Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 156


__ADS_3

POV Liana de everon


Ukh!..ini salahku harusnya aku bersikeras tak membawanya....


''ah!.. anda masih disini ternyata'' kata seorang dokter yg baru saja keluar setelah memeriksa keadaan luz


*grep! '' bagaimana keadaan putraku?''tanyaku sambil menarik kerah bajunya dan menatapnya dengan tatapan membunuh


''tu..tuan..tenang lah...putra anda baik-baik saja'' balasnya takut


''benarkah?, kau tak mencoba membohongiku agar selamat kan?'' tanyaku yg membuatnya semakin merinding


''iya..iya tentu saja!..lagi pula putra anda hanya demam biasa'' kata dokter tersebut


''huh?...woi..dokter.. kau pikir berapa banyak penyakit serius yg berawal dari demam?..jangan anggap remeh demam ya''ancamku


''ma..maafkan saya..''


''huh~.. tapi syukurlah kalau putraku baik-baik saja'' kataku sambil melepaskannya


''tapi kenapa dia tiba-tiba demam?.apa aku salah memberinya makan?''


''bukannya karena anda membawanya di tengah hujan deras?'' balas dokter tersebut yg langsung mendapatkan tatapan tajam dariku dan alhasil dokter itu pun langsung diam mematung


''ta..tapi tuan.. untuk usia sepantaran mereka memang cukup rawan terkena demam karena cuaca. Terlebih..tempat ini sudah sangat kotor akibat perang'' katanya dengan nada sendu


''ini bukan lah tempat yg baik untuk anak-anak. Sebaiknya anda dan putra anda segera meninggalkan tempat ini. Anda tak akan menemukan apapun di kota yg hampir mati ini'' sambungnya


''tidak. Aku memang berniat tak lama di sini, tapi aku tak bisa pergi dulu sebelum menemukan apa yg ku cari'' balasku


''oh?..apa yg sedang anda cari di kota ini?.di sini anda tak akan menemukan apapun kecuali reruntuhan bangunan dan orang-orang serta jasad yg tak ter urus akibat perang''


Yah.. keliatannya sih begitu ya.. saat kami baru meninjakan kaki disini saja kami langsung di sambut bau amis dari lingkungan yg tak terawat. Ini benar-benar tempat yg buruk bagi luz. Aku harus segera pergi dari sini setelah menemukan petunjuk


''saya hanya memperingati saja. semoga anda segera menemukan apa yg anda cari'' kata dokter tersebut lalu permisi pergi


''Ah!. Hampir saja saya lupa'' kata doker itu yg langsung berhenti dan menoleh kebelakang


'' berhati-hatilah pada sekelompok bandit tuan.di sini rawan sekali tindak kriminal terlebih perdagangan manusia'' sambungnya yg membuatku tersentak


Perdangan manusia?...


...mm... yah kalau di lihat dari situasi kota ini tak heran sih...


Hmph...coba saja mereka sentuh putraku. Akan ku buat hidup mereka tak tenang


***

__ADS_1


*krek..


''oh!.. luz kau sudah bangun?''panggilku begitu melihat putra kecilku sudah bangun


''mama..ah~, begitulah..''


''bagaimana keadaanmu?..apa masih ada yg di rasa tak enak?''tanyaku sambil meletakan tangan ku di dahinya untuk mengecek panasnya


''kepalaku masih sedikit pusing tapi tak apa tak begitu parah kok''balasnya sambil tersenyum


''sebaiknya kau istirahat kembali,setelah itu mari pergi dari sini''


''eh?..tapi..kita kan masih belum menemukan apapun dan lagi kita juga baru sampai''balasnya


''ah!.. apa ini karena aku?..''


''aku benar-benar tak apa!, ini hanya demam ringan . jangan terlalu cemas mama'' katanya


''bukan begitu'' *puk ''tempat ini memang terlalu berbahaya kalau kita berlama-lama disini'' sambungku sambil mengusap-usap kepalanya


''ah!..mama akan cari makan dulu ya. luz mau makan apa?''tawarku yg mencoba mengalihkan topik


'' apa saja tak masalah''


''eits!... apanya yg apa saja.ayo dong.. bisanya kalau orang lagi sakit banyak maunya'' kataku


''tak apa repotkan saja mama . mama suka kok. Ayo..ayo..mau apa?''


''huh~..baiklah. kalau begitu aku mau kue''


''eh?....itu aja?''


''iya. Aku ingin makan kue''balasnya sambil tersenyum


''baiklah!, mama akan carikan kau kue. Tunggu ya'' kataku lalu langsung tancap gas keluar mencari kue untuk putraku ini.


***


''huh~.. ini benar-benar kota yg busuk ya'' gumamku sambil menelusuri jalan di kota tersebut.


Seperti yg dokter tadi katakan di sini hanya ada puing-puing bangunan dan orang-orang yg sudah mirip tengkorak hidup.


Tak heran kalau tingkat kriminal disini sangat tinggi. Meski begitu memang apa lagi yg bisa di ambil di kota yg hampir mati ini?.


*tuk! '' ah!.. maaf'' kata seseorang yg tak sengaja menabrakku


Hm...begitu rupanya..ternyata masih ada yg bisa di ambil ya...

__ADS_1


''tak masalah. Tapi... bisa kembali kan dompetku?'' pintaku sambil tersenyum . jelas ini membuatnya tersentak kaget lalu langsung berniat kabur kalau saja aku tak dengan cepat menyelengkat kakinya dan membuatnya jatuh tersungkur di tanah


Aku pun langsung mengambil kembali dompetku dan tak berminat untuk memperpanjang masalah ini.


''lain kali tolong perhatikan korbanmu terlebih dahulu ya'' kataku sambil tersenyum lalu pergi meninggalkannya


Huh~..baiklah... dimana aku bisa menemukan kue untuk luz ya?...ada yg jual kue kah...


*grep!.saat aku sedang sibuk mencari toko roti tiba-tiba dari belakang ada yg menahan ku sontak aku langsung menoleh kearahnya dan rupanya ia..


Um?... pencopet tadi?...


''ada apa?. Aku tak berniat melaporkanmu atau semacamnya jadi kita anggap saja hal ini tak pernah terjadi'' kataku sambil tersenyum


''bagaimana anda bisa tau saya melakukan itu tadi?''tanyanya sambil menatapku geram


''trik kecil seperti itu siapapun juga pasti bisa'' ''trikmu terlalu sederhana dan banyak celah'' sambungku sambil menatapnya tajam


Orang ini.. kelihatannya dia belum makan selama beberapa hari ya..terlihat sekali tubuhnya yg kurus kering.apa dia mencopet untuk mendapatkan makanan?..


''huh~...'' karena merasa iba aku pun mengeluarkan beberapa uang dari dompetku dan berniat membelikan itu padanya namun..


*PATS!.... '' apa kau merasa iba padaku?..asal kau tau saja aku tak butuh rasa kasihan mu'' marahnya


..... ''kalau begitu kenapa kau menahan ku?. Apa untuk membongkar kelakuanmu kotormu?. ''


'' ini jalan utama ,meski tak banyak orang yg peduli disini tindakan mu tetap saja akan terlihat jelas. Apa kau mau imej mu semakin jatuh di sini?'' kataku yg membuatnya semakin geram


''kota ini sudah mati, apa gunanya menjaga imej di kota mati ini?''tanyanya sambil menatapku kesal


''.... jangan remehkan opini publik nak. Asal kau tau saja, pandangan publik itu sangat mengerikan''balasku


''kalau kau merasa imej mu tak ada harganya , maka jadi pengemis saja, setidaknya kau tak akan di pukuli nantinya'' sambungku sambil tersenyum kecil


''ku tinggalkan uang ku disini, kalau kau tak mau maka biarkan orang lain yg mengambilnya nanti. '' kataku sambil menaruh uang ku tadi di atas sebuah puing bangunan


''aku sibuk jadi aku permisi'' kataku lalu pergi meninggalkannya


Setelah itu aku pun terus menelusuri seisi kota untuk menemukan kue untuk luz hingga akhirnya aku berhasil menemukannya meski lokasinya yg cukup jauh.


Karena berhasil menemukan apa yg ku cari aku pun langsung kembali ke tempat luz namun begitu aku sampai disana...


''luz?...''


...****************...


...NEXT...

__ADS_1


__ADS_2