
...PERINGATAN!!...
...chapter ini berbau adegan kekerasan yg mungkin tak pantas untuk sebagian orang. harap perhatiannya....
...----------------...
''senang bisa melihatmu lagi, putri para elf''
Orang ini..
Fredric!!
Orang yg membunuh mina dan membuat para elf menderita.juga orang yg selama ini di cari oleh keluarga everon. Sudah ku duga kali ini pun ia dalangnya.
*grep!
''aaakh!''
''apa-apaan tatapanmu itu?.apa kau tak punya malu?'' ucapnya sambil menjambak rambutku
''asal kau tau ya kalau bukan karena ku .kau tak akan bisa hidup bahagia saat ini. Kau pikir berkat siapa kau bisa memakai pakaian bagus begini serta makan-makanan mahal setiap hari nya?. Berkatku kau bisa hidup layaknya bangsawan. Seharusnya kau berterima kasih padaku, makhluk rendahan'' ucapnya sambil menatapku tajam
Omong kosong. Untuk apa aku berterima kasih padanya?.Saat itu dia menjualku untuk memperkaya dirinya sendirikan?. Dan kebetulan saja ayah yg membeliku. Kalau pun saat itu yg membeliku bukan ayah dan aku di jadikan budak sekalipun.apa kata-kata itu akan keluar dari mulutnya?
''padahal harusnya kau yg menderita disini..'' gumamnya
???..apa?. apa dia mau ngadu nasip sekarang?
*GREP!!
UKH!... sakit!.. ia menjambak rambutku dengan sangat kuat .kulit kepala ku terasa sakit sekarang
'' karena mu.hidupku jadi kacau begini'' katanya
Apa yg ia katakan?...semua ini salahku?..omong kosong macam apa itu?
*SYUT! *BRUK!!
Tiba-tiba saja ia menarik ku lalu langsung melemparku hingga membentur tembok. Rasa sakit yg luar biasa langsung ku rasakan. Kepalaku terasa berdengung keras dan untuk sesaat dadaku terasa sesak
*grep. Tanpa memberiku kesempatan untuk bernafas normal ia langsung mencekikku dan membuatku kesulitan bernafas
UKH! .
Jelas aku mencoba memberontak namun tenagaku kalah jauh darinya
''karena ia menginginkanmu.aku jadi bersusah payah mendapatkan mu kembali. Dan para ksatria bodoh itu malah menghalangiku dan menghancurkan banyak bisnisku. Semua ini karena mu'' ucapnya
'' bukannya ini tak adil?. Padahal ia tak mengatakan apapun saat aku membawamu.tapi ia malah menginginkanmu setelah aku menjualmu.bukankah kau juga berfikir demikian?''
Ukh..sesak...aku tak bisa mendengarnya dengaan baik karena aku hampir kehilangan kesadaran ku saat ini..
Orang ini terlihat terus mengoceh.tapi aku benar-benar sudah tak bisa mendengar apa yg ia katakan hingga...
Ia tiba-tiba melepaskan cekikannya . dan aku pun di buat terbatuk-batuk karenanya
'' karena itu, cepat berikan benda itu padaku'' ucapnya sambil mengulurkan tangannya padaku lalu menatapku dengan tatapan yg begitu tajam
Benda?..benda apa yg dia maksud?
''kalau kau tak segera memberikan itu.aku akan menyiksamu hingga akhir'' ucapnya lalu menyeringai
***
POV Erwin
''HUWAAA GILA GAK ADA AKHIRNYA!'' seruku yg masih di buat kerepotan oleh monster satu ini
'' kalau begini terus.lama-lama aku akan mati kelelahan'' ucapku
Tak ada habisnya. Aku juga sudah mulai kewalahan disini. Manaku juga sudah hampir mencapai batas kalau begini terus.
Apa tak ada ja_ !!!? kaki ku.. tak bisa bergerak?
__ADS_1
Mungkin karena terlalu lelah berhadapan dengannya dalam waktu yg cukup lama.kaki ku mendadak menjadi sangat kaku dan parahnya ia tak melihat waktunya . tepat saat sebuah serangan menuju kearahku saat itu pula aku tak bisa bergerak
Aku tak bisa menghindarinya!?
*DUAAR!
Ukh..???.eh?...
''ACHILLES!'' seruku begitu melihat achille yg sudah berdiri di depan ku dan mengunakan tebok es untuk menghalang serangan barusan
''aku tertolong. Terima ka_''
''tuan muda kita tak akan menang'' potongnya
!!?
''apa?''
''ahahaha akhirnya kau bergerak juga half elf'' tawa violence
''tapi kau pikir kau bisa bertahan dengan es itu ?'' ucapnya lalu mencoba menyerah dari arah lain. Dan achilles pun dengan sigap menghentakan kakinya ketanah dan tembok-tembok es tebal pun langsung menutupi kami layaknya barrier
''achilles?''
''saya sudah mengamati wanita itu sejak tadi.tuan saya mungkin tak pernah terjun dalam medan perang tapi saya tumbuh sebagai seorang budak.saya sudah melihat banyak orang -orang kuat tapi wanita ini..dia berada di tingkat yg berbeda''
''saya tau anda kuat tapi peluang untuk menang darinya sangat kecil.''
Tanpa ia beritahupun aku tau itu. wanita ini bukanlah lawanku. Tapi..
''kalau tak mengalahkannya kita tak akan bisa selamat'' ucapku
''memang benar. Kalau melawannya dalam pertarungan kita tak akan menang tapi... saya punya ide . cara agar kita bisa keluar dari sini tanpa harus mengalahkannya'' ucapnya
!?!
''tuan... maaf tapi tolong jadi umpan untuk rencana ini'' ucapnya
Huh!?!
***
'' yg mulia ini sudah semua buku yg anda ingin kan'' ucap penjaga perpustakaan setelah memberiku semua buku terkait.
Satu persatu buku ku baca dan mencoba menemukan petunjuk sekecil apapun itu secepat mungkin
'' ini akan menjadi malam yg panjang''
***
Sementara itu .Di tempat yg berbeda
'' bagaimana?. Kau sudah membawanya?''
'' iya tuan putri. Sesuai perintah anda. Kami sudah berhasil membawa putri elf tersebut. selanjutnya apa yg anda inginkan yang mulia?''
''apa lagi. kita jalan kan sesuai rencana awal''
''baik yang mulia.''
''ah benar juga.''
''kalau ternyata putri itu bukan pewaris selanjutnya maka... ''
'' bunuh dia seperti kau membunuh ayahnya dulu''
''baik,sesuai perintah anda yang mulia''
*tap..*tap..*tap...
'' dimana dia?'' tanya seorang pria misterius (???)
''saat ini tuan fredric sedang bersamanya tuan'' ucap seorang penjaga .dan tanpa berkata apapun lagi pria itu langsung masuk kedalam ruangan tersebut .
__ADS_1
Di tempat yg tertutup kegelapan dimana hanya ada tembok batu dingin yg menghiasinya.layaknya berada di penjara bawah tanah.pria itu menelusuri lorong demi lorong hingga tiba lah ia di depan sebuah sel
'' kelihatannya kau cukup bersenang-senang ya. fredric'' ucap pria itu yg langsung menghentikan tindakan fredric.
''tu..tuan ku!'' serunya terkejut
*tap..*tap..
''hoo..jadi ini putri elf itu'' ucapnya saat melihat elissa yg sudah babak belur di pukuli serta terlihat begitu lemas
'' ternyata lebih kecil dari yg ku kira. ''gumam pria tersebut
''tu..tuan. ada urusan apa anda ke tempat kotor ini?. Padahal anda tak perlu datang kesini.saya bisa membawanya langsung ke hadapan anda kalau anda mau'' ucap fredric
''benar'' *grep! '' tapi aku tak tahan ingin melihat anak ini secepatnya'' ucapnya sambil menyambak rambut elissa lalu membuatnya mengangkat wajahnya
'' kau memukulinya sejak tadi?''tanyanya
''i..iya... saya pikir ia akan langsung memberikan benda itu jika disakiti. Dan saya berniat langsung memberikan benda itu pada anda saat sudah mendapatkannya'' ucap fredric
''hmph!.. mudah sekali bicaramu'' ucap pria itu lalu *tak!. Menarik paksa kalung yg menyembunyikan telinga elf elissa hingga putus
'' benda yg kita cari bukan seperti kalung ini yg bisa langsung di rebut begitu saja'' ucap pria itu lalu menghancurkan kalung tersebut
'' yg kita cari adalah roh suci alias dewi mereka'' ucap pria itu samil menatap fredric tajam dan jelas itu membuat bulu kuduk fredric langsung berdiri
''kau pikir ia akan memberikannya begitu saja?. bahkan dalam catatan sejarah pun mereka lebih memilih mati dari pada menyerahkannya ke orang lain''
'' la..lalu apa yg harus saya lakukan tuan?''tanyanya sambil tertunduk ngeri
*smirk '' coba saja patahkan tangan atau kakinya.atau kau bisa mencabuti kukunya,atau merobek kulitnya. Yah apapun itu aku tak peduli.tapi yg jelas jangan sampai ia mati sebelum tanda-tanda roh itu muncul'' ucap pria itu yg membuat fredric merinding
'' ah~ lalu coba berikan ini padanya'' ucapnya sambil memberikan sebuah botol kecil pada fredric
''apa ini tuan?''
*smirk '' obat ajaib'' ucapnya sambil menyeringai
''ya?''
'' ah tidak... bagi kalian ini semacam narkoba'' ucapnya
''anda ingin memberikan narkoba pada anak ini!?''
''oh?..ada apa?.apa kau kasihan?.padahal kau yg memukulinya sampai begitu.tapi malah takut memberikan ini padanya'' balas pria tersebut
'' ti.tidak bukan bagitu .hanya saja..''
''sama seperti narkoba tapi efek obat ini lebih parah bagi elf'' potongnya yg membuat fredric tersentak
''di tambah lagi melihat usia bocah ini. Hmph.. ''
''obat ini bisa merusak organ tubuhnya secara perlahan jadi pastikan kau tak langsung memberikan semuanya. Berikan sedikit saja''sambungnya
''tapi tuan.. kenapa tak langsung kita bunuh saja sekarang?. dengan begitu..''
''aku dan putri memang ingin roh itu secepatnya tapi kalau elf ini langsung mati yg ada roh itu akan hilang bersamanya'' potong pria tersebut
*puk! ''bersabarlah sedikit lagi. fredric'' ucap pria tersebut sambil menepuk pundak fredric
!?! UM!....
''cih.dasar manusia keras kepala'' gumam pria itu tiba-tiba
''ada apa tuan?''tanya fredric
''bukan apa-apa. kau urus saja elf itu '' '' aku percaya padamu fredric''ucapnya lalu menghilang begitu saja
.............
''hmph.. anda pikir saya akan menurut trs pada anda layaknya anjing?'' gumam fredric setelah tuannya itu pergi
'' setelah roh itu muncul maka akulah yg akan menjadi tuannya. Akan kubuat orang itu bertekuk lutut padaku nanti'' ucapnya sambil melirik elissa yg tergeletak lemas.
__ADS_1
...****************...
...NEXT...