
''ayah...jangan memaksakan dirimu, asal ayah tau saja aku belum siap jadi pewaris jadi jangan sampai ayah mati dulu''kata kakak yg tentu saja membuat aku dan dokter itu tersetak
Kakak...kakak benar-benar mengatakan hal seperti itu?..
''ahahaha....tenang saja ''kata ayah lalu melirikku dan tersenyum lembut
''lagi pula ayah tak berniat untuk mati sebelum melihat elissa dewasa''sambung ayah .dan mendengar hal itu aku jadi teringat perjanjian ku dengan ayah dulu.
''ka..kalau begitu semoga tuan dan nona lekas sembuh,saya akan memberikan hasil labnya nanti''kata dokter tersebut lalu pergi meninggalkan ruangnya dengan lemasnya
..........sepertinya dokter itu juga butuh istirahat...
...ah!..benar juga...aku hampir saja lupa...
''ayah,ibu,kakak....kalian tak marah?''tanyaku tiba-tiba
''eh?''kata mereka serempak
''karena salahku ayah hampir saja mengalami hal berbahaya...apa kalian tak marah?''tanyaku sambil menggenggam erat selimut yg ada di dekatku
Ah~...apa yg ku katakan?...mereka pasti sangat marah....sudah tak mau mendengarkan perkataan mereka aku bahkan hampir membunuh ayah....
''kenapa kami harus marah?''tanya ayah yg membuatku tersentak
''ayah jadi begini kan bukan kehendak elissa''sambung ayah sambil tersenyum
''benar sekali...ini bukan salah mu sayang ''timpal ibu
''benar..benar.. lagi pula ledakan mana kan bukan hal yg di inginkan siapapun,dan lagi kau kan juga terluka karena ini''kata kakak sambil tersenyum
''tapi...''
''elissa...tak apa sayang''kata ayah sambil mengusap lembut kepalaku
''lagi pula di bandingkan apa yg elissa lakukan kali ini ,apa yg erwin lakukan dulu malah jauh lebih buruk''sambung ayah.
''a.....AYAH!'' keluh kakak
''kakak?''
''benar, dulu kakamu itu...''
''AAAAAKH!....ayah!..kenapa ayah malah membicarakannya!, bukannya kita sudah janji untuk tak membahas itu lagi!''seru kakak yg langsung panik
''benar kah?.ayah tak ingat pernah bejanji begitu...''balas ayah sambil menatap kakak dengan tatapan mengejek
''apa terjadi sesuatu?''tanya ibu yg sepertinya juga tak tau apa-apa
''ti..tidak ada apa-apa...'' ''ayah!..ayah kan sudah janji...atau jangan –jangan ayah masih marah padaku karena itu,makanya ayah mau menceritakannya pada adik kecil?''tanya kakak dengan mata yg berkaca-kaca
''ahaha..tidak...ayah hanya bercanda''
''oi...apa yg kalian sembunyikan?.erwin kau apakan ayah mu dulu?''tanya ibu sambil menatap kakak dengan tatapan mengintimidasi
''ti...tidak...bukan apa-apa kok bu.''kata kaka panik
Kakak..kalau kakak ngomongnya panik begitu siapa yg bakal percaya?...dari pada itu aku malah jadi sangat penasaran sekarang. Sebenarnya apa yg kakak lakukan pada ayah dulu?
''hmph...yasudahlah'' ''intinya kami sama sekali tak marah padamu elissa. Dan lagi kalaupun sang anak berbuat salah tak peduli itu besar atau kecil sudah tugas orang tua untuk memaafkannya...karena itu tenang saja''kata ayah sambil tersenyum dan mengusap kepalaku
__ADS_1
Mendengar hal itu hatiku jadi semakin nyeri...
padahal mereka orang yg sebaik ini tapi bisa –bisanya aku memikirkan hal buruk soal mereka tadi...ukh...aku benar-benar bodoh....
''huh~..kalau tak ada yg mau jelaskan yasudah'' kata ibu
''untuk sekarang kesembuhan eli adalah yg utama.''
''ibu pasti akan merawatmu sampai kau pulih kembali''sambung ibu semangat
''ah!...aku juga akan membantu!''seru kak erwin
''kakak juga?...lalu bagaimana dengan sekolah kakak?''tanyaku
''tenang saja, soal itu kuserahkan pada eric!''balasnya percaya diri
''ayah juga akan menemanimu sampai kau sembuh''kata ayah
''lean kau istirahat saja,muka mu masih pucat loh''kata ibu sambil melipat kedua tangannya
''tidak apa,aku akan baik-baik saja''
''ayah...tolong jangan paksakan , istirahatlah...aku tak mau melihat ayah sakit''kataku sambil memegang lengan bajunya
''elissa...''
''yosh!..sudah di putuskan ya''kata ibu lalu mengendongku
''lean istirahat lah, biar eli kami yg urus''kata ibu lalu pergi membawaku kembali ke kamar ku
***
Setelah itu ibu dan kakak lah yg mulai merawatku secara bergantian....
Ukh!...benda itu itu lagi... sejak tadi aku sudah meminum obat itu dan aku tak menyukainya,rasanya sangat pahit,aku benci itu...
''tak mau , pahit''balasku sambil menutup mulutku
''ahaha...namanya juga obat''
Ukh...aku benci obat...sampai kapan aku harus meminumnya?..
''ayolah...aaa~..''kata ibu sambil menyodorkan sendok berisi obat itu namun aku malah menjauhinya
''ayolah eli...ibu bawakan madu juga untuk menghilangkan rasa pahitnya''
''sampai kapan aku harus meminumnya?''
''sampai eli sembuh''balas ibu sambil tersenyum
''tapi aku sudah baik-baik saja''kataku
''benarkah?'' tanya ibu lalu menyentuh keningku
''masih panas gini kok'' ''makanya minum obat, kalau minum obat dan panasnya turun eli kan jadi gak perlu minum lagi''
''apa eli mau minum obat terus?''tanya itu dengan memasang wajah licik
Ukh.....kalau itu gak mau
__ADS_1
Pada akhirnya dengan terpaksa aku pun meminumnya dan setelah itu buru-buru menimum banyak air
''pahit...''kataku sambil menjulurkan lidahku
*plok..plok...plok.... ''yeay...eli hebat''kata ibu sambil memberikan tepuk tangan
''nah ini madunya biar gak pahit''kata ibu lalu memberikan ku madu itu
Dan setelah aku memakannya,rasa pahitnya memang sedikit hilang.
''sekarang eli istirahat ya...''kata ibu sambil menidurkan ku dan memakaikan ku selimut
''selamat malam sayang''sambung nya lalu mengecup lembut keningku lalu pergi meninggalkan kamarku
.......huh~...cepat lah pergi penyakit...aku tak mau kalau harus meminum itu lagi...
.....tapi kalau di pikir-pikir aku kan jarang sakit begini,apa dampak dari ledakan mana memang seperti ini ya?...padahal dulu aku tak pernah sampai seperti ini...
''Ah!...benar juga''kataku sambil bangkit
Bagaimana dengan jasad mina sekarang?...lalu..luz?..ah!..luz!...gawat aku lupa soal dia,ku harap dia tak menyalahkan dirinya karena ini
Memikirkan hal itu aku pun langsung turun dari kasur ku dan berniat pergi menemuinya sampai...
''nona?'' panggil suara tak asing yg berada tepat di sebelahku begitu ku buka pintu
''le....leon!?"
''nona mau kemana malam –malam begini?''
''i..itu...''
Eh?...sebentar
''nona harus istirahat sekarang....dan lagi ini sudah malam''
Um?....leon... entah kenapa...dia mencoba menghindari kontak mata dengan ku?..
Aku pun mencoba membuat mata kami bertemu namun leon terus menghindari kontak mata dengan ku
???........DIA KENAPA!?.
''leon ada apa?'' ''kenapa kau tak mau menatap mataku?''tanyaku
''eh..tidak....bukan apa-apa''
Tidak pasti ada apa-apa! Kenapa dia terus menghindar tanpa alasan!?
''leon kalau bicara dengan seseorang tak sopan kalau menghindari kontak matanya''kataku sambil melipat tanganku
''ah!...maaf..saya tak bermaksud begitu''balasnya sambil menunduk
''saya hanya merasa tak pantas, menatap nona...''
Huh!?...kenapa?...
Aku pun mencoba mengingatnya kembali dan akhirnya aku ingat
!!!?....benar juga...kami kan sempat bertengkar waktu itu!
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...