Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 50


__ADS_3

Meski aku adalah kakakya aku sama sekali tak pernah berbicara dengannya, para orang dewasa selalu saja menjauhkan kami dan menyebarkan rumor buruk soalnya agar aku tak mendekatinya. Dan akhirnya aku yg terhasut pun menjadi enggan mendekatinya .tapi... Sejak insiden itu terjadi pandangan ku soal leon pun mulai berubah.


Hal itu bermula saat kematian ibu leon yg meninggal akibat bunuh diri. Di duga beliau depresi berat akibat tekanan yg di berikan padanya dan leon sejak lama. Dan di hari pemakaman beliau tak seorang pun menangis atau bahkan berduka atas kepergiannya, jangan kan berduka mereka malah merasa kalau kematian ibu leon adalah hal yg seharusnya.


Di hari pemakaman itu satu-satunya orang yg menangis dan berduka hanya leon seorang. Melihatnya yg menangis tersedu-sedu di makam ibunya sendiri membuat hati ku mulai tergerak. Aku mengerti betul apa yg leon rasakan. Ibunya adalah satu-satunya orang yg berada di pihaknya dan sekarang orang itu telah tiada dan mau tidak mau mulai sekarang dia harus berjuang sendiri tanpa seorang pun di sampingnya.


Meski ku tau itu , badanku sama sekali tak mau bergerak ,sesuatu seperti membelengguku dan membuatku tak bisa mendekatinya. Dan pada akhirnya aku sama sekali tak bisa mendekatinya atau bahkan menghiburnya


Waktu pun terus berlalu, dan sejak hari itu leon menjadi sangat dingin , ia mulai tak mempercayai orang lain dan hanya bergantung pada dirinya sendiri.


***


ZRASS... '' huwaa.. hujan nya lebat banget'' kata ku sambil memandangi hujan lebat dari balik jendela


Karena hujan aku pun memutuskan untuk menutup gorden sampai...


''um?...apa itu?'' perhatian ku langsung teralihkan pada sosok seseorang yg tak begitu jelas akibat hujan. Aku pun mencoba fokus dan melihat siapa itu dan betapa terkejutnya aku saat melihat sosok tak asing tersebut.


Seorang anak kecil yg sedang berlatih pedang di tengah derasnya hujan bahkan tanpa pembimbing sama sekali. Melihat hal itu tanpa pikir panjang aku langsung berlari keluar dan menghampirinya . ku tembus derasnya hujan dan begitu aku sudah hampir dekat dengannya langkahku langsung terhenti.


Bukan apa-apa, aku merasa sangat terpukau melihat gerakan demi gerakan yg leon lakukan saat menghunuskan pedangnya. Itu benar-benar gerakan yg luar biasa menurutku. Untuk seorang amatir yg bahkan tak memiliki guru berpedang level leon sudah sangat bagus. Dan sejak hari itu aku selalu diam –diam melihatnya berlatih. Menurutku leon sangatlah keren meski hanya sebatas rasa kagum aku jadi ingin dekat dengannya.aku ingin bicara dengannya.


Hingga aku lupa.. kalau jarak di antara kami sudah terlalu jauh


Brak!...'' berani sekali darah kotor sepertimu menginjakan kaki disini'' kata seorang ksatria setelah mendorong punggung kecil leon dengan kencang hingga membuatnya terjatuh


''woi..woi..sampah apa ini?'' tanya temannya yg lain sambil mengambil pedang kayu yg leon gunakan


''jangan bilang kau belajar berpedang dengan ini?. ahahaha menjijikan''


''ukh... kembalikan itu'' kata leon geram


''huh?... kau ingin ini?. kalau begitu ambilah'' kata ksatria tersebut lalu melemparnya ke temannya. Leon pun mencoba mengambilnya namun temannya itu melempar lagi ke teman satunya dan hal itu terus menerus terjadi. Mereka bahkan tertawa terbahak-bahak melihat usaha leon yg berusaha keras merebut kembali pedangnya. Dan di akhir


Krak!... '' ups... maaf aku tak sengaja mematahkannya'' katanya dengan senyum merendehkan. Pria itu pun langsung melempar pedang itu ke leon dan leon tampak hanya diam menahan emosinya


''ahahaha..sayang seka...'' PLAK!...


Karena sudah geram melihatnya aku pun langsung berlari menghampiri mereka dan mukul kepala orang itu dengan keras. Tampak sekali ekspresi terkejut dari mereka saat melihatku

__ADS_1


'' apa segitu menyenangkannya kalian mempermainkan orang lain?'' tanyaku sambil menatap mereka tajam


''tu..tuan muda harry.. kenapa anda ada disini?'' tanyanya yg tak ku hiraukan dan berjalan mendekati leon


''kau tak apa?'' tanyaku namun tak di balas olehnya


''tu..tuan muda lebih baik anda tak dekat dengan.....''


''kenapa?'' potongku yg langsung membuatnya diam


''aku mau dekat dengan siapa itu bukan urusan kalian, dan lagi dia ini juga tuan kalian tapi bisa-bisanya kalian mempermainkannya seperti itu'' marah ku


''apa maksud tuan?...dia itu kan hanya rakyat biasa.''


''rakyat biasa katamu'' gumamku yg makin geram mendengarnya


Amarahku terasa akan meledak, ingin sekali ku pukul orang-orang ini hingga tak bisa bicara lagi namun hal itu langsung terhenti begitu sosok yg terlihat begitu tegas tiba-tiba muncul dan membuat kami semua terdiam.


''ada keributan apa ini?'' tanya ayahku sambil menatap kami tajam


Melihat kehadiran ayah leon pun langsung menyembunyikan pedang kayunya dan tertunduk takut


''ayah!..'' aku pun langsung berlari menghampiri beliau


''ayah, dengar. Mereka ini sudah berani mempermainkan leon bahkan mematahkan pedang miliknya, beri mereka hukuman '' kataku


''pedang?'' tannya beliau sambil menatap leon dingin


''sejak kapan kau memiliki pedang?. Aku tak ingat pernah memberimu izin untuk memegang pedang'' sambung beliau dengan nada yg begitu dingin


Eh?...tak di beri izin?..leon?...kenapa?..


''i..ini..hanya pedang yg saya temukan di pembuangan'' balas leon ketakutan


''meski begitu aku tak pernah memberi mu izin untuk memegangnya''


''ma..maafkan saya...''


''tu..tunggu sebentar'' kataku yg mencoba menengahi mereka

__ADS_1


''ayah... kenapa ayah bicara begitu?. Leon itu sangat hebat. Ayah harus lihat kemampuannya. Ayah pasti akan terpukau. Leon pasti bisa menjadi ksatria hebat nan....''


''dia tak akan pernah menjadi ksatria'' potong ayah yg langsung membuatku syok


''apa?''


'' darah kotor sepertinya tak akan pernah bisa menjadi ksatria , aku tak akan mengakuinya''


Eh?...kenapa?...sebentar.. ini aneh...


''kenapa begitu?'' ''leon kan juga putra mu?'' sambungku


'' huh?... kau bilang dia putraku?. Darah kotor ini?'' balas beliau yg membuatku semakin tak mengerti


'' sejak kapan darah kotor seperti ini menjadi putraku'' sambung beliau sambil memberi kami tatapan tajam


........... apa hanya aku yg merasa ada yg salah disini?..bukankah ini aneh?...jelas-jelas leon adalah putranya. Matanya saja mirip dengan mu bodoh.. bagaimana bisa kau membantahnya!?.


''ahaha....ini aneh loh..'' tawaku yg langsung membuat mereka terdiam


''jelas-jelas dia putramu tapi bagaimana bisa anda berkata demikian?.'' Sambungku sambil menatap ayah tajam


''kan ayah sendiri yg membuatnya. Bagaimana bisa ayah malah tak mengakuinya?''


'' HARRY !''


'' jangan bilang... anda hanya ingin memuaskan hasrat anda?''


''HARRY CUKUP!''


Ah~....ini pertama kalinya ayah membentakku sampai seperti itu. Ku pasti sudah menjadi anak kurang ajar di matanya sekarang. Tapi...


''ayah.. selama ini aku selalu mengagumi anda, ku pikir anda sangatlah hebat dan pantas di jadikan panutan tapi ternyata...''


''Anda hanya lelaki menjijikan yg tak tau malu'' sambungku lalu menarik tangan leon dan mengajaknya pergi menjauh.


...****************...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2