
''Di sana aku melihat diriku yg mau membunuh tuan putri'' kataku
''aku tak tau apa yg terjadi tapi aku terlihat sangat marah disana. aura membunuh pun terasa begitu kental.''
'' ini memang tak bisa di percaya . aku sangat takut melukai siapapun apa lagi sampai membunuh.tapi di sana aku tak terlihat takut sama sekali ,aku malah merasa itu yg sepantasnya''
''sebenarnya apa yg terjadii?..memikirkan itu membuatku takut'' jelasku gemetar
*grep... '' tenang saja. itu tak akan terjadi''balas ayah sambil menarikku ke pelukannya
''Selama ayah masih hidup,tak akan ayah biarkan kau merasakan hal itu'' sambung ayah
Selama ayah hidup....ah!!?...kalau begitu kalau ayah ...!!?..jangan bilang alasan aku semarah itu...
Tidak!..tidak mungkin....
''elissa?'' panggil ayah sambil melepaskan pelukannya
Kalau tuan putri membunuh keluarga ini.tentu aku akan sangat marah.
Tapi..apa tuan putri benar-benar akan membunuh keluarga ini?.atau karena alasan lain?
***
POV Duke
........
''di sana aku melihat diriku yg mau membunuh tuan putri''
Elissa mau membunuh tuan putri?....
Memang benar elissa sudah mengalami banyak hal tapi kalau suatu saat nanti ia benar melakukannya itu artinya tuan putri memang sudah melakukan sesuatu yg membuatnya marah.tapi apa?...
apa mungkin...dalang dari semua ini memang dia?.atau kah....
''oh!..anda disini rupanya'' ''tuan..ada dokumen yg harus anda periksa''sambung nicol sambil berjalan mendekatiku
''nicol''
''ya tuan?''
'' apa ada kabar terbaru mengenai tuan putri?''tanyaku
''eh?..saya rasa tidak ada...''
''begitu ya..''
....tuan putri marcella..kenapa sulit sekali mencari tahu tentang nya.
''kalau ada kabar terbaru soalnya segera beritahu aku''
''baik tuan"
Kalau berkaitan dengan elissa pasti ada sangkut pautnya dengan kami.aku harus mencari tahu hal itu sebelum semuanya terlambat
***
POV Harry
''Apa anda mau mengorban kan banyak nyawa hanya untuk menyelamatkan satu nyawa saja?!''
Aku tak percaya aku mau meninggalkan nona saat itu. meski tuan duke tak pernah membahas soal itu atau lebih tepatnya ia tak ingin membahasnya,aku tetap merasa menyesal.
''apa nona akan memaafkan ku jika ku katakan yg sesungguhnya?''pikirku sebelum mengetuk pintu kamarnya
''sedang apa kau disana?''tanya suara yg begitu dingin padaku meski aku sudah terbiasa olehnya
''leon''
''masih punya muka kau bertemu nona?'' kata leon yg membuatku tersentak
''pergilah. Mulai besok aku akan kembali menjaga nona. Kau kerjakan saja tugas lama mu'' sambung leon sambil menatapku tajam
''bagaimana dengan lukamu?''
''bukan masalah, setidaknya itu lebih baik dari pada membiarkannya bersama orang yg hendak meninggalkannya dalam bahaya'' balas leon dingin lalu mengetuk pintu nona
''nona ,ini leon,saya izin masuk'' kata leon dengan nada lembut yg 180 derajat berbeda dengan cara bicaranya padaku
''masuklah leon''
''baik''
''sebaiknya kau segera pergi'' kata leon padaku lalu langsung masuk ke kamar nona
.......hmph..kelihatannya aku sudah membuat kesalahan lagi. Lagi-lagi aku membuat leon membenciku
''ah~...mungkin minum-minum sebentar akan membantu ku melupakan hal ini'' gumamku lalu berniat pergi meninggalkan kamar nona
***
Aku pun pergi ke salah satu bar tempat biasa aku minum
''oh?...masih siang kau sudah mau minum-minum?''tanya bartender tersebut
''saya ingin melupakan sesuatu.tolong berikan saya alkohol paling kuat'' balasku sambil menempelkan wajahku di meja
__ADS_1
''itu berbahaya tuan anda kan ksatria anda harus menjaga kesehatan anda''balasnya
''tidak apa-apa kalau sesekali.''kataku tak bertenaga
....'' kelihatannya anda sudah mengalami hari yg sulit ya'' balas bartender tersebut lalu membuatkan pesananku
''begitulah...''
''saya meningalkan nona yg saya jaga dalam bahaya.dan sekarang semua orang membenci saya. saya tak tau harus bagaimana sekarang'' sambungku
'' apa nona anda selamat?''
''ya. setidaknya ia kembali dengan selamat''
''apa anda sudah minta maaf padanya?''
''saya tak punya muka untuk bertemu dengannya'' balasku
''begitu ya..tapi kalau begitu anda tak akan pernah tenang'' ''setidaknya anda harus minta maaf dan menjelaskan situasinya apapun jawabannya saya yakin anda akan merasa lebih baik setelahnya''katanya sambil meletakan pesananku
''lagi pula bukannya anda pernah bilang kalau nona anda itu orang yg murah hati?.saya yakin ia akan memaafkan anda'' sambungnya
''hmph...anda pintar bicara ya paman.tapi yah..saya juga berfikir demikian'' balasku lalu mengambil minuman ku lalu meminumnya namun...
''pffft!... PAMAN INI AIR PUTIH!''
''kan sudah saya bilang tak baik minum di siang hari''balasnya dengan wajah tak bersalah
''Melupakan semuanya dengan alkohol bukanlah pilihan yg benar tuan. Anda harus menghadapinya dan bukan lari darinya'' sambungnya sambil tersenyum
''huh~...aku tak bisa melawannya.'' ''baiklah.kalau begitu aku pergi dulu. Karena cuman air putih aku gak bayar ya'' kataku sambil berjalan pergi
''baiklah'' balasnya sambil tersenyum kecil
Ah~..sial bukannya melupakan segalanya aku malah mendapat ceramah dari nya.parah bangat dah.
Tapi yah..apa yg di katakannya tak salah juga sih.ada kalanya aku harus menghadapinya dan bukannya lari darinya.
***
''huh~..baiklah harry..ini dia..apapun jawaban nona aku harus menerimanya'' gumamku lalu mengetuk pintu kamarnya
''ya?''
''ini saya harry'' kataku
''Ah!..harry!.masuklah''kata nona mendengar itu aku pun langsung membuka pintu kamar nona dan tampak leon masih di sana bersamanya dan seperti yg ku duga ia menatap tajam kearahku
''ada urusan apa kau kemari?''tanya leon jutek
.... dia benar-benar marah...
''tapi...''
*plok!.. ''kumohon sebentar saja'' pinta nona sambil menepuk tangannya
Leon pun terdiam sesaat lalu menatap tajam kearahku
''baiklah nona, kalau ada apa-apa segera panggil saya'' kata leon sambil tersenyum lembut kearah nona lalu keluar dari kamar dan saat leon melewatiku ia sempat berbisik '' benar-benar tak tau malu ''
Tentu saja mendengar hal itu aku hanya bisa tersenyum sendu.
Setelah pintu tertutup aku pun perlahan mendekati nona
''kelihatannya leon sangat marah padamu ya. apa terjadi sesuatu?''tanya nona
''yah.. saya rasa saya sudah membuat kesalahan lain yg tak bisa di maafkan''balasku
...... ''apa karena aku?''tanya nona yg terlihat bersalah
''eh!?..kenapa nona berfikir demikian?''tanyaku balik
'' habisnya ..tadi saat leon datang leon bilang dia yg akan kembali menjaga ku. Jadi aku berfikir ini pasti karena kejadian kemarin'' jelas nona dengan nada sendu
''maaf ya..gara-gara aku hubungan kalian malah semakin memburuk''sambung nona
''tidak. Ini bukan salah nona''
''ini murni kesalahan saya.''sambungku
''nona...maaf.sebagai ksatria yg bertugas melindungi nona hari itu saya malah lalai dalam menjalankan tugas dan membuat nona dalam bahaya. Saya benar-benar minta maaf'' kataku sambil membukuk 180 derajat
''ti..tidak!..ini bukan salah harry. Kan aku sendiri yg minta harry meninggalkanku. Aku nya aja yg main masuk sembarangan'' balasnya
''tidak , bukan itu saja kesalahan saya''kataku yg membuatnya binggung
''saat nona terkunci di dalam saya....'' kataku yg tak kuat melanjutkannya
''harry?''
'' saya berfikir untuk meninggalkan nona'' sambungku sambil menutup kedua mataku
Ah~...aku mengatakannya..sekarang bagaimana respon nona?..
''kenapa?''tanyanya
''ada 3 alasan . pertama tempat yg nona masuki adalah ruangan yg tak mungkin bisa kami buka. Kedua kalau kami menghancurkan pintu tersebut saya khawatir dewa anubis di dalam akan keluar dan akan muncul lebih banyak korban jiwa. Terakhir....''
__ADS_1
''saya pikir nona sudah tewas di dalam karena biasanya tak ada oarang yg selamat setelah masuk kedalam sana. Terlebih setelah teriakan nona itu tak terdengar lagi suara nona'' sambungku sambil mengepalkan tangan ku erat-erat
''begitu ya.. kalau begitu.. kenapa harry minta maaf?''tanya nona yg langsung membuatku mengangkat wajahku
''itu...''
''harry kan tak melakukan kesalahan. pilihan harry saat itukan sangat masuk akal'
''untuk apa mengorbankan banyak orang hanya untuk menyelamatkan satu nyawa yg bahkan tak pasti masih hidup atau tidak''sambung nona
*puk! '' pilihan harry sama sekali tak salah. Karena itu jangan minta maaf''kata nona sambil menepuk pundakku lalu tersenyum lembut
Dan melihat itu penyesalan ku menjadi berkali-kali lipat .dadaku terasa nyeri. Aku tak menyangka aku malah meninggalkan makhluk sebaik ini .aku benar-benar mahkluk diadab
''hmph...sekarang aku paham kenapa ayah menginginkan harry saat itu''kata nona tiba-tiba
''harry adalah orang yg realitis dan dapat berfikir kritis ,selain itu pemikiran harry sangat luas dan menatap tajam kedepan. Harry tau pilihan mana yg terbaik untuk kedepannya.selain itu harry juga sangat baik dan rendah hati.aku yakin ayah sudah melihat itu semua sejak pertama kali kalian bertemu,karena itu ayah menginginkan harry''jelas nona sambil tersenyum
''nona..''
''tenang saja aku sama sekali tak marah pada harry. Aku malah mau berterima kasih pada harry. Berkat harry ayah dan yg lain terhindar dari mara bahaya. Kedepannya tolong jaga ayah dan keluarga ini ya harry''
Ah~...rasanya lucu sekali mendengar hal itu dari anak kecil berusia 10 tahun. Tapi...
*syut... *grep
''ya...dengan mempertaruhkan nyawa saya . saya akan melindungi keluarga ini dan juga nona. Ini sumpah saya pada anda dan keluarga ini'' kataku sambil menekuk lututku lalu mengenggam tangan kanannya dan mengkecupnya lembut
''ahaha..harry tak perlu melakukan itu.aku sudah percaya pada harry kok'' tawanya yg ku balas dengan senyuman
***
Setelah selesai bicara dengan nona aku pun berniat kembali ke ruangan ku namun begitu aku keluar dari kamarnya
!?... ''tuan!?'' seruku yg kaget begitu tuan duke sudah menunggu di depan pintu
''jadi?.. apa jawaban elissa?''tanya tuan duke sambil melirikku
''nona bilang nona sama sekali tak marah pada saya. bahkan berkata kalau yg saya lakukan bukanlah kesalahan'' balasku
''begitu ya...hmph.. yasudah lah'' kata duke sambil tersenyum kecil
''anu..tuan..''
Sekarang bagaimana aku minta maaf padanya ya?.sejujurnya aku tak punya muka padanya saat ini...
''jangan pasang wajah murung begitu'' kata tuan duke yg membuatku tersentak
''kalau elissa bilang kau tak salah maka kau tak salah. Tak ada gunanya kau terus merasa bersalah''sambungnya
Tuan.....
''dari pada murung lebih baik kau temani aku minum'' katanya yg membuatku tersentak
Eh!?...
''aku ingin minum segelas jus dingin. Mau minum bersama?''tanyanya sambil tersenyum kearahku
!?...
***
'' ngomong-ngomong, mari ganti suasana. Apa kau mau jus?. Aku punya jus dingin disini''
''kenapa jus?..apa kau tak punya alkohol?''
*plak!..'' jangan bercanda. Kita belum cukup umur untuk itu'' kata lenlen sambil menjitakku
'' cih...orang dewasa kan biasanya begitu''
''hmph...baik kalau begitu .saat dewasa nanti aku akan memberimu anggur kalau kau sedang terpuruk''
''ehehe.. janji ya''
''iya iya''
***
Ah~...aku jadi bernostalgia...
''kenapa jus?. Memangnya kita anak kecil?''balasku
''hmph...ini masih siang. Jangan aneh-aneh deh'' kata duke sambil berjalan menjauh
Hmph...ada saja alasannya
.... kuharap kami bisa kembali kemasa itu lagi. Tapi itu tak mungkin ya.
Pertemanan kami sudah lama berlalu. Kini hubungan kami sudah berbeda. Tapi.... aku sama sekali tak keberatan dengan itu.
''mau ikut tidak?''tanya tuan duke yg sudah berjalan jauh di depan ku
''tentu saja saya ikut tuan'' balasku sambil berlari menghampirinya
Lenlen..tidak..tuan duke sampai kapanpun saya akan selalu mengikuti anda.
Saya janji.
__ADS_1
...****************...
...NEXT...