
''Eh?...kurasa sudah tak ada..pasti sudah hangus terbakar api''balas kakak
''begitu ya..''
Ternyata memang sudah tak ada ya... kalau begitu bagaimana aku mencari tau soal simbol itu?
''memangnya untuk apa?''tanya dokter rei
''untuk erwin'' balasku yg membuat mereka bertiga syok
''ra..rara..tak boleh begitu''kata kak luis kelagapan
''rara..meski dia mainnya buruk kau tetap tak boleh mengutuknya''timpal dokter rei
Hah?...
''maaf ya rara..ini pertama kalinya bagi erwin. Jadi dia masih blm mengerti ''kata duchess yg bikin aku tambah tak paham
''tu..tunggu dulu.. sebenarnya apa yg kalian bicarakan sih!?''seruku dan mereka malah saling memalingkan wajahnya
'' aku perlu buku itu untuk mencari tau soal segel yg ada di tengkuknya''sambungku sambil menunjuk erwin
''segel?!''kata mereka bertiga kompak
Aku pun menunjukan segel yg ada di tengkuk erwin pada mereka bertiga dan mereka sama-sama di buat terkejut
''erwin..sejak kapan!?''seru duchess
''mana ku tau''balas erwin
''simbol ini...aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat''kata dokter rei
''benar kah?..dimana!?''seruku
''umm...dimana ya....aku tak begitu ingat''kata dokter rei
''tapi mungkin saja itu ada di catatan ayahmu. Coba kau pergi ke ruang bawah tanah.dulu ayahmu suka meninggalkan beberapa catatan di sini.coba periksa siapa tau kau menemukan sesuatu''kata dokter rei
''aku akan membantumu mencarinya''timpal kakak
''terima kasih kak''
''ngomong-ngomong . kenapa kau bisa tau ada simbol itu di tengkuk erwin?''tanya duchess
''ah!..benar juga..kalian kan baru..ehem...maaf aku lupa''sambungnya yg tiba-tiba malu
???...!!?
''TU...TUNGGU SEBENTAR!.. JANGAN BILANG!'' seruku yg sepertinya mulai memahami pemikiran mereka dari tadi
''a..apa kalian pikir aku dan erwin..anu..baru saja...''kataku dengan wajah merah padam. Dan mereka malah lagi-lagi memalingkan wajahnya dan hal itu membuatku semakin yakin kalau itu yg mereka pikirkan
''um?...aku dan kau apa?''tanya erwin yg masih belum sadar
'' APA YG KALIAN PIKIRKAN SIH!.AKU DAN DIA MANA MUNGKIN MELAKUKAN ITU!'' teriakku malu parah
''woi...apa yg sebenarnya terjadi?''tanya erwin
''astaga kau lemot banget sih!. mereka tuh mengira kita baru saja...aaaaakh!'' seruku yg tak kuat melanjutkannya saking malunya
??? ''melakukan ap...ah!...*blush!.. MANA MUNGKIN!'' serunya yg baru saja konek
Aaaaakh!..kenapa mereka bisa berfikiran begitu astaga!...malu banget woi!!
***
(sementara itu di hutan beberapa saat yg lalu. Saat eric tak sadarkan diri)
''hosh..hosh...sial..kurang ajar....'' ucap vampire yg menyerang eric
Namun vampire itu tak lagi seangkuh saat melawan eric. Kini ia nampak sedang terpojok dengan darah mengalir di membasahi tubuhnya
'' sampai sini saja''
__ADS_1
''TERKUTUK KAU. PADAHAL CUMAN MANUSIA DAN ELF RENDAHAN!!'' serunya pada seorang gadis berambut merah yg memegang sabit besar di tangannya dan elf dewasa yg menatapnya tajam
'' bisa kah kalian berhenti memanggilku manusia?.aku punya nama. Aku atsui cobalah untuk mengingat itu'' ucap gadis berambut merah tersebut
''ah~... tapi kau akan segera mati jadi apa gunanya itu''sambungnya sambil menyeringai
'' tunggu dulu'' ucap elf tersebut sambil mengeluarkan pedang sihirnya lalu perlahan berjalan kearah vampire tersebut
*jleb! '' dengarkan aku baik-baik sebelum kau mati. aku tak tau apa masalah kalian tapi yg jelas aku tak akan memaafkan kalian''sambungnya sambil menusuk jantung vampire tersebut
'' camkan ini baik-baik. Aku akan membantai semua orang yg terlibat dalam kasus penyerangan klan ku. Termasuk putri kalian. Akan ku pastikan kepalanya tergantung di depan istana kalian''kata elf tersebut sambil menatap tajam vampire tersebut lalu dengan tangannya sendiri ia menyasat tubuh vampire tersebut dan mememotongnya menjadi beberapa bagian . darahnya pun kini berceceran dimana mana. Pemandangan mengerikan .pembunuhan paling tak berprikemanusiaan baru saja di lakukan oleh elf tersebut
''kau ..menjijikan..coba lihat dirimu. Penuh dengan darah''kata atsui
'' berisik. Dari pada itu cepat singkirkan mayat ini. Aku muak melihatnya''ucap elf tersebut sambil mengelap darah di wajahnya
''hmph..seenaknya saja menyuruh. Tapi yah... ini memang menjijikan'' ucap atsui lalu menghunuskan sabitnya dan membakar habis tubuh vampire tersebut
''selanjutnya bagaimana?''tanya atsui sambil menatap mayat vampire yg sedang terbakar oleh api
''kau uruslah sendiri''ucapnya sambil berjalan pergi
''bagaimana dengan pangeran eric ?''tanya atsui
''huh?..memang itu urusan ku?. Suruh saja seseorang menanganinya'' balas elf tersebut
''yah..meski kelihatannya ia akan segera mati sih'' ucap elf tersebut sambil menatap eric yg sudah sekarat
''dia belum mati. Tapi setelah ini dia pasti akan ke binggungan''kata atsui sambil berjalan mendekati eric
''akan merepotkan kalau ada manusia lain yg terlibat. Kau bakar saja dia''kata elf tersebut
''jangan konyol. Dia putra mahkota suatu negara .akan repot kalau ia mati''balas atsui
Atsui pun lalu memanggil spiritnya dan seekor burung phoenix muncul lalu hinggap di pundaknya
''tolong kau sembuhkan dia, dan buat ia beranggapan kalau apa yg terjadi ini hanya mimpi belaka''kata atsui
Burung itu pun langsung terbang kearah eric dan mengobati lukanya seperti yg atsui minta
''jangan konyol. Ini masih belum selesai. Sampai kepala putri mereka terpenggal maka ini belum selesai'' ucap elf tersebut
''akanku pastikan dendam klan ku terbalaskan'' sambungnya sambil menggengam erat pedangnya
''hoo~...sekarang kau terlihat seperti raja sesungguhnya ya'' kata atsui
''hmph...apa yg kau bicarakan?.. aku kan memang raja dari para elf'' balasnya sambil menyeringai
''huwaaa...sekarang kau malah mengakuinya,seram''kata atsui sambil menatapnya ngeri
''sudahlah. dari pada itu apa kau akan membiarkan manusia itu di sini?'' tanya elf tersebut.
''hmm..kurasa aku harus mengantarnya kembali ketempatnya. dan lagi bisa tidak berhenti memanggil kami manusia?.kami punya nama .dia punya nama''ucap atsui
''apa peduliku. Manusia ya manusia. ''ucap elf itu yg membuat atsui semakin geram
!?''oh!'' ''...hoo...jadi kau akan memanggil semua manusia dengan sebutan manusia?''kata atsui dengan nada meledek
''tentu saja''
''hmm...kalau begitu bagaimana dengannya?''
''siapa yg kau bicarakan?''tanya elf tersebut
''um...siapa ya..aku lupa..bisa bantu aku mengingatnya?..''ledek atsui
''hmph..dasar konyol''kata elf tersebut lalu berjalan pergi
''ah!..aku ingat sekarang.. liana kan?''kata atsui yg langsung membuat elf itu tersentak dan langsung menoleh kearahnya
''kau..dari mana kau dengar nama itu?''tanya elf tersebut
''dari mana ya~..coba tebak''balasnya
__ADS_1
''ah!?....jangan bilang.... astaga anak itu tak bisakan ia tutup mulut?.''
''pfft ahahaha...siapa sangka kau yg membenci manusia malah sedang mencari manusia juga , terlebih wanita buahahaha..jangan bilang kau menyukainya''ledek atsui
''jangan konyol.itu tak mungkin''balas elf itu dingin
''hee...tak mau mengakuinya ya..''ucap atsui lalu
*set... dengan cepat atsui merebut sebuah buku usang yg selalu elf itu bawa dan tentu saja kelakuan atsui ini mengagetkan elf tersebut
''kembali itu!''
''kenapa?..apa ini semacam buku diary?.aku selalu melihatmu membawa ini''ledek atsui sambil memainkan buku tersebut
''kau tak perlu tau..kembalikan saja itu''balas elf tersebut sambil menatapnya tajam
''seram...memang apa sih yg kau sembunyikan di dalam sini''kata atsui lalu membuka buku tersebut .elf itu pun tak tinggal diam dan mencoba merebutnya namun atsui terlallu gesit hingga membuat elf itu kewalahan
''KEMBALI KAN ITU!'' marahnya
''kenapa?..aku kan cuman mau lihat sedi....oh!?''
''apa ini..kenapa banyak sekali nama liana yg tertulis disini''kata atsui begitu melihat sekilas isi buku
*set! '' KEMBALIKAN'' serunya sambil merebut buku tersebut
''kau...apa kau tergila-gila padanya?''tanya atsui sambil menatapnya jijik
''TIDAK!'' ''kau salah.''
'' Aku membencinya''sambungnya sambil menatap atsui tajam
''eh?''
''Jangan pernah sebut namanya lagi di hadapan ku''kata elf tersebut lalu langsung teleport dan menghilang
''huh?..benci tapi dia selalu membawa buku yg ada banyak nama orang itu. hmph..jangan bilang tsundere?'' kata atsui setelah elf itu pergi
''yah..dari pada itu...mari kita kembalikan pangeran ini ke tempatnya''kata atsui sambil melirik eric
***
''oh!?..kau sudah kembali'' sambut seorang elf wanita berambut violet dengan mata merah cantik bagaikan batu rubi
''ya'' balas elf yg bersama atsui tadi lalu berjalan melewatinya begitu saja
''bagaimana?apa berhasil?''tanya elf wanita itu
''ya..sudah ku habisi vampire itu'' ''ngomong-ngomong. Kau menceritakan soal liana ke manusia itu?''tanya elf pria itu sambil menatap elf wanita tajam
''eh!?..a..ah~...habisnya...kau sedang mencarinya kan...ku pikir karena sesama manusia dia bisa memban...''
''itu bukan urusan mu'' potongnya cepat
''ini adalah urusan ku. Aku yg akan mencarinya sendiri jangan ikut campur' sambung elf pria itu sambil menatapnya tajam
''ma.maafkan aku..''kata elf wanita itu sambil tertunduk menyesal
.........''huh~'' *grep!
''maaf...aku sedikit lelah.aku tak bermaksud memarahimu''kata elf pria itu sambil menarik elf wanita ke pelukannya
''banyak hal yg harus ku lakukan untuk membangun kembali klan elf.kita juga belum menemukan putri . Aku benar-benar pusing sekarang''sambungnya
''aku mengerti''balas elf wanita itu sambil memeluknya balik
''tapi jangan memaksakan dirimu''sambungnya
''ya...tenang saja''balas elf pria itu lalu mengkecup lembut kening elf wanita itu
''akan ku temukan elissa dan memberi pelajaran pada orang-orang yg menyerang kita. Termasuk liana''
''akan ku temukan dia dan membuatnya membayar semua ini'' ucap elf pria tersebut yg terlihat kesal.
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...