuatannya


''karena terlalu panik mendengar nona menanyakan itu , tanpa sadar aku malah hilang kendali''


***


Hiks....apa yg sebenarnya leon sembunyikan dariku?...kenapa dokumen tentang mina ada di meja ayah?.sebenarnya apa yg terjadi?..kenapa tak ada yg memberitahuku?... seseorang tolong jelaskan sesuatu padaku!..


''Hiks...hiks....seram...aku takut.....''


''tuan putri...'' ''...tuan putri''


''huh~...ketemu juga...cepat kemari tuan putri'' kata mina sambil mengulurkan tangannya padaku namun aku justru semakin bersembunyi darinya


''tak mau...mina seram...hiks....''kataku sambil meringkuk ketakutan


''huh~...habisnya tuan putri kalau di bilangin sekali ngerti dong,saya kan udah bilang berkali-kali tapi tuan putri masih saja keras kepala''


''hiks...hiks...tapi memang harus di bentak begitu?..hiks...''tanyaku


''huh~...baiklah..baiklah...saya yg salah..sekarang keluarlah''


''tak mau...mina masih marah''tolakku sambil mengelengkan kepala


''saya sudah tak marah,sekarang keluarlah''


''benarkah?'' ''iya'' balasnya sambil tersenyum hangat . dan melihat itu aku pun langsung keluar dan memeluknya erat


''huh~...dasar....putriku ini gak bisa di bentak sama sekali ya''kata mina lalu mengusap lembut kepalaku


***


''Hiks...hiks....kenapa...kenapa leon tiba-tiba marah?..hiks''


''aku kan...cuman mau tau saja hiks..hiks..''tanggisku sambil meringkuk ketakutan


Apa salahnya aku mengetahui sesuatu soal mina?.diakan keluargaku,dan aku yakin semua orang sudah tau itu,lalu kenapa mereka menyembunyikan sesuatu dariku?...


Dan lagi aku malah membuat leon marah...hiks...apa segitunya dia tak mau memberitahuku?...hiks...hiks...


''nona elissa?''panggil seseorang yg langsung membuatku mengangkat wajahku


''luz''


''eh!?..nona!?...kenapa nona menangis?''tanya luz yg langsung panik begitu melihatku menangis.


Tanpa berkata apapun aku pun langsung memeluknya erat dan menangis di pundaknya...


''no...nona elissa?, ada apa?''tanya luz binggung, namun aku sama sekali tak membalasnya dan terus menangis.


Dan pada akhirnya luz pun tak menanyakan apapun lagi dan perlahan mengusap-usap punggungku sambil berkata ''cup...cup..cup...sudah jangan menangis lagi nona nanti wajah nona jadi jelek loh''


Buk!... ''luz!, aku tak sedang bercanda''balasku sambil memukulnya


''ahaha...aku tau kok'' ''tapi aku serius..''


''kalau nona menangis,kecantikan nona jadi memudar''sambungnya sambil mengelap air mataku


''tersenyumlah....nona terlihat jauh lebih cantik kalau tersenyum''katanya sambil tersenyum lembut kearahku


''hiks...luz bodoh...ibu bilang aku selalu cantik bagaimana pun juga''balasku sambil cemberut


''ahahaha benar kah?'' '' mana coba saya lihat?''sambungnya sambil mencubit pipinya dan jelas membuatku kesal


''LUZ!''seruku sambil melepaskan tangannya


''ahahaha...maaf..maaf''balasnya lalu duduk di sampingku


''jadi?...ada masalah apa?''


''dasar...tadi kau hanya mau membuatku kesal kan?''tanyaku sambil mengusap-usap pipiku


''tentu saja. Kalau bicara sambil nangiskan gak seru''balas luz percaya diri


''luz bodoh..''

__ADS_1


''iya..iya..saya memang bodoh..''


...........''itu...sebenarnya..'' aku pun akhirnya mulai menceritakan pada luz apa yg terjadi dan luz hanya diam dan menyimak ceritaku dengan sangat baik


''hm....jadi itu masalahnya''


''aku kan hanya ingin tau...mina adalah keluargaku,kalau mereka tau sesuatu soalnya harusnya mereka memberitahuku''


''mm....itu benar juga sih.'' ''ah...kalau tak salah ku dengar kemarin sir harry membawa jasad wani....''


''APA!'' seruku yg langsung membuatnya tersentak


''eh?...tidak..bukan apa-apa''


''luz! Apa yg sedang kau sembunyikan dari ku!'' ''beritahu aku semuanya!''


''ta...tapi...''


''LUZ!'' seruku yg terus mendesaknya hingga akhirnya


''BAIKLAH!, akan ku beritahu semua yg ku ketahui''kata luz yg akhirnya menyerah


Luz menceritakan semua yg ia tau, dan begitu mendengarnya aku pun langsung bangkit dan berniat pergi ketempat dimana jasad wanita itu berada.


Awalnya luz menolak karena tak begitu yakin namun aku terus memaksa hingga akhirnya luz setuju membawaku kesana


''di bawah sini?''tanyaku begitu sambil di pintu yg menuju ruang bawah tanah


''ku dengar kemarin mereka membawanya kesini''


''baiklah..kalau begitu ayo masuk''kataku lalu membuka pintu tersebut


Aku pun mulai menuruni satu demi satu anak tangga. Meski di sini gelap dan aku takut pada gelap tapi rasa penasaranku terlalu tinggi untuk itu.


''no..nona elissa....ayo kita kembali saja...mungkin wanita itu sudah di makamkan..''ajak luz


''aku tak mau sebelum memeriksanya dulu''


''tapi itu kan kemarin, ku dengar sir harry juga sudah menyuruh tuan williyam untuk menyiapkan makam,mungkin saja wanita itu sudah tak disini''


''kan masih ada kemungkinan dia disini...pokoknya aku tak akan kembali sebelum memeriksa semuanya''


''ah~...tuan dan nyonya pasti akan marah kalau tau ini''


''aku akan minta maaf sesudahnya''


''anda pikir mereka akan memaafkan nona begitu saja?,bagaimana dengan saya?''


''mereka menyayangiku pasti mereka memaafkan ku dan tenang saja , aku tak akan membuat mereka menyalahkan luz''


''kenapa anda percaya diri sekali sih?''


Akhirnya kami pun sampai juga di ujung anak tangga, dari tempatku berdiri saat ini aku bisa melihat sebuah lorong panjang dan banyak pintu di sana. Dan untung saja ada lentera yg menerangi tempat ini hingga tak membuatku takut


''wah...aku tak tau ada ruangan seperti ini disini''kata luz sambil melihat sekitarnya


''aku juga'' balasku lalu mulai mengelilingi tempat ini


Sejujur ini juga pertama kalinya aku pergi keruang bawah tanah. Karena setiap kali aku membayangkan ruang bawah tanah pasti yg ada di pikiranku adalah ruangan gelap dan sempit, itu sebabnya aku enggan kesini.


Perlahan ku buka setiap pintu dan melihat isinya. Luz yg awalnya tak tertarik pun mulai di buat tertarik dan akhirnya membantuku


''um...nona...saya baru menyadari satu hal''kata luz tiba-tiba


''apa?''


''itu.. kalau mereka tau mina adalah orang berharga bagi nona dan mereka tak memberitahukan hal itu pada nona, bukankah mereka punya alasan untuk itu?''


''alasan?''


''benar , mereka kan sangat menyayangi nona, kalau begitu mereka pasti tak akan menyembunyikan sesuatu tanpa alasan yg kuat''


Alasan kah...lalu apa alasan mereka menyembunyikannya dari ku?..


''menurut luz alasan apa yg mereka miliki hingga tak memberitahuku?''


''itu....um..entahlah...tapi kurasa itu bukan alasan yg bagus''


''Bukan alasan bagus?....''gumamku sambil membuka satu pintu lagi dan kali ini aku mendapati sebuah kain putih yg menutupi sesuatu di atas kasur


''um?...apa itu?''tanya luz lalu berjalan mendekatinya dan membukanya sedikit dan saat ia membukanya raut wajahnya tiba-tiba berubah dan melihat itu aku pun jadi penasaran


''luz ada apa?''


Set!...'' tak ada apa-apa, ayo kembali''kata luz sambil menutupnya lagi dan kali ini di terlihat panik


''luz apa itu?''


''bukan apa-apa''


''tidak pasti ada sesuatu''kataku lalu mencoba membukanya dan saat aku melakukan itu tangan luz langsung menahannya dan sekali lagi memintaku untuk kembali. Aku pun mencoba melawannya dan kami pun sempat berdebat dan di tengah perdebatan itu kain pun terbuka dan begitu aku melihat apa yg ada di balik kain itu


''NONA ELISSA JANGAN DILIHAT!'' seru luz sambil mencoba menutup mataku namun ia terlambat aku sudah terlanjur melihatnya dan begitu aku melihatnya badanku langsung gemetar hebat, rasa mual dan ngeri langsung menghampiriku. Air mataku pun mulai berjatuhan


''mi...na..?''


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2