
''Ahahaha...sepertinya kupingku mulai bermasalah,masa aku dengar elissa bilang sesuatu tentang lamaran'' kata luz sambil tertawa kecil.
*Benar sekali, kuping juga pasti bermasalah...mana mungkin nona ku bilang itu ahahaha* balas pururu yg ikutan tertawa
''tenang saja kuping kalian berdua baik-baik saja kok,aku memang bilang begitu tadi''kataku dengan polosnya
Luz dan pururu yg mendengar itu pun langsung terlihat sangat syok lalu dengan begitu tiba-tiba luz langsung merebut surat dari alroy lalu membacanya sekilas dan...
Srak!... '' pururu api'' kata luz sambil merobek surat tersebut dan melemparya ke pururu
*di mengerti!* seru pururu sambil melempar nya ke perapian
''eh!!!?....kenapa di bakar!?''seruku syok
Puk!... ''lisa...dengar... lamaran itu adalah undangan menuju neraka,kau tak boleh menerima surat yg seperti itu''kata luz sambil menepuk pundakku dan menatapku dengan tatapan yg begitu serius
''e...eh?..neraka?...''
''benar...kalau kau dapat surat seperti itu lagi kau harus langsung membakarnya,atau kau bisa kena sial''kata luz yg terlihat begitu serius...
''be..begitu ya.. '' '' um!..aku mengerti, terima kasih luz berkat mu aku terhindar dari hal buruk''kataku sambil tersenyum gembira
***
''polos banget gila'' batin luz begitu melihat kepolosan elissa yg kelewat batas
*kau ini ya...emang tak apa begitu?,nanti kalau kau melamar nona bagaimana? * tanya pururu lewat telepati di antara mereka berdua
''tenang saja... itu kan masih lama, untuk sekarang kita bego-begoin aja dulu''batin luz
*barusan kau bilang apa?!*
***
Begitu ya..lamaran itu undangan ke neraka, bahaya sekali ya (berhasil di bego'in)
...tapi..kalau tak salah kakak juga pernah mengatakan soal lamaran waktu itu,kalau tak salah saat putra mahkota memberikan cincin ini padaku
Eh!?...cincin!?...
GAWAT! Aku lupa membalikan ini padanya!....
Padahal kemarin ada banyak kesempatan tapi aku malah melupakannya....
Huh~...berikutnya aku pastikan akan mengembalikan ini padanya
Lalu.....alroy...apa maksudmu mengundangku ke neraka?...setelah meninggalkan ku malam itu kau malah mengajakku ke neraka,sebenarnya sebenci apa kau padaku!?..
***
Setelah surat itu di bakar ku pikir aku tak akan berhubungan lagi dengannya tapi ternyata....
''selamat pagi tuan putri saya datang kemari sesuai dengan apa yg sudah saya tulis di surat waktu itu''kata alroy sambil memberikan ku sebuah buket bunga
KENAPA DIA MALAH DATANG!!?...
''a...alroy...itu...soal surat waktu itu..''
''bagaimana?,apa anda sudah memikirkannya?.jawabannya pasti iya kan?''tanyanya percaya diri lalu mengenggam tangan ku
__ADS_1
Huh?....tidak..masalahnya suratnya sudah di bakar dan aku sama sekali tak paham dengan apa yg kau tulis di surat itu
*Grep!..*set!... '' aku tak tau siapa kau tapi jangan pengang nonaku sembarangan''kata luz sambil melepaskan tangan nya lalu menarikku kebelakangnya
''mm...siapa kau,seenaknya saja memisahkan ku dengan tuangan ku''balas alroy yg membuat luz syok
''siapa yg kau panggil tunagan hah!?,elissa bukan lah tunangan mu''balas luz kesal
''benarkah?,asal kau tau saja, tujuan ku kemari adalah untuk melamarnya dan tentu saja dia akan menjadi tunangan ku''balas alroy yg membuat luz makin geram
Tunggu dulu...sebenarnya apa yg mereka bicarakan sejak tadi?...tunangan?...apa itu?..bisa kah kalian menjelaskannya pada ku dulu sebelum melanjutkannya lebih jauh?
''oh....saya dengar ada orang penting yg datang rupanya itu anda ya, yang mulia pangeran alroy''kata ibu yg tiba-tiba muncul di ikuti ayah ,leon,harry serta kakak
Eh!?.... '' PANGERAN!?'' seru ku dan luz yg sama sama syok
''a...alroy...kau itu pangeran?''tanya ku syok
''benar , aku alroy george cornwall, dari kerajaan cornwall'' katanya sambil membungkuk memperkenalkan diri
''sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda yg mulia''kata ayah sambil membungkuk di ikuti yg lainnya
''ada keperluan apa sampai anda datang ketempat kami yg mulia?''tanya ayah
''ah~...kau belum memberi tahunya ya?''tanya alroy sambil melirikku lalu tiba-tiba menarikku ke pelukannya dan....
''aku datang kesini untuk melamar putri kalian ''katanya dengan percaya dirinya
"eh?''
''Maaf..tadi anda bilang apa?''tanya ayah yg sepertinya tak mendengarnya dengan begitu baik
''tolong pergi''kata ibu sambil tersenyum penuh arti dan jelas itu membuat alroy syok parah.
''apa kau bilang?''tanyanya yg terlihat mulai marah
''kau mengusirku?.aku ?!''
''memangnya ada orang luar lain selain anda?''balas ibu sambil menatapnya tajam
''ukh....beraninya kau...aku ini pangeran loh!''
''memang kami peduli?''balas kakak yg membuatnya syok
''putra mahkota kerajaan ini saja tak begitu kami hargai apa lagi ,anda yg merupakan pangeran ketiga''sambung kakak
Kakak!..kau benar-benar mengatakan itu?...kalau putra mahkota dengar bukannya bakal bahaya !!?...
''yang mulia..dengan segala hormat ,tolong tinggal kan rumah kami,kami tak ada niat sama sekali untuk memberikan putri kami pada anda''kata ayah
Memberikan?...apa maksudnya?,apa itu ada hubungannya dengan tunangan?...
''kalian...ukh...jangan bercanda...seumur hidup tak pernah aku mendengar penolakan...apa yg ku ingin kan harus ku dapatkan''katanya yg terdengar marah lalu tak lama setelah ia mengatakan itu prajurit yg entah dari mana datangnya mulai mengepung kami dan jelas itu membuatku syok parah
Eh?...apa yg terjadi?...dari mana mereka datang?
''dasar bocah..merepotkan saja''gumam ibu yg mulai terlihat naik pitam
''tuan duke everon,ini bukan lagi lamaran tapi perintah.berikan putri mu padaku ,kalau kau menolaknya itu artinya kau ngajak perang dengan kerajaan cornwall''katanya yg mengejutkan semua orang
__ADS_1
''pa...pangeran..saya rasa ini sudah keterlaluan''kata seorang pria yg dari tadi berdiri di belakangnya dan sepertinya dia penasihat nya alroy
''berisik....sudah ku bilang bukan..aku akan mendapatkan apapun yg ku ingin kan tak peduli bagaimana pun caranya''balas alroy sambil menatap kami tajam
Perang?...kenapa?...kenapa malah perang?...apa karena aku ?...
Badan ku pun langsung gemetar hebat,aku takut karena ku keluarga ini malah mendapat masalah berbesar.
Aku harus melakukan sesuatu...
''a..alroy...''
Set.... '' boleh juga'' potong ibu sambil menahanku
''apa?'' tanya alroy yg syok dengan jawaban ibu barusan
''perang?.....boleh saja...sudah lama aku tak terjun ke medan perang..''kata ibu sambil mengeluarkan aura membunuh yg begitu kental
''kapan mau mulainya?....apa mau sekarang?...ayo aja'' '' semakin cepat perang semakin cepat pula aku menghajar mu bocah kurang ajar'' sambung ibu sambil membretekkan jari-jarinya
i....ibu!?....
''benar juga''kata ayah lalu ....wush!..... tiba-tiba saja muncul sebuah pedang api besar dan bola api yg begitu banyak
''sekarang juga....akan ku kirim kau ke neraka bocah sialan''sambung ayah sambil menatap alroy tajam
Melihat itu harry,leon,kakak serta ksatria everon lain yg melihat langsung mengangkat pedang mereka dan bersiap menyerang kapanpun
Tu...tunggu dulu!?...kenapa malah jadi kacau begini!?
Aku harus menghentikannya..kalau begini terus akan panjang urusannya nanti...
*plok!..plok!..plok!... ''keluarga everon memang luar biasa gila ya'' kata seseorang sambil menepuk tangannya lalu berjalan mendekat dan melihat siapa yg ngomong aku benar-benar di buat kaget
''huh!?....barusan kau bilang apa eric!?'' seru kakak kesal
Putra mahkota?!!.... kali ini dia mau apa lagi kesini?,terlebih bisa-bisanya dia bilang keluarga ini gila secara terus terang begitu
''kalian semua tolong tenang lah...masa hanya karena masalah kecil begini malah jadi perang''
''pangeran alroy juga,bisa-bisanya anda malah nantangin singa di tengah hari begini''sambungnya sambil melirik pangeran alroy
''pangeran eric!....kenapa kau malah kemari?''tanyanya yg terlihat geram
''kenapa?...itu karena aku ada urusan disini'' ''dari pada itu,bukankah lebih baik anda menyerah saja?...''sambungnya
''menyerah?...jangan bercanda...aku tak akan mundur sebelum elissa menjadi milikku'' balas alroy sambil menunjukku
''begitu ya...tapi sayang sekali...''kata putra mahkota lalu mendekat kearah ku dan tiba –tiba saja menarikku ke dalam pelukannya
Eh!?...putra mahkota?..
''dia sudah menjadi tunangan ku ''sambung putra mahkota yg langsung menggemparkan semua orang .
''APA!!!!?"
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1