
POV Duke Everon
Ng.... ''elisaa baik-baik saja kan ya'' gumamku sambil memeriksa dokumen di mejaku meski ku tau pikiran ku tak fokus sama sekali pada dokumen ini
Setelah bangun elissa terlihat aneh, karena cemas aku berniat mengajaknya jalan-jalan hari ini,sekaligus memberikan hadiah ulang tahun yg ia minta tapi_
Belum sempat aku mengajaknya ia sudah pergi duluan . sejujurnya aku penasaran dengan sikapnya yg tergesa-gesa itu .ia seperti menyembunyikan sesuatu dari ku . sebenarnya apa yg ia sembunyikan
''tuan , sebaiknya anda istirahat dulu''ucap williyam yg menyadarkan ku dari lamunanku
''tidak,aku baik-baik saja''balasku
''tapi tuan... itu..dokumennya kebalik'' ucap williyam yg mengejutkanku
''pfft..ah maaf''ucap harry yg hampir tertawa
Tentu saja ini cukup membuatku malu
''apa ada yg anda pikirkan tuan?''tanya williyam
''yah... aku merasa elissa sedikit aneh belakangan ini''balasku
''tuan anda sadarnya kelamaan. Nona memang bersikap aneh, terlebih tadi pagi, tak biasanya ia langsung pergi begitu saja setelah sarapan'' ucap harry
Sudah ku duga
'' apa perlu aku mengeceknya ya'' ucap ku cemas
''nona kan juga sudah besar,mungkin saja ada sesuatu yg ingin nona lakukan tanpa sepengetahuan anda.''balas harry
'' kalau begitu aku harus kesana. Bisa saja itu berbahaya'' ucap ku lalu bangkit dan langsung pergi menuju kamar elissa
Setelah sampai di depan kamarnya ,perlahan ku coba ketuk pintu kamarnya
*tok..*tok..*tok.. ''elissa. Ini ayah,boleh ayah masuk?''tanyaku namun tak ada respon darinya
Apa dia sedang tak di kamar ya?.
''tuan duke'' panggil luz
''luz''
''lisa, masih tak mau keluar?''tanyanya sambil berjalan mendekat
''eh?.masih?''
Kalau begitu dia ada di kamar sejak tadi?
*tok..*tok... ''elissa, kau ada di dalam sayang?''tanyaku yg mulai cemas. Karena tak kunjung ada balasan aku pun mencoba mendobrak pintu ini sampai
''i..iya!, aku ada di dalam'' balasnya yg membuatku sedikit lega
''elissa buka pintunya''ucapku
''tak boleh. Tak boleh ada yg masuk kesini''ucapnya
''kenapa?''
''pokoknya gak boleh!''
???.... elissa?
__ADS_1
'' percuma saja tuan, tadi saya dan pururu juga sudah mencoba masuk tapi lisa malah marah-marah'' ucap luz
Ini sih...''nona kan juga sudah besar,mungkin saja ada sesuatu yg ingin nona lakukan tanpa sepengetahuan anda''. Begitu ya, elissa sudah besar,ia punya rahasianya sendiri.
''elissa, kau baik -baik saja di dalam?''tanyaku
''iya. Aku tak apa. Jangan cemas, tapi kalian tetap tak boleh masuk'' ucapnya
''baiklah.tapi kalau ada apa -apa segera beritahu kami ya''
Mungkin tak apa jika ku biarkan dulu. Kalau ia mau cerita ia pasti akan langsung menghampiriku.
***
POV Elissa
Banyak yg ingin ku ceritakan pada para elf dan mereka sepertinya sangat menantikan cerita dariku tapi ada hal penting yg harus ku lakukan lebih dulu
''kau bisa ceritakan banyak hal pada kami nanti, sekarang kita kembali ke istana dulu''ucap papa sambil menepuk pundakku
''iya!, aku juga mau segera bertemu mama'' ucapku yg membuat papa tersentak kaget
''papa?''
''a..ah.. tidak, ayo'' ucap papa dan setelah itu kami pun pergi ke istana dan selama di perjalanan semua elf dengan ramah menyapaku hanya saja
Saat tuan putri marcella lewat pandangan hangat mereka langsung berubah menjadi sangat dingin
Menyadari hal itu aku pun mencoba memperlambat langkahku dan berjalan berdampingan dengannya
''ehehe''tawaku sambil tersenyum tipis di sebelahnya
''aku sudah terbiasa dengan tatapan semacam ini''
''tapi kelihatannya kau benar-benar di sukai rakyatmu ya. aku iri melihatnya''sambungnya sambil tersenyum sendu
''tuan putri juga pasti akan segera di sukai kok, mereka hanya belum tau saja sifat tuan putri yg sebenarnya''ucapku
''kau kan juga belum tau'' gumamnya yg tak terlalu terdengar olehku
''ya?''
''bukan apa-apa'' ''dari pada itu bagaimana?.apa kau senang bisa kembali kesini?''tanyanya
''iya!, aku sangat senang, terima kasih sudah membawaku kembali'' balasku gembira
''begitu ya, syukurlah''
''elissa, kesini'' ucap papa . aku pun melirik sekilas kearahnya dan tuan putri mengangguk pelan seakan mengizinkanku untuk pergi mendekati papa
Aku pun langsung tersenyum dan berlari kearah papa. Dan saat itu juga lah kami sudah tiba di pintu masuk istana. Kami pun langsung memasuki istana dan setiap prajurit elf yg kami lewati langsung membungkuk hormat serta tersenyum gembira melihat kehadiran ku dan pada akhirnya kami pun berhenti di sebuah pintu besar
''disini''ucap papa lalu perlahan membuka pintu tersebut. Begitu pintu di buka. Seorang wanita dengan Rambut violet yg terkena sinar mentari serta mata merah yg bersinar langsung menyambutku . badan ku terasa merinding untuk sesaat. Aku pun mencoba perlahan mendekatinya tapi begitu wanita itu membentangkan tangannya dan memanggil namaku , air mataku langsung tumpah dan aku langsung berlari kearahnya sambil berteriak
''MAMA!''
*GREP!
''elisssa'' ucap mama sambil memelukku erat. Pelukan hangat yg selama ini ku pikir telah hilang untuk selamanya ,kini dapat ku rasakan kembali. Aku benar-benar bahagia hingga aku enggan melepaskan pelukan ini.
''mama..mama..''
__ADS_1
''iya..mama disini putri ku''ucap mama yg begitu lembut
''sekarang semuanya sudah lengkap. Kami bersyukur kau dapat kembali bersama kami elissa'' ucap papa
''iya. Papa mama''
***
POV Marcella
'' um?.. papa permisi dulu karena ada yg harus papa lakukan'' ucap raja elf lalu meninggalkan elissa bersama ratu dan begitu ia keluar dan menutup pintu
*Plok...*plok...*plok... '' pertunjukan yg bagus ,aku sampai ingin menangis melihatnya''ucapku sambil menepuk tangan ku
'' apa sebenarnya yg ingin kau bicarakan?''ucap raja elf sinis
''kita bicara di tempat lain''ucapku yg dibalas tatapan sinis olehnya
Pada akhirnya kami pun pindah ke tempat sepi di tengah hutan dimana tak akan ada yg akan mendengar pembicaraan ini.
''jadi apa yg ingin kau bica_" *WUSH!!! *BUAAAAKH!!!
Belum selesai ia bicara aku langsung mencoba menyerangnya tapi ia berhasil menghindar alhasil yg terjadi hanyalah beberapa pohon saja yg tumbang akibat serangan ku barusan
''APA KAU SUDAH GILA!?. KAU MAU MEMBUNUHKU!?'' seru raja elf kesal
''benar harusnya aku melakukan itu'' balasku sambil menatapnya tajam
''HAH!?''
''jadi?. Jelas kan padaku apa maksudnya ini?''ucapku
''apanya?!''
''apa kau ingin menjadi raja yg dungu sekarang?. Aku tanya apa maksud sandiwara ini!'' ''kenapa alexa menyamar menjadi mamanya elissa!?. Jelaskan padaku apa maksudmu melakukan ini?! '' seruku kesal
..... ''hmph.. apa maksudku?....''balas raja elf yg malah menyeringai
'' kalau begitu kau ingin aku melakukan apa?. Kau ingin aku mengatakan yg sebenarnya pada elissa KALAU IBUNYA SUDAH MATI DAN KAU YG MEMBUNUHNYA!?'' teriaknya yg membuatku tersentak
''lagi pula ini salahmu yg tak mengatakan pada elissa kalau ibunya sudah mati. Kalau saja kau bilang padanya kami jadi tak harus melakukan ini''
''kami sedang mencoba menutupi dosa yg kau buat harusnya kau berterima kasih pada kami'' sambungnya sambil menatapku tajam
....... Dosa ku katanya?..
''pergilah, urusan mu hari ini dengan kami sudah selesai''ucap raja elf lalu berjalan melewatiku
.......''pfft'' ''dosaku?''tawaku yg membuat raja elf langsung berhenti dan menoleh ke arah ku
''coba kau katakan sekali lagi?.dosa siapa itu'' ucapku sambil menatapnya tajam
'' waktu itu....'' '' kalau saja aku tak datang...'' ucapku sambil mendekatinya
'' kau pikir siapa yg akan membunuh ratu?'' '' yg akan membunuh ratu waktu itu seharusnya bukan aku melainkan kau,.alex''ucapku sambil menunjuknya
''aku hanya merebut dosa yg seharusnya kau buat. Kau pikir siapa yg seharusnya berterima kasih disini?''sambungku yg membuatnya tak bisa berkata-kata.
...****************...
...To Be Continue...
__ADS_1