
POV Elissa
''Tidur Bersama?'' tanya ayah bingung.
''Tak boleh ya?'' balasku murung
Karena aku tak tau kapan mama dan papa akan datang jadi ku pikir aku harus memanfaatkan semua waktu yg ada.
''tentu saja boleh!, buat eli apa sih yg ga boleh'' ucap ibu sambil memelukku erat
''yah, tak ada salahnya juga.lagi pula sudah cukup lama kita tak tidur bersama''timpal ayah sambil tersenyum lembut
''terima kasih ayah'' balasku sambil tersenyum girang
Setelah membersihkan diri kami pun naik ke tempat tidur Bersama dan ayah langsung memakaikan ku selimut lalu menepuk nepukku dengan lembutnya
''ini jadi mengingatkan ku saat Erwin masih kecil'' ucap ibu
''kakak?''
''benar'' ''dulu saat Erwin kecil dia juga selalu minta tidur Bersama. Dulu ibu kan sering mengembara jadi saat ibu di rumah ia langsung merengek minta tidur bareng,apa-apa maunya bareng teru.ahahaha... waktu itu Erwin imut banget ,sama seperti eli'' ucap ibu sambil mencubit gemas pipiku
''benar. Tapi semakin bertambahnya usia ia jadi makin mandiri '' timpal ayah
''benar sekali. Sedih sih tapi memang begitu hukumnya.''ucap ibu lalu mengusapku lembut
''anak-anak itu tumbuh dengan begitu cepat . awalnya ia selalu mengandeng kami saat berjalan tapi entah sejak kapan ia mulai bisa berjalan sendiri dan berlahan pergi meninggalkan kami''ucap ibu dengan nada sendu
''waktu itu mengerikan ya''sambung ibu
''ibu menyesal karena tak bisa menghabiskan banyak waktu dan melihat perkembangan Erwin karena itu waktu-waktu singkat yg ibu habiskan bersamanya jadi begitu berharga''jelas ibu
... waktu yg di habiskan Bersama...sama sepertiku kah?. Meski hanya sebentar tapi pengalaman serta waktu yg ku habiskan di sini jadi begitu berharga.
''karena itu sekarang ibu tak mau melewatkan satu moment pun dengan eli'' ucap ibu yg membuatku tersentak
''ibu ingin melihat eli tumbuh menjadi gadis yg cantik .ibu ingin melihat seluruh perkembangan eli . meski ibu tak bisa melihat saat bayi eli tapi setidaknya ibu tak mau melewatkan perkembangan eli saat ini seperti halnya erwin''jelas ibu
*set ''tapi..eli juga tak perlu tumbuh dengan cepat. Karena ibu masih ingin menikmati saat-saat manja eli saat ini'' ucap ibu sambil menyibak rambutku
Ibu...ukh!...
''huh~..ku harapa aku bisa menghentikan waktu ''ucap ibu lalu perlahan mulai terlelap
''hmph '' *cup '' selamat malam eli'' ucap ayah sambil mengecup keningku lembut lalu mulai tertidur
..................ukh!... *hiks...ah~... bagaimana ini..semakin ku sembunyikan semakin sakit rasanya
Aku tak mau pergi tidak setelah mendengar permohonan mereka..
''bagaimana ini'' gumamku sambil mengenggam erat selimut ku
***
POV Liana (saudari kembar duke).
'' hari ini juga masih belum bisa'' ucapku sambil mencoret tanggal hari ini di kalender
__ADS_1
Bagaimana caranya aku bisa melupakan mu. Setiap harinya selalu sama.meski aku berusaha mengalihkannya dengan kesibukan ku tapi ujung-ujungnya tetap saja aku kembali teringat akan dirimu
''sial...jatuh cinta itu merepotkan sekali '' gumamku
Tak boleh begini ya. Kalau aku terus seperti ini kau tak akan bisa tenang di sana.
''huh~...apa aku minta luz buatkan obat pelupa saja ya..''
Tidak,tak boleh. Aku hanya lari kalau begitu. Aku harus menghadapinya.
''um... aku seperti orang gila'' ucapku sambil menadangi bulan yg bersinar terang di atas sana
''sewaktu ia masih hidup apa ia juga memikirkan ku ya?.atau mungkin ia sudah tak mengingatku sama sekali''gumamku
***
POV Alex ( Raja Elf)
Ratu keabadian sudah tewas,dan lagi-lagi di tangan marcella.
''Ternyata manusia itu lebih mengerikan di banding yg ku kira''gumamku lalu melirik loker di meja kerja ku dan perlahan membukanya dan mengambil sebuah buku usang yg selalu ku aja baik-baik.
Perlahan ku buka buku tersebut dan seperti biasa ianya hanya curhatan yg berisikan kisah tentang pertemuan dengan seorang wanita bernama liana.
....... ''kau juga sama mengerikannya liana'' gumamku
Katanya cinta itu bisa membuat orang gila dan kini aku paham maksudnya
*deg '' huh~...aku ingin mengakhiri ini sesegera mungkin'' ucapku sambil memegang dadaku
Setidaknya aku ingin bertemu dengannya sebelum ritual ini selesai dengan begitu.........
*BRAK!
''sial !'' seruku sambil membanting barang-barang yg ada di mejaku
''hah...hah...sial'' gumamku sambil bersandar di kursiku
Aku harus menemukannya dan mengakhiri semua ini...
***
POV Achilles
Um?... '' nyonya liana belum tidur?'' gumamku saat melihat lampu kamar nyonya liana masih menyala
Apa beliau akan tidur larut lagi malam ini?
''mama sudah memiliki orang yg di sukai''
Mereka bilang perasaan manusia itu mudah sekali berubah tapi sepertinya hal itu tak berlaku untuk nyonya ya?
Sudah berapa tahun nyonya menunggu pria itu?. Kenapa nyonya tetap mau menunggunya meski bisa saja pria itu tak akan pernah menemui nyonya lagi. Apa sebesar itu cinta nyonya padanya?
'' apa aku saja tak bisa ya?'' gumamku
Aku ingin menjadi kekuatan bagi nyonya.aku ingin membuat nyonya melihat ku juga. Apa sudah terlalu terlambat untuk membuat nyonya melirikku?
__ADS_1
'' menyerahlah. Kau tak akan punya kesempatan''
Sial perkataan luz itu kini mulai menghantuiku.
''dasar bocah'' gumamku lalu berniat kembali ke kamar ku.
******
POV Luz
Semakin di lihat semakin aku semakin yakin
*apanya?* *kalau mau nembak nona sekarang mending langsung jalan aja* ucap pururu
''bukan begitu . aku...AAAAAKH!!, sejak kapan kau disini!?'' seruku yg baru sadar akan ke hadiran pururu
*respon mu telat* * dari pada itu apa yg kau sadari?*
'' lisa berubah ''ucapku serius
............... * masih lanjut?* ucapnya dengan wajah datar
''oi! Oi apa-apaan wajah itu. ''
*habisnya, itu kan sudah berlalu .lagi pula nona ku sudah terlihat seperti biasanya kok.kemarin kalian juga bersenang-senang bukan?. apa yg membuatmu berfikir demikian?*
''itu....karena dia belum mengajakku main seharian ini'' balasku serius
........................................................................................................................
''NGOMONG SESUATU DONG!'' seruku yg malah jadi malu karena ia hanya diam saja
*ng...gimana ngomongnya ya...kasihan sekali*ucapnya sambil menatapku prihatin
Ku bikin jadi kucing goreng juga nih.
Huh~, sudah lah. Mungkin hari ini elissa memang sedang tak ingin bermain dengan ku .dan lagi bukannya ia nempel terus dengan keluarganya seharian ini?.
Aaaaaakh! Padahal aku juga keluarganya tapi bukan keluarga inti sih.aku anak angkat bibinya bearti aku sepupunya jika di bandingkan dengan mereka bertiga aku tak ada apa-apanya . tapi aku kan juga masih masuk daftar keluarga harusnya ia juga menempel padaku dong.aaaaakh! tapi...
***
*jadi intinya kau kesepian karena elissa tak memperdulikanmu seharian ini?* ucap pururu yg jleb banget di hatiku
* serius deh ,kau kasihan banget .aku sampai ingin menangis untukmu* ucapnya yg benar-benar membuatku geram
*tapi bukannya ada saatnya dimana nona ingin bermanja Bersama keluarganya seharian?.kau juga pasti ingin begitu kan dengan mamamu?.menghabiskan waktu berdua saja dengan nya* ucap pururu yg tak bisa ku bantah
Yah..memang sih,terlebih setelah insiden mengerikan itu.elissa pasti ingin menghabiskan waktu Bersama orang tuanyanya kan? Demi menghilangkan trauma.
''Aku tak boleh egois begini ya..''ucapku sambil menghela nafas berat
*tapi kalau kau memang mau bermain dengan nona juga.coba ajak saja nona setelah makan siang*
''Baiklah!'' seruku semangat
*kau memang egois ya*.
__ADS_1
...****************...
...To Be Continue...