
Tok...tok...tok ''tuan saya membawa nona kemari,'' kata harry sambl mengetuk pintu
''masuklah''
''permisi tuan''katanya sambil membuka pintu
''ayah memangil?''tanyaku
''kemarilah elissa''
Aku pun berjalan kearahnya dan saat sampai di dekatnya duke langsung menganggkatku dan menaruhku di pangkuannya
''elissa bagaimana perasaanmu setelah tinggal disini?''tanya duke
''mm...?, setidaknya lebih baik dari pada di tempat itu''balasku
''syukurlah kalau begitu''
''oh ya, elissa aku punya sesuatu untukmu''kata duke sambil menyuruh harry untuk mengambil barang yg dia maksud
Tak perlu waktu lama harry datang kembali sambil membawa sebuah kotak kecil dan menaruhnya di depan meja ayah
''elissa kedepannya kita harus menyembunyikan identitasmu sebagai elf, maka dari itu kita harus menyembunyikan telingamu dari publik''kata duke
Menyembunyikan?.....
EH! ''BEARTI DI POTONG!'' batinku sambil memegangi telingaku
Telinga elf memang lebih panjang di banding telinga manusia, kalau agar bisa menyesuaikan dengan manusia bearti harus di potong?...
''elissa?''
''ada apa?, wajah mu pucat sekali, apa kau sakit?''tanya duke begitu melihat reaksiku
''a...apa harus dipo..potong?''tanyaku gemetar
''dipotong?''tanya duke kebingungan
!!...''ah~ sepertinya kau sudah salah sangka''
Salah sangka?, bearti bukan di potong ya?...lalu bagaimana menyembunyikannya?
Pok...''tenang saja aku tak akan memotong telinga mungilmu itu, kita hanya perlu menyamarkannya saja''kata duke sambil mengusap kepalaku lalu membuka kotak yg di bawa harry tadi
Saat kotak terbuka aku melihat ada kalung yg berliontin batu ruby dan rantai-rantai kalung tersebut terlihat seperti terbuat dari perak dan terlihat sangat mahal
''kalau kau memakai ini telingamu bisa berubah seperti telinga manusia, kalung ini menyimpan sihir perubah wujub, kau akan terlihat seperti manusia kalau mengunakan ini''kata duke sambil mengambil kalung tersebut
Ukh...bagaimana ini...selama ini aku selalu menolak semua perhiasan seperti kalung tau gelang yg di berikan mary dan yg lain , soalnya kalau aku mengunakannya aku berasa seperti kembali di rantai dan aku tak menyukainya, mengingatnya saja sudah membuatku merinding...
''apa kau tak menyukainya elissa?''tanya duke
Hmm...tidak mungkin kan aku menolaknya, ayah sudah memberikan ini untukku dan di lihat dari bentuknya kelihatan sekali kalau ini barang mewah,kalau aku menolaknya karena alasan aku tak suka aku seperti anak tak tau terima kasih.
''aku suka, terima kasih yah''kataku sambil tersenyum
Duke pun langsung memasangkan kalung itu keleherku dan saat sudah terpasang sihir langsung bekerja, kupingku menciut dan sekarang terlihat seperti manusia.
mm...ini lebih ringan dari apa yg ku pikirkan
''hmh!, kau terlihat sangat cocok dengan kalung itu''kata duke
''hehehe''
Walaupun aku tak mau mengakuinya tapi kalung ini akan menjadi pengikat bagiku selama duke masih hidup. Sampai saat itu tiba aku tak akan benar-benar bebas.
''satu lagi elissa''kata duke tiba-tiba
''mulai besok akan ada guru yg datang untuk mengajarimu tatakrama dan sebagainya''
''guru?''
''aku tau ini masih terlalu cepat , maka dari itu pelajarannya tak akan terlalu berat, kau hanya belajar hal-hal dasar saja,tentu saja aku tak berniat menganggu waktu bermainmu''kata duke sambil mengusap kepalaku
''bagaimanapun juga di usiamu saat ini waktu bermain sangatlah berharga''
''hanya 3 kali pertemuan selama seminggu, waktunya juga hanya 2 jam, apa tidak apa ?"tanya duke
Hmm...3 kali pertemuan dan selama 2 jam, hmm.. kurasa tak apa , toh aku juga tak bisa terus bermain walaupun sedikit aku harus belajar soal manusia, ini akan sangat membantu nanti, lagi pula kalau belajar tatakrama mina juga sudah pernah mengajarkannya, ini pasti akan mudah.
''baiklah''balasku
***
__ADS_1
Itulah yg ku pikirkan tapi nyatanya saat guru yg katanya akan mengajariku datang aku seperti ingin tertawa dengan apa yg ku pikirkan saat itu
''nona , beliau adalah baroness vilsa, mulai hari ini dia yg akan menjadi guru tatakrama nona''kata harry
'' salam, saya baroness filsa derta vilsa,mulai hari ini akan menjadi guru bagi nona , mohon bantuannya''katanya sambil membungkuk memperkenalkan diri
Wanita dewasa dengan hiasan yg bisa di bilang terlalu berlebihan, rambut coklat kemerahan,dan badan yg cukup besar. Orang ini akan menjadi guruku?, entah kenapa aku punya firasat buruk soal ini
''a..aku juga .mohon bantuannya''kataku sambil ingin membungkuk tapi langsung di hentikan oleh harry
Ah!, aku tak boleh menundukan kepalaku ya, maaf aku lupa
''yaampun nona,hohoho''
''kalau begitu saya permisi dulu''kata harry lalu meninggalkan ku berduan dengan baroness
''ck, kenapa aku harus menganjar anak simpanan seperti ini''gumamnya saat harry sudah pergi
''kau....apa kau tetap tak mau memberi hormat padaku?, dan lagi, gunakanlah bahasa formal saat bersamaku, asal kau tau saja kedudukanku lebih tinggi dari pada mu''katanya sambil menutupi mulutnya dengan kipas yg ia bawa
''ta...tapi, harry bilang...''
''apa kau lebih mendengarkan perkataan ksatria itu ketimbang gurumu?''tanyanya sambil menatapku tajam
''ma..maaf''kataku yg langsung menunduk minta maaf
Tak!,'' aku harus mengajarimu banyak hal sepertinya, pertama-tama kau harus belajar sopan santun ''katanya sambil menutup kipasnya
***
Duke
''tuan''panggil harry
''ada apa?''tanyaku tanpa mengalihkan pandanganku dari dokumen-dokumen
''kenapa anda memilih baroness vilsa?bukannya ada guru yg lebih baik?''tanya harry
''ku dengar baroness sudah sering mendidik para nona muda , dia juga sudah sangat berpengalaman ''
''tapi tuan, saya mendengar kabar kalau cara mendidik baroness sangat kasar, apa tak masalah?''tanya harry
Tak! ''harry ..kau pikir aku ini siapa?''tanyaku sambil mematahkan pulpen yg ku pegang
''seorang baroness berani menyakiti putriku?, kalau dia memang benar melakukannya dia pasti sudah bosan hidup''
''be..benar juga, maaf karena sudah menanyakan hal seperti ini tuan''kata harry sambil menunduk minta maaf
Baroness , kalau dia sampai berani menyakiti putriku, akan ku pastikan namanya terhapus dari daftar nama bangsawan..
***
Elissa
Huh..kenapa firasat burukku selalu benar?. Baroness bukanlah guru yg baik dia sama kejamnya seperti pria yg membunuh mina
Ugh...'' apa luka ini akan hilang ya?''gumamku sambil memegangi kakiku yg terluka akibat pukulan baroness
Salah sedikit pukul, tidak sesuai kehendaknya pukul, kalau begini kakiku bisa memar
Tapi aku juga tak bisa memberitahu ayah ,ayah kan sudah mencarikan guru untukku aku tak bisa minta yg lebih dari ini.. oke mari berfikir positif, dengan begini aku pasti akan lebih cepat belajar dari kesalahan dan akan selalu mengingatnya dengan baik, ini juga bisa jadi semangat untuk berusaha lebih ekstra
Yosh!...jangan hanya mengeluh ,aku harus berusaha agar tak menjatuhkan nama baik keluarga everon
Tapi sebelum itu aku harus menyembunyikan luka ini agar tak ada yg tau..
***
*ctak!...''ukh...sudah berapa kali ku bilang , apa kau tak mengerti juga?''katanya setelah lagi-lagi memukul kakiku
''inilah kenapa, aku tak suka gadis kampung sepertimu, menjijikan, kenapa tuan duke mau mengadopsi anak sepertimu''
''apa kau sadar kalau kau adalah AIB KELUARGA INI ?"
Deg!..
''kita sudahi dulu pelajaran hari ini, jangan lupa kerjakan prmu kalau tak mau mendapat hukuman lagi kau mengerti''
''baik..''
Baroness pun langsung pergi meninggalkanku sendirian .
Ini aneh?, dimana kesalahanku?, aku yakin sudah melakukannya dengan baik, tapi kenapa dia masih memukulku?,apa salahku?
__ADS_1
Anginpun tiba-tiba bertiup kencang, membawa dedaunan kering masuk melewati jendela.
''apa sudah mau musim gugur?''pikirku lalu berjalan kearah jendela
Pohon-pohon yg tadinya berwarna hijau ini mulai berubah warna menjadi kekuningan.
Huh~ku hela nafas panjang lalu duduk di pinggir jendela sambil menikmat angin yg bertiup
''Ternyata ini lebih susah dari yg ku kira''gumamku lalu perlahan menutup mataku
Sampai tiba-tiba aku terbangun saat menyadari seperti ada seseorang di belakangku
''dasar daun kurang ajar, berani-beraninya menyentuh kepala nona''kata orang tersebut sambil mengambil daun yg menempel di rambutku
''leon?!''panggilku saat berbalik badan dan menyadari bahwa orang tersebut adalah leon
'' lama tak bertemu ya nona''sapanya
''lama?, bukannya baru seminggu''
''seminggu bagi nona, bagi saya sudah seperti ber bulan-bulan''balasnya
''hahaha...leon kau berlebihan''
''bagaimana kabar nona?, apa kelasnya menyenangkan?''tanya leon
''eh!?..soal itu...''kataku yg sedikit ragu mengatakannya
''hmm?....apa nona?''
Tidak apa kan kalau aku cerita ke leon?, dia kan tukang kebun, dia juga pasti jarang bertemu ayah .
''se..sebenarnya..''
Akupun menceritakan semuanya ke leon , mulai dari kekerasan yg di lakukan baroness sampai pr-pr yg di berikannya yg terlalu banyak dan sulit untuk kupahami ditambah aku menunjukan luka di kakiku yg di akibatkan oleh perbuatan baroness.
''apa-apaan itu!''seru leon yg terlihat sangat marah
''nona kenapa nona tak mengatakan hal itu pada tuan!, kalau nona mengatakannya tuan pasti akan langsung turun tangan''kata leon marah
''a..apa leon marah?''tanyaku takut
Leon kalau sudah marah seram...
''tentu saja saya marah, bisa-bisanya di...''kata leon yg langsung terhenti begitu melihatku gemetar ketakutan.
''ah!..maaf nona, saya tak bermaksud membuat nona takut...''kata leon yg langsung mencoba menenangkanku
''tapi nona, tuan harus segera tau soal ini, kalau nona mau biar saya saja yg mengata...''
Grep...''jangan..''potongku sambil mengenggam bajunya
''jangan beri tau ayah, aku tak mau merepotkannya''
''tapi nona...''
''aku memberi tahu leon karena aku percaya leon tak akan mengatakannya''kataku
''berjanjilah leon tak akan memberi tahu siapapun soal ini''
''ukh...tapi nona....''
''berjanjilah''kataku sambil memasang wajah memeles
''huh~, baiklah saya berjanji''katanya sambil memberikan jari kelingkingnya
???.... apa ini?...kenapa dia memberikan jari kelingkingnya?
''apa yg leon lakukan?''tanyaku
''membuat janji''balasnya
''nona harus mengaitkan jari kelingking nona seperti ini''kata leon sambil mengaitkan jari kelingkingnya
''dengan begini kita sudah membuat janji, ini namanya janji jari kelingking, kalau melanggar harus menelan 1000 jarum''katanya
''eh!?,se..seribu..!"
Konsekuensi kalau melanggar janji manusia ternyata mengerikan
''baiklah..itu artinya leon sudah janji ya''kataku yg dibalas anggukan olehnya dan akhirnya ini menjadi rahasia kecil kami berdua.
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...