
''Mina?''
Set!... ''nona ayo kembali saja!''seru luz sambil menutup kembali jasad mina dan menarik tanganku untuk keluar
''luz..tadi itu..''
''bukan!...pasti anda salah orang!''bantah luz
Tidak...aku tak mungkin salah....tadi itu benar-benar mina . aku sangat mengenalinya. Bahkan ada bekas tembakan di kepalanya tak salah lagi itu pasti mina.tapi...kenapa....kenapa kondisinya begitu?...
''itu tak mungkin,...mina dia..''
''anda pasti salah lihat!.dia tak mungkin mina yg anda kenal!''potong luz dengan wajah panik
''luz....aku tak mungkin salah...''kataku
''aku kenal betul mina... aku sudah bersama dia sejak aku bayi, aku tak mungkin salah mengenalinya''sambungku dengan air mata yg sudah berjatuhan
Luz pun langsung diam dan tak bisa membantah apapun lagi,tangannya gemetaran dan pandangannya tertunduk.
.....ah~....sebenarnya apa yg terjadi?...apa yg kuharapkan?...aku tau mina sudah tiada..aku sudah menduga itu.tapi....aku tak menduga kalau kondisinya akan separah ini...kenapa?..siapa?...siapa yg melakukan ini padanya?
''ah...kalau tak salah ku dengar kemarin sir harry membawa jasad wani'' Harry?...
''kenapa ada dokumen tentang mina di meja ayah''.....Ayah?
'' nona tak akan mengerti''.....Leon?
Ini bohong kan?....tak mungkin mereka yg melakukannya...itu sangat tak mungkin....tak mung......
''lalu kenapa mereka menyembunyikannya?''gumamku yg baru saja menyadari hal itu
''nona elissa?''
Kalau mereka tak melakukan nya lalu kenapa mereka menyembunyikannya dariku?...
Harry yg membawa pulang jasadnya, dokumen tentangnya di meja ayah,leon yg mencoba menyembunyikannya...kalau begitu bukannya mereka semua terlibat akan hal ini?...
Tap..tap..'' ah!..ada yg datang nona kita harus pergi ''kata luz begitu mendengar ada langkah kaki yg mendekat
...gawat...aku sama sekali tak bisa berfikir jernih sekarang....dugaan-dugaan mengerikan terus menghantam kepalaku bagai batu besar...kalau begini terus...aku....
Wush......udara di sekitarku pun mendadak menjadi dingin. Perlahan tapi pasti es mulai muncul dan luz yg menyadari hal itu langsung tersontak kaget dan juga ketakutan
''nona elissa...''panggil luz yg tak ku hiraukan
Suara langkah kaki pun semakin kuat terdengar dan es pun semakin menyebar kemana-mana..
''nona!...nona!''panggil luz yg mencoba menyadarkanku
''ELISSA!''teriaknya dan bertepatan saat luz berteriak begitu pintu pun terbuka es pun mulai menyebar keluar dan membuat hembusan angin yg begitu kuat , dan tak sampai di situ saja es pun berubah bentuk menjadi duri-duri tajam yg menghadang jalan
Ibu,ayah,leon,harry bahkan williyam yg ada disana pun tampak terkejut dengan apa yg terjadi.
''elissa?''panggil ayah yg tampak begitu syok dengan semua ini
''eli'' ''nona....'' ''apa yg terjadi?...'' ''nona''
Meski aku bisa mendengar mereka memanggilku namun pikiran ku saat ini terlalu kusut untuk menanggapi mereka. hingga akhirnya ku putuskan...
Tap... ''luz.... Bisa bawa aku pergi?''tanyaku sambil menepuk pundaknya
''eh?...pe..pergi?...kemana?''
''elissa! Tunggu dulu'' kata ayah yg mencoba mendekat namun es-es itu tak memberi jalan dan justru semakin mendorong mereka mundur
''kemana saja...tolong bawa aku pergi ''kataku
''tapi..''
''luz...kumohon...bawa aku pergi''potongku dengan air mata yg tak mau berhenti mengalir
''nona!..tolong tenang du...''
''LUZ!'' teriakku yg membuat semua orang tersentak kaget . dan pada akhirnya luz pun mengikuti permintaanku dan setika saja membawa ku pergi dengan teleport dan sesaat sebelum aku menghilang ku lihat raut wajah mereka yg sama –sama syok sekaligus panik.
Wush....hembusan angin langsung menerpa rambutku begitu kami tiba di padang rumput yg begitu luas. Rerumputan hijau dan udara yg seharusnya hangat mendadak berubah menjadi putih nan dingin begitu kami tiba
''no...nona?''
__ADS_1
''luz...tolong menjauh dari ku'' kataku lalu menjaga jarak darinya
''tak boleh!, aku bahkan tak tau ini dimana, aku teleport secara asal, mungkin ini tempat berbahaya''
''tenang saja...aku akan baik-baik saja...''
''meski begitu...''
''luz'' potongku yg langsung membuatnya berhenti bicara
''aku perlu waktu sendirian, tolong mengertilah''kataku sambil tersenyum sendu lalu pergi meninggalkannya dan luz yg menyadari hal itu pun hanya diam dan melihat ku menjauh
***
Ku langkahkan kakiku menjauh sejauh mungkin dari luz. Aku tak mau membuatnya membeku. Inti dari sihir adalah emosi. Semakin stabil emosinya maka semakin stabil pula sihirnya. Namun kini emosiku sedang kacau dan akhirnya sihirku pun menjadi kacau.
Aku tau aku harus segera melakukan sesuatu dengan sihir ku yg meledak ini tapi....kalau pikiranku saja sedang kacau bagaimana bisa aku mengendalikannya?. Itu sebabnya aku mencoba menjauh sejauh mungkin dari seseorang.aku tak mau membuatnya terluka karena sihir ku saat ini.
Kepalaku pusing, air mataku tak mau berhenti mengalir,hatiku sakit,manaku berantakan. Jujur saja kondisiku terlalu buruk saat ini.
Aku tau mina sudah tiada, dan yg membunuhnya adalah pria seram itu. Aku juga tau ayah ,harry ataupun leon tak mungkin melakukan sesuatu pada mina.
''aku tau....aku tau itu....tapi...''
Kenapa aku tak bisa menerimanya?....meski ku tau mereka tak bersalah, hati ku tetap tak mau memaafkannya. Rasanya sakit....terlalu menyakitkan
harry adalah orang yg seru, meski terkadang menyebalkan tapi aku tau dia adalah orang baik.leon...Dia orang yg selalu melindungiku, mencoba membuat ku aman setiap saat,teman pertama sekaligus orang yg bisa ku percaya..
dan ayah..... orang yg membawaku keluar dari neraka. Memberiku hidup baru dan memberi warna pada dunia ku yg telah hancur...
grep!'' orang seperti mereka tak mungkin melakukan hal mengerikan itu pada mina....itu tak mungkin'' batiku sambil mencengram dadaku yg terasa tertusuk ribuan jarum ini.
uhuk!....uhuk!... ''ah~...gawat...''kataku begitu melihat darah di tangan ku akibat batuk tadi..
sihir ini mulai merusak tubuhku...kalau aku tak segera menghentikan es ini tubuhku tak akan bertahan lama...
tapi bagaimana aku menghentikannya?...aku tak bisa menghentikannya...
bruk!... tenaga pun tiba-tiba habis dan akhirnya aku pun terjatuh.
Udara dingin kini menusuk kulitku, kini yg ku lihat hanyalah gumpalan salju putih yg mengelilingiku.
''hah~..hah~...dingin...''
........''hei...siapapun...bisakah kalian menghentikan salju ini?...aku dinginan disini...''gumamku sambil mengangkat tangan ku seakan ingin mengambil sesuatu
Ku tatap dinginya salju di depan ku dan perlahan namun pasti pandangan ku mulai memudar dan sebelum aku benar-benar kehilangan kesadaran ku, ku lihat ada bola api kecil yg makin lama makin membesar dan akhirnya melelehkan semua es disekitarnya. Dan dari dalam api itu ku lihat ada seseorang disana sedang berlari menuju kemari
''ELISSA!'' panggilnya
Dan begitu ia berada tepat di hadapan ku ia langsung menarikku ke dalam pelukannya dan memberiku kehangatan
Meski samar, ku lihat wajah orang tersebut yg terlihat panik.
Rambut hitam yg berpadu dengan cahaya dari api yg menyala, serta mata hitam pekatnya membuatku merasa tenang.
''a...yah?'' panggilku namun tak lama kemudian kesadaran ku benar-benar lenyap
***
Ledakan mana...untuk seseorang yg memiliki mana yg kuat itu hal itu sudah biasa,namun bagiku yg baru pertama kali mengalaminya hal ini sama sekali tak biasa, badanku terasa sakit seperti terkoyak,sekelilingku terasa dingin.bahkan untuk membuka mata saja terasa sulit.
Ledakan mana akibat emosi yg tak stabil..hmph...kedengarannya konyol sekali....
Sudah ku duga..aku ini masih anak-anak ya?...padahal aku fikir aku sudah mulai dewasa tapi nyatanya di dalam diriku masih anak kecil berusia 5 tahun. Hah~...menyebalkan....
Apa aku tak bisa menjadi dewasa?'
***
Perlahan kesadaran ku pun mulai kembali,suhu tubuhku pun mulai menghangat dan begitu ku buka mataku ku lihat langit-langit yg tak asing bagiku.
''ini...kamarku?''gumamku yg masih mencoba membiasakan diri dengan pencahayaan yg ada
''oh!?...kau sudah sadar?''tanya seseorang di sebelahku , aku pun langsung menoleh kearahnya dan langsung di buat syok bukan main
''PUTRA MAHKOTA!" seruku sambil bangkit namun langsung terjatuh akibat kehabisan tenaga
''oi..oi...baru bangun jangan langsung bergerak''katanya sambil kembali membetulan selimut ku
__ADS_1
''kenapa anda ada disini?''
''kau baru saja membekukan taman kota dan kau tanya kenapa aku disini?''tanyanya dengan wajah geram
Eh!?...jadi tadi aku di taman kota!?..gawat..aku sama sekali tak tau itu...
''beruntung tempat itu sedang sepi sehingga tak ada yg terluka,kau benar-benar membuatku kaget,ku pikir ada serangan tadi''
''maaf..''balasku yg langsung menyesal
''huh~..coba sini sebentar''katanya lalu tiba-tiba mendekat kearahku dan menempelkan keningnya di keningku hingga membuat jarak di antara kami begitu dekat, jelas hal itu membuatku tersontak kaget
''um...panasnya sudah turun kah''katanya lalu kembali menjaga jarak
''dasar...padahal kau yg memperbaiki aliran mana ku tapi bagaimana bisa mana mu sendiri berantakan begitu''
''maaf''
''berhenti minta maaf, aku sudah bosan mendengarnya''kata putra mahkota sambil melipat kedua tangannya
........aku tak bermaksud membekukan apapun,manaku meledak begitu saja...
Dan lagi...orang yg menolongku tadi itu putra mahkota...ku pikir ayah,rambutnya sama sama hitam sih...
''hah~...kalau begitu istirahatlah lagi. Aku akan menemuimu lagi setelah kau sembuh,ada sesuatu yg harus kita bicarakan''katanya lalu berniat keluar dari kamarku
''ah!...satu lagi...pastikan kau minta maaf pada tuan duke ya''katanya sambil membuka pintu
''eh?...ayah?..kenapa?''tanyaku tak paham
''beliau terkena hipotermia karena mencoba mengeluarkanmu dari salju itu''balas putra mahkota yg jelas membuatku syok parah
''bukannya anda yg mengeluarkan saya dari sana?''
''huh?...maaf saja tapi aku tak segila itu sampai harus menembus badai salju sekuat itu hanya demi menolong seorang gadis kecil yg terjebak di dalamnya''
Ayah....jadi orang itu benar ayah?... apa yg sudah ku lakukan?...aku membuat ayah sakit?...itu tak mungkin
'' pastikan kau minta maaf dan berterima kasih padanya saat beliau sadar'' sambungnya
!!!? ''ayah tak sadarkan diri?''
''um?...yah...beliau berada di dalam badai es cukup lama sih ya, dan lagi meski beliau adalah penguna sihir api tapi tetap saja ada batasnya.''
''kuharap kemungkinan terburuk tak terjadi.''sambung putra mahkota lalu keluar dari kamar ku
............ayah....hanya demi menolongku beliau sampai begitu?
Tes....tes....tes ''maaf....'' Kataku di iringi air mata yg mulai menetes
Maafkan aku ...ayah....
Aku pun memutuskan untuk turun dari kasur dan pergi menemuinya. Ku paksakan diriku untuk bangkit meski badan ku merintih kesakitan dan kepalaku terasa mau pecah. Tapi aku tak menghiraukan itu semua dan mencoba pergi menemuinya
Kini yg ada di kepalaku hanyalah ayah...aku terlalu takut membayangkan karena salahku aku malah kehilangannya
''ayah..maaf...''
Maaf kan eli...tolong jangan pergi...
Ku langkahkan kaki ku secepat yg ku bisa, air mataku terus mengalir deras. Berapa kali pun ku usap air mataku aku tetap tak bisa menghentikannya.
Bayang-bayang akan kematian ayah membuatku ketakutan bukan main. Dan begitu aku sampai di depan pintu kamar ayah. Dengan tangan yg gemetaran aku pun membuka pintu tersebut dan begitu pintu terbuka rasa takut pun makin menjadi-jadi
Ku lihat ayah sedang terbaring lemas di kasurnya dengan wajah pucat pasih. Air mataku pun makin mengalir deras begitu melihatnya.kakiku mulai berjalan menghampirinya dan begitu kami sudah begitu dekat ,aku langsung terjatuh lemas . tangan ku bahkan tak bisa berhenti gemetar melihatnnya
''a...yah...''panggilku dengan nada gemetar
perlahan ku coba raih tangannya dan sekali lagi dengan nada gemetar ku panggil ia '' ayah...''
''ayah....bangun...bangun...ayo bangun'' kataku sambil mencoba mengoyangkan pelan badannya
''ayo bangun...ayah...bangunlah...ayah!'' seruku dengan air mata yg berlinang
''ku mohon bangunlah ayah!''
Aku pun terus mencoba membangunkannya hingga sesosok bayangan hitam tiba-tiba muncul dan melihat hal itu jatungku langsung berdebar sangat cepat
tak mungkin... ''dewa kematian."
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...