
Dari kecil aku sudah memiliki semua yg ku mau, mainan,uang,status bahkan orang tua yg menyayangiku, bisa di bilang hidupku sempurna,hanya saja....meski aku memiliki segalanya sayangnya aku tak punya saudara yg bisa ku ajak berbagi.
Saat kecil aku sering bermain dengan ibu tapi...karena suatu urusan pribadi ibu pergi dan alhasil aku kehilangan teman bermain ku. Aku kesepian,tak ada satupun orang di rumah ini yg bisa ku ajak bermain.
Terkadang saat melihat orang lain bermain dengan adiknya aku sempat berfikir,kenapa aku tak punya adik seperti itu?... kalau saja aku punya adik,mungkin aku tak akan sekesepian ini...
Maka dari itu waktu kecil aku sangat ingin memiliki adik sampai aku memintanya pada ayah
''ayah..aku mau punya adik'' kataku tiba-tiba
*Pfft... ''uhuk!..uhuk!....apa?''tanya ayah yg terkejut mendengar permintaanku
''aku mau punya adik''
''kenapa tiba-tiba?''
''habisnya....aku kesepian, ibu pergi mengelana dan ayah selalu sibuk dengan pekerjaan ayah,aku jadi tak punya teman bermain''
''umm..begitu ya...,bagaimana dengan leon dan harry?,atau pelayan lain?''
''tak mau!, mereka lebih besar dariku, dan lagi mereka memperlakukanku seperti anak kecil setiap saat,aku mau terlihat dewasa''balas
''ahaha...begitu ya.... tapi..ibumu sedang tak ada jadi...''
''apa kalau ibu tak ada aku tak bisa dapat adik?''tanyaku dengan polosnya
''e!..ah~...benar..''
''kenapa?...yuri saja anaknya tuan baron bisa punya adik padahal ibunya sudah tidak ada?. Dan lagi leon dan harry kan juga ibunya berbeda tapi mereka bisa jadi kakak beradik''
''Erwin!,apa kau paham dengan yg kau katakan!?''seru ayah dengan wajah memerah
''eh?...apa?''
''huh~...yah..sebenarnya ayah bisa saja melakukannya dengan wanita lain, tapi...urusan setelahnya itu merepotnya jadi ayah tak mau''kata ayah yg jelas membuatku binggung
''dan lagi tak ada wanita lain yg lebih baik dengan ibu mu''sambung ayah
???... '' bagaimana dengan.....''
*PLOK! '' baiklah, kita sudahi pembicaraan ini ,ayah harus pergi karena masih ada urusan''potong ayah sambil menepuk tangannya lalu pergi meninggalkan ruang makan
???
Karena waktu itu aku tak paham apa yg ayah maksud pada akhirnya aku malah meminta pada para pelayan untuk memberikan ku adik dan hasilnya....
BRAK!... '' ERWIN!, apa yg kau katakan pada para pelayan!?''seru ayah dengan wajah syok
''eh??...apa?...aku hanya minta adik?.ayah bilang aku bisa melakukannya dengan wanita lain''kataku dengan polosnya saat itu
Ayah pun langsung berjalan kearah ku lalu memelukku erat dan berkata
__ADS_1
''erwin... kau mau ibumu membunuh ayah saat ia kembali? T-T''
???....huh?,apa maksud ayah?...
****************
Setelah hari itu ayah melarangku untuk mengatakan hal semacam itu lagi pada siapapun dan akhirnya keinginan ku untuk punya adik pun tertunda.
Seiring berjalannya waktu ayah mulai menyarankan padaku untuk pergi ke academi dengan iming-iming akan ada banyak teman disana. Akhirnya dengan semangat pun aku setuju dan pergi kesana.
Setelah aku mulai bersekolah di academi bisa di bilang aku cepat berbaur dengan mereka, hanya dalam waktu dekat aku sudah memiliki banyak teman,setidaknya itulah yg ku pikirkan sebelum aku tau.....kalau itu semua hanya kebohongan belaka
''hei...erwin..itu bukannya dia terlalu berisik?''
''benar sekali, kupingku suk sakit kalau mendengarnya bicara,benar-benar menyebalkan'' '' tapi dia anak duke kan?.sayang sekali kalau kita menjauhinya, dia kan masih bisa di manfaatkan, apa lagi dia itu bodoh'' ''pffft... ahaha...benar juga, meski menyebalkan kurasa aku harus menahannya ..ahaha''
Aku tak percaya ini...orang –orang yg ku pikir bisa ku percaya rupanya membicarakanku di belakang dan bahkan menghinaku,jujur aku sakit hati mendengar semua itu tapi di sisi lain, kalau aku menjauhi mereka karena ini aku hanya akan menghabiskan waktu sekolahku seorang diri dan aku tak mau itu terjadi,aku benci sendirian. Lebih baik membiarkan mereka membicarakan ku di belakang di bandingkan kehilangan semuanya.
Pada akhirnya aku malah memasang topeng dan bersikap seperti biasanya. Ku coba sembunyikan perasaanku yg sebenarnya dan berpura-pura menikmati waktuku bersama mereka. meski nyatanya aku sama sekali tak menyukainya. Sampai suatu hari....
Bruk!... '' ah!~...maaf'' kataku saat tak sengaja menabrak seseorang . namun orang itu tak menanggapinya dan terus berjalan melewatiku
Apa-apaan dia itu?
''woi..erwin kau tak apa?''
''ah~...iya..''
''um?....memang siapa dia?''tanyaku
''eh!.erwin kau tak tau?!. Dia itu putra mahkota kerajaan ini loh''
Putra mahkota....
'' kau dekat dengannya?''tanyaku
''HAH!!, mana mungkin, dia itu putra mahkota loh, dan lagi dia orangnya cuek banget.yg jelas dia itu menyebalkan,siapa juga yg mau dekat dengannya.''
''semua anak di academi juga tak ada yg mau dekat dengannya karena itu, kau juga sebaiknya jangan dekat-dekat dengannya kalau tak mau kena masalah''
''tapi....kalau begitu dia tak punya teman dong, bukannya dia akan kesepian?''
''siapa peduli, salah sendiri dia bersikap begitu'' balasnya lalu pergi menuju kantin di ikuti teman-teman yg lain
Putra mahkota kah.....
Saat itu aku berfikir dia pasti sama dengan ku,di tambah lagi dia tak punya teman sama sekali,aku bisa memahami rasa kesepiannya. Hingga ku putuskan untuk mencoba dekat dengannya.
Dan saat aku mendekatinya aku merasakan sesuatu yg berbeda dari eric, berbeda dengan teman-teman ku yg lain ,eric tak pernah sekalipun membicarakanku di belakang dan tak pernah menutupi apapun dariku, dia selalu mengatakannya secara terus terang di depan ku, Dan sikapnya itu lah yg membuatku suka padanya, hingga akhirnya kami menjadi teman baik dan sejak itu pula aku tak menghabiskan waktu ku dengan berpura-pura lagi dan menjalaninya semauku.
Tapi...meski aku tak kesepian saat di academi , tapi dirumah aku tetap tak punya teman. Saat libur panjang apa lagi, eric selalu sibuk saat liburan hingga aku tak punya waktu untuk bermain dengannya dan akhirnya liburan yg harusnya menyenangkan malah jadi sangat membosankan untukku.
__ADS_1
Waktu pun terus berjalan hingga akhirnya pada suatu hari aku mendengar sebuah kabar...
''hei..erwin..ku dengar kau punya adik perempuan ya?''
Mendengar kabar itu untuk pertama kalinya aku sempat di buat syok sekaligus senang. Aku tak percaya keinginanku untuk punya adik akhirnya terwujub tapi....
Apa ibu sudah pulang?...kok aku belum mendengar kabar kepulangan ibu ya?.
''katanya dia anak dari hubungan duke dan wanita lain''
!!?.. '' ITU TAK MUNGKIN!'' bentakku yg membuat orang-orang di sekitarku terkejut
''ayah tak mungkin mengkhianati ibu, aku sangat yakin itu''
'' soalnya saat aku kecil aku sudah menjodohkan ayah dengan para pelayan tapi ayah langsung menolak nya'' kataku yg membuat mereka semua terdiam saking syoknya
Kalau sekarang ayah malah melakukannya dengan wanita lain aku tak bisa menerima itu..
''a..ah~...begitu ya...kalau begitu mungkin rumor duke menganggkat anak dari jalan itu yg benar''
Menganggkat anak?...
***
Akhirnya pada liburanku selanjutnya ku putuskan untuk pulang dan melihat anak yg menjadi bahan omongan para murid di academia dan saat pertama kali aku melihatnya yg terlintas di kepalaku untuk pertama kalinya ialah
''kecilnya...''
Gadis kecil berambut violet dengan mata merah layaknya batu rubi, benar-benar gadis kecil yg imut serta terlihat begitu rapuh, dan saat pertama kaliku genggam tangan kecilnya dadaku langsung terasa hangat.
Kecil dan rapuh sekali, kalau ku genggam terlalu kuat pasti aku akan melukainya.bagaimana bisa ada makhluk sekecil dan seimut ini... hmph...karena kau begitu kecil dan kau adalah adik pertama ku aku akan memanggilmu adik kecil mulai sekarang.
Pertemuan ku dengan adik kecil mulai merubah pemikiran ku, awalnya ku pikir rumah adalah tempat yg membosankan karena tak ada siapapun yg biasa ku ajak main saat pulang namun kini rumah menjadi tempat yg paling ku rindukan, aku selalu ingin pulang dan membayang adik kecil yg sudah menungguku disana dengan senyuman indah di wajahnya
***
Tapi.....kalau semisalnya adik kecil benar-benar bertemu dengan keluarganya lagi dan pergi dari sini....apa itu artinya aku akan kesepian lagi ?. kalau itu aku tak mau, tapi aku juga berharap adik kecil bertemu dengan keluarganya lagi...
Ah~...apa aku terlalu egois?
'' saat ini kalian hanya seperti bermain rumah-rumahan dengannya, dia tak benar-benar menganggap kalian keluarganya''
Itu tak benar, adik kecil pasti tak berfikir begitu. Ini bukan lah permainan hubungan kami bukan lah sebuah kepura-puraan. Aku benar-benar menganggap adik kecil adalah adikku, dan aku yakin adik kecil juga begitu.
..........Tapi kalau semisalnya ini hanya pemikiran ku saja dan adik kecil tak berfikir demikian....ah~ aku tak tau apa aku bisa menerimanya nanti...
''tolong jangan pergi..adik kecil," gumamku sambil mengepalkan tangan ku erat-erat.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1