
PERINGATAN
CHAPTER INI MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN DAN 'LAINNYA' TOLONG PERHATIAN DAN KESADARANNYA BAGI PEMBACA DI BAWAH UMUR
***
Saat memasuki ruang bawah tanah ini aku memang sudah curiga, tapi aku tak menyangka akan menemukan tempat seperti ini disini
Tangan ku bahkan sampai gemetar saking syoknya, bau anyir dari darah pun langsung menusuk hidungku begitu membuka pintu ini.
Sekali liat pun aku langsung tau kalau ini adalah ruang ekpresimen. Entah apa yg di uji cobakan olehnya tapi yg jelas itu bukanlah eksperimen yg bagus.
Bercak darah ada dimana-mana,pisau bedah serta peralatan bedah lainya,ada juga obat-obatan dan jarum suntik di sana.
Ku beranikan diriku lalu memasuki tempat itu untuk melihatnya lebih lanjut.dan alhasil aku menemukan hal yg begitu mengejutkan, bahkan membuatku ingin muntah. Ada beberapa bagian tubuh yg di pisahkan sesuai kategorinya, aku juga menemukan telinga yg di gantung layaknya pajangan dan bola mata yg terdapat di dalam toples
Jujur saja ini terlalu mengerikan untuk ku lihat.awalnya aku ingin berhenti dan langsung kembali saja tapi rasa penasaranku masih cukup tinggi.
Aku pun terus menelusuri tempat tersebut dan akhirnya ada satu hal yg benar-benar menarik perhatianku.ada sebuah aquarium besar dan yg membuatku syok adalah di dalam sana terdapat seorang wanita berambut ungu yg sepertinya sudah tak bernyawa
Tubuh wanita itu pun sudah tak utuh lagi, dia kehilangan kedua daun telinganya,kaki serta tangannya, dan sepertinya matanya juga.dia juga memiliki bekas tempakan tepat di keninganya.
Melihat hal itu aku benar-benar di buat kehabisan kata-kata. Jujur aku kasihan pada wanita satu ini,entah siapapun dia,nasipnya begitu malang. Setelah matipun dia tak di kuburkan dengan layak dan malah di jadikan eksperimen mengerikan ini bahkan sampai kehilangan beberapa anggota tubuhnya dan mendapat luka di sekujur tubuhnya.
''astaga...sebenarnya apa yg sudah ku lihat ini...''
Eksperimen ilegal,dan sepertinya ada bekas pemerkosaan dan pembunuhan juga di tubuh wanita ini..
''sungguh wanita yg malang'' kataku lalu mencoba memecahkan aquarium tersebut dan mengeluarkannya dari sana
Begitu aku berhasil mengeluarkannya,aku langsung membuka jubahku dan menutupi tubuh wanita malang tersebut
Alister....tindakannya ini sudah kelewat batas, aku harus segera kembali dan melaporkan hal ini pada tuan.
''tapi pertama-tama''
Kulirik jasad wanita tersebut lalu perlahan mengendongnya
''setidaknya biarkan aku menguburmu dengan layak''kataku lalu berniat pergi dari sini sampai...
Secarik kertas tiba-tiba terbang kearahku dan melihat itu aku pun di buat cukup curiga. Perlahan ku taruh kembali wanita tersebut lalu mencoba menyelidiki lebih banyak
__ADS_1
Dan begitu ku arahkan cahaya ku ke sebelah kiri tempat kertas tadi datang, lagi-lagi bulu kudukku di buat berdiri.
Disana ku lihat ada meja yg penuh dokumen , ku coba teliti dokumen tersebut dan alangkah kagetnya aku saat membaca salah satu dokumen tersebut
''elf!?''
Dokumen itu berisikan data-data tentang elf,bukan itu saja bahkan ada data lengkap soal elf di sana, dan yg membuatku terkejut adalah data itu adalah milik wanita itu
Aku pun langsung melirik jasat wanita itu lalu menyamakannya dengan dokumen yg ku pegang
''dia elf?'' ... itu artinya dia sama dengan nona?..bisa jadi dia kerabat nona?!...oi...oi...ku rasa aku sudah melihat terlalu banyak...dan aku mulai takut sekarang...
Dan benar saja rasa takut ku semakin menjadi-jadi begitu aku merasakan hawa kehadiran seseorang. Yah...kalau cuman guru itu atau orang biasa aku pasti sudah pergi dan mencoba menangkapnya masalahnya orang yg datang memiliki aura yg begitu mengerikan, meski dia di atas dan aku di bawah aku bisa merasakannya dengan sangat jelas terlebih tekanan yg ia berikan begitu kuat.
Dan saat ku dengar langkah kakinya yg mulai turun kebawah detak jantungku mulai tak beraturan, instingku mengatakan aku harus pergi dari sini sekarang juga sebelum bertemu dengannya. Aku pun langsung mengambil dokumen tersebut lalu berlari ke wanita tersebut dan mengendongnya lalu berniat pergi dengan teleport..
Dan sepertinya dewa masih menyayangiku, aku berhasil teleport dengan selamat ke kediaman tuan duke . sesaat setelah aku teleport ,aku langsung terduduk lemas sambil mencoba mengatur nafasku yg berantakan. Badanku saja masih gemetar hingga detik ini.... aura orang tersebut terlalu kuat dan mengerikan. Aku tak bisa membayangkan bagaimana kalau aku bertemu dengannya tadi.
''hah~...tuan sepertinya musuh yg sedang kita cari bukanlah orang biasa,melainkan monster''gumamku lalu tertawa kecil
***
Di waktu yg sama di ruang rahasia
''e...eh!....ba..bagaimana mungkin...ruangan ini sudah saya kunci dengan baik''
''hmm...kita kehilangan tubuh elf itu dan juga beberapa dokumen tentangnya''
''ma...maafkan saya tuan...saya akan mencari penyusup itu lalu...'' jleb!... belum sempat john menyesaikan perkataannya kuku orang yg ia panggil tuan itu sudah menusuk kepalanya dan membuatnya mati seketika
''bukan hanya membuat pertahanan keluarga itu menjadi lebih kuat dengan kecerobohanmu yg menjatuhkan pin dengan lambang kita, sekarang kau malah membiarkan seseorang masuk dan mengambil dokumen berharga kita''
''apa kau pikir aku akan mengampunimu john?....ah~ atau harus ku panggil kau Arzan mahavir alister''
...... ''mm...sekarang enaknya gimana ya?''katanya sambil menjilat darah john di tangannya
*ctak!... '' yah...tempat ini sudah tak bisa di pakai lagi sih. Akan ku bakar saja semuanya'' katanya sambil menjentikan jarinya dan percikan listrikpun mulai menyambar dan membuat api berkobar mulai dimana-mana dan dalam sekejap rumah pun sudah di lahap di jago merah tersebut
Sedang kan orang tersebut keluar dengan santainya tanpa terkena api sedikit pun.
''baiklah....salah satu info penting sudah di rebut, pelakukanya pasti keluarga everon.'' ''sialan..karena kebodohannya sekarang keluarga itu pasti sudah memperketat penjagaannya''
__ADS_1
''ya sudahlah...ku serahkan saja pada fredric,dia pasti punya cara untuk mendapatkannya kembali'' ''lagi pula...kurasa aku masih punya waktu sebelum hari itu tiba''
.................
''meski begitu...........ah~...bagaimana aku menjelaskannya pada putri!?''
''... um...yah..semoga saja dia tak akan membunuhku nanti''
****
...POV Harry...
''kyaaaa!....sir harry!''teriak laura yg kebetulan berpapasan dengan ku saat hendak masuk kediaman duke dari pintu belakang
''se...selamat siang laura''sapaku
''SELAMAT SIANG PALA MU!.''serunya lalu berlari menghampiriku
''apa yg terjadi?. Dan siapa dia?...sir..anda tak habis membunuh seseorang kan?,di tambah lagi masih gadis..''tanyanya panik
'' tak sopan. Aku malah mencoba menolongnya''
''apa dia masih hidup?,tapi kelihatannya tidak...''
''dia sudah mati,aku berencana mengubur nya,bisa tolong minta williyam menyiapkan pemakaman untuknya?''tanyaku
''tak masalah sih,tapi....sebaiknya anda membawanya ke tempat yg lebih sepi, kalau nona lihat bisa gawat''kata laura
''aku tau itu''
''ah!...nicol!''panggilku saat melihat nicol kebetulan lewat
''ya ketua?''
''tolong kau bawa gadis ini , aku sudah minta laura untuk menyiapkan makamnya''balasku sambil memberikan tubuh gadis itu pada nicol
''eh!?...apa maksudnya ini ketua!?...dan lagi siapa dia!?''
''tolongnya, aku harus segera memberikan laporan pada tuan duke''kataku lalu berniat meninggalkannya
''KETUA JANGAN SEENAKNYA!,KETUA!, SIR HARRY!'' teriak nicol yg tak ku hiraukan dan pergi menuju ruanga duke.
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...