
Tuan putri...sebuah kata yg indah untuk mengambarkan seorang gadis kecil yg kelak akan menjadi seorang ratu. Dan aku elissa , putri satu-satunya dari kerajaan elf,seorang gadis muda yg kelak akan menjadi ratu dan memimpin para elf...
Seharusnya begitu....kalau saja insiden itu tak pernah terjadi...insiden yg menjadi luka bagiku. Hanya dalam waktu singkat aku kehilangan segalanya...keluarga, rumah, teman, saudara.....dan bahkan kebahagian...
Tak peduli bagaimana aku bertahan takdir selalu dengan kejamnya mencoba membuatku menyerah. Dan akhirnya sampailah aku di titik dimana aku lelah dengan semua ini...semua ingatan buruk bagaikan batu besar yg terus menghantam kepalaku.bernafaspun terasa menyakitkan...
Untuk sesaat ku pikir kematian akan jauh lebih baik. ku coba beranikan diriku untuk mengakhiri nya namun........
GREP! ... '' 100 juta''
Pria ini datang...membawaku pada sebuah harapan yg ku pikir sudah lenyap ,memberiku cinta dan kasih sayang serta segala hal yg ku pikir telah hilang untuk selamanya..
Dan seiring berjalannya waktu aku di pertemukan dengan banyak orang, perlahan tapi pasti aku mendapatkan lagi apa yg hilang dariku dan kini....dengan bangga bisa ku katakan kalau aku sudah menemukan keluarga ku yg baru...dan aku sangat bersyukur akan hal itu..
***
Tok..tok..tok.. ''ayah, apa ayah ada didalam?'' tanyaku lalu membuka pintu secara perlahan
''oh..elissa masuk lah'' sambut ayah dengan ramahnya
Aku pun langsung melangkahkan kakiku memasuki ruangan ayah dan begitu aku sudah dekat ayah langsung mengangkatku dan menaruhku di pangkuannya..
''ada apa elissa?,tak biasanya kau kemari?''tanya ayah
''tidak. tidak ada apa-apa ,aku hanya bosan. Apa aku menganggu ayah?''
''tidak,kebetulan pekerjaan ayah baru selesai..''
''anu..tuan sebenarnya peker...''
''sudah selesai,pekerjaan ku sudah selesai''potong ayah sambil menatap williyam tajam dan williyam yg tak berani melawannya hanya mengangguk pelan
''benarkah?...kalau aku menganggu aku akan keluar''
''tidak perlu ,sudah ayah bilang pekerjaan ayah sudah selesai'' balas ayah sambil tersenyum
Aku pun melirik sekitarku dan mendapati masih banyak dokumen yg berserahkan dimejanya, jelas sekali kalau pekerjaan ayah belum selesai,malahan menumpuk.
''jadi...elissa bosan?''tanya beliau tiba-tiba
''ah!?..iya...luz sedang sibuk dengan sihir barunya dan barusan leon dimintai tolong harry untuk mengurus sesuatu. Ibu juga tak mau keluar dari kamar tadi'' jelasku
''ah~...sudah pasti. Ini kan sudah musim dingin''
''memang ada apa di musim dingin?''
''lina..ah..maksudku ibumu itu benci sekali dengan udara dingin.selama udara di luar masih dingin ia pasti akan terus mengurung diri di kamar''balas ayah
''begitu ya..''
''jadi saat ini elissa tak ada teman bermain kan?''tanya ayah lalu bangkit sambil mengendongku
''kalau begitu bagaimana kalau hari ini elissa main dengan ayah saja?''tanya ayah yg langsung membuat mataku berbinar-binar
''apa tak apa?...''
''tenang saja, oh ya, kalau di ingat-ingat sepertinya ayah pernah janji ingin membawamu ke kota ayah, bagaimana kalau hari ini kita kesana saja?''tanya ayah yg langsung ku balas dengan anggukan semangat
__ADS_1
'' aku mau!,aku ingin lihat kota ayah!''seruku semangat
''hmph... williyam..siapkan kereta kuda untuk berangkat kesana''kata ayah yg langsung di balas anggukan oleh williyam lalu pergi menyiapkan apa yg ayah minta
''elissa gantilah bajumu,gunakan pakaian yg lebih hangat ,cuaca bisa semakin dingin nanti''kata ayah lalu menurunkanku
''aku mengerti.aku akan segera kembali''balasku lalu berlari keluar dan bersiap
***
Setelah selesai bersiap aku pun langsung pergi menemui ayah dan akhirnya kami pun pergi menuju kota everon.
Selama perjalanan jantungku terus di buat berdebar,tak penah sekalipun ku alihkan pandanganku dari luar jendela
''kelihatannya kau bersemangat sekali ya''kata ayah lalu tersenyum lembut
''habisnya..aku kan jarang menghabiskan waktu dengan ayah''balasku sambil tersenyum gembira
''um!?...benarkah?'' ''hmm..kalau di pikir-pikir sepertinnya itu benar,terakhir kita pergi berdua saat mencari baju untukmu ya''balas beliau
''iya, tapi setelah itu ayah langsung pergi karena ada urusan''
''ahaha..benar juga...kalau begitu kali ini ayah akan menembus waktu kita yg terbuang saat itu ya''
''baiklah''
Tak berselang lama kereta kudapun akhirnya berhenti, ayah pun langsung mengulurkan tangannya untuk membantuku turun.dan begitu aku turun dari kereta kuta mataku kembali di buat bersinar.
Sebuah kota cantik yg di penuhi bunga mawar yg indah dan penduduk yg terlihat sangat ramah di setiap sudutnya
''ahahaha...ibumu yg melakukannya...dia sangat menyukai mawar dan mempromosikannya ke para penduduk.alhasil beginilah jadinya''
Begitu ya...aku memang pernah dengar kalau ibu suka mawar tapi aku tak menyangka kalau beliau sampai membuat kota jadi seperti ini...
'' bagaimana kalau kita mulai berkeliling sekarang?''tawar ayah yg langsung ku balas dengan anggukan semangat
Setiap tempat yg ku jelajahi pasti tercium aroma mawar , bahkan di beberapa toko bunga mawar menjadi sebuah simbol. Dan bahkan beberapa makanan dan juga aksesorisnya berbentuk seperti bunga mawar
Kalau begini sih di banding di sebut kota everon lebih bagus kalau ku sebut ini kota mawar saja...
''um?...elissa..tunggu sebentar '' kata ayah lalu mempercepat langkahnya dan menghampiri seorang wanita tua yg terlihat kesulitan saat ingin menyebrang.ayah pun menawarkan bantuan pada wanita itu lalu langsung kembali padaku.
Setelah itu beberapa kali kami bertemu orang yg kesusahan dan setiap melihat itu ayah dengan sigap langsung membantunya dan melihat hal itu hanya satu hal yg terpikir olehku ''ayah ku ternyata pemimpin yg dermawan''
''....ayah itu luar biasa ya'' kataku tiba-tiba
''eh?..kenapa?''
''habisnya ayah selalu sigap membantu mereka yg membutuhkan pertolongan,menurutku itu sangat keren''
''ahaha..benarkah?... '' ''mm..yah..selagi ayah melihatnya dan dapat membantunya ayah pikir ayah harus melakukan sesuatu.''
''karena di dunia ini tak semua orang ingin membantu satu sama lain''sambung ayah dengan nada sendu
Mendengar hal itu untuk sesaat aku merasakan sebuah kesedihan dalam kalimatnya itu,aku tak begitu mengerti tapi ku rasa ayah pernah mengalami hal buruk hingga berkata seperti itu, meski begitu aku tak mau mengungkitnya karena takut itu menjadi luka baginya
''ah!...ayah....itu...apa itu ayah!?''seruku sambil menunjuk sebuah patung yg berdiri tegak di alun-alun kota
__ADS_1
Aku pun langsung berlari menghampirinnya dan melihatnya lebih jelas
''bahkan ada patung ayah disini...luar biasa...''kataku terpukau
''hmph...sayang sekali..tapi itu bukan ayah''balas ayah yg membuatku tersentak
''eh!?..bukan ayah!?. Bohong!, orang ini mirip banget sama ayah''kataku tak percaya
''dia itu kakek buyut ayah..orang pertama yg membangun kota ini ''kata ayah sambil menunjuk patung tersebut
Eh!!!!?........ bagaimana mungkin!!?... dia sangat mirip dengan ayah..tidak dia terlalu mirip bahkan aku tak akan heran kalau ada yg bilang ayah adalah kembarannya.
''ternyata kakek buyut ayah sangat mirip dengan ayah ya..''
''bayak yg bilang begitu, meski begitu beliau masih jauh lebih hebat dari ayah''balas beliau lalu tersenyum sendu menatap patung tersebut
''itu tak benar!, ayah juga sangat hebat,bagi elissa ayah adalah yg terhebat!''seruku yg membuat beliau langsung menoleh kearahku lalu tersenyum lembut
''benar kah?..ayah senang kalau elissa berfikir begitu''balas ayah lalu mengendongku ,begitu beliau mengendongku aku pun langsung memeluknya erat dan berkata '' dari semua orang yg elissa kenal ayah adalah yg terhebat dan terkuat,karena itu elissa selalu merasa aman kalau di dekat ayah..''
Beliau pun langsung tersenyum lalu dengan lembutnya mengkecup kecingku.
Setelah itu kami pun kembali mengelilingi kota dan mencoba berbagai jajan yg kami temui di jalan hingga akhirnya kami pun berhenti sejenak untuk istirahat.
''roti ini enak~...ayah kau harus mencobanya'' kataku sambil menyodorkan rotiku padanya
''tak perlu,elissa makan saja''
''sedikit saja?...cobalah yah...enak loh..''pintaku dengan mata berbinar-binar
''huh~...baiklah...'' kata beliau lalu perlahan mengigit roti yg ku berikan
''bagaimana?..enak kan?''tanyaku sambil tersenyum
''um~....enak''balasnya dan aku pun langsung tersenyum gembira
Huh~.... Menghabiskan waktu dengan ayah seperti ini pun terasa menyenangkan ya...aku tak pernah menyangka akan melakukan hal ini dengan manusia. Terlebih dengan orang yg membeliku....
!!?...Ah!....membeli.......
''um... ayah...''panggilku yg langsung membuat beliau menoleh kearahku
''ya elissa?''
''begini ...ada sesuatu yg ingin ku tanyakan..''kataku lalu mengenggam erat rokku
''ada apa?''
.........entah kenapa aku malah jadi takut menanyakannya...selama ini aku selalu mencoba menghindari pertanyaan ini tapi sekarang aku ingin tau ........
''ayah....itu.....''
''Waktu itu....kenapa ayah membeliku?''
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1