
Aku tau aku bukan kakak yg baik,aku tau aku terlalu egois,aku terlalu takut membuang segala yg ku miliki dan menghianati keluargaku hanya untukmu.ini pilihan sulit bagiku leon.meski kau juga keluargaku tapi kau sedikit berbeda.
Sejujurnya ini akan mudah bagiku jika aku mengabaikan mu tapi...
Kenapa aku tak bisa melakukannya?.setiap kali aku mencoba tak memperdulikanmu hatiku selalu terasa sakit. Kalau ini hanya perasaan bersalah harusnya tak sesakit ini . apa aku segitu mencintaimu hingga seperti ini?.perasaan ingin melindungimu melebihi siapapun,perasaan ingin membuat mu menjadi manusia paling bahagia di banding siapapun.
" aku pasti akan menjadikan mu ksatria yg hebat. Percayakan saja pada kakakmu ini'' ''kalau tak salah waktu itu dia sempat berniat bunuh diri tapi gagal''
............janji yg pernah ku buat, kasih sayang yg tak dapat ku buang.
''Hpmh...kau menang lenlen''...
Leon adikku mungkin aku menang kakak yg buruk tapi...biar bagaimanapun aku ingin kau bahagia. Ku harap hal ini dapat mendatangkan kebahagian bagimu.
***
*DRAP.....*DRAP.....*DRAP
''hoo~...kau kembali rupanya..''
*hosh.*hosh....''akan ku terima syarat dari mu, LEANDRO!''
''hmm~..kau sudah mempertimbangkannya baik-baik?''tanyanya
''ya.'' ''aku tak peduli lagi dengan masa depan ku. Yg terpenting saat ini ialah adikku, ku mohon.. tolong dia. Kondisinya semakin memburuk hari demi hari. Aku takut aku akan kehilangannya jika di biarkan lebih lama''jelasku
''kelihatannya kau benar-benar terdesak ya'' katanya
''baiklah...kurasa aku akan urus adikmu dulu. Kau tunggu lah disini. Kita bicarakan soal kesepakatan kita setelahnya'' katanya lalu pergi meninggalkan ku
Setelah beberapa jam berlalu lenlen pun akhirnya kembali dan aku langsung berlari menghampirinya.
''lenlen!. Dari mana saja kau?''tanyaku
'' dari mana?.ya mengurus adikmu lah''balasnya
''untung aku datang tepat waktu tadi...kalau terlambat sedikit saja dia pasti sudah menjadi mayat sekarang'' sambungnya yg membuatku tersentak
*grep! '' APA YG TERJADI!?. LEON TAK APA KAN!?'' seru ku sambil mencengkram pundaknya
Gawat..leon..apa yg terjadi...jangan bilang dia....
''sepertinya adikmu mencoba bunuh diri di pinggir danau tadi.seperti katamu kondisinya memang sangat parah'' balas lenlen yg membuatku syok parah
Sudah ku duga..leon...ternyata kau memang sudah mencapai batas...
Ini salahku seharusnya aku selalu mendukungnya.kenapa aku malah menepisnya waktu itu.bodoh!,tak berguna!..
''hah~...aku benar-benar kakak yg buruk.di saat adikku sedang drop-dropnya aku malah tak berani menemuinya'' kataku sambil mundur perlahan dan menutup wajahku dengan kedua tangan ku
*hiks...*hiks... ''aku benar-benar buruk. Aku kakak terburuk yg pernah ada'' kataku sambil terduduk
''eh!?.. kau menangis!?''seru lenlen syok
''BERISIK!. AKU SEDANG EMOSIONAL SAAT INI!'' balasku sambil berusaha menyembunyikan air mataku
Ah~...sial...ini memalukan..tapi..aku tak bisa menahannya lagi...hatiku benar-benar sakit saat ini.
__ADS_1
''kau ini ya...''
*syut.. ''kau itu kan laki-laki, masa nangis''sambungnya sambil memberikan ku sapu tangannya
'' laki-laki kan juga manusia!, masa gak boleh nangis!'' seruku sambil mengambil sapu tangannya lalu mengelap air mataku
''benar juga sih, tapi.. apa tak malu di lihatin orang?''tanyanya sambil duduk di sebelahku
''orang nya kan cuman kau doang. Jadi tak masalah'' balasku
Meski sebenarnya aku sangat malu saat ini...
''hmph...begitu ya...padahal aku berniat meninggalkanmu sendiri dulu tadi'' katanya sambil tersenyum kecil
''KALAU BEGITU KENAPA GAK LANGSUNG PERGI AJA!'' seruku yg di balas tawa kecil olehnya
'' kan aku harus tau mau mu dulu. Tadi kau bilang tak apa kalau hanya aku seorang''balasnya
Orang ini ya... entah dia pengertian atau hanya mau mempermainkanku saja. yah..apapun itu...
''terima kasih'' kataku tiba-tiba
''dan maaf atas prilaku ku ini.aku hanya sudah tak kuat lagi menahannya.''sambungku
''begitu ya... kau sudah berjuang keras ya'' balasnya lalu mengusap punggungku yg membuat hatiku teriris
***
Setelah aku merasa lebih tenang kami pun mulai membicarakan mengenai perjanjian kami
''jadi ?. kau sudah siap dengan resikonya kan?''tanya lenlen
''tenang saja, aku sudah mengurusnya. Untuk saat ini harusnya kondisinya sudah mulai membaik'' katanya
''syukurlah'' ''tapi kenapa kau sudah pergi menemuinya? Aku kan bisa saja mengingkari kesepakatan itu?secara aku belum mengucap sumpah padamu''tanyaku
''kau bukan orang yg seperti itu.dan lagi...aku ingin menunjukan padamu kalau aku adalah pemimpin yg memberikan bukti bukan janji''balasnya sambil tersenyum
.... ''pffft... ahahaha...benar-benar deh...tapi yasudah''
''.... kau serius kan?. Perlu ku ingatkan kau adalah pewaris tunggal keluarga demetria. Kalau kau serius dengan kesepakatan ini maka keluargamu akan kehilangan pewaris mereka satu-satunya. Bearti setelah ayahmu wafat maka berakhirlah keluarga demetria'' jelasnya
''ya ..aku paham.. aku juga sudah memikirkannya. Karena itu aku punya 3 syarat untukmu'' kataku
''hoo~..banyak ya. tapi baiklah..akan ku dengarkan''katanya sambil tersenyum kecil
''syarat pertama, aku tak mau adikku tau soal kesepakatan ini. Aku juga mau kau menyembunyikan segalanya tentang kita darinya.karena aku tak mau ia merasa berhutang padaku ''jelasku
''baiklah..aku tak akan memberitahukan apapun pada adikmu soal hal ini''
''syarat kedua, tolong jangan buang aku'' kataku yg membuatnya tersentak
''kau tau kan, kalau keluarga kita saling bermusuhan?.karena itu setelah mereka tau aku menjadi ksatriamu ,mereka pasti akan menganggapku sebagai penghianat dan mengusirku. Setelah itu aku tak akan punya tempat lain selain disini.tapi kalau suatu hari nanti kau membuangku saat itulah aku benar-benar sudah tak punya tempat dimana pun'' jelasku dengan nada sendu
'' tenang saja, aku tak akan membuangmu'' balasnya yg membuatku tersentak
''aku yg memilihmu. Meski pun suatu saat nanti kau sudah tak berguna sekalipun ,aku tetap tak akan membuangmu.karena bagiku semua orang masih bisa ku manfaatkan hingga mereka menghembuskan nafas terakhir mereka'' jelasnya
__ADS_1
''ahaha...dimanfaatkan kah...kesannya kejam sekali ya...tapi...aku menyukainya'' kayaku sambil tersenyum
''baiklah.manfaatkan lah aku hingga akhir.aku tak keberatan'' sambungku yg di balas senyuman olehnya
''lalu yg terakhir?''tanyanya
''ah~.... aku ingin kau menarik kata-kata mu yg kemarin'' kataku
''kata-kataku?..''
''itu loh.. yg kau bilang kita bukan teman!''seruku yg membuatnya terdiam sesaat
''...apa itu penting?''tanyanya
''YA IYA LAH!''
''itu sangat bearti bagiku!. Asal kau tau saja hatiku benar-benar terluka saat mendengar hal itu'' sambungku
''huh~....baiklah..baiklah..ku tarik kata-kataku waktu itu''
''gitu dong'' kataku lalu bangkit dan menekuk lututku di hadapannya
???... '' sedang apa kau?''tanyanya
''lihat pun kau sudah tau kan?.aku mau mengucap sumpah loh'' balaku
''lalu?,kau mau mencium punggung tangan ku?''tanyanya yg malah terlihat geli
''iya. Bukannya memang begitu ya seharusnya"balasku sambil tersenyum lebar
''kau mau meledekku ya?''
''kau tak perlu melakukannya.aku sudah percaya padamu tanpa bersumpah sekalipun'' sambungnya
''kalau begitu...'' kataku lalu bangkit dan mengenggam tangan kanannya
''kalau hanya jabat tangan begini tak masalah kan?''tanyaku
''terserah lah''
''hmph... kalau begitu mohon bantuannya ya lenlen''kataku sambil tersenyum
''kau masih mau memanggilku begitu?''
''tak masalah kan?. Saat kau menjadi duke nanti status kita adalah atasan dan bawahan karena itu aku tak akan pernah memanggilmu dengan sebutan itu lagi. Tapi saat ini kau bukan lah duke dan status kita juga masih belum atasan dan bawahan melainkan teman. Karena itu puas-puasin lah mendengar panggilan itu dariku karena setelah kau menjadi duke tak akan ada lagi yg memanggilmu begitu'' jelasku sambil mendekatkan wajahku kearahnya lalu tersenyum meledek
''huh~..kau ini..sepertinya aku benar-benar tak bisa melawanmu''katanya yg ku balas dengan tawa kecil
''baiklah..saat ini kita adalah teman. Tapi kedepannya status kita akan berbeda. Jadi ku harap kau bisa dewasa nantinya'' sambungnya
''tenang saja. begini-gini aku sudah di latih banyak hal. Kau tak perlu khawatir mengenai itu''balasku percaya diri
''senang mendengarnya. Lalu... kalau kau mau menjadi ksatria ku pertama-tama kau harus belajar menghitung terlebih dahulu''
''HAH!?''
...****************...
__ADS_1
...NEXT...