
POV Erwin
''Aku kangen adikmu bukan dirimu''
(Otak erwin saat ini be like: loading...loading....loading)
Hah! ''APA MAKSUDNYA ITU!'' seru ku yg baru memprosesnya
''responmu lama sekali''balas eric
*grep!.. '' apa maksudmu merindukan adikku!?.jangan bilang kau..'' kataku sambil menarik elissa ke pelukanku
'' kalau iya kenapa?'' balas eric sambil tersenyum jail
'' kau cemburu?'' tanya eric yg membuat otakku berhenti bekerja untuk sesaat dan begitu otakku kembali berjalan bulu kudukku langsug bergidik ngerti
''eric!.apa yg salah dengan mu!?.''seruku merinding
Eric ada apa dengannya?..apa otaknya keseleo pas kemari?
'' aku hanya bercanda. Aku datang kemari untuk memberikan mu ini''katanya sambil memberiku secarik kertas
''apa ini?''tanyaku sambil mengambilnya
''surat lamaran ku untuk elissa'' balas eric dan tentu saja aku langsung ingin merobeknya
''TUNGGU!. AKU CUMAN BERCANDA!'' serunya sambil menahan tanganku
''KAU INI. SEJAK KAPAN KAU SUKA CANDAAN YG BEGINI!?'' seruku kesal
''entahlah..tapi kurasa meledek siscon sepertimu menjadi hobi baruku ''balasnya
''ribut yuk''
''ok ke sampingkan soal itu. aku datang kemari untuk memberimu surat izin itu'' katanya
''surat izin?''tanya elissa
''ya. erwin. Aku ingin kau pergi ke kerajaan Cloude besok'' balas eric
''huh!?''
''besok!?''seru elissa kaget
''woi yg benar saja. aku baru sampai masa sudah di suruh pergi lagi!"timpalku tak terima
Aku baru mau menghabiskan waktu dengan adikku masa aku harus sudah pergi lagi
'' ya kau mau cepat bisa jalan lagi apa gak?''kata putra mahkota yg membuat kami tersentak
'' apa maksudmu?''
'' di disana ada dokter syaraf yg hebat.ku dengar dia sudah berhasil menyembuhkan banyak orang-orang yg lumpuh. Jadi aku ingin kau bertemu dengannya'' jelas eric
''suruh saja dia kesini''kataku
'' tak bisa.kau tau sendiri kan kerajaan itu memiliki akses masuk dan keluar yg susah. Untuk masuk dan keluar dari sana kau perlu izin raja kerajaan tersebut. Di tambah lagi ia dokter terkenal di sana akan sulit memintanya keluar dari sana'' jelas eric
''masuk akal. Tapi kenapa besok!? Tak bisa kah lusa atau minggu depan!?''tanyaku
''perjalanan kesana memakan waktu seminggu belum lagi izin tinggalmu di sana hanya beberapa bulan.apa kau yakin bisa berjalan lagi dengan waktu yg terbatas?'' balasnya
''um.. ah!. Benar juga. Kalau begitu Elissa ikut yuk. Kita akan pergi ke kerajaan di atas awan loh'' kataku sambil meliriknya
__ADS_1
''atas awan?''
''benar. Kerajaan itu terletak di puncak gunung di sebelah selatan. Karena lokasinya di atas gunung yg selalu di tutupi kabut makanya tempat itu di namakan negri di atas awan. Kau harus ikut elissa. Pemandangannya sangat luar biasa loh'' jelasku yg membuat matanya berbinar-binar
''sayang sekali tapi elissa tak bisa ikut''kata eric yg membuatku dan elissa syok
''HUH!. KENAPA!?''
'' elissa tak bisa masuk kesana dan surat ini hanya bisa untuk 2 orang. Jadi yg akan pergi kau dan duchess'' jelasnya
''eh?!...dengan ibu?. Kenapa?. Ku pikir kau yg akan ikut''kataku
''jangan bercanda. Kau pikir akan memakan waktu berapa lama untuk terapimu?. Kau mau membunuhku dengan tugas begitu kembali?. Duke juga tak mungkin bisa pergi karena urusannnya. Aku sudah bicara dengan mereka dan mereka memutuskan kalau hanya kau dan duchess yg akan pergi'' jelasnya
''setidaknya minta surat izin tambahan untuk adikku dong!. Lihat dia jadi sedih karena tak ikut!''seruku sambil menunjuk elissa yg terlihat murung
'' kau pikir mudah mendapatkannya?. Surat ini saya baru ku dapat setelah berminggu-minggu berlalu'' kata eric
''dan lagi elissa tak mungkin bisa melewati sistem keamanan di sana'' sambung eric
Eh?...tak bisa? Kenapa?..
'' sudah lah. Sekarang lebih baik kau bersiap-siap untuk berangkat besok. '' kata eric lalu kebelakangku dan mendorongku
''eh!?..tu..tunggu dulu''
''jangan melawan dan dengarkan saja aku''balasnya
''a..adik kecil!...'' panggilku yg malah di balas lambaian tangan dan senyuman manis olehnya
Aah~... aku malah jadi merasa bersalah...padahal aku sudah memberikannya harapan tapi malah tak bisa mewujudkannya. Maaf...
***
POV Elissa
Padahal aku sudah sangat mengharapkannya. Sayang sekali aku tak bisa ikut pergi
''huh~..sekarang aku malah jadi penasaran tempat seperti apa itu''kataku sambil menghela nafas berat lalu berniat kembali ke kamar ku sampai..
''oh!.akhirnya kau datang juga''kata putra mahkota yg rupanya sudah menunggu di depan pintu kamar
''eh?..ada apa?''tanyaku sambil menghampirinya
''tidak..itu...'' ''apa kau sangat ingin ke kerajaan cloude?''tanyanya
???...kenapa tiba-tiba nanya begitu?
''Lihat dia jadi sedih karena tak ikut!'
!? ah!...apa dia terpengaruh ucapan kakak tadi?..tumben sekali..
''yah..di bilang ingin sih tentu saja ingin. Tapi anda bilang tak bisa jadi apa boleh buatkan?'' kataku sambil bersender di tembok
''lagi pula di situasi begini memang sebaiknya aku tak meninggalkan rumah dulu.''sambungku sambil mengaruk-garuk pipiku
''kerajaan cloude adalah kerajaan dengan tingkat keamanan tertinggi di kekaisaran ini''katanya tiba-tiba
''sejujurnya itu akan jadi tempat teraman bagimu untuk menghindari kelompok shadow''sambungnya yg membuatku tersentak
''kalau begitu...''
''tapi sayangnya kau tak bisa masuk kesana''potongnya
__ADS_1
''kerajaan itu di lapisi sihir pelindung yg membuat makhluk dari benua hitam tak bisa masuk kesana. Dan kau adalah makhluk dari benua hitam.sekali pelindung itu mendeteksimu maka tamatlah riwayatmu''jelasnya yg membuatku merinding
''lagi pula meski itu tempat yg bagus untuk melindungimu dari kelompok shadow tapi lain cerita kalau lawannya tuan putri marcella'' jelasnya yg membuatku teringat akan masa depan yg ku lihat
''kenapa?''
''ada 3 alasan. Pertama dia adalah putri kekaisaran ini. Akses keluar masuknya sudah jelas jauh lebih mudah. Kedua, tuan putri akrab dengan putri kerajaan cloude. Dan ketiga luas wilayah kerajaan cloude itu kecil, karena itu sekalinya di lakukan pencarian akan sangat mudah untuk menemukan mu di tambah lagi kau juga tak bisa keluar dari sana tanpa izin dari raja''
Kelihatannya tempat itu bisa jadi pedang bermata 2 ya.
Tapi sekarang aku paham aku benar-benar tak bisa pergi kesana.sayang sekali..tapi mau bagaimana lagi..
''....tapi kalau kau masih mau merasakan seperti apa tempat itu aku mungkin bisa membantumu'' katanya yg memuatku tersentak
''BENAR KAH!?'' seruku kelepasan
Ah!..gawat..aku terlalu bersemangat
''apa kau segitu inginnya merasakan negri di atas awan?''tanyanya yg tak bisa ku balas karena terlalu malu
''baiklah..'' ''besok pagi aku akan datang menemuimu.pastikan kau bangun saat itu'' kata putra mahkota lalu pergi meninggalkanku
???..besok?
***
Tadinya aku pikir dia akan datang setelah waktu sarapan tapi siapa sangka ia datang jauh lebih pagi dari yg ku kira
*tok..*tok..*tok..
''ukh..dari tadi siapa yg ngetuk sih'' kataku yg masih setengah sadar. Karena suara ketukan yg berasal dari balkon aku pun jadi terbangun. Sambil mengusap-usap mataku yg masih belum terbuka sepenuhnya aku berjalan kearah balkon lalu membuka hordengnya dan begitu ku buka aku benar-benar di buat sadar sepenuhnya
''PUTRA MAHKOTA!?'' seruku kaget begitu putra mahkota sudah berada di balkonku . aku pun buru-buru membuka pintu balkon. Begitu pintu ku buka hembusan angin malam yg dingin pun langsung menyapaku.
Sejujurnya ini benar-benar membuatku kaget bukan main. Bukan hanya kedatangannya yg begitu tiba-tiba di waktu yg terbilang masih sangat dini ini. Tapi ekspresinya juga sangat mengejutkan. sosok putra mahkota yg kini bermandikan sinar bulan menatapku sambil tersenyum lembut!!!?.
''ke.kenapa anda datang sepagi ini. Dan lagi anda datang dari mana?''tanyaku sambil melihat ke belakangnya
''bukannya sudah ku bilang aku akan datang menemuimu di pagi hari'' katanya sambil mendekatkan wajahnya kearahku
TAPI INI KEPAGIAN!?
''sudah lah..ayo pergi'' katanya sambil mengulurkan tangannya
''sekarang juga!?''
''kalau kita terlalu lama disini ,kita bisa kelewatan''sambungnya
''ka..kalau begitu aku ganti baju dulu'' kataku sambil berbalik lalu berniat menganti bajuku namun
*grep....
''tak perlu. Kau sudah cantik dengan baju apapun'' katanya sambil menahan tangan ku
Eh?..
''sebenarnya aku cuman tak mau menunggu mu menganti baju, itu pasti akan memakan waktu'' sambungnya dengan wajah datar
a....begitu ya...
*syut!...''eh!?''
''nah ayo pergi'' katanya setelah mengendongku lalu dengan sihir teleportnya membawaku pergi.
__ADS_1
...****************...
...NEXT...