
Waktu pun terus berlalu banyak hal yg terjadi mulai dari liana yg pergi mengelana sampai pertemuanku dengan harry dan berbagai hal lainnya. Meski begitu kami berhasil melewati semuanya dan mengucapkan janji suci kami
Aku pun mulai membangun keluarga kecilku dengannya.suka duka sempat kami alami bersama hingga
''LEAN!'' seru lina yg langsung berlari lalu melompat kearahku
''lina?..woi..hati-hati...kenapa kau buru-buru sekali?''tanyaku
''ahaha..lean..lean..dengar .aku punya kabar bagus''ucapmnya riang
''benarkah?. Jadi itu alasanmu segembira ini?''tanyaku sambil menyibak rambutnya
''iya. dan aku yakin kau juga akan suka ini''
''coba ku dengarkaan'' ucapku setelah itu lina pun mendekatkan bibirnya ke telingaku lalu berbisik dengan lembutnya
''lean..kau akan segera jadi ayah''
'' apa?''
''ahaha..lean..aku hamil ada bayi kita di perutku saat ini'' balasnya sambil tersenyum riang
Aku tak bisa mengambarkan perasaan ini. Air mataku terasa akan tumpah tapi hati ku terasa begitu hangat
''lina.kau..''
''iya..''
''ahahaha..LINA!'' seruku sambil menganggatnya lalu memutarnya tak lupa pula ku berikan kecupan lembut dan pelukan hangat
''ahaha..kita akan segera menjadi orang tua lean''
''iya''
Aku bahagia. perasaan ini terus meluap dalam diriku. Dan kini akan segera hadir malaikat kecil dalam keluargaku .jantungku terasa berdebar debar menantikan kelahirannya
''lean kau mau anak perempuan atau laki-laki?''tanya lina
''apapun tak masalah'' balasku
''hee..tapi aku mau anak perempuan'' balas lina sambil cemberut
''kenapa?''
''biar bisa ku dandani'' balasnya percaya diri
''kalalu yg lahir laki-laki gimana?''tanyaku
''buang'' balasnya dengan wajah datar
''SEMBARANGAN!!''
***
9 bulan pun berlalu dan di tengah musim semi dimana bunga-bunga bermekaran di tengah hangatnya sang mentari. Malaikat kecil kami pun lahir.
Saat pertama kali ku dengar suara tangisnya hati ku benar-benar tersentuh.air mataku pun sempat keluar saking senangnya
Kini seorang pria kecil dengan rambut hijau muda telah lahir dan menjadi bagian dari keluarga kami. Tanganya yg begitu kecil nan rapuh membuatku begitu takut menyentuhnya kala itu
''ahaha..lean..santai saja..kau tak akan membunuhnya kalau hanya memegang'' tawa lina
Perlahan ku coba mengenggam tangan kecilnya itu dan begitu ku sentuh ia kebahagian sekaligus haru langsung mengisi emosiku
''kecilnya..''
Kecil sekali...
Sebuah keajaiban muncul dan mewarnai hidupku
__ADS_1
'' ahahaha.kau juga pasti sekecil ini dulu lean''tawa lina
''mau coba gendong?''tawarnya
''eh!?...tapi..''
''tak apa..jangan takut. Masa gendong anak sendiri takut''tawa lina
''bukan begitu''
''nah pegangnya begini'' ucap lina di bantu pelayan
Dan begitu aku mengendong malaikat kecil ini jatungku berdebar dengan begitu kencang. Aku sangat senang namun juga takut kalau aku memegangnya terlalu kuat. Karena itu saat mengendongnya pertama kali badan ku langsung kaku
''pffft.. buahaha..lean kau kaku sekali...kayak patung'' tawa lina
''berisik. Bagaimana kalau aku memegangnya terlalu kuat'' ucapku malu
''wah..wah..coba liat tuan duke kita ini..manis sekali'' ledek lina yg membuat para pelayan yg ada saat itu tersenyum gemas
''lina..'' ucapku sambil menunduk malu
......benar-benar seperti keajaiban.dan kini keajaiban itu ada dalam dekapanku...
''dia mirip sekali denganmu'' ucapku
''rambut dan matanya sangat mirip denganmu.dia sama sekali tak mewarisi genku sepertinya'' ucapku
Yah..ku harap ia juga tumbuh menjadi pria yg kuat dan ceria sepertimu lina
''oh?..apa kau iri lean?..''ledek lina
''eh?..pfft..kau irinya karena ia sama sekali tak mirip dengan mu''ledek lina
Ukh!?...sejujurnya sedikit...
''ahahaha..tak apa..nanti tinggal kita buat lagi sampai dapat yg mirip denganmu'' ucapnya
''dan lagi bagaimana jadi mau di buang?.ini anak laki-laki loh'' ledekku balik
''HUH!?. GILA KAU!. ''seru lina
''enak aja main buang. Di kira ngelahirinya gampang!?.aku hampir mati tadi!'' serunya
''lah yg waktu itu bilang kalau anak laki-laki di buang siapa?''ledekku yg membuatnya diam mematung
*grep..'' lean...jangan buang anak ini...kalau kau buang. Aku akan membunuhmu'' ucap lina sambil menatapku tajam
Dia percaya aku akan buang?.ya kali.mana mungkin aku membuang harta karun kecil ini. Akan ku besarkan dia menjadi lelaki yg hebat seperti orang tuanya
***
Hari -haripun terus berlanjut.dan hari-hariku kini terus di isi dengan tawa dan kegembiraan. Benar-benar keluarga ideal yg ku impikan.
''lean..lihat .erwin mulai belajar jalan.ayo erwin coba hampiri ayahmu'' ucap lina
Dengan langkah kecilnya erwin putra kami pun mulai berjalan kearah ku dan aku dengan sigap menunggunya lalu menangkapnya begitu ia tiba padaku
''luar biasa..erwin. putra ayah memang hebat'' ucapku sambil mengendongnya lalu menciumnya lembut
Hari-hari membahagiakan terus datang dalam keluarga kami .sejujurnya aku tak pernah menyangka akan sebahagia ini dalam hidupku. Memiliki pasangan yg luar biasa serta anak yg kuat dan cerdas. Kadang aku merasa dewa pasti sangat menyanyanggi ku namun... sempat tebesit dalam ingatan ku hari-hari saat di benua hitam.
Kalau ku ingat kembali aku jadi berfikir bagaimana aku masih bisa hidup saat itu?. jelas sekali aku sekarat akibat racun tarantula itu tapi ajaibnya begitu ku buka mata aku pulih begitu saja. seakan-akan ada orang yg menyembuhkan ku dengan sihirnya
''eli akan cembuhkan''
Kadang ingatan kecil itu muncul dalam mimpiku.suara yg terdengar seperti anak-anak dan tangan kecilnya yg dingin..
''lina..aku ingin tanya''ucapku
__ADS_1
''ya?''
'' apa kau memanggil dirimu eli dulu?''tanyaku
''huh?..apa-apaan itu?.apa itu panggilan baru untukku?''tanyanya balik
Bukan kah...
*grep '' tanganmu hangat '' ucapku sambil mengenggam tangannya
''ahahah tentu saja aku kan masih hidup lean'' tawanya
..... itu artinya yg menolongku bukan lina kah?..lalu siapa?..siapa orang itu?..yah.siapapun dia aku berhutang nyawa padanya. Ku harap aku bisa membalasnya suatu hari nanti.
***
''huh?...kembali kebenua hitam?''tanyaku yg syok begitu lina tiba-tiba bilang ingin kembali mengembara
''iya.''
''tapi bagimana dengan erwin?.dia masih kecil. Dia perlu ibunya di masa-masa ini''
''tenang saja. erwin anak yg kuat dia akan baik-baik saja tanpaku. Dan lagi aku bukannya akan pergi dalam waktu lama. aku akan pulang beberapa bulan sekali. Yah..paling lama setahun sekali lah'' ucap lina
'' apa kau benar-benar harus membalaskan dendam mu itu?''
''lean..itu tujuan hidupku'' balas lina yg membuatku tersentak
''hmph.meski kini aku punya kalian,tapi bukan bearti aku meninggalkan tujuan lama ku lean''
''aku akan kembali. Jadi tunggu saja ya'' ucapnya sambil membelai pipiku
*grep '' baiklah..tapi berjanjilah kau akan pulang dan bukan hanya namamu'' blasku sambil menahan tangannya
''ahahaha..apa kau mencemaskan ku?.aku akan baik-baik saja. kau lihat sendirikan dulu''ucapnya percaya diri
''benar juga. Aku malah cemas dengan nasip monster yg akan kau temu nanti'' balasku yg mengundang tawanya
Beberapa hari setelah itu lina pun benar-benar pergi kembali ke benua hitam. Dan kini tugasku menjadi ganda yakni menjadi seorang ayah sekaligus ibu bagi erwin yg masih kecil. Ku coba lakukan yg terbaik dalam merawatnya. Meski ada bebarapa hal yg tak bisa ku lakukan hingga membuat ku lepas kendali dan bertengkar hebat dengan putraku sendiri.tapi pada akhirnya semua itu berhasil ku lalui dengan baik hingga...
Setelah beberapa tahun berlalu. Sebuah benang merah seperti menarikku.
Di sebuah perlelangan ilegal aku menemukan sosok yg tak pernah ku lihat sebelumnya.begitu melihat makhluk itu dengan sendirinya badan ku bergerak kearahnya dan mencoba melindunginya.
Aku juga tak paham kenapa tapi aku merasa aku harus melakukan itu.
Makhluk kecil yg rapuh dengan rambut violet dan mata merahnya yg indah.aku tak pernah bertemu dengannya tapi entah kenapa aku merasa familiar denganya
Bagaikan di pertemukan dengan takdir. Jantungku sempat berdekup kencang begitu menyentuhnya
''tangan mu juga terluka, apa itu sakit?''tanyaku begitu menyadari tangannya yg terluka lalu perlahan menyentuhnya
Sensasi dingin dari gadis ini mengingatkan ku pada tangan kecil kala itu.
'' apa kau punya nama?''tanyaku lembut
''e..eli..ssa..''kata nya yg sedikit sulit dikatakan karena lidahnya yg terluka
Elissa!?... ''eli akan cembuhkan''
Jangan bilang... ah..tidak..mana mungin ada kebetulan semacam ini.tapi meski begitu. Firasatku mengatakn aku tak boleh meninggalkan anak ini dan harus terus mengawasinya hingga aku menutup usia nantinya
''elissa kah....nama yg indah''kataku sambil tersenyum.
...****************...
...Bersambung...
...----------------...
__ADS_1
...Oh! ya. kerena belakang ini waktu update Bab nya gak beraturan saya takut ada typo atau bagian yg kepotong. tolong beritahu saya kalau semisalnya ada kesalahan atau Ban yang ganda terima kasih. 🙏😊...