
POV Elissa
''Ayah..ayah... lihat.. eli baru saja membuat ini'' kataku sambil dengan bangganya memperlihatkan hasil masakan ku yg lain
''e..elissa sekarang kau jadi senang memasak ya''kata ayah
''iya!.karena ayah bilang masakan eli enak. Eli jadi suka memasak''kata ku riang
''begitu ya..''
''taruh saja di sana. Nanti akan ayah makan''kata ayah sambil tersenyum
Aku pun mengangguk setuju lalu meletakan makanan itu di meja. Setelah itu aku pun mendekat kearah ayah dan melihat apa yg ayah sedang kerjakan
''ayah..itu apa?''tanyaku
Sambil mengintip meja kerjanya
''hanya dokumen-dokumen membosankan.eli tak akan mengerti''balas ayah
'' apa eli sedang bosan?''tanya ayah
''iya...luz belum kembali aku jadi tak punya teman bermain''balas ku
''bagaimana dengan leon?''
''leon kan baru sembuh aku tak mau membuatnya kelelahan''
''ah..tapi ayah juga baru sembuh. Aku tak seharusnya menanggu ayah''sambungku yg jadi merasa tak enak
''tidak..tidak..eli sama sekali tak mengganggu''kata ayah lalu mengangkatku dan menaruhku di pangkuannya
''tapi maaf ya.. pekerjaan ayah sedang banyak sekali. Ayah tak bisa menemani eli bermain untuk saat ini''sambung ayah
Aku pun melirik tumpukan dokumen di meja ayah dan benar saja itu memang sangat banyak
''eli mengerti . tapi ayah jangan memaksakan diri lagi ya'' kataku lalu mencium pipi ayah dan turun dari pangkuannya
''eli akan cari teman main dulu''kataku lalu keluar dari ruangan ayah
***
Baiklah..sekarang apa?..apa aku ajak harry main saja?ah! atau latihan sihir lagi dengannya?kebetulan sudah lama aku tak latihan dengan harry.
Tapi tak mau latihan ah~...aku mau main....
Ah! Benar juga. Pergi ke tempat anubis saja. aku kan sudah janji akan berkunjung
Karena mikirkan hal itu aku pun langsung berlari kedapur guna menyiapkan makanan-makanan untuk anubis. Setelah semua siap aku memasukannya ke dalam keranjang lalu pergi ke kamarku
''oh!..nona..um?..keranjang itu..apa anada mau piknik?''tanya leon yg berpapasan dengan ku saat hendak masuk ke kamar
''iya''
Umm... aku ingin mengajak leon ke sana juga sih tapi anubis bisa saja memakannya nanti...
''aku ingin pinik di kamar sendiri. Leon jangan masuk ya''kataku
''eh?..sendiri?''
''um...tak sendiri juga sih..''kataku
''um??'' ''ah...bersama para boneka kah''kata leon yg sempat melirik ke kamar ku dan melihat boneka-boneka ku
''a..ah...iya benar''
Maaf aku berbohong ....
''baiklah. Selamat bersenang-senang nona'' kata leon
''iya''balas ku lalu langsung masuk dan mengunci pintu
''pururu''panggilku dan pururu pun langsung muncul di hadapan ku dengan wujud kucing kecilnya
''pururu aku..''
*ke tempat anubis kan?. Saya mengerti*
'' hehehe..kau memang pengertian. Kau bisa kan?''tanyaku
*saya tak bisa teleport jadi aku akan membawa anda secara langsung saja* balasnya lalu berubah wujud menjadi kucing gunung besar.
Tanpa pikir panjang aku pun langsung naik ke badannya dan pururu pun langsung membawaku keluar melalui balkon tanpa sepengetahuan siapapun
''ku pikir kau akan membawa ku terbang''ucapku
*nona..aku ini kucing gunung bukan burung* balasnya yg membuatku tertawa
***
Meski begitu lari pururu benar-benar cepat hanya dalam waktu singkat kami berhasil sampai di rumah pemakaman. Aku pun seperti waktu itu menyentuh pintu tersebut dan pintu tersebut langsung terbuka
''anubis...aku datang''sapa ku ramah
Bayangan hitam pun mulai muncul dan membentuk seekor jakal hitam besar
*e...li..ssa...kau..datang..* katanya yg terlihat senang
''iya..dan coba lihat ini.aku membawakan mu banyak makanan. Kau lapar bukan'' kataku sambil tersenyum anubispun mengangguk cepat sambil mengoyangkan ekornya seperti seekor anjing
''kalau begitu ayo makan'' kataku lalu mengeluarkan makanan yg ku bawa setelah itu kami pun mengadakan piknik kecil-kecilan disini
''ngomong-ngomong anubis . kau sudah berapa lama berada di sini?''tanyaku
*berapa...lama?...umm...aku ..tak ..tau...aku ..sudah...lama..disini*
__ADS_1
''begitu ya''
*kalau ..elissa?....sudah...berapa.lama...di sini?* tanyanya
* pernyataan mu aneh sekali anubis, kan kau lihat sendiri nonaku datang tadi* balas pururu
*bukan...itu..yg ..ku ...tanyakan..* * maksudku... sudah.. berapa... lama... kau...bersama...manusia?*
''ah.. sudah beberapa bulan...eh?!.apa sudah setahun lebih ya..''balasku
''waktu berjalan sangat cepat karena itu aku tak menyadarinya''sambungku sambil tertawa kecil
*...itu... mengerikan ya..* kata anubis yg membuatku tersentak
* bagimu...waktu terasa ....begitu.. cepat... karena...itupula...perpisahan.. mu...dengan ..manusia.... akan terasa..cepat* kata anubis yg membuatku syok
*!!?..ANUBIS KAU TAK BOLEH BILANG BEGITU!'' seru pururu
*tanpa kau katakan pun nona ku sudah tau kalau waktu kebersamaan mereka itu tak akan lama* sambung pururu
*ah!...maaf*
''tak apa..'' kataku yg langsung murung
Sejak awal aku sudah tau itu...jadi tak ada gunanya murung...waktu itu mengerikan ya..
*a...ah!..benar juga..apa tak ada yg punya cerita menarik?...itu loh saat pinik kan asiknya sambil bercerita pengalaman menarik*kata pururu yg mencoba mencaikan suasana
*aku..punya...* balas anusbis
*hoo~..apa itu?''* tanya pururu
* waktu...itu..ada..manusia...yang...*
*stop.jangan bilang kalau apa yg ingin kau cerita kan itu berkaitan dengan caramu memakannya*potong pururu
*benar...kok kau ..bisa ..tau?*
*BAGIAN MANA YG MENARIK DARI ITU!.YG ADA ITU MENGERIKAN TAU!* seru pururu kesal
*kalau....begitu ...apa dong?*tanya anubis binggung
*kau ini ya..benar-benar tak bisa di harapkan*
''Sudah..sudah..pururu.anubiskan menghabiskan banyak waktu di tempat ini.jadi maklumi saja ya'' kataku.
*Benar....di banding...aku..ku yakin...elissa lebih..punya ..banyak ...cerita*kata anubis sambil melirikku.
''Kalau itu..entahlah..aku tak tau harus mulai dari mana''kataku sambil mengaruk-garuk pipiku
*kalau begitu..bagaimana...dengan asal...muasal..kau bertemu beliau?*tanya anubis
Ah!..apa maksudnya kakak roh ya?..um..apa tak apa aku mebicarakan soal dewa kematian ke anubis?
*nona anubis itu dewa kematian loh*kata pururu yg membuatku tersentak
*ya mau gimana lagi.saya dan anda kan terhubung satu sama lain*balas pururu
*ada apa?''tanya anubis binggung
''tidak..itu..jadi kau ingin tau pertemuanku dengan kakak roh ya.baiklah akan ku ceritakan''kataku sambil tersenyum
Setelah itu aku pun bercerita panjang lebar tentang awal pertemuakan ku dengan kakak roh serta tentang kemampuan ku melihat dewasa kematian.juga soal ancaman dari kakak roh yg melarangku mengganggu pekerjaan dewa kematian.
***
*begitu..ya...*
*tapi...meski..kau bisa..melihat...dewa..kematian..kau..tak bisa...melihat roh ya..*kata anubis yg membuatku binggung
''eh??.roh?''
*iya..roh..roh..kecil ..yg ..selalu...berada...di dekatmu* kata anubis sambil menunjukku
''dimana?''tanya ku sambil melirik sekelilingku namun tak menemukan apapun
*nona tak mungkin bisa melihatnya.*
''pururu kau tau soal ini?''tanyaku
*iya.saya selalu melihatnya soalnya. Ada banyak sekali roh orang mati yg berada di dekat nona*kata pururu yg membuatku mendadak merinding
''APA ITU!?.SERAM!'' seruku sambil memeluk diriku sendiri
*itu tak seseram kelihatannya kok. Meski saya bilang roh orang mati nyatanya itu hanya serpihannya saja* *nona tau kan kalau saat makhluk hidup mati,jiwa mereka akan kembali ke nirwana tapi tak jarang ada makhluk hidup yg mati dengan penyesalan,itu sebabnya rohnya terbagi .dan serpihan roh mereka lah yg menempel pada nona saat ini*jelas pururu
*itu juga lah yg membuat anubis sangat ingi memakan nona waktu itu. karena ada banyak serpihan roh yg menempel pada nona*sambungnya
''benarkah begitu?''tanyaku sambil melirik anubis
*benar...dengan...memakan..itu..aku..yakin...aku bisa kenyang...selama 1 abad*ucapnya
Huwaa...apa sebanyak itu ya roh yg menempel padaku?.entah kenapa ini malah terdengar mengerikan
*tapi..para..serpihan..roh ..itu..berbeda..dengan..serpihan...roh yg ..selalu ku..lihat* sambung anubis
*benar, roh yg menempel pada nona tak membawa dendam sama sekali.di banding dendam saya rasa alasan mereka masih ada disini adalah karena belum bisa meninggalkan nona.mereka kelihatnya sangat menyayangi nona. Saya bisa tau itu dari warna mereka yg bersinar layaknya lentera*jelas pururu
Eh!?...kalau begitu..jangan bilang..
Roh yg bersamaku ini....adalah roh dari para elf yg tewas?
Ukh..kalau begitu kenapa aku malah tak bisa melihatnya?...bukankah akan bagus jika saja aku bisa melihat mereka?..
*nona?*
__ADS_1
*tes...
*EH!?.NONA!?'' ''eli..ssa!?* seru mereka berdua yg sama terkejut saat air mataku tiba-tiba jatuh
*nona ada apa?..apa aku tak seharusnya bicara begitu?* tanya pururu panik
*maaf..elissa..pasti ..karenaku lagi..ya*kata anubis yg terlihat menyesal
''tidak...bukan begitu''kataku sambil mengusap air mataku
''aku hanya baru saja menyadari sesuatu'' ''kata kalian roh-roh ini menempel padaku karena blm bisa tenang meninggalkan ku.kalau begitu aku pasti sudah membuat mereka khawatir hingga tak bisa beristirahat dengan tenang.dan aku kesal karena aku bahkan tak menyadari hal itu dari dulu''jelasku sambil menggenggam erat gaun ku
''maaf...maafkan aku karena membuat kalian cemas. Aku benar-benar baik-baik saja sekarang.jadi beristirahatlah dengan tenang''kataku sambil mencoba menahan tangisku
*....elissa...jangan ..menangis..para roh jadi ikut ...sedih...cahaya ..mereka jadi...meredup*kata anubis sambil menyeka air mataku
*ku..rasa..bukan..itu..saja ..alasan..mereka...menempel padamu..*sambungnya sambil menatapku serius
???...
*woi..apa pun yg kau pikirkan jangan lakukan itu*kata pururu yg sudah siaga
''apa?''
*elissa....para..roh..ingin..menyampaikan..sesuatu ..padamu...*kata anubis serius
''menyampaikan?''
*mereka...ingin ..kau..melihat...sesuatu*
Eh?..
''melihat apa?''tanyaku binggung
*WOI!...WOI!..TUNGGU DULU!*seru pururu yg langsung panik
*kau tak bermaksud membawa nona kesana kan!?*kata pururu panik
''kemana?''
*tapi...para..roh..ingin ia..melihatnya*kata anubis
*tak boleh!..itu terlalu berbahaya. Nona bisa saja terseret nanti!*seru pururu
''pururu sebenarnya ada apa ini?''tanyaku
*tidak.pokoknya tak boleh*
*elissa....apa..kau..mau melihat..masa lalu?*tanya anubis
Eh!?..masa lalu?..
*sudah ku bilang tak boleh!*seru pururu
''aku bisa melihat masa lalu?''tanyaku
*lebih ..tepatnya..ingatan ...para roh itu*balas anubis
*ku..rasa...roh itu..ingin ...menunjukan...sesuatu di..masa lalu padamu...setelah ..itu..saya ..rasa ..mereka..baru akan..tenang *ucap anubis
''kalau begitu aku mau!''seruku
*nona!*
''kenapa kau melarang pururu?''tanyaku
*habisnya.itu berbahaya...lagi pula itu masa lalu tak ada gunanya anda melihat itu*kata pururu
''tapi!.kalau apa yg ingin roh itu tunjukan berkaitan dengan alasan penyerangan klan ku bukannya itu akan membantuku memecahkan alasan klan ku di serang!?''seruku yg membuat pururu kehabisan kata-kata
Kalau aku bisa melihat ingatan para elf yg sudah tewas itu artinya aku bisa saja menemukan sebuah petunjuk
''anubis bagaimana agar aku bisa melihatnya?''tanyaku serius
*nona anda serius?*tanya pururu ragu
*saat anda masuk ke sana akan banyak sekali ingatan para roh yg masuk ke dalam kepala anda.itu mungkin akan sangat menyakitkan* kata pururu
''terima kasih sudah mencemaskan ku pururu.tapi.kalau para roh itu ingin aku melihatnya.maka aku harus tau alasannya,lagi pula katanya setelah itu mereka akan tenang bukan?.aku tak mau menahan mereka lebih lama disini''kataku
*baiklah..tapi..jika sudah kelewat batas,saya akan langsung menarik anda kembali*kata pururu
''terima kasih''
''baiklah.anubis,apa yg harus ku lakukan?''tanyaku
Anubis pun langsung bangkit dan mengambar sebuah pola di lantai dengan kukunya yg tajam.setelah selesai mengambarnya ia pun memintaku berdiri di tengah-tengah lingkaran tersebut
*dengan roh sebanyak ini harusnya tidak sulit untuk anda melihat masa lalu.tapi tetap berhati-hati.ingatan roh itu bisa saja sangat mengerikan* kata pururu
''iya.aku mengerti''
*elissa...dengan..kekuatan ku ...sekarang..aku ..hanya ..bisa...membuat..mu... melihatnya..selama...30 menit...tolong...jangan ..lebih dari..itu ...karena ..aku takut...aku tak...bisa membawa..mu kembali..''jelas anubis
''baiklah.aku mengerti 30 menit kan.akan ku ingat''
*kalau..begitu..mari..kita ..mulai*kata anubis lalu langsung mengucapkan sebuah mantra dan lingkaran sihir pun mulai bersinar terang hingga membuatku sulit melihat
***
Saat ku buka mataku kembali.hembusan angin lembut langsung menyapaku.perasaan nostalgia pun langsung memenuhi dadaku..ruangan yg dulu menjadi tempat ku bermain serta beristirahat kini terpampang jelas di hadapan ku
''tuan putri'' panggil suara yg ku pikir tak akan pernah ku dengar kembali.aku pun langsung menoleh kearahnya dan benar saja itu...
''Mina..''
__ADS_1
...pengumuman!...
...hello, semua saya kembali sesuai janji. yah...sejujurnya saya masih banyak kesibuka beberapa hari ini tapi tak apa. ngomong-ngomong sekedar memberitahu,beberapa chapter kedepan kita akan membahas kenyataan di masa lalu atau lebih tepatnya kembali ke chapter-chapter awal. jadi saya peringatkan mulai dari sekarang chapter mendatang akan mengandung unsur kekerasan. jadi mohon pengertiannya dan terima kasih sudah bersedia menunggu Kisah Elf ini...