Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 21


__ADS_3

Hari mulai gelap, dan ayah serta pasukannya belum juga kembali, regu pencari sudah di kerahkan untuk mencari ayah dan yg lain tapi sampai sekarang belum juga ada kabar tentang mereka.


Sejak berita yg di sampaikan mary tadi pikiranku tak bisa tenang, laura juga dari tadi terus menanggis takut terjadi sesuatu pada kekasihnya.


Festival hampir berakhir tapi aku tak peduli, aku tak perlu menang, yg ku inginkan hanya agar pasukan everon segera kembali itu saja sudah cukup


Ku terus pandangi gardu yg sudah rubuh itu sambil terus berharap ayah dan pasukannya segera datang


''kumohon..kumohon bawa ayah kembali''gumamku sambil menggam kedua tanganku dan menutup mataku


Perlahan ku buka mataku dan aku langsung di buat terkejut .rambut hitam dan mata hitam yg bagai langit malam, tubuh yg besar nan gagah yg selalu menjadi sandaranku tangan yg besar dan hangat yg selalu mengelus kepalaku,pria yg sedang ku tunggu-tunggu akhirnya muncul di hadapanku.


Air mataku tak bisa ku bendung lagi, air mata itu langsung mengalir deras , ku kerahkan seluruh tenaga yg ku miliki untuk menghampirinya


''AYAH!'' teriakku sambil berlari kearahnya


Duke pun langsung menyambutku dengan tangan terbuka lalu memelukku


''ayah!..hiks..ayah!...'' akupun langsung menanggis di pelukannya, ku peluk erat-erat tubuhnya dan enggan untuk melepaskannya


''elissa?'' duke pun mengusap rambutku dengan perasaan binggung. Para ksatria yg melihatku juga jadi ikut binggung


''kenapa baru kembali?!. Aku sangat khawatir''kataku sambil melepas pelukanku


'''maaf sayang, kami kehilagan buruan kami jadi kami harus mencari yg baru''balas duke


''siapa peduli soal buruan!, aku hanya ingin kalian segera kembali!''


''aku sangat khawatir saat mendengar kalian sedang berada di lembah kematian saat gampa hebat tadi''sambungku


''maaf membuat mu cemas''kata duke sambil kembali mengelus kepalaku


Hiks...syukurlah..syukurlah ayah kembali...


Um?... ''kalian semua selamat datang kembali'' kataku sambil mengusap air mataku lalu tersenyum.sontak hal itu membuat para kesatria tersontak kaget , wajah merekapun langsung merah padam.


''kami kembali nona!'' seru mereka semua kompak


''elissa, apa kau menunggu ayah seharian ini?''tanya duke


''iya. Aku terus menunggu ayah di tempat yg sama seharian ini''balasku


''kau seharusnya tak melakukan itu''kata ayah yg ku balas dengan tawa kecil


''tuan duke, syukurlah anda baik-baik saja, saya sangat khawatir karena anda tak kunjung kembali''kata baron hulia sambil berjalan kearah kami diikuti istri dan anaknya yg menyebalkan itu


'' ada sedikit masalah di perjalanan kembali''balas duke


''yang jelas saya senang anda sudah kembali dengan selamat''katanya lalu mengarahkan matanya kearah moster tangkapan ayahku dan tersenyum penuh kemenangan


''sepertinya tahun ini pun saya yg memenangkan perburuan''katanya dengan senyumnya yg super duper menyebalkan, aku bahkan bisa melihat nyonya dan putri hulia juga tersenyum merendahkan. Dan aku juga bisa merasakan aura panas dari para ksatria yg kesal


''kalau begitu selamat ya''balas duke dengan senyum dinginnya


''tenang saja tuan masih ada tahun depan ''katanya dengan wajah songgongnya


Leon dan harry pun terlihat sangat kesal dan bahkan seperti siap mengangkat pedangnya


Setelah itu dia pergi dan membangakan tangkapannya ke para bangsawan lain.


''akan ku buat dia membayarnya nanti''gumam ayahku yg terlihat sangat kesal


''nona.maaf akan kami karena tidak bisa membuat anda menang tahun ini''kata leon dengan wajah kecewa


''tidak apa. Kalian pulang dengan selamat saja aku sudah sangat senang''balasku sambil turun dari gendongan ayah


''lagi pula kalau soal permata aku juga punya banyak''kataku sambil tersenyum


''hmh...ayah akan memberikan mu permata yg lebih indah nanti''kata duke sambil mengelus kepalaku


Tiba-tiba saja tanah berguncang lagi dan kali ini guncangannya lebih kuat dari sebelumnya.

__ADS_1


''kyaa...''seruku yg hampir jatuh akibat guncangan tersebut, ayahpun dengan sigap menangkapku dan mengendongku


'' guncangannya terasa dekat dari sini''kata leon yg langsung memasang ancang-ancang


Ada apa ini?.aku merasa gempa ini bukan gempa biasa?.


Mm?...ada aliran mana kuat dari bawah tanah. Aku bisa merasakannya, dia semakin mendekat?...


!!!?... ''ayah disini berbahaya!''seruku begitu menyadari mana kuat itu mulai menuju permukaan dengan kecepatan luar biasa!


Duke yg juga merasa begitu langsung menjauh dari tempat kami berdiri dan sesaat setelah kami menyingkir tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor ular besar yg terlihat seperti naga


''wurm!'' seru leon terkejut begitu makluk itu muncul kepermukaan


*wrum, sejenis makhluk mirip naga yg bisa mengali lubang seperti cacing tapi tidak termasuk kategori naga


Karena kemunculan makhluk tersebut seluruh ksatria yg ada di tempat ini langsung menarik pedangnya dan bersiap menyerang makhluk tersebut, anak-anak dan para nyonya langsung berlari menjauhi tempat ini.


Ayah pun langsung mendekapku dalam pelukannya, leon dan para ksatria lain langsung berdiri di depan kami sambil mengangkat pedangnya


GROARR!...


aura membunuh yg sangat kental, rauangan yg mengerikan .Satu raungan dari makhluk itu saja sudah membuat banyak orang gemetar hebat.


''semuanya angkat senjata kalian!, jangan takut!, nyawa para lady bergantung pada kita!''seru seseorang yg mengembalikan semangat para ksatria


Tapi...sesaat setelah itu.... BRUUK!!!.... suara benturan kuat langsung terdengar begitu wurm itu jatuh ketanah


''a..apa yg terjadi?''tanyaku


Perlahan tapi pasti mana kuat dari makhluk itu menghilang, matanya yg mengerikan tadi perlahan tertutup.


''di..dia sudah mati?''tanya harry yg masih tak percaya


Dalam seketika suasana menjadi sangat hening,tak seorang pun berani membuka mulut, sudah jelas mereka sangat syok akan kejadian barusan. Wurm makhluk besar seperti itu tiba-tiba muncul kepermukaan dan mati begitu saja.


''BUAHAHAHA....AKHIRNYA!'' tiba-tiba tawa seseorang dari atas badan wurm menghancurkan keheningan


Meski begitu aku sangat mengenali wanita tersebut


''kakak peri!'' seruku yg membuat ayah serta para ksatria lain menoleh kearahku dengan tatapan syok


''mm?... ELI!, APA KAU LIHAT!, KU BAWAKAN WURM INI UNTUKMU!'' teriaknya yg membuatku seketika menjadi pusat perhatian


Kakak itu pun langsung turun dari atas wurm dan berjalan kearahku, ayahpun langsung menurunkanku dan aku segera menghampiri kakak peri tersebut


''ka...kakak...apa kakak baik-baik saja?''tanyaku yg cemas karena tubuhnya penuh dengan darah


''ah...tenang saja, aku baik-baik saja kok''katanya sambil mengelap darah di wajahnya


''ku bawakan wurm ini sebagai ganti sapu tanganmu itu, bagaimana apa kau suka?''tanyanya semangat


''e..eh...''aku kehabisan kata-kata untuk menjawabnya


Jujur saja aku tak menyangka akan mendapatkan makluk sebesar ini, bisa di bilang ini adalah makluk paling besar di festival kali ini. Perasaanku kali ini menjadi bercampur aduk, antara senang dan takut.


''mm?...apa kau tak suka?''tanyanya


''ah..tidak..bukan begitu...''


Aku harus bilang apa ya?, jujur aku merasa tak enak sapu tangan yg ku berikan itu kan produk gagal tadi dia malah memberiku balasan yg lebih besar ,rasanya ini tak adil. Walaupun begitu pertama-tama aku harus berterima kasih dulu bukan?


''terima kasih, tapi bukankah ini agak berlebihan?''katanya


''ck..ck..ck...untuk eli segini saja masih belum seberapa''balasnya


''be..begitu ya''kataku yg jadi malu


''seperti biasa kau selalu penuh kejutan ya''kata duke sambil berjalan kearah kami


''lean!...lama tak bertemu ya!''serunya gembira

__ADS_1


''ayah kenal kakak ini?''tanyaku


''kakak?..ah..dia memang terlihat seperti anak-anak sih'' kata duke sambil tersenyum


''apa maksudnya anak-anak?''tanyanya sambil cemberut


''elissa..kenalkan dia AUDELINA DELAROSA EVERON, ISTRIKU ''kata duke yg membuatku seperti habis tersambar petir di siang bolong. Untuk sesaat pikiranku mendadak kosong.


Eh!?...eh!!?...tu..tunggu dulu!, ini berbeda sekali dengan apa yg ku bayangkan!, dia duchess?!, tidak bisa di percaya, dia terlihat seperti gadis berusia 15 sampai 17 tahun.ini benar-benar berbeda dengan ekspetasiku!


''kyaa!...ternyata kau itu putriku ya!''serunya sambil memelukku tiba-tiba


''eh?..tunggu dulu aku tak ingat pernah melahirkan seorang putri''katanya


''lean..jangan-jangan kau...''


''ini tak seperti yg kau....''


''yah terserahlah!, karena dia imut aku tak peduli''potongnya lalu memelukku lebih erat lagi


''woi..apa maksudmu barusan?''


''du...duchess ..apa kau yg memburu makhluk ini?''tanya baroness hulia yg memberanikan diri mengajak duchess bicara


''siapa kau?''tanya duchess sambil melepaskan pelukannya


''maaf atas kelancangan saya, perkenalkan saya baroness hulia...ini perta...''


PLAK!!.. perkataan baroness tiba-tiba terhenti begitu tamparan kuat melayang di pipinya


Grep!...'' jadi kau wanita sialan yg berani menampar putriku?!"kata duchess sambil menarik kerah baju baroness, jelas saja hal itu membuat semua orang kaget bukan main.


''apa kau tau?, karena ulahmu wajah imut putriku sampai memar''kata duchess sambil memancarkan aura membunuh yg sangat kuat


''apa itu benar elissa?''tanya duke


''eh?!...i..iya...''jawabku spontan


''nyonya...duchess...to.tolong lepaskan istri sa...''kata baron yg mencoba menyelamatkan istrinya tapi terhenti begitu duchess menatapnya tajam


Ba..bagaimana ini..kalau begini kakak peri bisa dalam masalah, apa tak ada mau menghentikannya?


Ku lirik ayah dan para ksatria everon bukannya mau menghentikannya, mereka malah menatap baroness itu dengan tatapan penuh kebencian.


Ga..gawat...aku tak mau nama keluarga ini jadi buruk hanya karena ku


Grep...ku genggam baju duchess...lalu ...


''i..ibu tolong hentikan''kataku dengan nada sedikit malu. Mendengar perkataan ku duchess langsung melepaskan baroness dan menatapku , matanya yg tadinya seperti singa yg kelaparan berubah menjadi berseri-seri seperti anak kucing


''kyaaa!...eli memanggilku ibu!'''serunya sambil mengangkatku lalu berbutar-putar kegirangan setelah itu dia memelukku dengan erat


''karena ini permintaan pertama putriku aku mengampunimu, tapi awas kalau kau macam-macam dengan putriku lagi''ancam duchess sambil memberinya tatapan tajam


Setelah itu suasana perlahan kembali normal,semua orang sibuk membereskan tempat perburuan yg hancur akibat gempa tadi .


Setelah semua selesai, acara penghargaan pun di mulai tentu saja karena tangkapan duchess lah yg paling besar dan katanya ini adalah tangkapan terbesar yg pernah ada. Perburuan kali ini di menangkan oleh keluarga everon, panitia pun memberikan sebuah piala berlapis emas besar dan sebuah tiara berhias permata pink padaku. Saat aku menaiki panggung dan tiara itu di pakaikan di kepalaku aku merasa kembali ke masa-masa di mana aku masih seorang putri elf.


''malaikat...di hadapanku ada malaikat''kata duchess...


''aku tak keberatan kalau harus mati sekarang''sambungya


''hush...jangan bicara begitu'' kata duke


Sorakan dan tepuk tangan langsung memeriahkan acara , dari atas sini aku bisa melihat wajah keluarga baron hulia yg terlihat sangat kesal .


Apa aku boleh merasa senang karena melihat raut wajah mereka yg seperti itu ya?. setelah semua caci maki mereka menurutku mereka memang pantas merasakannya tapi disisi lain aku jadi merasa kasihan.


Setelah aku turun dari duchess langsung memelukku dan mengatakan kalau aku sangat cantik berkali-kali dan jelas itu membuatku malu.


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2