Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 224


__ADS_3

Hari ini pun seperti biasanya harry mengajariku berdansa dan perlu ku akui berkat latihan dari harry perlahan tapi pasti kemampuan ku dalam berdansa menjadi lebih baik.


*plok! ''baik lah sampai disini dulu. Kerja bagus nona''kata harry sambil menepuk bertepuk tangan


''kemampuan anda sudah berkembang. Sekarang anda tak meninjak kaki saya lagi. saya bangga dengan anda'' sambung harry yg terlihat terharu


Harry...bisa tidak jangan bilang begitu?.aku jadi merasa tersindir tau kalau begini


'' aku juga tak mau menginjak kaki harry terus.'' Balasku yg memecah tawanya


''ngomong-ngomong harry. Apa kau melihat leon?. Belakangan ini aku jarang bertemu dengannya'' tanyaku


''ah~.. dia sedang sibuk melakukan sesuatu. Sebaiknya anda tak menemuinya dulu untuk sementara waktu'' balas harry


Begitu ya Leon sedang sibuk kalau begitu aku tak boleh menganggunya


''kalau luz?''tanyaku


''entahlah. Saya juga jarang melihatnya belakangan ini''balas harry


Hmm...luz sedang apa ya sekarang?.


'' kalau begitu aku akan pergi mencarinya dulu'' kataku lalu pergi meninggalkan harry dan mencari luz


Setahuku luz sering berada di rung kerjanya. Mungkin aku akan mencarinya kesana dulu


Aku pun melangkahkan kakiku menuju ruangan luz. Dan sesampainya disana aku langsung mencoba mengetuk pintunya sampai...


''DASAR GILA! INI GIMANA TURUNNYA WOI!'' seru kak achilles dari dalam sana yg membuatku terkejut


''YA SABAR INI JUGA SEDANG KU CARI TAHU!'' balaas luz yg terdengar kesal


e..eh?...ada apa ini?..mereka bertengkar?.


Karena penasaran aku pun mencoba mengintipnya namun..


*GUBRAK!!


tiba-tiba saja terdengar benturan yg begitu kencang dari dalam hingga membuatku tersentak


!?...apa yg terjadi? . karena khawatir aku pun langsung membuka pintu ruang kerja luz dan betapa kagetnya aku melihat ruangan luz yg kini bergitu berantakan seperti habis di terpa badai


???...sebenarnya ada apa ini?


''SI BEGO! GAK ADA CARA LEBIH LEMBUT APA!?'' seru kak achilles


''YA JANGAN SALAHKAN AKU DONG. INI JUGA PERTAMA KALINYA BAGIKU!'' seru luz


''aaakh!~.. tau gini aku gak akan sukarela membantumu'' kata kak achilles sambil bangkit lalu membersihkan bajunya


''kak achilles , luz. Ada apa ini?''tanyaku


''oh..elissa''


''eh!? LISA!?'' seru luz lalu langsung seperti orang panik ia langsung merapihkan semua barang di dekatnya lalu menyembunyikannya di belakangnya


''a..ada apa kau kemari?''tanya luz


''tadi aku mendengar suara kencang dari sini dan tempat ini....apa terjadi sesuatu?''tanyaku sambil berjalan masuk


''a...apa?..suara?...tidak ada..tidak ada apa-apa kok''kata luz panik


''tapi tadi..''


''ah~..itu..tadi luz mencoba sihir baru tapi ia gagal'' kata kak achilles


''DIAM KAU BR*NGSEK!'' seru luz kesal


''sihir baru?. Apa itu?. aku mau lihat'' katku yg jadi tertarik


''i..itu..''


''karena sihirnya gagal dan luz masih perlu banyak latihan jadi ia belum bisa menunjukannya pada anda karena itu akan berbahaya'' kata kak achilles lalu berjalan mendekatiku


'' karena berbahaya sebaiknya anda keluar sekarang'' sambung kak achilles sambil menuntunku keluar


???... ''apaaku akan menjadi beban disini?''tanyaku yg langsung murung


Leon sedang sibuk , luz dan kak achilles juga sibuk. Kalau begitu aku tak punya teman bermain dong sekarang


''ti..tidak.. lisa kau tak pernah menjadi beban bagiku. Hanya saja...'' kata luz yg malah kelabakan menanggapi pertanyaan ku


'' nona...kalau anda bersikeras disini nanti anda bisa terluka. Luz hanya tak mau membuat anda terluka'' ucap kak achilles dengan lembutnya


''begitu ya''

__ADS_1


''karena itu. bukannya mau mengusir tapi anda bisa pergi sekarang'' kata kak achilles sambil mendorongku keluar yg jelas membuatku binggung


'' kalau begitu sampai jumpa lagi nona'' sambungnya sambil tersenyum lalu langsung menutup pintu


???.... kelihatannya mereka benar-benar sibuk ya.


Karena tak mau menganggu mereka aku pun pergi dari sana. Ku langkahkan kaki ku kemanapun ia membawaku dan selama aku mengelilingi rumah aku melihat banyak sekali orang-orang yg berkeliaran kesana kemari dengan membawa benda-benda


???..kelihatannya hari ini orang-orang sedang pada sibuk ya.


''oh!.. itu ayah'' kata ku saat tanpa sengaja melihat ayah yg beru keluar dari salah satu ruangan


Aku pun dengan semangat langsung berlari menghampirinya


''ayah!'' panggilku


!!? '' elissa!?'' seru ayah yg nampak syok saat melihat ku


*grep! '' ayah sedang apa?''tanya ku sambil memeluknya


'' ada beberapa hal yg sedang ayah kerjakan . elissa sendiri sedang apa?''tanya ayah sambil mengusap kepalaku


''eli, tak punya teman. Semua orang sedang pada sibuk'' ucapku murung


''begitu ya''


''karena itu ayah mau tema..''


''tuan duke..untuk deko...ah!. nona!?'' seru seorang yg baru saja keluar dari ruangan tersebut


''selamat siang'' sapaku lembut. Aku juga sedikit mengintip apa yg sedang ia kerjakan disana tapi ia langsung menutupnya dan tersenyum lembut kearahku


???.. apa itu tadi?..entah kenapa kelihatan berantakan sekali


''maaf ya. elissa. Ayah sedikit sibuk disini'' kata ayah sambil mengusap kepalaku


''eh?...ayah juga?..''


Ugh.. semua orang sibuk hingga tak punya waktu untuk eli?...


'' maaf ya. kalau sudah senggang ayah akan menghampirimu'' ucap ayah yg di iringi kecupan lembut di keningku . lalu langsung masuk kedalam sana bersama orang tadi


....'' aku sendirian sekarang..'' gumamku


''oh!. Nona'' sapa laura


''laura, adeline!''


Ah!. Benar juga. Kan masih ada laura dan adeline yg merupakan dayang ku


Aku jarang menghabiskan waktu bersama mereka karena sejak leon menjadi kesatriaku aku lebih sering menghabiskan waktu bersamanya ke timbang mereka berdua ( autornya aja sampai lupa dengan 2 orang ini :v)


Dengan semangat aku pun menghampiri mereka berdua


''laura adeline''


''nona..aku kagen nona'' kata laura sambil memelukku erat


''nona sekarang jarang bertemu kami ,apa nona sudah melupakan kami?''tanya adeline murung


''maaf, habisnya kalian berdua juga jarang ke kamarku lagi'' kataku


'' itu karena sir leon mengerjakan sebagian besar pekerjaan kami di sana.''kata laura sambil cemberut


'' Karena itu tuan duke malah memindahkan kami ke pekerjaan lain''timpal adeline


'' begitu ya''


Pantas saja aku jarang melihat mereka berdua


''lalu mary?. Bagaimana dengannya?.''tanyaku


Mary adalah ibu pengasuhku tapi aku benar-benar tak pernah melihatnya lagi sekarang


''ah..nona..masih belum tau ya'' kata laura


''mary kembali ke kampung halamannya. Itu pun sudah lama sekali'' timpal audeline


''eh!?..sejak kapan!?.aku tak tau hal itu''


'' katanya orang tuanya sakit jadi ia pergi dengan tergesa-gesa hingga tak mengabari nona. Saya pikir anda sudah tau karena itu pun sudah lama sekali''kata laura


Ah.... sepertinya sejak leon menjadi ksatria ku aku jadi melupakan mereka .aku bahkan tak sadar kalau ibu pengasuhku pulang kampung ( tidak eli, ini salahku karena lupa ada mereka *autor)


''tapi, itu tak penting sekarang.karena mary akan segera kembali'' ucap laura girang

__ADS_1


''begitu ya. syukurlah''


Aku akan minta maaf padanya nanti karena sudah melupakannya


''lalu nona.. ikut kami sebentar ya'' sambung laura sambil menarik tangan ku


''eh!?. Kemana?''tanyaku binggung


Laura dan adeline pun hanya tersenyum lalu membawa ku ke sebuah ruangan yg penuh dengan berbagai macam gaun dan perhiasan ,serta sepatu-sepatu yg tertata rapih


Woah~... aku tak pernah kesini sebelumnya karena bajuku sudah di siapkan ''duluan saat aku bangun


''nah nona...semua yg ada disini baru saja di beli oleh tuan duke'' kata laura yg membuatku syok


''APA!?''


''ruangan ini pun baru ada kemarin'' timpal audeline


Eh!?...jadi bukannya karena aku gak pernah kesini tapi karena ini baru ada?!


''nah sekarang. mari kita pilih gaun untuk anda nona'' kata mereka berdua sambil menyeringai dan itu membuatku takut


***


Beberapa jam berselang. Dan aku sudah mencoba sebagian besar baju disini namun masih belum ada satupun yg menurut mereka cocok hingga...


''tidak.. nona lebih cocok dengan gaun biru!'' seru laura


''apa kau buta, jelas-jelas nona cocok dengan warna pink'' balas audeline


''nona anda lebih suka yang mana!?'' seru mereka berdua sambil menatap ke arahku


''a..aku...''


Aku tak peduli yg mana pun sih. maksudku semuanya terlihat bagus. Dan lagi kenapa mereka malah memilih gaun untukku? Dan lagi...


''ayah.. bukannya ayah ke terlaluan membeli gaun sebanyak ini?''batinku sambil melirik sekitarku yg penuh dengan gaun


Huh~.. ini semua akan ku pakai?.


''banyak sekali. Apa aku bisa memakai semua ini sebelum aku besar?''gumamku sambil mengelilingi tempat ini meninggalkan laura dan adeline yg masih berdebat terkait gaun pilihan mereka


'' semuanya bagus-bagus. Pasti ini semua mahal'' ucapku


Kalau sebanyak ini pada bedanya dengan toko baju yg pernah ku datangi ?.apa ayah mau membuka toko baju di rumah?


'' oh ini..''


''laura adeline!. Aku mau gaun yg ini!'' seruku sambil mengambil sebuah gaun putih dengan renda bewarna unggu cantik


''oh!'' ''WOAH!..BOLEH!. ITU SEMPURNA!'' seru mereka berdua dengan mata berbinar-binar


Setelah itu aku pun mencoba gaun tersebut .


''umu!. Nona memang paling cocok dengan warna ungu '' kata laura dengan air mata terharu


Dan pada akhirnya masalah gaun pun selesai .yah.. gaun sih selesai tapi.... siapa sangka aku masih harus memilih sepatu dan perhiasan.


Sepertinya hari ini aku akan jadi boneka merekaberdua (T-T)


***


POV Duke


''tun duke untuk yg ini bagaimana?''


''itu letakan saja disana''


huh~...''hmph.... sempurna'' gumamku seraya tersenyum menatap ruangan yg kiini sedang di hias guna menyambut pesta penting


*wush~..oh?!


di saat aku sedang sibuk mengurus persiapan pesta tiba-tiba secarik kertas muncul membawa pesan. kertas yg di tulis mengunakan sihir dan melihat itu aku sudah tau pasti siapa pengirimnya. perlahan ku buka surat tersebut lalu membacanya. dan begitu selesai ku baca


''hmph.. begitu ya. lina sudah pulang kah.'' gumamku sambil tersenyum tipis lalu melepaskan surat tersebut dengan begitu surat tersebut lenyap begitu saja


kalau begitu aku tak boleh mengecewakannya.


'' akhirnya besok kah.. ''


''ulang tahun putriku yg untuk pertama kalinya akan kami rayakan ''.


...****************...


...NEXT...

__ADS_1


__ADS_2