
Um...mencurigakan..apa yg lina coba sembunyikan dari kami
Karena katen mengangguk paham lina pun langsung melepaskan tangannya namun....
''LAVI ITU SENANG MEMBANTAI ORANG!!'' seru katen begitu lina melepaskan tangannya lalu lari menjauh sambil tertawa
''KATEN!'' teriak lina lalu menatap kearah kami dengan wajah cemas
Tapi tentu saja kami begitu syok saat mendengar hal tersebut,jujur bulu kudukku langsung bergidik ngeri namun ternyata tak sampai di situ saja
''memangnya kenapa?..kan tak ada yg aneh dari itu, aku saja suka memakan manusia'' balas katen dengan santainya .
Mendengar hal itu jelas badan ku langsung gemetar hebat begitu pun luz yg juga di buat takut, aku bisa melihat ketakutan yg begitu dalam dari kedua matanya
Apa barusan ia bilang memaka?...Bagaimana bisa ia mengatakan hal seseram itu dengan santainya, bahkan dengan wajah riang begitu?...
*PLAK!.... '' KALAU NGOMONG DI JAGA KATEN!'' seru lina sambil menjitak kepala katen dengan begitu kencang
''aw..aw..sakit....memang apa yg salah dari perkataanku?.daging manusiakan memang enak''tanya katen sambil memeganggi kepalanya
''KATEN!'' '' apa kau sadar kau bicara hal seram begitu di depan mereka!?'' seru lina sambil menunjuk kearah kami
''kau membuat mereka takut bodoh!, perkataanmu barusan tak ada bedanya dengan bilang kau bisa saja memakan mereka!'' jelas lina kesal
''eh!?..benar kah?''tanya ketan sambil melirik kami
''itu tak benar, aku memang suka manu..maksudku daging,eh bukan aku benci daging, sangat benci. Karena itu kalian tak perlu takut'' kata katen sambil mencoba menyentuh tangan ku namun luz langsung menepisnya dan menarikku ke belakangnya. Jelas hal ini membuat katen langsung diam saking syoknya
''kami paham, jadi kau tak perlu menjelaskannya lagi'' kata luz sambil berdiri di depan ku seperti mencoba melindungi dari katen.meski begitu aku bisa melihat kalau luz juga sama takutnya tangannya saja sampai gemetaran begitu.
''.....be..begitu ya...baguslah kalau begitu''balas katen sambil tersenyum kecil
''huh~... salah sendiri bicara ngasal begitu ke mereka,aku kan sudah mencoba menghentikanmu tadi'' kata lina lalu berjalan mendekati kami
''tenang saja luz, eli, kalian kan teman katen, katen tak mungkin memakan temannya sendiri , iya kan katen?''tanya lina sambil melirik kearah katen
''BENAR!, kalian berdua adalah temanku, karena itu tenang saja, aku janji tak akan memakan kalian'' kata katen yg mencoba meyakinkan kami namun kami sudah terlalu takut untuk percaya padanya
''eli..luz..'' ata katen sambil mencoba mendekat namun tubuh kami malah reflek menjauhinya dan tentu saja hal ini membuat raut wajah katen menjadi sangat syok
''huh~..sudah cukup katen, ayo pulang'' kata lina sambil menepuk pundak katen
''tapi...''
''apapun yg kau katakan tak akan mereka dengar kalau dalam keadaan ini.''potong lina yg langsung membuat katen diam
Dan akhirnya lina dan katen pun memutuskan untuk kembali. Kami pun pergi mengantar mereka. Ayah dan ibu sempat binggung kenapa mereka plang tiba-tiba tapi mereka tak bertanya apapun dan ikut mengantar mereka berdua pergi
''eli, luz terima kasih untuk hari ini, hari ini sungguh menyenangkan.''kata lina sambil tersenyum lembut
''aku sungguh minta maaf untuk perkataan katen tadi. Ku harap kalian mau memaafkannya''sambung lina sambil melirik katen yg kelihatan tak bertenaga
''sekarang dan kedepannya kita adalah teman, ku harap kalian mau mempercayainya''kata lina sambil mengulurkan tangannya
Meski aku ingin membalas uluran tangannya itu tapi badan ku terus menolak untuk melakukan itu. Lina yg paham akan kondisi kami pun langsung menurunkan tangannya lalu tersenyum lembut
''kalau begitu kami pergi dulu ya, terima kasih sekali lagi untuk hari ini'' kata lina lalu naik ke kereta kuda
__ADS_1
''katen?''panggil lina yg hanya melihat katen diam saja
''aku tak pernah punya teman manusia sebelumnya''kata katen tiba-tiba
Eh?....
''aku tak tau cara berkomunikasi atau bahkan tak mengetahui apa yg wajar dan tak wajar bagi manusia....nona juga tak pernah mempermasalahkan perkataan ku tadi bahkan beliau tak peduli sama sekali, jadi ku pikir kalian juga begitu. Aku minta maaf , ku harap kalian mau memaafkan ku'' jelas katen dengan wajah menyesal
!?... begitu ya...katen sama halnya seperti anak kecil pada umumnya, dia akan mengikuti apa yg ia lihat tanpa tau hal itu benar atau tidak. Tuan putri adalah sosok berdarah dingin jadi katen berfikir apa yg menurut tuan putri wajar di anggap wajar juga bagi semua orang. Dia mengatakan hal itu karena tak tau kalau semua orang itu berbeda.
'' kalau begitu aku pergi du...''
''kalau begitu selanjutnya akan ku ajari kau hal-hal yg wajar bagi kami''potong luz yg membuat kami semua tersentak
''luz?''
Luz pun perlahan berjalan mendekati katen lalu,mengacak-acak rambutnya
''mari main lagi, tapi kali ini jangan bawa-bawa kata mengerikan begitu oke?''kata luz sambil tersenyum
''luz...ukh..'' ''HUWAAA...TERIMA KASIH LUZ!'' seru katen sambil memeluk erat luz
Hmph... luz memang hebat...di saat aku masih takut padanya ,luz malah sudah berani tak menghiraukannya...
''sudahlah, cepat pergi, lina sudah menunggu'' balas luz sambil mendorong wajah katen mejauh
''ehehe baiklah''kata katen lalu naik keatas kereta kuda
''eli..''panggil katen sambil berbalik
''ahaha...iya sampai jumpa'' balas katen sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangan
Setelah itu pintu kereta kudapun di tutup dan akhirnya mereka pun pergi
''lisa...aku paham kau takut dengannya''kata luz begitu kereta kuda pergi
Eh?
''sejujurnya aku juga masih takut padanya.tapi tadi aku merasa kita tak boleh terlihat takut padanya, melihat sikapnya aku merasa semakin kita takut padanya semakin bahaya juga untuk kita nantinya''kata luz yg membuatku tersentak
''karena itu meski kau takut coba lah untuk berani di hadapannya''sambung luz sambil menatapk lekat-lekat
!?.....'' baiklah..aku paham'' balasku
''hmph..anak pintar''balas luz sambil mengusap-usap kepalaku
***
Sementara itu di kereta kuda
''huh~...parah baget gila'' ''ini semua salah mu katen!, bisa-bisanya kau mengatakan itu!''seru lina kesal
''maaf..''balas katen menyesal
''huh~..harusnya kita pulang dengan gembira ini malah begini'' ''dan lagi yg namanya makan manusia mana ada yg normal '' kata lina sambil menghela nafas berat
''maaf...aku tak bermaksud membuat suasana jadi suram begini''balas katen sambi tertunduk menyesal
__ADS_1
''untung saja luz dan elissa mau memaafkan mu,meski ku yakin mereka masih takut padamu,aura ketakutan mereka terlihat jelas tadi''kata lina
''kalau itu aku juga tau,mereka tak benar-benar percaya padaku kan?, jelas sekali terlihat dari raut serta aura mereka.'' ''meski begitu mereka tetap berani bicara padaku , luz bahkan berani menghampiriku,dan itu membuatku senang,coba kalau tadi luz tak begitu aku pasti...''
''woi!, jangan macem-macem ya, meski mereka takut padamu mereka tetap teman kita''potong lina sambil menatap tajam katen
''a..aku tau itu kok,tenang saja aku tak berniat buruk kok tadi''balas katen sambil memalingkan wajahnya
''benar kah?....aku merasakan aura kebohongan dari mu barusan''kata lina sambil menatap curiga katen
''PERCAYA LAH!''seru katen
''iya..iya aku percaya..''
''benar kah?..kelihatannya tak begitu ''kata katen curiga
''entahlah,aku sendiri kurang yakin''balas lina sambil mengalihkan pandangannya
''woi!...'' ''huh~ terserahlah...'' ''dari pada itu lina..apa kau menyadari sesuatu?''tanya katen
''apa?''
''elissa itu...bukannya dia mirip dengan orang itu?''tanya katen
''hah?...siapa yg sedang kau bicarakan?''tanya lina
''Itu loh...putri elf yg sedang di cari nona marcella''
''bukankah katanya putri elf masih ada di benua ini?.dari ciri fisik mata dan rambut mereka sangat cocok, karena itu apa mungkin...''
.................................................................
''pfft..ahahaha...mana mungkin kan ya?'' tawa mereka berdua kompak
''yah meski ada kemungkinan juga elissa mengunakan sihir perubah untuk menyembunyikan identitas elfnya sih''kata katen yg langsung membuat suasana hening seketika
..........................................................
''apa perlu ku laporkan pada nona?'' tanya katen yg mendadak serius
''umm....benar juga ya,kalau misalnya eli memang benar elf yg nona cari maka kita wajib melaporkannya tapi....''
''tapi?'' tanya katen
''nona marcella bukannya sedang marah pada kita ya karena memaksa main hari ini?. Kalau kita memberikan info seperti ini secara sembarangan bukannya nona akan semakin marah?''balas lina ragu
''hik!...be..benar juga, kalau kita salah nona bisa semakin marah''kata katen yg mulai ketakutan
''ka.kalau begitu mari pastikan dulu, aku akan coba menyelidikinya nanti'' ''tapi sampai itu terbukti, kita anggap saja tak pernah tau hal ini ya, itu artinya jangan beritahu nona dulu soal ini, kau mengerti katen?'' sambung lina
''aku mengerti'' ''kalau begitu ku serahkan padamu ya,dan kalau bisa secepatnya karena ku dengar waktunya sudah tak banyak'' balas katen
''iya aku paham,serahkan saja padaku''balas lina sambil tersenyum.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1