
POV Elissa
"Setelah hari itu hubungan ku dengan lean mulai merenggang meski lean sudah berkali-kali mencoba menjelaskan padaku aku tetap tak mau mendengarkannya dan tetap pada pendirianku''
''toh wajahku juga lebih mirip laki-laki di banding perempuan kan?.'' Sambungnya lalu tertawa kecil
Um..mendengar ceritanya barusan kurasa aku cukup paham dengan apa yg di rasakannya meski begitu aku juga tak berfikir ayah salah...
'' jadi itu alasan anda menghindari tuan duke?''tanya luz
''um?...yah.. alasan awalnya memang begitu tapi, semenjak lean mengenalkan audelina saat itu lah aku benar-benar kesal padanya'' balasnya yg terlihat kesal
''eh!?...ibu?...kenapa?. apa anda tak menyukai ibu?''tanyaku
''yah...bukannya aku tak suka audelina,aku hanya tak suka saat lean mengenalkannya padaku'' balasnya
''apa maksudnya?''
''um?.rupanya lean tak mencerikannya padamu ya''
''kalau begtu biar ku beritahu kalian...''
''dulu lean pernah di culik'' katanya yg jelas membuat kami berdua terkejut bukan main
''HAH!!?....YG BENAR!?'' seru kami berdua kompak
''tak mungkin...tuan duke ..tuan duke yg kuat begitu bisa di culik?''tanya luz tak percaya sama sekali
''begitu lah. Dulu ada acara berburu ,kami pergi kesana sebagai perwakilan keluarga tapi tak di sangka dia ternyata di sana ada sekelompok penjahat yg sudah bersiap menculik anak-anak bangsawan untuk di peras.''
''waktu itu aku dan lean kebetulan sedang berada di lokasi yg berbeda. Dan sialnya lokasi lean adalah tempat para penjahat tersebut. Lean pun menghilang selama beberapa hari. Seluruh ksaria sudah di kerahkan untuk mencarinya.''
''meski aku kesal dengan lean karena masalah sebelumnya ,biar bagaimana pun lean tetap saudaraku. Tentu saja aku cemas bukan main mendengar kabar hilangnya lean. Aku takut bukan main kalau lean sampai kenapa-napa.tapi...''
''si br*ngsek itu....padahal kami sudah sangat cemas kalau dia kenapa-napa tapi dia malah pulang membawa wanita dan parahnya lagi dia bilang mau menikah dengannya!.LELUCON MACAM APA COBA ITU!'' serunya yg kini terlihat begitu kesal
''padahal kami sudah khawatir setengah mati tapi dia malah pulang membawa calon istri. GILA KALI YA!''
Huwaa...sepertinya dia benar-benar marah...saat dia marah dia juga mirip dengan ayah..
''kalau begitu cerita jelas bikin kesal ya''kata luz
''iya kan!. Saat itu aku benar-benar kesal. Bukan hanya tiba-tiba mengenalkan calon istri pada kami, lagi-lagi dia membuat perbedaan di antara kami''
__ADS_1
''meski begitu pada akhirnya aku sama sekali tak menghentikannya. Lean memilih untuk membuat keluarga baru,dan lagi-lagi dia meninggalkan ku'' sambungnya yg kini terlihat sedih
''kami ini benar-benar tak mirip ya..'' '' saat ini lean sudah memiliki 2 anak sedang kan aku..jangan kan dapat 2 anak , punya pasangan aja belum'' ''padahal aku juga mengikuti cara yg sama'' katanya sambil memainkan rambutnnya
Eh?..''cara yg sama?''tanyaku tak paham
''hah~..selama 20 tahun aku pergi mengembara , aku bahkan mencari orang untuk menculikku juga, barang kali aja aku bisa dapat jodoh juga kan seperti lean'' balasnya yg langsung membuat kami syok parah
''anda apa!?...20 tahun!?...sebentar.. jadi selama 20 tahun anda pergi mengembara untuk mencari jodoh?!''seru luz syok
''benar sekali, tapi aku sama sekali tak menemukannya.aku bahkan sampai kebenua hitam juga tapi tetap tak menemukannya''
''huwaa...saya sampai binggung harus berkomentar apa''kata luz
Um?...mencari jodoh?...aku tak begitu paham sih tapi selama 20 tahun ayah tak bertemu dengan kakaknya...pantas saja ayah bersemangat sekali mencarinya tadi...
Ayah pasti sangat merindukannya ya... kalau begitu aku harus membuat mereka bertemu tapi bagaimana ya?, nona liana sendiri tak mau bertemu dengan ayah...
Eh!?...sebentar... tak mau bertemu?...tapi luz bilang tadi luz melihat ayah berdandan seperti wanita , kalau itu sebenarnya nona liana itu artinya nona liana juga mau bertemu dengan ayah kan?..tapi dia terlalu malu untuk itu...hmph..kalau begitu aku hanya perlu memberinya sedikit dorongan..
''um..anu.boleh aku berkomentar sedikit?''tanyaku
''sejujurnya aku paham perasaan anda , memang benar terkadang perbedaan itu mengerikan tapi menurutku alasan ayah marah saat itu bukan bermaksud buruk'
'' setiap orang punya kelebihannya masing-masing ,aku yakin anda juga begitu. Makanya ayah kesal saat anda mencoba menjadi dirinya. Karena ku yakin ayah ingin anda bersinar dengan cahaya anda sendiri dan bukan dengan cahayanya''
''e..eto..ma..maaf kalau kedengarannya kurang ajar, aku sama sekali tak bermaksud begitu''kataku yg malah jadi tak enak
Um...apa seharusnya aku tak bilang begitu ya?.kesannya aku sok banget gak sih?..
''hmph!............. mirip ya'' gumamnya
''ya?''tanyaku yg tak begitu ku dengar
''tidak, bukan apa-apa. Hmph...kau benar, aku juga berfikir begitu . waktu itu aku kan masih kecil makanya aku tak berfikir begitu tapi sekarang aku sudah menyadari maksud perkataan lean saat itu.''balasnya lalu mengusap kepalaku
''meski begitu..bisa di bilang aku belum siap bertemu dengannya sekarang..sudah 20 tahun kami tak bertemu. Entah kenapa aku sedikit canggung sekarang''sambungnya
Ah~...sudah ku duga dia juga sebenarnya ingin bertemu
''kenapa perlu canggung?.kalian kan saudara, bicara saja seperti biasa''balas luz
''tuan duke saja tak merasa anda menghindarinya,beliau malah merasa anda sedang mengajaknya bermain''sambung luz
__ADS_1
''benar juga'' balas liana yg langsung terlihat kesal
''huh~...yasudah lah...ku rasa memang sudah saatnya aku bicara dengannya lagi''
''tapi ..ahahaha..siapa sangka aku akan curhat ke kalian, kalian bahkan memberikan ku solusi, anak-anak zaman sekarang pinter-pinter ya''sambungnya lalu mengacak rambut kami berdua
''ahaha..aku senang kalau itu bisa membantu anda berbaikan dengan ayah''balasku sambil tersenyum
''hmph... terima kasih''
*hup!...'' baiklah..kesampingkan soal itu dulu, dari tadi ku lihat kalian bicaranya formal sekali, bicara informal saja dengan ku, kita kan keluarga'' katanya sambil bangkit
''eh?...aku juga?''tanya luz sambil menunjuk dirinya sendiri
''tentu saja''
''aku bukan bagian dari keluarga ini, aku hanya teman elissa'' balas luz
''benar kah?... kalau begitu dimana keluarga mu?''tanyanya yg membuat luz tersentak
''...ke..keluargaku...''
Um?..kelihatannya luz kesulitan menjelaskannya , apa perlu aku yg menjelaskannya?. Tak apa kan ya?, toh nona liana juga bukan orang asing
''anu...sebenarnya'' kataku lalu menjelaskan asal usul luz dari awal hingga pertemuan kami. Nona liana pun menyimaknya dengan begitu baik
''begitu ya.. menara penyihir kah..kalau di ingat-ingat saat itu aku pernah mendengar rumor seperti itu ,aku bahkan sampai pergi kesana untuk memastikannya tapi aku tak menemukanmu dimana-mana. Siapa sangka akhirnya aku bisa melihatnya secara langsung'' katanya lalu tersenyum lembut kearah luz
''itu artinya sekarang kau tak punya keluarga kan?...kalau begitu...''
*grep!...*set... '' mulai saat ini kau adalah putraku, luz'' sambungnya sambil mengangkat luz tinggi-tinggi dan melihat hal itu ingatan saat pertama kali ayah memberiku nama langsung terlintas di kepalaku
''tenganglah mulai saat ini kau adalah putriku, elissa shuya everon''
Rasanya aku seperti melihat diriku dan ayah di masa lalu.
Hmph...ternyata memang benar mereka anak kembar.
Meski pun kata orang-orang mereka kembar tak sempurna tapi di mataku mereka adalah anak kembar paling sempurna yg pernah ku temui.
...****************...
...NEXT...
__ADS_1