Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 32


__ADS_3

Huh~..pada akhirnya hanya aku dan leon yg pergi...padahal ku harap Luz bisa ikut juga, sayang sekali...


''Oh ya. leon apa kerajaan diamond masih jauh?'' tanyaku.


''Eh?..um..kalau dengan kereta kuda harus nya kita akan sampai tiga jam lagi nona,'' balas leon.


Ternyata masih cukup lama ya.


''Leon, kerajaan diamond itu seperti apa?'' tanyaku.


''Kerajaan diamond, seperti namannya nona, kerjaan itu penuh dengan berlian bersinar, atap, hingga makanan di sana pun bersinar layaknya permata.


''Huwaa!...luar biasa..''


Aku jadi semakin penasaran dengan tempat itu, cepatlah sampai aku sudah tak sabar.


Setelah perjalanan panjang akhirnya kami sampai di perbatasan kerajaaan diamond, dan seperti yg leon bilang tadi tempat ini memang penuh dengan permata, mulai dari makanan, atap rumah, bahkan airnya pun benar-benar bersinar layaknya permata.


''Huwaaa!...keren!~'' seruku sambil melihat keluar kereta kuda.


Semua ini benar-benar terbuat dari permata ?.dan lagi sihir disini sangat banyak dan stabil berbeda dengan di kediaman duke yg mananya cenderung berantakan.


''Nona, pegang tangan saya dan turun perlahan," kata leon sambil memberikan tangannya untuk membantuku turun.


''Terima kasih leon," kataku sambil menyambut tangannya dan turun dengan hati-hati.


Setelah itu kami pun berkeliling festival sambil melihat banyak hal, aku juga mencoba sangat banyak makanan yg tak pernah ku lihat sebelumnya. Semua nya benar-benar bersinar dan sangat cantik, saking senangnya melihat-lihat tanpa sadar aku malah terpisah dari leon dan termakan alur manusia dan akhirnya tersesat


''Ah...bagaimana ini?..leon dimana?.'' kataku sambil gemetar.


Bruk!, karena takut aku pun tanpa sadar menabrak orang di belakangku dan saat aku menoleh kearahnya.


''Eh?..'' rambut merah menyala, mata kuning emas, badan tinggi dan membawa pedang di pinggangnya.


Tentu saja aku langsung takut setengah mati saat melihatnya.


''Woi..kau tak ap...'' ucapnya.


''Huwaa.. jangan mendekat,'' kataku saking takutnya, air matakupun tiba-tiba mengalir saking takutnya.


''Eh!?,tu..nak..ja...jangan menangis..'' kata nya yg langsung kelabakan begitu melihatku menanggis.


''Apa aku melukaimu?. apa ada yg sakit?'' tanyanya yg tak ku balas dan malah menanggis lebih kencang.


''Waduh!, bagaimana ini?...'' katanya yg jadi panik.


''Ya, ampun kau ini, wajah mu itu mengerikan sekali ya hingga membuat anak kecil menanggis,'' kata seekor kelinci kecil yg tiba-tiba muncul di pundak pria tersebut.


''Calope!'' panggil pria tersebut.


''Nona, walaupun wajahnya seram dia tak berbahaya sama sekali kok, jadi tenang saja,'' kata kelinci itu yg membuatku lebih tenang.


''Wajahku tak seram ya!'' sahut pria tersebut kepada kelincinya.


''Tapi buktinya anak itu nangis habis liat mukamu,'' katanya yg membuat pria itu tak bisa berkata-kata lagi.


''Kelincinya bicara,'' kataku yg membuat mereka langsung menoleh kearahku.


''Benar sekali nona, saya adalah satu-satunya kelinci yg dapat berbicara dan paling manis seantero dunia,'' ucapnya membanggakan diri.


''Manis hah?, dimananya ...?'' kata pria itu, dan karena kesal kelinci itu langsung mencakar wajah pria tersebut.


''Sakit!. tuh kan gak ada manis-manisnya sama sekali!'' ucap pria tersebut.

__ADS_1


''Berisik!, salah sendiri nyari gara-gara.''


Melihat pertengakaran mereka yg seperti anak kecil membuatku tak bisa menahan tawa dan akhirnya tawaku lepas begitu saja.


''Hmph.. syukurlah anda tak menangis lagi,'' kata pria tersebut sambil tersenyum.


Ah!..dia tersenyum, kenapa ya?, saat dia tersenyum dia tak terlihat menakutkan sama sekali, rambut merahnya yg terkena sinar matahari juga terlihat sangat indah seperti milik Luz.


''Nona, apa anda tersesat?. mungkin saya bisa bantu menemukan keluarga nona,'' katanya sambil menekuk lututnya untuk menyamakan tinggi kami


''Eto...'' apa aku bisa mempercayainya ya?. leon bilang aku tak boleh sembarangan menyebut nama keluarga karena mungkin akan berbahaya, terlebih bisa saja dia adalah salah satu orang jahat di pasar gelap


''Um...yasudah kalau begitu siapa nama nona?'' tanyanya.


''E..elissa'' gumamku


''Elissa ?.. wahh ... nama yg cantik,'' katanya sambil tersenyum.


''Nah, ayo kita cari keluargamu,'' katanya sambil mengulurkan tangannya.


Aku pun hanya diam sesaat sambil melihat uluran tangannya padaku.


Hup ''Nona tenang saja, kalau dia sampai macam-macam pada nona saya yg akan menghajarnya untuk nona,'' kata kelinci tersebut sambil melompat ke pundakku.


''Macam-macam!?.memang aku bakal ngapain!?'' sahut pria itu.


''Ya siapa tau kan?, bisa aja kau itu lolicon,'' ledek kelinci itu


''jangan beranda, ku bunuh kau,''


Kelihatannya dia tak punya maksud jahat, dan lagi aku juga tak tau harus apa kalau sendirian. lalu mungkin saja aku tak akan bertemu dengan orang seperti ini lagi nanti.


Akhirnya ku putuskan untuk menerima bantuannya dan mencari leon bersama dengannya.


''Tuan ini ksatria?'' tanyaku tiba-tiba.


''Nama saya Harley sperado, seorang ksatria, dan dia calope, spirit milikku,'' kata pria tersebut.


''Spirit?!.'' Eh~..ini pertama kalinya aku melihat spirit lain selain pururu di sini.


''Yo..aku spirit elemen bumi, calope, kelinci paling manis nan kuat,''


''Wah...'' . aku memang sudah merasakannya sejak awal, kelinci ini punya kekuatan mana yg tak main-main, tapi aku tak menyangka kalau dia adalah spirit. dari mana yg dimilikinya saja dia jauh lebih kuat dari pada pururu


Tenyata tebakanku benar, orang ini adalah orang baik, soalnya spirit tak mungkin mau membuat kontrak dengan orang berhati busuk.


''Tapi..kita harus mulai dari mana ya?, kerajaan ini kan luas, kita tak akan mungkin kan menjelajahi semua tempat''katanya


''Hmm..bagaimana kalau minta bantuan teman-teman ku?, kalau dia mungkin kita bisa menemukan orang tua mu lebih cepat''tawar harley


Te.teman –teman?...


Tuan harley pun membawaku ke tempat teman-teman yg ia maksud, ia membawaku ke dekat istana kerajaan diamond, di depan pagar istana berdiri seorang lelaki berambut putih bagaikan salju dan bermata biru laut yg sangat cantik


''Silver''panggil harley


''Oh!, akhirnya sampai juga, dari mana saja kau?, marcella dan flash sudah balik duluan tau''kata pria berambut putih itu


''Um?..siapa nona ini?''tanyanya sambil melihatku lekat-lekat


''Dia anak yg tersesat, aku berencana mencarikan orang tuanya, tapi karena terlalu luas aku jadi binggung harus mulai dari mana?'' kata harley


''Kau ini ada-ada saja, kalau gak bisa bantu jangan nawarin bantuan,'' kata pria tersebut lalu melirikku, karena takut reflek aku langsung bersembunyi di balik tuan harley.

__ADS_1


''Silver kau membuatnya takut'' kata harley sambil menepuk kepalaku


''Ah~,maaf, aku tak bermaksud, jadi. Siapa namamu nona ?'' tanyanya ramah


''E..elissa..'' kataku yg masih bersembunyi di balik punggung tuan harley.


''Baiklah elissa, apa kau punya nama marga?'' tanyanya lagi


''Mar....ga?.'' apa itu?..


''Ahaha..sepertinya dia tak mengerti'' tawa harley.


''Huh~..kalau begitu, siapa nama panjangmu?'' tanyanya yg tak ku balas dan memakin mengumpat dibalik tuan harley.


''Huh~, tak bisa, kalau dia tak mau memberi tau nama pajangnya akan sulit mencari keluarganya,'' kata silver.


''Kau kan bisa mengandalkan penciumanmu yg tajam, cari saja bau orang yg paling melekat di tubuhnya,'' kata harley.


''Ah~ benar juga, kemarilah, senbentar,'' kata silver.


''Tak apa nona, dia tak akan memakan anda kok,'' kata harley.


Aku pun berusaha percaya lalu mendekat ke orang bernama silver itu, dia pun langsung mengendusku dan itu membuatku terkejut.


''Hmm...kau habis dari festival ya?'' tebaknya yg ku balas dengan anggukan pelan.


''Kita mungkin akan mendapatkan petunjuk lebih kalau ke festival, untuk saat ini ayo kefestival dulu,'' kata silver lalu kami pun kembali kefestival.


Sesampainya di festival tuan silver terus mengendus sekitarnya ,kami pun mengunjungi tempat-tempat yg sempat ku datangi tadi tapi sampai hari petang pun kami masih belum bisa menemukan leon.


''Huh~..aku lelah~'' keluh silver sambil duduk di salah satu bangku di taman kota.


''Karena festival baunya jadi menyebar kemana –mana ini semakin sulit karena baunya juga jadi bercampur dengan bau sekitarnya,'' sambungnya.


Bagaimana ini,bagaimana kalau aku tak bisa bertemu leon lagi.ini salahku harusnya aku tak jauh-jauh darinya tadi


''Hiks..hiks..bagiamana ini,'' tanggisku yg tiba-tiba pecah.


''Eh!?,ja,jangan menanggis nona, kami pasti akan menemukan orang tua nona,'' kata harley yg mencoba menenangkanku.


''Masih terlalu awal untuk menyerah nona, kami janji akan membawa anda kembali kekeluarga anda,'' kata silver yg juga ikut menenangkanku.


...'' Terima kasih,'' balasku sembari mengusap air mata lalu tersenyum.


Saat kami memutuskan untuk mencari lagi, tiba-tiba dari belakang ada yg menepuk pundakku dan reflek membuatku menoleh kebelakang.


!!!?....orang ini kan ...!


Flashback on


"Hmph.. benar-benar menarik, putri dari para elf, tidak kusangka masih ada disini'.'


''Hmh... kalau begitu...lepas semua pakaianmu."


''Hahahaha!.... bagus, bagus sekali, itu lah wajah yg ingin ku lihat."


''Kau lihat nak, betapa baiknya aku , kau memintaku membebaskannya bukan, lihat aku sudah membebaskannya sesuai keinginanmu.''


Flashback off


Ingatan mengerikan hari itu tiba-tiba muncul lagi, saat melihat orang yg menepukku itu.


Tak salah lagi, dia ... dia orang yg membunuh mina, si brengsek yg menghancurkan hidupku.

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


__ADS_2