
...POV Elissa...
Huh~..kepalaku pusing...
Kemarin banyak sekali info baru yg ku dengar dan semuanya bukanlah hal bagus. Jujur aku masih belum bisa mencerna semuanya dengan baik.
''huh~..aku jadi cemas dengan apa yg akan terjadi kedepannya nanti," kataku sambil selonjoran di kasur.
Yah...kesampingkan soal kekaisaran dulu,ada hal yg lebih penting yg harus ku cari tau.
Dewa kematian di kamar ayah waktu itu...di lihat dari mana pun dia berbeda dengan dewa kematian yg pernah ku lihat,sosoknya hanya bayangan hitam yg membawa sabit biasa. kalau saja dia mirip dengan dewa kematian yg lain aku pasti akan lebih mudah.
Lalu...sejak malam itu aku juga tak pernah melihatnya lagi,sebenarnya ini membuatku senang tapi tetap saja aku cemas.
''ukh...kalau pun aku ingin mencari tau lebih lanjut aku harus cari dimana?''pikirku
Yg kayak gini kan tak biasa dan lagi emang ada orang lain yg mau menyelidiki soal dewa kematian?....
mm....kalau aku minta penjelasan pada kakak roh mungkin akan lebih cepat hanya saja bagaimana aku bisa bertemu dengannya?...
um!...sebentar!
''waktu itu aku bisa kesana karena hampir mengatakan soal kekuatanku ini kan?.mungkin aku bisa mengunakan cara itu lagi untuk bertemu dengannya''pikirku sambil bangkit
Tidak...tidak bisa...kalau aku melakukaan itu aku pasti akan pingsan selama beberapa hari dan aku baru saja sembuh aku tak mau sakit lagi,salah-salah aku harus meminum obat mengerikan itu lagi, POKOKNYA GAK!.
mm...bagaimana ya?.....
huh~..buntu ya....
''kalau aku tanya pada lina apa dia akan tau?...dia kan roh juga...'' eh!?,roh?...
Kalau roh aku kan juga punya!
''pururu''panggilku dan gumpalan bola api kecil pun muncul namun
''hup!...puru..puru'' atanya sambil membalikkan badan layaknya sedang marah
''eh?..pururu..apa kau marah?'' tanyaku yg tak di balas olehnya
Ah~..begitu ya...sudah lama sekali aku tak memanggilnya...dan lagi...aku baru ingat, kalau saja saat itu aku memanggil pururu mungkin aku bisa mengendalikan mana ku yg meledak itu dan ayah tak harus terluka seperti itu
''Betapa bodohnya aku saat itu!''batinku yg mengutuk kebodohanku ini
''maafkan aku pururu...aku benar-benar melupakanmu''
!!? ''PURU..PURU..PURU..PURU!'' marahnyaa sambil memukul-mukulku dengan tangan mungilnya
Marah pun percuma pururu..aku kan gak paham bahasa mu....
__ADS_1
''aku benar-benar minta maaf''kataku sambil mengenggam tangan mungilnya
''huh~..kalau saja kau punya wujud manusia seperti lina atau setidaknya seperti calope yg bisa bicara ,pasti akan lebih mudah berkomunikasi dengan mu ya''kataku yg membuatnya terdiam sesaat lalu...
***
''KYAAAAA!!''
BRAK!...'' nona ada apa!?''tanya leon yg langsung masuk begitu mendengar teriakan ku namun ...
''pururu..kau imut sekali!....kalau kau bisa berubah begini harusnya kau lakukan itu dari dulu!'' kataku sambil memeluk pururu yg kini berubah bentuk menjadi kucing orange imut
''???...nona?''panggil leon yg terlihat binggung
''oh!?..leon..ada apa?''tanyaku yg baru menyadari kehadirannya
''tidak..tadi saya dengar nona berteriak jadi...''
Um?...ah!..benar juga..leon kan tak bisa melihat pururu...
''tenang saja,semuanya baik-baik saja''balasku sambil tersenyum
''baiklah..kalau ada apa-apa segera panggil saya ya''kata leon yg ku balas dengan anggukan ,leon pun segera keluar dari kamar dan perhatian ku mulai tertuju pada pururu lagi
''baiklah....apa kau bisa bicara pururu?''tanya ku yg di balas ngeongan olehnya layaknya kucing biasa
''tak bisa ya..'' kataku yg membuatnya langsung murung
''eh!?..siapa?'' tanyaku sambil melirik sekitar
Suaranya seperti anak laki-laki seusia ku tapi berasal dari mana suara itu?
*ini aku pururu*
Eh!? ''PURURU!" serukusambil melihatnya
*hehehe...berhasil ya bearti*
''luar biasa..aku bisa mendengar suaramu langsung di kepalaku''
*itu namanya telepati,dengan begini kita bisa bicara dengan lebih mudah kan?*
''iya... '' ''um..begitu ya..pururu itu ternyata laki-laki ya..suaramu terdengar sangat imut''
*Spirit tak punya gender ,kami bisa menjadi apapun yg kami mau,kalau nona suaraku seperti wanita atau nenek-nenek aku juga bisa*
''begitu ya...tapi kalau begitu kenapa tak seperti ini saja dari dulu?''
*itu karena mana milik nona masih terlalu kecil saat itu,saya jadi tak bisa berbuat apa-apa bahkan saat ledakaan mana anda sebelumnya saya juga tak bisa berbuat banyak, menyedihkan sekali ya..padahal saya spirit nona,sudah tugas saya menjaga nona*
__ADS_1
''tidak...itu bukan salah pururu,akunya saja yg tak bisa mengendalikan manaku saat itu''
*meski begitu saya kesal dengan anda nona, bisa-bisanya nona melupakan saya,saya selalu mengamati nona di ether dan menunggu nona memanggil nama saya tapi nona tak pernah melakukannya*
*apa nona tau seberapa kesepiannya saya disana!*
''maaf''
Spirit ternyata bisa kesepian juga ya...aku tak tau itu
*huh~ yasudahlah...yg sudah terjadi biarlah terjadi*
*jadi ada urusan apa nona memanggil saya kali ini?*
''ah! itu...''
Kalau aku bicara dengan pururu soal dewa kematian tak apa kan?.atau tak boleh juga?
*umm...soal banyangan hitam itu ya...*
''eh!?...bagaimana kau bisa tau!?''
*kan sudah saya bilang saya mengawasi nona selama ini dan ya,pikiran kita terhubung satu sama lain jadi saya bisa tau apa yg nona pikirkan*
Aku merasa tak punya privasi dong kalau begitu
*maaf saja ya* katanya sambil memalingkan mukanya
*tapi ya...kalau nona penasaran soal bayangan itu nona tak perlu khawatir*
Eh!?..
* sayang sekali saya tak bisa mengatakan lebih detailnya *
*tapi anda benar-benar tak perlu mencemaskannya karena mungkin ia tak akan datang lagi,saya akan menjamin hal itu* *maka dari itu jangan cemas* sambungnya sambil tersenyum
Meski aku masih belum tau apa itu tapi anehnya mendengar pururu bilang tak perlu khawatir aku jadi merasa cukup lega.
*hmph...itu benar-benar membuat anda kepikiranya* kata pururu lalu mengusap-usap keningku dengan tangan kucingnya itu
''terima kasih pururu..aku merasa lebih tenang sekarang''
*syukurlah..* !?...* tapi jangan langsung kembalikan aku ke ether..biarkan aku lebih lama disini dengan mu meow~* katanya sambil mengeluskan bulunya padaku
''ahaha...kau tak perlu memintanya pururu..kau boleh terus berada disini selama yg kau mau''
*hore...*
Sejak saat itu pururu pun mulai sering menempel di kepalaku ,yah untung saja tak ada yg melihatnya jad aku tak keberatan sama sekali dan lagi dengan ada pururu aku bisa punya teman bicara sekaligus teman untuk pertukar pikiran ....
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...